
Dylan duduk menekuk lututnya menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya, menangis sesenggukan sembari menahan suara isaknya agar tak sampai di dengar aira istrinya
aira mulai berjalan mendekat ke arah dylan dengan perlahan “abang” aira menghampiri Dylan, duduk berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Dylan
Dylan mendongak “aira” Dylan langsung memeluk aira erat
Aira mengelus punggung suaminya lembut “menangis lah bang, aira ada di sini untuk abang” ucap aira
dylan tak menahan suara tangisnya lagi “abang benci keluarga abang ra. papi tukang selingkuh, mami bodoh karena tetap mempertahankannya yang sudah melupakan kita selama ini" lirih Dylan mencurahkan isi hatinya pada aira
“aira tahu, mungkin abang kecewa pada mereka. Tapi mereka tetap orang tua abang” balas aira mengingatkan dylan agar tak membenci orang tuanya
“abang benci keadaaan ini” ucap Dylan masih dengan suara isak tangis
Aira hanya mengelus punggung Dylan tanpa berkata apapun lagi. Aira tahu betul apapun yang ia ucapkan tak akan mengubah pandangannya terhadap orang tuanya saat ini
***
Mami Diana memejamkan matanya menahan gejolak dalam hatinya
“Apa Maksudmu! Bicaralah lebih jelas!” Bentak tuan bagas meminta penjelas dari mami diana
Mami Diana membuka matanya menatap sendu ke arah tuan bagas “aku ingin menebus kesalahanku kak” lirih mami Diana
Tuan bagas menautkan kedua alisnya “salah apa?” Tanya tuan bagas tak paham maksud mami diana
“salahku karena membuat seorang ayah di jauhi anaknya” balas mami Diana mengingat dylan yang sangat membenci dan menjauhi papi gunawan saat perselingkuhan papi gunawan diketahui dylan
“itu bukan kesalahanmu Diana, itu salah bajingan itu, karena dia selingkuh darimu bahkan membawanya pulang ke rumah di saat kau masih sah jadi istrinya” balas tuan bagas dengan suara lantang
Mami Diana menghela nafas “dulu dia bersama wanita itu hanya untuk mengancam ku menjauhi mu” jelas mami Diana
“apa?!” Teriak tuan bagas tak percaya
“bukankah kita dulu sangat dekat kak?” tuan bagas mengangguk mengiyakan pertanyaan mami diana
“pada awalnya dia bisa menerimanya dan biasa saja dengan sikap kita yang sangat dekat. tapi lama kelamaan, dia makin cemburu dengan kita berdua. Dia selalu memintaku menjauhi mu tapi aku tak mau karena kakak adalah sahabatku jadi mana mungkin aku menjauhi kakak hanya karena alasan tak masuk akal darinya” mami Diana berjalan menuju sofa untuk duduk dan menghadap tuan bagas “untuk itu dia melakukan segala cara agar pikiranku hanya tertuju padanya dan tak teralihkan pada orang lain” jelas mami Diana
“tapi alasan itu tak masuk akal untuk membenarkan perselingkuhannya “ bantah tuan bagas
"tapi aku tetap bersalah kak, seharusnya aku mendengarkan permintaan suamiku dan patuh padanya bukan membangkangnya" balas mami diana
"aku berkali-kali membohonginya untuk bertemu denganmu padahal suamiku tak menyukai saat aku bertemu pria lain" balas mami diana
"tapi kita tidak selingkuh diana, jadi tidak benar jika dia selingkuh darimu hanya karena cemburu padaku" ucap tuan bagas
“memang hal itu tak membenarkan perselingkuhannya, tapi karena hal itu membuatnya terjebak dengan perempuan itu” balas mami Diana
“aku tak paham” ucap tuan bagas menautkan kedua alisnya
“kau tahu kan kalau riska punya 2 anak?" tanya mami diana
"iya aku tahu itu" balas tuan bagas
"Saat dia mengancam ku untuk berselingkuh gunawan tak sengaja mabuk bersama riska dan menghabiskan malam bersama, hal itu yang membuat riska diceraikan oleh suaminya dulu, dan itulah yang membuat gunawan bertanggung jawab untuk riska dan kedua putranya karena rasa bersalahnya melibatkan Riska dalam prahara rumah tangga kami” jelas mami Diana
