
Aira mulai menjalani aktivitas seperti biasa setelah beristirahat di rumah selama 1 minggu
“selamat pagi semua” sapa aira pada teman kerja satu sekolahnya
“pagi aira” balas para teman kerja aira menyalami aira dan memeluk aira mengucapkan selamat bekerja kembali dan ikut senang karena aira yang sudah sehat
“syukur kamu sudah sehat ra” ucap pak arfan tersenyum ramah
Aira mengangguk” terima kasih banyak doanya ya pak, dan juga semuanya” ucap aira tersenyum pada teman kerjanya
“oh ya ini, ibu bikin kue banyak suruh aira bawa ke sekolah untuk di bagikan” ucap aira menyerahkan beberapa kotak kue pada para guru di SD wiraatmadja
bu rosi maju ke depan aira menerima kotak kue yang di bawa aira “wah terima kasih banyak” balas bu rosi dengan semangat karena ia tahu kue buatan ibu mardiana sangat enak
teman-teman aira hanya menggeleng sambil tertawa melihat tingkah bu rosi
***
Aira mengajar anak-anak seperti biasa, sambil tetap mengawasi sekolah viko anaknya yang memang bersekolah di sekolah yang sama sehingga memudahkan ia mengawasi belajar putra satu-satunya
“triiiing” bunyi bel istirahat berbunyi
“kalian istirahat dulu ya, nanti kita lanjut belajar lagi” ucap aira merapihkan bukunya dan keluar dari kelas
Sesampainya aira di kantor aira menelfon Dylan “halo bang” sapa aira
“iya, ada apa sayang?” tanya Dylan
“abang hari ini mau makan apa? Nanti aira mau belanja bulanan soalnya” tanya aira
“apa saja yang kau masak pasti abang makan. Tapi maaf ya aira, abang gak bisa temanin kamu soalnya abang masih banyak kerjaan” balas Dylan
aira tersenyum “ya sudah nanti ferdy saja yang temani aira” ucap aira menutup telponnya
***
Sesuai rencana aira menuju supermarket untuk belanja bulanan dan belanja beberapa
macam sayur serta lauk pauk yang akan ia masak untuk beberapa hari ke depan seusai pulang sekolah.
setelah selesai belanja dan membayar di kasir, aira memanggil ferdy
“ferdy kamu bawa belanjaan ke mobil dulu ya, terus nanti kita makan di restoran itu”
tunjuk aira pada salah satu restoran di mall yang di datangi aira
ferdy melihat restoran yang di tunjuk aira “baik bu” balas ferdy mengangguk membawa mbelanjaan aira ke mobilnya
Aira duduk di dalam restoran dan langsung memesan beberapa makanan.
Aira tengah asyik menyeruput minumannya “ternyata kita bertemu lagi” ucap seorang wanita
yang berdiri di hadapan aira dengan memakai rok mini dan blues hitam
Aira yang kala itu menunduk, melihat kaki wanita tersebut naik ke atas dan saat tahu
siapa wanita tersebut, aira hanya menghela nafas kasar dan kembali menyeruput
minumannya tanpa memeperdulikan wanita tersebut
Wanita tersebut kesal dengan sikap aira “ kau mengabaikanku?” tanya wanita tersebut
Aira menautkan kedua alisnya “apa kita kenal?” tanya aira
“kau!” tunjuk wanita tersebut yang tak lain adalah angel mantan tunangan Dylan
“bisa-bisanya kau bilang tak mengenalku setelah merebut tunanganku!” bentak angel
Aira menyudahi minumnya dan menatap tajam angel “ saya tidak pernah merebut tunangan
siapapun. Harusnya kau yang paling tahu kalau hubungan anda dan suami saya” ucap aira penuh penekanan di bagian akhir “sudah berakhir lama, jauh dari sebelum saya bertemu lagi dengan bang Dylan” ucap aira
angel menatap tajam aira
“saya tidak pernah mengizinkan dia itu menikah dengan orang lain selain saya . Jadi pernikahan
kalian tidak masuk dalam hitungan” ucap angel berkacak pinggang
“hahahaha” aira terkekeh “lah kamu siapa? Sampai kita yang menikah harus minta izin padamu?” tanya aira
