Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Akhirnya tetap menikah (season 2)



"kau berani meremehkan keluargaku hah! " kesal viko maju menemani papi dylan


"jangan lupa, kalau kami di besarkan di bekali ilmu beladiri yang mumpuni" kesal askar ikut mendampingi papi dan kakaknya


Brandon terkekeh menatap 3 orang yang berani menantangnya " apa kalian pikir bisa melawan anak buahku dengan jumlah kalian" ledek Brandon


Daren menggeser tubuh eila Dan ikut maju ke depan " jangan lupakan aku" sahut daren ikut berjejer di samping calon ipar serta mertuanya


"hahahaha" tawa Brandon


"wah, dia nantangin kita" uncle prastyo menggulung lengan bajunya sampai siku diikuti dokter ken, uncle yama, dan ke empat kakak mami aira, serta Rafa anak dokter ken


"kau pikir kami yang sudah tua ini tak sanggup menghadapi anak bau kencur kaya kalian hah!" kesal uncle prastyo menatap tajam brandon


brandon mulai sedikit gusar, tentu dia tahu perangai orang-orang yang ada di hadapannya sewaktu muda. tua bukan berarti bisa di remehkan begitu saja tapi karena brandon yang sudah terlanjur menantang untuk mengambil eila, ia harus maju karena gengsinya


Dan terjadilah baku hantam antara para tamu undangan pria dan para anak buah Brandon yang begitu banyak.


Tapi yang Brandon tak perbitungkan dengan benar bahwa semua tamu undangan yang ada di sana adalah petarung handal, walaupun usia mereka yang sudah tak lagi muda bukan berarti mereka akan kalah dengan anak muda yang di bawa Brandon


“plang” papi dylan menendang bawahan Brandon yang tersisa  di hadapan Brandon


“lihat” tunjuk papi dylan pada para anak buah Brandon “mereka bukan apa-apa untukku” sahut papi dylan lantang


Papi dylan berniat menghajar Brandon tapi daren menahannya “boleh saya saja yang memberinya pelajaran” ucap daren meminta izin


Papi dylan menengok ke arah daren “terserah kau saja” balas papi dylan datar


Daren menoleh ke arah eila “tutup kembali mata kamu dan telinga kamu, jangan sampai apa yang kau lihat dan dengar mempengaruhi pertumbuhan anak kita” ucap daren mengulang perintahnya karena eila kembali membuka mata dan telinganya yang sempat daren minta untuk di tutup agar tak mempengaruhi perkembangan anaknya jika mendengar perkelahian


Eila mengangguk “iya”


Brandon yang merasa terpojok bergegas berlari ke luar rumah keluarga mahardika. Daren


hanya berjalan santai mengikuti Brandon yang sedang ketakutan berlari menuju gerbang rumah keluarga mahardika


“brak brak brak” Brandon mencoba membuka pagar rumah keluarga mahardika yang tekunci


“sial” umpat Brandon kesal karena pacarnya terkunci


“bagaimana? Masih mau lari?” ejek daren yang sudah berada di hadapan Brandon


Brandon menatap tajam daren “kau pikir aku takut denganmu” teriak Brandon


“bagus kalau tidak takut denganku” daren menghampiri brandon dengan tersenyum devil


“bugh bugh bugh” terjadilah baku hantam antara Brandon dan daren


“kau pikir, kau itu siapa bisa menghina istriku hah!” daren terus memukuli Brandon dengan membabi buta untuk meluapkan amarahnya


“kau bilang cinta pada eila, tapi berani-beraninya kau membuatnya menangis hah!" Brandon di buat babak belur oleh daren ”bugh bugh” daren kembali meninju perut Brandon “kau membuat eilaku ketakutan hah!” umpat daren meninju wajah brandon


Daren ingin kembali menghajar Brandon tapi harus terhenti “daren stop!” teriak papi dylan


