Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Tuduhan



Kak rino berjalan ke lobi  hotel dengan diikuti andre asistennya “ada agenda lagi tidak hari ini?” tanya kak rino


andre memeriksa tablet miliknya “tidak ada pak” balas andre setelah mengecek jadwal rino dari tabletnya


“ya sudah kamu balik ke kantor  saja duluan , saya ada keperluan lain” pinta kak rino


“baik pak”  andre berjalan memasuki mobilnya yang kebetulan sudah  berada  di halaman hotel karena pegawai hotel yang membawanya dari halaman parkir


rino berniat menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari lobi “rino” panggil seorang  pria sebaya dengan kak rino


kak rino menyipitkan matanya “eh, zaki kan?” tanya kak rino mengenali siapa yang memanggilnya


“iya, apa kabar kau?” tanya zaki teman kampus kak rino dulu


zaki menjabat tangan kak rino “baik, kamu gimana?” tanya kak rino balik


“baik juga, ngomong-ngomong kamu ngapain ada di sini?” tanya zaki


“ah, aku tadi ketemu klien di sini “ balas kak rino menunjuk hotel yang baru ia singgahi


“wah jadi kabar yang aku dengar gak salah ya?  kalau sekarang kamu menjabat CEO?” zaki tersenyum takjub akan prestasi rino sahabatnya semasa kuliah


“iya, aku menjabat CEO di perusahaan adik iparku” balas kak rino menganggukkan kepalanya


“oh adik iparmu yang polisi itu?” tanya zaki yang juga mengenal siapa dylan


Kak rino mengangguk “iya, dia gak mau meninggalkan kepolisian jadi menyuruhku untuk  mengelola perusahaan miliknya”  balas kak rino


“selamat ya” ucap zaki menepuk pelan bahu rino


“terima kasih” balas kak rino


Zaki menepuk bahu kak rino lagi “ ya sudah aku pergi dulu ya, istriku sudah menunggu” tunjuk zaki pada istrinya yang berada di dalam mobil, mengangguk sopan ke arah kak rino


“iya” balas kan rino melambaikan tangannya


Kak rino berjalan berniat bergegas meninggalkan hotel “brugh” kak rino terjatuh karena bertubrukan dengan seseorang yang berlari ke arahnya akibat dirinya yang tak siap


“maaf” ucap seorang gadis berpakaian minim membungkuk pada kak rino


Kak rino mengusap bajunya yang kotor karena terjatuh “tak masalah” balas kak rino berniat pergi dari sana


“itu dia”suara 2 orang pria mengarah pada wanita yang bertabrakan dengan kak rino


“gawat”seru wanita tersebut memejamkan matanya


“hai zeta cavandra! “ teriak 2 orang berjas hitam menghampiri gadis yang bernama zeta


Zeta menoleh kearah 2 orang tersebut sambil tersenyum canggung “hai” zeta melambaikan tangannya


“dari mana saja kamu semalaman?” tanya salah satu pria tersebut yang bernama keano cavandra  dan yang berada di sebelahnya bernama radit cavandra, kakak zeta


Merasa bukan urusannya kak rino pun berniat pergi menjauh “pergi dengan dia” tunjuk zeta pada kak rino


Keano dan radit menoleh kak rino dan menatap tajam kearah kak rino “tunggu!” teriak keano menghentikan langkah kak rino


Kak rino menoleh “kau memanggilku?” tanya kak rino menunjuk dirinya


“iya memang siapa lagi?” tanya keano ketus


Kak rino menautkan kedua alisnya “ada apa? Kau mengenalku?” tanya kak rino bingung dengan mereka yang tiba-tiba memanggilnya


“banyak omong” keano langsung memukul pipi kak rino kasar membuat sudut bibir kak rino mengeluarkan darah segar


“apa-apaan ini!” teriak kak rino tak terima dipukul tanpa alasan yang jelas apalagi oleh orang yang baru pertama kali ia temui


Zeta dan radit menghampiri keano untuk menghentikan saudara mereka yang memang punya tempramen cukup keras, dan tak bisa mengendalikan emosinya itu


“tenang kak” pinta radit memegang lengan kakakknya itu


“tenang gimana? Dia bawa adik kita gak pulang semalaman?” ucap keano kesal menunjuk rino


“tadi adik kami bilang kalau kamu yang mengajaknya pergi kemarin. Dan dia tak pulang semalaman, kami mencarinya kemana-mana dan mendapati dia di hotel denganmu” balas keano yang sudah tersulut emosi


