Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Keinginan Sekolah di Luar negeri



***


Eila menghampiri aira dan dylan


dengan membawa sebuah map “papi bisa minta waktunya?” Tanya eila


Dylan yang sedang menonton TV di dampingi aira di sebelahnya mendongak “ada apa sayang?” Tanya dylan


“bisa lihat ini "eila menyerahkan


map yang ia bawa pada dylan


“apa ini” Tanya dylan membuka map tersebut


“kau keterima di sekolah seni di


perancis?” Tanya dylan tak percaya saat membaca map yang di bawa sita, bahwa sita keterima di salah satu sekolah music kenamaan di Inggris


“iya papi, dan eila pengen


kesana” balas eila


“kamu yakin mau kesana sayang,


di sana jauh loh terus kamu anak perempuan papi satu-satunya” sahut dylan tak ingin berjauhan dari putrinya


“ayolah papi, eila ingin masuk


sekolah itu” ucap eila dengan nada memohon


“ya sudah bang kalau eila pengen


sekolah di sana” ucap aira


“tapi ra” balas dylan


aira menahan tangan dylan dan menoleh ke arah eila “ya sudah kamu boleh ke sana, papi dan mami akan urus semua keperluan kamu sebelum kelulusanmu sayang” ucap aira menyetujui keputusan eila untuk sekolah di luar negeri


***


Viko dan teman-temannya menata


makanan di meja makan


“sudah semua kan?” Tanya rio


mengecek makanan yang ada di atas meja


“sudah kayanya” balas daren


“eh sudah pada mau makan ya?”


Tanya zaskia yang baru saja masuk ke dalam villa dengan santai


“wah zaskia” seru joff senang


melihat wanita yang di taksirnya datang


Viko menghampiri zaskia dan


memeluk sahabatnya itu sebagai tanda salam “kapan sampai?” Tanya viko


“barusan” balas zaskia memeluk viko dan juga memeluk rio lalu menunduk tanda sapaan pada teman viko yang lain


“sudah makan?” Tanya Rio


“belum sempat” balas zaskia


“ya sudah yuk makan kebetulan


makanan kita banyak” ajak daren


“kok laki-laki semua? Bukannya


klub kalian ada perempuannya ya?” Tanya zaskia yang tak melihat keberadaan teman-teman viko yang perempuan


“mereka makan di luar” balas


daren menyendokan makanan ke mulutnya


“kenapa?” Tanya zaskia


“mungkin masakanku tak enak” balas daren mengedikan bahunya


Zaskia menyicip masakan daren


“enak kok, ya walaupun masakan tante aira jauh lebih enak dari  ini” balas zaskia


“ngomong-ngomong vila di sebelah itu vila kamu?” Tanya joff


Zaskia mengangguk “iya, itu


hadiah dari kakekku untukku” balas zaskia


“kenapa kamu gak bilang itu vila


kamu. Jadi kita bisa menginap di tempatmu saja dan bisa gratis” sahut zafar yang selalu hitung-hitung keuntungan dalam hidupnya


“aku sudah menawarkan pada Rio


dan viko tapi kata mereka teman kalian tak suka  padaku, jadi ya sudah” balas zaskia mengedikan bahunya


“kau tahu teman-teman perempuan


kita tak suka padamu?” Tanya zafar


“tentu saja tahu, rio dan viko


selalu cerita padaku bagaimana kesalnya mereka saat aku datang ke klub untuk menyapa viko dan Rio” balas zaskia


“kalian bertiga berteman akrab


banget ya?” Tanya joff


“tentu saja, kita kan bersahabat


semenjak SMA, ya walaupun sebenarnya aku lebih dekat dengan Viko karena keluarga kami sudah saling mengenal cukup lama” balas zaskia