Daren menoleh ke arah papi dylan “sudah jangan di teruskan kalau dia mati nanti kita repot urus di


kantor polisi, bukannya kau mau menikah” ucap papi dylan mengingatkan


“iya pih” balas daren mengangguk patuh


Brandon di urus anak buah daren yang sudah menunggu di depan gerbang untuk di urus di kantor polisi sedangkan yang lain


kembali melanjutkan acara pernikahan yang tertunda


karena penampilan para undangan yang cukup berantakan viko mempersilahkan untuk berganti pakaian dengan pakaian miliknya, ataupun askar dan papi dylan yang masih baru, sedangkan eila harus di rias kembali karena wajahnya yang kusut karena terlalu banyak menangis


Papi dylan menggandeng tangan eila menghampiri daren yang sedang menunggu di altar


“aku serahkan anaku padamu untuk kau jaga dan cintai, ya walaupun kau sudah nyolong


star duluan tapi apalah daya karena sudah terlanjur ” ucap papi dylan sedikit menatap kesal ke arah daren


“saya pegang janji kamu, awas saja jika kau berani menyakiti


putriku! “ ancam papi dylan


“baik pih” balas daren


Acara pernikahan di gelar dengan khidmat dan isak tangis bahagia


mendengar kata-demi kata yang di ucapkan daren saat upacara pernikahan selesai di adakan


Daren memegang mic dan mendekatkan ke wajahnya “sebelumnya maafkan


aku Raina Eila Mahardika” ucap daren membuat dahi eila berkerut


“maaf karena sudah membuatmu berkali-kali menangis karena menolak cintamu dulu” ucap daren membuat eila menunduk malu


“biarin aja dia usaha ngejar pria, biasakan dia yang nolak-nolak pria”


sahut askar yang langsung mendapat pukulan keras dari syakia


Daren tersenyum ke arah eila “ tapi eila satu yang mungkin kau


belum tahu dan aku ingin menyampaikan ini padamu" dahi eila mengkerut mendengar penuturan daren


daren menghela napas panjang "aku jatuh cinta padamu dari awal kita bertemu di saat usiamu masih


16 tahun saat itu” mata eila berkaca-kaca mendengar penuturan daren


“kau pasti merasakan sakit saat aku menolakmu tapi percayalah hatiku jauh lebih sakit saat menolakmu” daren menghela nafas panjang “aku ingin


menjagamu sebaik-baiknya dan selalu membuatmu bahagia sayang” daren menggenggam


erat tangan eila “tapi saat kau bilang mencintaiku, aku punya ketakutan tersendiri terhadap cinta. Bukan karena  aku takut tersakiti sayang tapi aku jauh lebih takut menyakitimu. Aku sangat


takut menyakitimu” ucap daren


“menolakku sudah menyakitiku tahu” sahut eila


“untuk itu aku minta maaf” balas daren


“iya aku maafin” balas eila


“terima kasih, terima kasih sudah memaafkanku dan terima kasih


sudah mencintai diriku yang banyak kekurangan ini” sahut daren


Eila mengangguk “ sama-sama sayang, aku juga berterima kasih


mendapat cinta yang begitu besar darimu


Daren mengusap perut eila  yang sudah sedikit menyembul karena eila berganti dengan gaun yang lebih nyaman untuknya yang tadinya menutupi bagian perutnya yang membuncit “ dan terima kasih sudah memberikanku kado


pernikahan yang begitu indah” ucap daren


“iya kamu enak dapat kado pernikahan, kita semua kena spot jantung gara-gara kado kalian” seru viko  dan sorakan semua para undangan


Eila dan daren menggaruk tengkuk mereka yang tak gatal “ya maaf,


kebablasan sih” sahut eila


“uhhhh giliran enak-enak aja kalian semangat” sahut askar


“askar” ucap mami aira melirik ke arah anak-anak yang belum


menikah, dan itu kurang pantas di ucapkan di depan umum


Askar menunduk pada orang tua yang memiliki anak belum menikah


“maaf, kebiasaan berkata seenaknya sama eila” kekeh askar