Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Tidak semua masalalu itu adalah yang terbaik



***


Viko dan keluarganya sedang makan malam bersama-sama “mih setelah sidang skripsi viko bulan depan, viko langsung berangkat ke Inggris ya” ucap viko


“kamu jadi lanjutin kuliahmu di Inggris viko?” Tanya dylan memastikan keinginan putra sulungnya untuk bersekolah di luar negeri


“iya pih, semuanya sudah beres kok pih, tinggal berangkat saja kalau sidang dan revisi skripsi viko sudah selesai” balas viko


“askar jadi anak satu-satunya di rumah inidong” ucap askar mengerucutkan bibirnya


“kakak di sana kuliah askar, setelah gelar professor kakak dapat, kakak akan pulang secepatnya” balas viko mengusap kepala adiknya


“kamu beneran sudah niat jadi dosen?” Tanya aira


“iya mih” balas viko


“apapun keputusan kamu, mami akan dukung” ucap aira mengusap kepala viko lembut


“papi juga dukung apapun keputusan kamu nak” tambah dylan tersenyum ke arah Viko


“terima kasih pih, mih” ucap viko


“oma pasti kangen kamu nanti sayang” ucap mami Diana dengan tatapan sedih kepada viko  yang akan meninggalkan rumah untuk melanjutkan pendidikannya


“viko juga pasti kangen sama oma” balas viko tersenyum ke arah omanya


***


pagi harinya Yama dan kedua orang tuanya datang ke rumah zaskia sesuai dengan permintaan zaskia


“tok tok tok “yama mengetuk pintu sopan


“ceklek” pintu terbuka “eh tuan yama” ucap bibi rom meyambut kedatangan yama


“silahkan masuk tuan” ucap bi rom tersenyum ke arah Yama


“terima kasih bi” balas yama tersenyum ramah pada bi rom


Yama dan kedua orang tuanya di bawa masuk ke arah ruang tamu


“sebentar tuan saya panggilin nona ya” ucap bi rom bergagas memanggil zaskia


“iya bi” balas yama mempersilahkan bi rom memanggil zaskia


Tak lama setelah itu zaskia turun dan menyalami orang tua yama takzim “om “ zaskia menyalami tuan james dan beralih menyalami nyonya kalila takzim “ tante silahkan duduk” zaskia duduk di hadapan orang tua yama


“tadi yama ngomong sama kami untuk lamar kamu, benar?” Tanya nyonya kalila memastikan ucapan anaknya pagi tadi


Zaskia mengangguk “iya, tapi mas yama sudah bilang tentang orang tua zaskia kan?” Tanya zaskia


“itu mah gak masalah, yang penting adalah kamu, kamu beneran mau sama si bujang lapuk ini?” Tanya nyonya kalila melirik ke arah yama


“mah” rajuk yama tak terima di katakan bujang lapuk


Zaskia tersenyum “zaskia yakin kok” ucap zaskia yakin


Zaskia menatap nyonya kalila dan tuan james bergantian “maafin zaskia ya om dan tante,  kalau karena zaskia mas yama pindah agama” ucap zaskia tulus dari hatinya


Tuan james tersenyum “dia pindah agama bukan karenamu zaskia tapi memang karena dia ingin, kami sebagai orang tua hanya mendukung apapun keputusannya yang penting dia konsekuen dengan pilihannya” balas tuan james


zaskia begitu bahagia mendapati orang tua calon suaminya  adalah orang yang sangat pengertian dan berpikiran terbuka


“terima kasih” ucap zaskia


“ekhem ekhem” tuan zahid berdehem keras


“hai zahid” sapa tuan james saat melihat ayah zaskia datang menghampirinya


“hai askiana” sapa nyonya kalila memeluk nyonya askiana


“hai juga kak” sapa nyonya askiana membalas pelukan nyonya kalila


“jadi untuk apa kalian datang” Tanya zahid agak ketus


Tuan james tersenyum “kami datang dengan maksud baik, ingin melamar anakmu untuk anakku” ucap tuan james


“aku sempat dengar dari zaskia kalau Yama sudah pindah agama sama seperti agama kami, tapi tetap saja aku gak percaya” ucap zahid langsung pada intinya


“kenapa kau gak percaya?” Tanya tuan james tetap tenang menanggapi sikap tuan zahid yang terkesan kurang sopan