Tuan bagas menggelengkan kepalanya tak percaya “kau tahu kenapa aku tak sanggup meminta cerai darinya?” Tanya mami Diana
Mami Diana menggeleng “bukan itu, tapi karena sesuatu yang dia ucapkan saat malam aku mengetahui dia berselingkuh adalah sebuah kebenaran yang tak bisa aku bantah” jelas mami Diana
Flash Back on
"brak" terdengar suara gebrakan pintu cukup keras “papi!” teriak mami Diana
Seorang pria muda dengan tanpa busana bergegas turun dari ranjang, memungut pakaiannya dan bergegas memakainya dengan gerakan cepat
“mih” ucap papi gunawan bergegas menarik tangan mami Diana
“jangan salah paham? Ini gak seperti apa yang kau pikirkan” ucap papi gunawan
Mata mami Diana menatap tajam ke arah papi gunawan “ gak salah paham gimana?”mami Diana melirik kamar yang berantakan dan baju yang berserakan di lantai
Mami Diana menghempas tangan papi gunawan “kau benar-benar melakukan ancaman mu padaku?” Tanya mami Diana lirih
Papi gunawan menghela nafas merasa percuma saja menjelaskan pada mami diana karena memang sekarang posisinya yang salah, salah karena tidur dengan wanita yang bukan istrinya “kalau aku melaksanakan ancaman ku padamu, terus kau mau apa?” Tanya papi gunawan dengan suara tajam
mami diana menatap tajam papi gunawan “aku mau cerai!” teriak mami Diana lantang
“deg” jantung papi gunawan seakan berhenti berdetak saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut orang yang paling ia cintai “semudah itu kau meminta cerai dariku?” Tanya papi gunawan
“bagaimana aku bisa menerima perselingkuhan mu?" Balas mami Diana
Papi gunawan terkekeh “15 tahun? 15 tahun kita menikah, bagaimana bisa kau meninggalkanku begitu saja!” bentak papi gunawan
“lalu kenapa kau selingkuh?” Tanya mami Diana
“kau tahu betul alasannya!” Bentak papi gunawan
papi gunawan mencoba meredam emosinya “ berapa kali aku bilang jauhi bagas tapi kau tetap pada pendirian mu untuk tetap bertemu dengannya bahkan tanpa meminta persetujuan dariku” balas papi Gunawan
“berapa kali aku bilang, kalau kita sahabat baik, dan kita sudah kenal dari kecil” balas mami Diana
“bohong!” Teriak papi gunawan “gak ada persahabatan murni antara perempuan dan pria” ucap papi gunawan
“tapi memang kita sudah bersahabat dari kecil pi”balas mami Diana meyakinkan suaminya
“coba kau pikir, jika kau hanya sahabatnya kenapa dia selalu datang untukmu saat kau minta? Bahkan saat lyra melahirkan anaknya, dia malah menemanimu di rumah karena kau gugup akan menikah denganku” jelas papi gunawan mengingat rentetan perlakuan tuan bagas untuk mami diana
Mami Diana mulai memikirkannya “kau mungkin percaya jika perasaanya padamu hanya sahabat, tapi semua orang yang lihat juga tahu kalau dia mencintaimu” jelas papi gunawan
“itu mungkin kesalahan pih" bantah mami Diana
“itu gak salah! Dan aku juga tahu kamu ada perasaan untuknya kan?” tanya papi gunawan dengan nada meninggi beberapa oktaf
Mami Diana menggelengkan kepalanya “gak pi” bantah mami Diana
“kau selalu membohongiku karena dia!” Teriak papi gunawan frustasi tahu mami diana sering membohongi papi gunawan untuk bertemu dengan tuan bagas
Mami Diana jatuh terduduk, terisak. Mami Diana mendongak “kalau gitu kita cerai saja pih” ajak mami Diana " toh kamu sendiri gak yakin kalau aku mencintaimu yang jelas adalah suamiku dan malah selalu berfikir kalau aku mencintai orang lain" tambah mami diana
Papi gunawan membelalakkan matanya lebar “sampai kapanpun kita gak akan bercerai!” Teriak papi gunawan tak mau bercerai dengan mami diana
papi gunawan menunjuk ke arah mami diana "kau selamanya akan jadi milikku dan aku gak akan membiarkan dia memilikimu sampai kapanpun bahkan sampai aku mati!" tambah papi gunawan