Live In The Foly Of Love

Live In The Foly Of Love
Menikah dengannya



" mohon di maklumi, takut keduluan orang lagi jadi harus gerak cepat bagaikan kilat" ucap dylan tertawa


"cieeeeee yang trauma keduluan orang" ledek kak dino


***


keesokan harinya keluarga aira disibukkan dengan acara pertemuan keluarga aira dan dylan dikediaman keluarga besar mailans


acara di adakan malam hari karena aira dan dylan yang tak enak hati untuk izin kerja hanya untuk acara lamaran


aira memakai baju kiriman dylan, dress berwarna peach dan kalung berlian sebagai aksesorisnya membuat aira terlihat begitu anggun dan cantik


pukul 8 malam rombongan keluarga dylan pun datang ke rumah aira dengan membawa berbagai macam bingkisan


"selamat malam Mas, mba" sapa mami diana pada orang tua aira


"malam diana, apa kabar? kami dengar kamu kurang enak badan" balas ibu mardiana


" iya hanya sedikit saja, dylan saja yang melebih lebihkan" balas mami diana


"ya sudah duduk dulu saja diana kau pasti lelah" ucap ayah subrata mempersilahkan rombongan keluarga dylan masuk


acara yang pertama dimulai dengan perkenalan keluarga besar kedua belah pihak, lalu masuk ke acara inti


" begini mas subrata dan mba mardiana niat kedatangan saya kemari mau melamar putri mas subrata dan mba mardiana yaitu aira untuk jadi istri anak saya dylan, apa diperbolehkan? " tanya mami diana


" kami terserah aira saja, gimana ra apa kamu menerimanya? " tanya ayah subrata melirik ke arah aira


aira tersenyum bahagia dan mengangguk " iya yah aira Terima" balas aira


acara pun di lanjutkan dengan acara tukar cincin antara dylan dan aira dengan viko yang bertugas membawakan cincin pertunangan dylan dan aira


setelah selesai mereka pun makan bersama sambil berbincang-bincang


"mohon maaf sekali mas apa boleh kalau pernikahan aira dan dylan dipercepat? " tanya mami diana


ayah subrata memicingkan matanya ke arah mami diana " kenapa memangnya ?" tanya ayah subrata


"gini mas, saya kan harus ke Jerman 2 minggu lagi tapi saya ingin pernikahan ini cepat dilaksanakan sebelum keberangkatan saya tapi mohon maaf sekali mungkin acara resepsinya di tunda dulu sampai saya pulang dari Jerman karena harapan saya memberikan acara pesta pernikahan dylan dengan tangan saya sendiri. tapi mas dan mba kan tahu sendiri keadaan saya" ucap mami diana tak enak hati pada calon besannya


" gimana ra? " tanya ayah subrata


" aira gak masalah yah" balas aira yang memang sudah lebih dahulu tahu perihal rencana ini dari dylan


"jangan khawatir nak ibu sudah mempersiapkan segalanya untuk acara pernikahan kalian, mulai dari gaun, dan katering tapi mungkin kali ini hanya acara sederhana tapi ibu janji ibu akan menggantinya setelah ibu sehat" balas mami diana


"iya bu, aira gak masalah, yang penting bang dylan bisa jadi pemimpin yang baik bagi keluarga kecil kita dan  itu sudah cukup bagi aira" balas aira tersenyum


dylan begitu takjub dengan pemikiran aira " iiih tambah cinta deh abang sama kamu ra" ucap dylan memberikan tanda hati ke aira dari jauh


" abang! malu" balas aira menutup mukanya karena malu membuat semua orang bersorak karena tingkah dylan yang begitu beraninya di depan keluarga besar mereka


setelah selesai makan dylan dan viko sedang bercengkrama bersama di sudut ruangan


"ini viko ya? " tanya mami diana menghampiri dylan dan viko


" iya mi ini viko, dia tampan kaya dylan kan" balas dylan


mami diana tersenyum melihat tingkah anaknya " iya dia tampan sepertimu" balas mami diana


" kenalin, saya mami nya papi dylan kamu bisa manggil saya oma" ucap mami diana mengajak viko bersalaman