“aku tahu kalian kristiani yang taat jadi bagaimana bisa kalian membiarkan anak kalian pindah agama” Tanya tuan zahid


“masalah kepercayaan adalah hak pribadi masing-masing, kami tak berhak ikut campur terlalu jauh, selagi dia memang berniat dan bersungguh kami akan tetap mendukung segala keputusannya, karena dia adalah anak kamu” ucap tuan james


“deg” hati tuan zahid seakan tercubit mendengar kata menghormati keputusan sang anak


“tapi yang aku inginkan adalah calon imam yang terbaik untuk anakku, jadi masa anakku harus mengajarkan yama sholat dan kebiasaan agama yang lain” ucap zahid


Yama tersenyum “insyaallah yama sudah bisa mengimami sholat zaskia kak, dan setidaknya sedikit-sedikit yama belajar tentang menjalankan ibadah-ibadah sesuai tuntunan yang di ajarkan di agama kita kak” jelas yama


“bisa saja kan kamu bohong sama saya” ucap tuan zahid masih tak percaya pada yama


zaskia jadi teringat ajakan ustad jamal pada yama untuk mengikuti pengajian sore ini “bagaimana kalau ayah ikut acara pengajian yang biasa mas yama ikuti biar ayah bisa  menilai sendiri” tawar zaskia


“pengajian?” Tanya zahid


“iya” sahut zaskia tersenyum


sore harinya kedua orang tua zaskia ikut ke acara pengajian yang biasa diikuti yama dan saat ada giliran pembacaan ayat suci al-quran kebetulan tiba giliran yama yang membacakan dan betapa hati tuan zahid terenyuh kala yama bisa melantunkan ayat-ayat suci al-quran walaupun belum terbilang sempurna


tapi tetap terdengar merdu di telinga zahid karena zahid mendengar bahwa baru 1,5 tahun yama belajar cara membaca bacaan arab


Setelah acara pengajian selesai tinggalah keluarga zaskia, yama dan keluarga ustad jamal


“apa ini yang jadi motivasimu dalam belajar nak yama?” Tanya ustad jamal menunjuk zaskia yang memakai balutan gamis berwarna grey


“iya ustad, dan di sebelahnya adalah kedua orang tuanya" balas yama


Ustad jamal mengangguk “apa kau sudah melamarnya nak yama?” Tanya ustad jamal


“Alhamdulillah sudah ustad” balas yama


“lalu bagaimana? Kapan kalian menikah? Harus disegerakan nak yama” sahut ustad jamal


“belum tahu ustad, masih menunggu izin dari kedua orang tua zaskia untuk menikahi putrinya” balas yama


Ustad jamal menoleh pada tuan zahid “apa anda tak menyetujui lamaran nak yama?” Tanya ustad jamal lirih


“saya belum yakin dengannya ustad” balas zahid tegas


“apa yang mebuat anda belum yakin dengan nak yama” Tanya ustad jamal, ingin mengetahui maslah yang pernah diceritakan Yama, dan kebetulan sekarang ada kedua orang tua zaskia yang bisa di ajak bertanya


“masa lalunya?” balas tuan zahid


Ustad jamal mengangguk-angguk, kali ini dia menoleh pada zaskia “nak zaskia tahu masalalunya, seperti apa yang dia ceritakan pada saya?” Tanya ustad jamal


“tahu pak ustad, mas yama sudah pernah cerita semuanya pada saya sampai yang terburuk sekalipun” balas zaskia yang memang tahu bagaimana masalalu yama


“dan apa kau mempermasalahkannya?” Tanya ustad jamal


“tidak ustad, saya bisa menerimanya toh itu masalalunya bukan masa depannya” balas zaskia mantap


Ustad jamal tersenyum menanggapi jawaban zaskia kali ini ustad jamal menoleh ke arah zahid “ semua orang punya masalalu pak, dan gak semua masalalu itu baik, kadang masalalu itu sangat buruk, tapi Allah selalu memberikan semua hambanya untuk bertaubat dan nak yama sudah melakukan taubat dan saulat taubat dan Insyallah dia istiqomah untuk jadi pribadi yang lebih baik,  dan saya melihat sendiri dia sudah berusaha berubah sedikit demi sedikit. Dan kita sebagai manusia harus memberikan kesempatan seseorang untuk menjadi lebih baik karena Allah saja selalu memberikan kesempatan itu” tambah ustad jamal dan tersenyum ramah