Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Bonus chapter 1



Keluarga besar Mahardika sedang berkumpul menyambut kelahiran bayi-bayi mungil anak dari viko dan Askar dengan sebuah pesta meriah yang di siapkan keluarga besar mahardika dengan bantuan para kerabat dekat tentunya


setelah acara selesai keluarga inti memanfaatkan waktu untuk saling bercengkerama dan saling bertegur sapa "selamat ya askar, sekarang sudah resmi jadi seorang ayah" viko memeluk askar dan menepuk pelan punggung adiknya


askar balas memeluk kakaknya " iya terima kasih kak, kakak juga selamat langsung dapat anak kedua dan ketiga" askar tersenyum ke arah kakaknya yang mendapat anak kembar


ara yang sedang menggendong bayi perempuannya melirik jenny "maaf ya jenny jika baru melihat anakmu, karena saat di kabari kau melahirkan mereka berdua juga ingin segera keluar" kekeh ara melirik anak kembarnya


jenny tersenyum ramah pada ara "gak nyangka ya kak, anak kita punya ulang tahun yang sama" kekeh jenny mengingat anak mereka lahir di tanggal, bulan dan tahun yang sama


"lumayan buat berhemat acara ulang tahun, biar jadi satu ulang tahun mereka" cicit eila


ara menoleh ke arah askar "oh ya, maaf ya askar kalau aku pinjem mami buat bantu urus Marcel dan cantika" ucap ara pada adik iparnya


"tak masalah, kamu juga pasti kerepotan mengurus cantika dan Marcel, secara gilang masih kecil" askar tersenyum pada kakak iparnya agar kakaknya merasa tenang dan tidak merasa bersalah pada dirinya


"iya kak gak masalah kok,  toh kami sementara tinggal di rumah mommy ku  sampai kuliahku selesai" sahut jenny


jenny dan askar memang memutuskan untuk tinggal di rumah keluarga jenny sampai jenny selesai kuliah agar raditya bisa di urus oleh mommy riska saat jenny kuliah


"yuhuuuuuuuu keponakan uncle "teriak seorang pria yang mengakibatkan bayi-bayi yang baru berusia 2 minggu itu terkejut dan akan menangis membuat ibu mereka berusaha keras menenangkan bayi-bayi mungil tersebut agar gtak menangis


jenny langsung melototkan matanya ke arah pria muda biang ribut itu "gak usah teriak-teriak kaya di hutan kak, di sini ada bayi kecil yang gak tahan dengan suara cempreng kakak" kesal jenny pada kakaknya rafa


"oopppss" rafa langsung reflek menutup mulutnya mendengar celotehan jenny adiknya


"sorry, gak sengaja. abis terlalu bahagia ingin melihat keponakan ku yang tampan" kekeh rafa


papi dylan melirik rafa yang datang seorang diri "mommy sama daddy kamu gak ikut?" tanya papi dylan tak mendapati orang tua rafa dan jenny itu


"gak om, mereka lagi sibuk ngurusin kamar Raditya, katanya kamar cucu pertamanya gak boleh ada kesalahan" rafa terkekeh pelan mengingat kelakuan dokter ken dan mommy riska yang sibuk menyambut kedatangan cucu pertama keluarga arsello


"maklum daddy tuaku yang memang sudah cocok jadi kakek-kakek itu baru punya cucu. katanya dia bahagia masih di kasih kesempatan nimang cucu sebelum tutup usia " rafa merasa lucu dengan kelakuan daddy tuanya


"hussst gak boleh ngomong gitu sama daddy kamu" ucap mami aira memperingatkan rafa agar berhati-hati dalam bicara


"ya tante maaf" rafa melirik adik dan adik iparnya "ayo berangkat sekarang saja" ajak rafa pada adik serta adik iparnya


"iya kak" askar langsung meminta sopirnya untuk memasukan barang-barangnya ke dalam mobil rafa dan segera bergegas ke rumah orang tua jenny


