
***
Tuan zahid menarik tangan zaskia dengan kasar memasuki rumahnya dan mendorongnya kasar ke arah sofa “apa maksudmu meminta dia dan kedua orang tuanya datang besok?” Tanya tuan zahid dengan tatapan tajam
zaskia membenarkan posisi duduknya, mendongak ke arah ayahnya yang berdiri tepat di hadapannya “untuk melamar ku besok” balas zaskia tanpa ada rasa ketakutan sama sekali pada ayahnya
tuan zahid menatap tajam zaskia putrinya “kau gila! Kau sendiri yang bilang tahu batasanmu dan gak akan menjalin hubungan dengan orang yang tak seiman dengan kita” kesal tuan zahid karena menurutnya zaskia melanggar apa yang sudah pernah zaskia janjikan padanya
zaskia mendengus, memicingkan matanya ke arah tuan zahid ayahnya “kata siapa dia tak seiman denganku?" tanya zaskia membuat tuan Zahid memicingkan matanya ke arah zaskia "dia seiman denganku dan dia bisa jadi imamku nanti” tambah zaskia menatap lurus ke arah ayahnya
"jangan bercanda kau zaskia!” bentak ayah zahid
“aku tak pernah bercanda dengan hidupku!” balas zaskia menatap tajam ayahnya tapi masih dengan suara lirih. zaskia berusaha keras untuk tidak berteriak pada ayahnya karena bagaimanapun zahid adalah ayahnya, orang harus ia hormati
“lalu apa ini? Jelas kalau dia beragama berbeda dengan kita jadi bagaimana bisa kau bilang dia seiman dengan kita” balas tuan zahid meninggikan suaranya beberapa oktaf
zaskia menghela nafas panjang “dia sudah memeluk agama yang sama dengan kita semenjak 3 bulan yang lalu yah, itu menjadikan dia seiman denganku, dan itu tandanya tak ada halangan lagi untukku dan dia menjalin suatu hubungan” jelas zaskia
“alah dia paling hanya asal-asalan masuk agama kita agar bisa menikahi mu setelah kalian bisa menikah orang itu bisa keluar begitu saja dengan gampangnya” tuduh ayah zahid
Zaskia memicingkan matanya “bagaimana bisa ayah berpikiran buruk seperti itu pada orang lain? Apakah di agama kita membenarkan pikiran buruk terhadap orang lain seperti itu?” Tanya zaskia dengan ajaran yang selama ini selalu di tekankan sangat ayah walaupun sang ayah jarang menemaninya
zaskia melirik ke arah mamanya "apakah setelah menikah dengan ayah mama pindah agama?" zaskia menggelengkan kepalanya pertanda tidak membenarkan pertanyaannya "bukankah mama masih istiqomah memeluk agama yang sejak lahir kita yakini?" ucap zaskia menatap tajam ayahnya
Tuan zahid diam mematung, ia sadari ucapan putrinya ada benarnya tapi tetap saja egonya mengalahkan akal sehatnya “tetap saja ayah tak percaya dengannya” balas tuan zahid
"jika ayah tak percaya padanya itu urusan ayah. yang terpenting aku percaya padanya” balas zaskia tak ingin terus berdebat dengan ayahnya
tuan zahid menunjuk zaskia dengan raut wajah menahan kesal “kau putri ayah jadi harus mengikuti keputusan ayah” ucap tuan zahid tak ingin di bantah sama sekali
Zaskia terkekeh “sejak kapan aku mengikuti perintah ayah?” zaskia mengubah wajahnya menjadi serius "hidupku, aku yang berhak memutuskan bukan orang lain, dan itu termasuk ayah" ucap zaskia berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya berada "apa kau menentang ucapan ayah hah!" teriak tuan zahid melihat punggung anaknya yang makin menjauh
setelah masuk kamarnya dan menutup pintu, Zaskia memutuskan masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. ia memutuskan berendam cukup lama untuk merelaksasi pikirannya yang kini sedang kalut bak benang kusut yang sulit terurai
