Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Perjuangan meminta restu



Hari kelulusan sita pun tiba semua keluarga besar ikut antusias untuk menghadiri acara kelulusan sita.


Keluarga aira dan dylan juga ikut hadir karena memang keluarga aira dan keluarga wiraatmadja sangat dekat


“selamat ya sayang” ucap aira memeluk sita


“terima kasih tante” balas sita


“selamat ya kak” ucap viko, askar dan eila secara bergantian memeluk sita


“oh ya sita, kata daddy kamu, pacar kamu hari ini datang?” Tanya aira tak melihat ada pria di dekat sita


“iya tan dia nanti datang tapi mungkin agak telat katanya mau ajak keluarganya juga jadi agak lama katanya” balas sita


“kakak gak nyangka loh ra, gak tahu dia pacaran dengan siapapun tiba-tiba bilang mau nikah saja dan katanya


mereka sudah dekat selama 4 tahun. Gak kaget gimana coba” sahut david tak menyangka anak gadisanya meminta izin menikah di usia 22 tahun


Sita tersenyum mengalungkan tangannya di lengan david “ya kalau sudah yakin kenapa harus menundanya, sita


gak mau orang yang sita cinta lari jadi harus langsung diikat” ucap sita dengan tegas


Lina mengusap kepala sita sayang “dia mirip sekali denganmu dad, kalau sudah yakin gak akan menyerah dan gak akan melepaskan targetnya” ucap lina mengingat saat dulu david mengejarnya dengan segala trik-triknya untuk menjerat dirinya agar menikah dengan david dan tak mampu mengelak


“tapi kamu yakin tentang usia kekasihmu? Kamu bilang dia 43 tahun, 21 tahun loh jarak usia kalian?” Tanya aira


“kalau gak yakin mana mungkin sita menerima lamarannya” balas sita


Sita masuk ke dalam aula untuk menjalani prosesi kelulusan sedangkan para keluarga menunggu acara selesai di meja taman yang ada dekat aula


“gak nyangka ya bang, sita mau nikah loh” ucap aira


“iya, abang juga gak nyangka dia mau nikah padahal dulu abang lihat dia masih suka ngompol dan lari-lari karena gak mau mandi” kekeh dylan mengingat dirinya pernah beberapa kali berkunjung ke rumah david yang ada di luar negeri bersama tuan bagas kakek sita


“om bagas gimana? Gak masalah punya cucu mantu yang gak jauh usianya dari anak om?” tanya dylan


“selagi dia bisa membahagiakan sita gak masalah” balas tuan bagas tersenyum


Askar dan eila sedang bermain di dekat taman “askar” panggil eila melambaikan tangannya agar askar mendekat


“apa?” Tanya askar menghampiri eila kembarannya


“itu bukannya rafa sama keluarganya?” Tanya eila


“iya” balas askar


“mih, pih itu ada rafa sama keluarganya” tunjuk askar pada rombongan keluarga Arsello


“mana?” Tanya aira mengedarkan pandangannya


“ah iya” sahut aira yang melihat keberadaan keluarga dokter ken di kampus wiraatmadja


“kak riska” panggil aira melambaikan tangannya ke arah riska


Riska mencari sumber suara “mas itu aira dan keluarganya” ucap riska menarik tangan dokter ken menghampiri aira


“ngapain kamu di sini ra?” Tanya riska


“datang ke acara kelulusan anak kak david. Kakak ngapain disini?” Tanya balik aira


“ah, kita nemenin prastyo melihat acara kelulusan pacarnya” balas riska


“deg” entah kenapa perasaan aira jadi tak enak “pacar kak tyo?” Tanya aira


“iya, kakak gak nyangka loh kalau tyo punya pacar, dan dia minta kita untuk lamarin pacarnya, dan kali ini mau


ketemu sama keluarganya” balas riska


“kak tyo mana?” Tanya aira


“dia tadi beli bunga katanya” balas dokter ken


“ya sudah kita tunggu di sini saja, acaranya paling bentar lagi selesai” ucap aira mengajak keluarga dokter


aira menoleh ke arah mama katrina “selamat ya tan, kak tyo sudah nemu orang yang dia cintai” ucap aira