Angel menunjuk aira kesal “ kau jangan lupa kalau Dylan punya hutang budi dengan keluargaku! Dan dia harus membayarnya!” bentak angel
Aira yang awalnya mencoba menahan emosinya menjadi kesal. Aira berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan angel yang memang aira lebih tinggi dari anggel , menatap netra angel tajam “ setahuku bang Dylan berutang
budi pada tuan bagas wiraatmadja dan bukan padamu!” ucap aira penuh penekanan
Aira tersenyum sambil mengangguk-anggukan kepalanya “ oh gitu” aira mendekat ke telinga angel “setahuku kau hanya anak haram yang tak dianggap oleh keluarga
besar wiraatmadja karena status ibumu. dan tuan bagas sudah menghapus hutang budi bang dylan saat kau kabur" aira kembali menatap angel " Coba kau fikir apa yang akan ayahmu lakukan kalau sampai beliau tahu kau mengganggu hidup anak yang sangat ia banggakan selain kak david” ucap aira
Angel menatap kesal aira “kau!” teriak angel berniat menampar aira
Ferdy yang melihat itu langsung berlari dan memiting tangan angel dengan gerakan
cepat “siapa anda mencoba mengganggu nyonya saya” ferdy makin menekan tangan angel karena angel yang berontak
“ah!” teriak angel kesakitan
Aira merasa tak tega “sudah fer” pinta aira
“baik nyonya” ferdy melepaskan tangan angel dan mendorongnya menjauh
“beraninya kau! menggunakan orang lain menyakitiku? Akan aku laporkan kau pada ayah dan
kakakku dan meminta mereka menghancurkan seluruh keluargamu” teriak angel
“silahkan” balas aira datar
“hmmm!” angel membuang muka kasar meninggalkan aira yang tertawa dan ferdy yang menatap
bingung kepada angel
“duduk fer, makan dulu” ajak aira pada ferdy untuk memakan makanan yang sudah ia pesan tadi
ferdi duduk di depan aira “dia siapa nyonya, apa perlu saya minta tuan beri pelajaran pada wanita aneh itu” balas ferdy
Aira menggeleng “ tak perlu, jangan beritahu abang soal ini. Saya masih mampu
mengatasinya jadi tak perlu merepotkan abang Dylan untuk segala hal” ucap aira memperingati
Ferdy mengangguk paham “baik nyonya” mereka pun melanjutkan makannya dan menuju rumah
orang tua aira menjemput viko lalu bergegas pulang ke rumah dylan dan aira
***
Aira bergegas memasak untuk makan malam dirinya dan seluruh penghuni rumah
“mami” sapa viko menuju dapur menyusul aira
“iya anak mami” balas aira
“mami masak apa?” tanya viko
“mami masak semur daging, sayur kangkung dan urap” balas aira
“viko mau udang goreng mi” pinta viko
“iya nanti mami masakin ya” balas aira
***
Aira menata hasil masakannya di piring sambil menunggu Dylan pulang “mi viko laper”
ucap viko memegang perutnya yang sudah kelaperan sedari tadi
Aira melirik jam dinding rumahnya yang sudah pukul 8 malam “ya sudah makan dulu nak,
mami mau mau telfon papi dulu” balas aira menjauh dari meja makan untuk menelfon Dylan
“abang” sapa aira
“iya sayang” balas Dylan
“abang kapan pulang?” tanya aira
Dylan melirik jam dinding “ah sudah malam ya ra, maaf ya sayang mungkin abang pulangnya agak malam, masih sibuk ngurus berkas yang begitu banyak untuk persidangan besok dan lusa” balas Dylan
aira mengangguk paham “abang sudah makan?” tanya aira
“ah” Dylan mengagruk tengkuknya yang tak gatal “nanti abang makan kok, tanggung” balas Dylan
aira berkacak pinggang mendengar penuturan dylan “ih gak boleh gitu bang, nanti aira anter makanan ke sana ya” ucap aira
“apa gak merepotkan kamu?” tanya Dylan
“tentu saja tidak, viko nanti kan bisa di temani haris, dan ferdy bisa anter aku ke kantor abang “ balas aira
Dylan tersenyum “ terserah istriku saja” balas Dylan menyudahi telponnya dengan aira