“pernah gak kalian berpikir untuk


pacaran?” Tanya zafar penasaran dengan persahabatan mereka bertiga


Zaskia menoleh ke arah rio “


bagaimana? Apa kau mau pacaran denganku?” Tanya zaskia


“idiiih” balas rio mendengus


Zaskia menoleh ke arah viko “kamugimana mau pacaran denganku?” Tanya zaskia


“aku sibuk pengen wujudin


cita-citaku gak ada waktu main perasaan” balas viko datar


Zaskia menoleh ke arah zafar,


daren dan joff juga andra dan beni“denger kan jawaban mereka” zaskia melirik kedua


sahabatnya “mereka paling menyayangiku tapi bukan menginginkanku jadi kekasih


mereka” sahut zaskia terkekeh


“males pacaran sama kamu zas”


sahut rio


“iya lah, aku kan tahu semua


kartu mati kalian, bisa mati kutu kalian pacaran sama aku”kekeh zaskia


Viko dan rio menatap tajam ke arah zaskia membuat zaskia makin terkekeh “lihat saja mereka ketakutan bukan” ledek zaskia menunjuk rio dan viko


Daren,joff, andra, beni dan zafar hanya terkekeh kaku melihat ketiga orang di hadapan mereka


Mereka makan dan saling bercanda “ternyata kamu asyik orangnya ya zas makanya mereka berdua betah sahabatan sama


kamu” ucap andra


“apa gitu?” Tanya zaskia


“iya” sahut andra


Zaskia menghela nafas “sudah jam


10, aku pulang dulu ya” zaskia beranjak dari kursinya


zaskia berhenti sejenak “aku besok boleh ikut kalian buat


foto kan?” Tanya zaskia


"tentu saja boleh” sahut mereka


semua serempak


“ya sudah terima kasih” zaskia


berjalan keluar villa dengan senyum mengembang dan kembali menuju villamiliknya


saat zaskia keluar kebetulan bertepatan dengan teman wanita di klub viko “eh, itu bukannya zaskia ya rev” Tanya chloe


Tia melirik arah tangan chloe


“iya itu zaskia ngapain dia di sini?” Tanya tia


“entah, yuk masik” ajak revina


Revina, tia dan chloe melihat


teman pria mereka sedang merapihkan meja makan dan mencuci piring


“tadi aku lihat zaskia, dia


kesini?” Tanya revina


“iya dia kesini, kebetulan


vilanya di sebelah jadi dia mampir kesini buat ketemu viko sama rio” tunjuk daren pada vila yang ada di sebelah vila yang ia tinggali


Revina melirik tak suka ke arah


viko “kan aku sudah bilang gak suka padanya kenapa dia kesini?” kesal revina


Rio menatap tak percaya ke arah


revina “terus kalau kamu gak suka dia kenapa? Dia kan gak nginap di sini, dia tinggal di vilanya sendiri jadi gak masalah dong?” balas rio


“ya gak masalah kalau dia di


vilanya tapi kenapa di masuk ke sini?” Tanya chloe yang juga tak menyukai zaskia karena menaruh hati pada rio sejak lama dan sangat tidak suka dengan


keakraban rio dan zaskia


“kenapa kau tak suka dengan


zaskia?” Tanya viko ke arah revina, tia dan chloe


“karena dia sok cantik” balas tia


“tapi dia emang cantik” balas


daren, joff dan andra bersamaan sedangkan beni hanya jadi pendengar setia saja


“denger ya” revina menunjuk ke


arah 7 pria di hadapannya “aku menyewa villa ini bukan agar dia bisa seenaknya keluar masuk” kesal revina


“dan jangan lupa kalau villa ini


di sewa dengan uang patungan kita bukan hanya uangmu!” bentak viko yang punya sedikit kesabaran jika ada yang mengganggu zaskia sahabatnya


“tapi tetap saja aku punya hak


untuk melarang dia datang karena villa ini di sewa dengan uangku” balas revina tak mau kalah


“terserah” viko melempar lap yang


tadi ia pegang dan berjalan keam arah kamarnya


Viko melewati revina, chloe dan


tia dengan sewot yang juga di susul Rio membuat revina makin kesal pada viko dan chloe yang menatap kesal Rio


Joff berdecak ke arah revina


“sudah tahu seberapa penting zaskia di mata viko dan rio masih saja kau mengusiknya” ledek joff melirik revina dan chloe


Daren mendekat ke arah ketiga


perempuan yang masih bersungut “mana mau sahabat kami sama wanita pemarah, pemalas dan pendendam macam kalian” ledek daren yang tahu betul revina dan chloe menaruh hati pada Rio dan viko


Beni, andra dan zafar  memilih mengikuti langkah sahabat mereka untuk masuk kamar mereka dengan langkah cepat