Kak rino berdecih “apa buktinya kalau aku yang membawanya pergi?” tanya kak rino


“buktinya adikku” tunjuk keano pada zeta yang berdiri tak jauh drinya


“apa buktinya?” tanya kak rino mengulang pertanyaannya menatap tajam zeta


“itu… itu ….” Zeta mendongak ke arah kak rino


“cup” zeta langsung mengecup bibir kak rino tanpa aba-aba membuat mata kak rino membelalak lebar karena perbuatan zeta yang di luar ekspetasinya


Zeta memandang kedua kakakknya “dia calon suamiku kak, jadi aku tak mau di jodohkan!”teriak zeta menyeuarakan ide gilanya. ide yang tiba-tiba saja terlintas di benaknya


“apa?!” teriak keano dan radit bersamaan


Zeta menggenggam tangan kak rino dan menunjukkan pada kedua kakakknya “jangan paksa aku menikah dengan orang itu. Karena aku mencintainya dan sedang mengandung anaknya!” ucap zeta dengan suara lantang


Kak rino menatap tak percaya kearah perempuan yang baru saja ia temui beberapa menit lalu. Kak rino berdecih mengusap wajahnya kasar.


bisa-bisanya ada seorang wanita yang baru pertama kali ia temui mengaku hamil anaknya. kenapa bisa? kapan coba buatnya. itu yang ada dalam benak rino


“kalau memang kau mengandung anakku? Coba beritahu siapa namaku? Aku tinggal dimana atau paling tidak nomor telfonku?” tanya kak rino


“ha…” zeta kebingungan dengan pertanyaan kak rino yang tak ia prediksi sama sekali. pertanyaan yang terbilang sepele tapi sama sekali tak bisa zeta jawab


Keano dan radit melirik ke arah zeta “siapa namanya?” tanya keano menuntut jawaban zeta


“namanya….” Zeta kebingungan menjawab pertanyaan kak rino yang di luar prediksinya


Cukup lama mereka berempat diam tanpa suara dengan keheningan “karena namaku saja kau tak tahu bagaimana bisa kau bilang aku ayah anakmu?” tanya kak rino tak percaya


“kau membohongi kakak?” tanya keano tak percaya pada arah zeta


“maaf” gumam zeta memejamkan matanya


Keano naik pitam dengan tingkah adiknya  “kau” keano berniat melayangkan pukulan kearah adik bungsunya itu


Kak rino dengan sigap menahan tangan keano “jika kau kesal dengan adikmu, cukup berteriak saja. Jangan pernah melayangkan pukulan seenaknya!” ucap kak rino penuh penekanan menahan tangan keano cukup kuat


Bagi kak  rino memukul wanita adalah hal yang paling tak ia sukai, karena mengingatkan dia  kejadian adiknya yang pernah terluka parah di pukul mantan suaminya


“ini bukan urusanmu!” teriak keano berusaha melepaskan cengkeraman  kak rino


“apa masalahmu dengannya?” tanya kak rino melirik kearah zeta


“dia kabur dari acara perjodohan yang sudah di tetapkan keluarga kami. Dia harus menikah dengan anak sahabat ayah secepatnya” balas keano


“aku gak mau kak, jangan paksa zeta menikah dengannya. Dia itu dikenal suka berganti-ganti pacar dan orang yang kasar. Zeta gak mau kak” ucap zeta menangis


“apa gak  sebaiknya kita membantu zeta kak, kasihan dia kak” usul radit tak tega melihat zeta menangis


“apa kau berani menentang ayah kita. Dia bilang akan membuang adik kita jika dia tak menikah dengannya” balas keano dengan nada prustasi


Kak rino membuang tangan keano kasar “kalau gitu, batalkan perjodohan itu. Bilang ke ayah kalian tak masalah membuang anak gadisnya” ucap kak rino lantang


Keano dan radit menatap tak percaya ke arah rino “bagaimana kau bisa bicara seperti itu, adik kami biasa hidup mewah, jadi bagaimana bisa kau bilang biarkan dia di buang ayah kami” balas keano menatap tajam rino


“zeta gak papa, zeta bisa nyari uang sendiri di luar asal jangan menikah dengannya” balas zeta menggoyang lengan keano


Kak rino menatap zeta “kalau gitu, ayo kita menikah” ucap kak rino


“apa?” tanya zeta tak percaya


“ayo kita menikah” ajak kak rino ke arah zeta


Aira dan keluarga besar mailans beserta  dylan  yang kebetulan datang ke hotel tersebut untuk makan bersama langsung terkejut dengan pernyataan kak rino yang mengajak seseorang menikah di depan lobi hotel


“rino!” teriak ayah subrata mentap nyalang anaknya itu