***


di rumah besar kediaman keluarga Arsello sudah di hias begitu meriah untuk menyambut kelahiran cucu pertama di keluarga mereka


jenny yang sedang menggendong raditya takjub dengan penyambutan yang di berikan keluarganya "waaahh mommy dan daddy niat banget buat nyambut aku" jenny begitu haru dengan dekorasi serta tulisan penyambutan kedatangannya di depan rumahnya


"waahhh cucu oma" mommy riska langsung mengambil raditya dari gendongan ibunya dengan gerakan cepat saat melihat kedatangan raditya


"haaahh" jenny tak menyangka raditya langsung di ambil dari gendongannya tanpa bertanya dulu padanya atau sekedar mengajaknya bicara dan ikut masuk


askar merasa tingkah istrinya begitu lucu "ayo sayang" askar merangkul pundak  istrinya untuk memasuki rumah mertuanya


"mereka gak sayang aku lagi ya kak" tangis jenny lirih


askar mengusap lengan istrinya "tentu mereka sayang padamu, mereka hanya begitu bahagia punya cucu" ucap askar berusaha menenangkan istrinya yang merasa di abaikan oleh orang tuanya


raditya langsung di bawa masuk ke kamar yang sudah mereka persiapkan untuk bayi jenny dan askar "ini kamar kamu sayang" ucap aunty riska menunjukkan kamar yang sudah di desan dirinya dan daddy ken


dokter ken yang melihat kedatangan cucunya langsung menghampiri istrinya "kasih daddy gendong dong mom" seru daddy ken mengambil raditya dari gendongan istrinya


"bagus bukan kamarnya" seru dokter ken mengajak raditya bicara


padahal bisa jawab aja gak, cuma kedip-kedip mata doang, gak akan juga ia bisa komentar tentang kamarnya


"mom, dad" panggil jenny


"iya" sahut mommy riska dan daddy ken serempak menoleh ke arah jenny


"kok jenny gak di tanyain sih, malah di cuekin" kesal jenny yang merasa di abaikan


aunty riska melirik askar "bawa istri kamu istirahat saja dulu, kamarnya ada di sebelah kamar ini" aunty riska melirik pintu yang menghubungkan kamar mereka dan kamar raditya "lewat situ saja biar gak muter-muter. raditya biar kami yang jaga" ucap mommy riska


"iya mom" balas askar membawa jenny untuk istirahat


rafa yang tadi sampai rumah langsung mandi datang menghampiri keponakannya "dad boleh gendong gak?" tanya rafa penuh harap


daddy ken menatap tajam rafa "gak! daddy gak mau ya ada apa-apa sama cucu daddy" balas daddy ken tak ingin terjadi apa-apa pada raditya jika di gendong rafa yang tak pernah menggendong bayi


rafa langsung berkacak pinggang "ya ampun dad, masa gak percaya sama anak sendiri" kesal rafa tak di beri kepercayaan oleh daddy nya


"bikin sendiri saja sana" ucap daddy ken dengan asal


rafa langsung tersenyum "boleh nih dad, bikin bayi?" tanya rafa semangat


"plak!" aunty riska langsung menghadiahi pukulan di kepala anak sulungnya "awas kalau kamu sampai hamilin wanita-wanita gak jelas itu" ucap aunty riska yang tahu kebiasaan anaknya yang suka gonta-ganti pasangan  itu


"berarti kalau cewek bener boleh?" tanya rafa lagi


"ya gak hamilin anak gadis orang rafa, cari yang benar dulu, nikahi dia baru punya anak dengannya " kesal aunty riska menjelaskan pada puteranya yang sableng itu


"terus gimana caranya punya anak mom kalau ketemu wanita yang baik dan nikahin dulu. wanita yang baik susah carinya malas juga mau nikah mom?" tanya rafa


"kalau gak mau nikah, ya gak usah punya anak" balas dokter ken menatap tajam anak  sulungnya