“iya ra, tante bersyukur banyak karena anak bungsu tante nemu calon istri setelah sekian lama, tante kira dia


gak akan nikah karena selalu menolak perjodohan dari tante, tapi gak nyangka dia nemu sendiri” kekeh mama katrina


“om Nicole gak ikut?” Tanya dylan


“enggak, dia lagi istirahat karena habis sakit beberapa hari lalu” balas dokter Ken


“oh” aira mengangguk


“kok om tyo sama kak sita samaan sih mau ketemu calonnya, dan ceritanya hampir mirip, apa malah pasangannya kak sita itu om tyo?” celetuk viko tanpa berpikir dulu


“hah?!” jawab kesemua orang dengan serempak


belum hilang keterkejutannya, tiba-tiba saja hal yang membuat mereka terkejut menjadi sebuah kenyataan “om tyo!” teriak sita berlari menghampiri prastyo yang membawa buket bunga besar


prastyo berjalan mendekat ke arah sita “selamat ya” ucap prastyo memberikan bunga pada sita


“terima kasih” sita menerima bunga dari prastyo dan memeluk erat prastyo


Semua orang membelalakan matanya lebar menatap interaksi prastyo dengan sita yang terkesan sangat dekat


“glek” aira menelan salivanya kasar “ gawat” gumam aira bergegas menghampiri david


“sita!” teriak david lantang


Sita dan prastyo menoleh ke arah david wajah mukanya sudah merah padam penuh amarah sedangkan lina menutup mulutnya tak percaya kekasih putrinya adalah prastyo, orang sangat ia tahu bagaimana masalalu kelamnya


Aira yang sudah berada di samping david mengusap lengan david “tenang kak” pinta aira


David menoleh ke arah aira “ gimana bisa tenang ra” ucap david dengan suara meninggi berapa oktaf


“disini kampus sita, kita bicarakan di rumah saja ya kak” pinta aira


Aira membawa david dan lina menuju mobilnya yang terparkir, aira melirik dylan untuk membantu membawa semua orang mengikuti dirinya


Dokter ken manatap tak percaya siapa yang jadi kekasih adiknya “kita ikuti aira mas” ajak riska mengarahkan


keluarganya mengikuti ke arah parkiran


“ayo tyo cepat” ajak dokter ken menyadarkan dirinya dari keterkejutan yang baru saja terjadi


“kau anak kak david sita?” Tanya prastyo yang memang tak tahu siapa orang tua sita selama ini, dan bodohnya prastyo tak pernah bertanya siapa nama orang tua sita


Sita menganguk “iya om, kenapa?” Tanya sita balik


Prastyo menghela nafas panjang “ah kita ikuti saja mereka dulu” ajak prastyo menggandeng tangan sita menuju


mobilnya yang terparkir di parkiran kampus sita


Prastyo membawa sita masuk kedalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman untuk sita dan melajukan mobilnya


“sita” panggil prastyo


“ya om” balas sita yang kebingungan dengan kejadian barusan, otaknya masih belum mengerti dan paham apa


yang terjadi


“apa kalau keluargamu menentang hubungan kita, kau akan menyerah?” Tanya prastyo


Sita menaikkan sebelah alisnya “kok om nanya kaya gitu?” Tanya sita


“keluargamu tahu betul masalalu om sita, jadi mana mungkin mereka terima putri kesayangan mereka menikah dengan laki-laki bejat seperti aku” balas prastyo pesimis bahwa hubungannya akan kandas, padahal baru 1 minggu mereka berpacaran dan memutuskan menikah


Sita meraih tangan prastyo “kalau sita akan mudah menyerah dengan semudah itu mana mungkin sita memulai hubungan kita” balas sita


Prastyo tersenyum “terima kasih sita, om akan berusaha membuat keluargamu menyetujui hubungan kita walaupun itu terkesan sulit dan tidak mungkin” balas prastyo


“kita hadapi sama-sama ya om” ucap sita menampilkan senyum termanisnya walaupun sebenarnya hatinya ketakutan akan reaksi keluarganya tentang kekasih pilihan hatinya