" iya oma" balas viko menyalami mami diana lalu memeluknya


"wah cucu oma pintar ya" ucap mami diana mengelus kepala viko


ibu mardiana melihat dari kejauhan interaksi calon besannya dengan cucunya sungguh terharu, lalu ia pun menghampiri mami diana


" Terima kasih ya diana sudah menerima cucuku" ucap ibu mardiana


"jangan bilang seperti itu mba, sekarang viko juga cucuku malahan aku sangat senang punya cucu setampan dan sepintar viko" balas mami diana


***


aira memakai gaun kebaya brokat putih yang begitu pas di badan aira, aira terlihat sangat cantik sampai membuat dylan memandang aira sambil senyum-senyum sendiri dan tak memperdulikan hal lain disekitarnya


"hei! " teriak rino menepuk bahu dylan


"apa sih bang! ngagetin aja" balas dylan terkejut


" ya kamu ngeliat aira sampai segitunya" ucap kak rino


"ya dia cantik banget" balas dylan tersenyum melihat aira yang makin mendekat


obrolan itu pun tak luput dari pendengaran aira


" apa dulu aira tak cantik? " tanya aira duduk di samping dylan karena acara ijab qabul akan segera di mulai


"dulu kau cantik sangat cantik tapi sekarang kau jauh lebih cantik karena akan jadi istriku" balas dylan tersenyum


muka aira langsung merah padam karena ucapan dylan


" cuih, gombal! " ucap ke empat kakak aira serempak yang kebetulan berada dekat dengan dylan dan aira jadi cukup jelas mendengar gombalan dylan


"ya kan emang adik kalian cantik, benar tidak?" tanya dylan


"iya sih emang gak salah itu? kalau adik kita cantik" balas Kak fahri


" sudah kita langsung aja acaranya, nanti keburu air liur dylan membanjiri ruangan kalau kelamaan" kekeh ayah subrata


semua orang tertawa mendengar hal itu, karena memang dylan yang tak mau lepas pandangan dari aira


dylan berdiri di depan altar, sedangkan aira berjalan dengan di gandeng ayah subrata  untuk menghampiri dylan


janji suci pun mulai di ucapkan, dan di akhiri dengan sesi dylan mengecup kening aira


"yeay! " teriak dylan dan viko berbarengan setelah upacara terakhir selesai di laksanakan


" viko kenapa ikut teriak kaya papi kamu, nenek bisa paham kalau papi kamu senang menikah dengan mami mu tapi kenapa kamu senang sampai teriak gitu? " tanya ibu mardiana tak paham dengan tingkah cucunya


" karena viko resmi punya ayah" balas viko tertawa


ucapan viko membuat gelak tawa bagi keluarga besar aira dan dylan


semua orang memberi ucapan selamat pada dylan dan aira secara bergantian


setelah semua orang memberi ucapan selamat mereka semua bercengkrama bersama sambil menyantap makanan yang sudah dipersiapkan


"nak kamu nginap sini dulu kan? " tanya mami diana


"iya mi" balas dylan


" kalau begitu mami sekalian pamitan sama kamu ya, karena lusa mami berangkat ke Jerman" ucap mami diana


" lah bukannya mami berangkat 1 minggu lagi? " tanya dylan


" mami percepat karena mami butuh adaptasi di sana" ucap dylan


"tapi dylan izin kerjanya minggu depan mi" balas dylan


" gak usah izin, mami ditemenin tante kamu jadi jangan khawatir, kamu nikmatin aja pernikahan kalian" ucap mami diana


" ya udah biar kita pulang ke rumah mami saja biar bisa bantu mami beberes dan sekalian antar mami ke bandara nanti" usul aira


"ih gak usah sayang, mami ditemenin tante kok dan dia yang bantu mami berkemas" balas mami diana


" ih gak masalah mi, aira kan juga anak mami, jadi sudah sewajarnya aira bantu dan antar mami" balas aira


" iya diana, biar aira bantu kamu berkemas" ucap Ibu mardiana


" iya oma nanti kan viko bisa bantu oma juga" tambah viko


"iya, baiklah" terserah kalian saja