"ceklek" zaskia membuka pintu kamar mandi, zaskia berjalan menuju meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah karena habis keramas
“drrrrttttt” ponsel zaskia terus bergetar dan itu di lihat oleh zaskia saat mengeringkan rambutnya
zaskia mengambil ponselnya dan menggeser tombol berwarna hijau “assalamualaikum” ucap zaskia
“waalaikumsalam” balas Yama
"kamu lama banget angkat telponnya, dari tadi mas coba nelpon kamu berkali-kali loh" ucap Yama yang memang sudah berkali kali menghubungi zaskia tapi tidak mendapat jawaban
"maaf ya mas, zaskia baru selesai mandi, jadi baru lihat panggilan dari mas" balas zaskia
Zaskia tersenyum tipis walaupun yama tak melihatnya “tidak, hanya di beri wejangan saja" balas zaskia tak ingin menceritakan perseteruannya dan ayahnya
“oh ya tadi mas masih bingung" ungkap Yama "tadi maksud kamu minta orang tua mas datang ke rumahmu itu apa?” Tanya Yama meminta penjelasan
“buat lamar zaskia” balas zaskia datar
“hah?” yama bengong sendiri
Zaskia terkekeh “kan tadi mas bilang zaskia calon istri mas, jadi ya harus di lamar dulu lah baru bisa jadi calon istri mas Yama” ucap zaskia
Yama menggaruk tengkuknya yang tak gatal “iya juga sih” balas Yama "tapi zaskia" panggil Yama
"ada apa" sahut zaskia
"kamu yakin mau menikah dengan mas, usia kita terpaut cukup jauh loh" ungkap yama
"yakin, dekat dengan mas Yama selama 2 tahun ini zaskia merasa nyaman di dekat mas yama, dan mas orang yang paling mengerti zaskia. zaskia membuat batasan karena dinding yang dulu ada di antara kita tapi karena mas sudah meruntuhkan dinding pembatas itu, zaskia jadi yakin menjadikan mas yama imam zaskia" jelas zaskia
"terima kasih" ucap Yama
“tapi kalau mas mau lamar zaskia, harus bener yakin dulu ingin jadikan zaskia istri mas” pinta zaskia
“mas yakin, seyakin yakinnya, berkali-kali di shalat di sepertiga malam mas untuk meminta keyakinan menikahimu jawabannya selalu sama bahwa kamu calon istri terbaik untuk mas” ucap yama dengan yakin
Zaskia tersenyum simpul “tapi kalau mau jadiin zaskia istri kayanya mas harus ekstra sabar dan kuat hati” ungkap zaskia
“maksudnya?’ Tanya yama
“mas tentu tahu kerasnya sifat ayahku, susah mengajak dia bicara. Tapi biar bagaimanapun dia tetap ayahku jadi zaskia wajib menghormatinya, dan maaf mas walaupun zaskia ingin jadi istri mas kalau tak ada restu dari ayah, zaskia gak bisa nikah dengan mas” jelas zaskia lirih
“hah” yama bingung sendiri dengan ucapan zaskia
zaskia tersenyum simpul mendengar suara yama yang ia yakin saat ini yama sedang kebingungan “tapi kalau mas mau berusaha meluluhkan hati ayah zaskia, zaskia janji akan tetap menjadikan mas sebagai calon suami zaskia dan tak tergantikan dengan yang lain sampai mereka menyetujui hubungan kita” ucap zaskia
Yama tersenyum “mas pasti akan mengusahakan restu dari ayahmu dengan sungguh-sungguh” ucap yama penuh dengan keyakinan
“tapi mas tetap harus bawa tante sama om untuk datang besok agar bisa bantu mas bicara” ucap zaskia
“iya, mas pasti bawa orang tua mas yama ke rumahmu besok” balas yama
“kita sama-sama bismillah untuk usaha yang akan kita lakukan ya mas” ajak zaskia
“bismillahirahmanirahim” ucap zaskia dan yama berbarengan dengan senyum indah yang terukir di wajah masing- masing