(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
I want You



"Hazel...


Sudahh...." ucap Alyss lirih saat tangan Hazel mulai meraba dadanya.


Hazel tak menjawab dan terus mencium ke arah lengkung leher Alyss.


tangan Hazel perlahan mengusap dan meraba dada Alyss dari luar gaun yang ia kenakan, tangan nya yang satu lagi mulai menarik resleting gaun yang dikenakan oleh Alyss secara perlahan.


"Disini yah...


Kita berdiri...


Kau kan suka lihat pemandangan kota dari atas kan?" bisik Hazel saat ia sudah berhenti mencium leher putih itu.


"Disini? Nanti jika ada yang lihat bagaimana?" tanya polos, ia takut jika terlihat oleh orang lain jika melakukan hal tersebut di dekat dinding kaca besar hotel tersebut.


"Tidak akan, lagi pula kita berada di lantai tertinggi...


Siapa yang akan bisa melihat kita?" tanya Hazel dan langsung meloloskan gaun yang kenakan Alyss hingga terjatuh ke lantai.


"Tapi-


Auchh!" ucapan Alyss yang langsung terpotong saat Hazel sudah mengigit dadanya.


"Pelan...


Sakit..." ucap Alyss pada Hazel saat Hazel semakin kuat menghisap dada nya.


Tangan Hazel pun mulai turun dan bermain di bagian yang sangat privasi dari tubuh Alyss. Jemari nya menyelinap masuk ke bagian yang sangat sensitif dari tubuh kecil tersebut.


Bibirnya pun semakin aktif menciumi tubuh yang berlapis dengan kulit putih tersebut dan semakin memojokkan nya ke dinding kaca besar di hotel tersebut.


"Engghhh...


Ha-Hazel sudah...


Tangan nya berhenti" ucap Alyss lirih sembari menahan desahan di bibirnya, dan berusaha menghentikan jemari kekar Hazel yang terus bergerak di bagian intinya.


"Kau yakin ingin berhenti? Hm? Sepertinya kau menyukainya?" bisik Hazel dan mulai mengigit telinga Alyss lembut serta memainkan lidah nya di daun telinga tersebut.


Tangan tak berhenti sama sekali dan terus bermain di bagian inti Alyss, ia tau jika tubuh Alyss sudah mulai menerima permainan nya, dan mengikuti irama bermain nya.


"Mhmmm...


I-Iya aku ingin berhenti..." ucap Alyss tertahan, mulut nya masih bisa mengatakan "berhenti" namun tubuh nya sudah semakin terhanyut.


Hazel pun tersenyum simpul saat Alyss memintanya berhenti, tangannya semakin lincah bermain di bagian inti Alyss dan ia pun mulai membungkuk dan mencium kembali dada Alyss, membuat tubuh wanita yang dihadapan nya semakin menginginkan permainan nya.


"Engghh..." Alyss yang meremas pelan rambut Hazel saat kepala pria itu sedang terbenam di dadanya.


Saat tau Alyss akan segera mencapai puncak nya, Hazel pun menghentikan semua permainan nya.


"Ke-kenapa berhenti?" tanya Alyss lirih tanpa ia sadari.


"Tadi kau menyuruhku berhenti kan?" bisik Hazel dengan senyuman kemenangan, ia berencana membuat Alyss yang meminta padanya lebih dulu saat Alyss sibuk mengatakan padanya untuk menghentikan permainan yang ia buat.


Alyss langsung membuang wajahnya, ia sangat malu saat menyadari apa yang ia ucapkan barusan, telinganya pun semakin memerah.


"Sekarang apa yang kau inginkan? Hm?" tanya Hazel dengan nada menggoda sembari tangan nya mulai mengelus bagian inti Alyss.


"Mhhmmm....


A-aku mau itu...." ucap Alyss tertahan saat tangan Hazel hanya mengelus bagian-bagian sensitif dari tubuhnya.


Ia menatap iris Hazel dengan mata yang sangat sayu, tubuhnya benar-benar menginginkan hal itu, namun ia sangat malu untuk mengatakan nya.


"Mau apa? Hm? Katakan dengan jelas, aku tak mengerti apa yang kau inginkan." bisik Hazel di telinga Alyss dan kemudian mengecup telinga yang masih mengenakan anting cantik tersebut.


Tubuh Alyss semakin merasakan getaran listrik yang mengalir seperti pembuluh vena di darahnya. Hazel pun sebenarnya sudah tak tahan lagi, ia ingin segera menyatukan dirinya dengan Alyss, namun ia sebisa mungkin menahan nya, sampai Alyss yang meminta lebih dulu.


"A-aku mau itu..." ucap Alyss yang masih ragu untuk mengatakan nya.


Hazel pun mulai tak bisa menahan dirinya lagi, ia kembali membenamkan wajah nya di dada Alyss dan mulai membuat permainan tangan nya lagi agar semakin membuat tubuh Alyss menginginkan nya.


"Hazel...." panggil Alyss lirih saat tubuh nya semakin di luar kendali.


"Hm? Kau sudah tau apa yang kau inginkan?" tanya Hazel saat menghentikan lagi permainan ketika menyadari tubuh Alyss yang akan segera mencapai puncaknya.


"A-aku mau kau..." jawab Alyss lirih dengan suara yang sangat pelan hingga hampir tak terdengar.


Telinga dan wajah Alyss semakin memerah ketika ia mengatakan hal seperti itu.


Hazel pun tersenyum simpul mendengar ucapan Alyss, ia pun langsung membalik tubuh Alyss hingga membelakanginya. Dengan cepat Hazel pun langsung membuat tubuh nya dan tubuh Alyss benar-benar sama-sama polos tanpa ada apapun yang menutup tubuh mereka.


"Engghhh..." Alyss yang mengeluarkan desahan halus saat Hazel melakukan penyatuan nya.


Suara erangan pun mulai memenuhi ruangan kamar suite yang hening itu, dingin nya AC tak mampu mendinginkan tubuh mereka yang sedang melakukan kegiatan panas tersebut.


Setelah beberapa lama mereka melakukan nya, tubuh Hazel mulai mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh isinya di dalam tubuh Alyss. Kaki Alyss terasa lemas dan ia pun langsung terjatuh, kaki kecil nya tak mampu menahan tubuhnya lagi untuk tetap berdiri.


"A-aku lelah...


Tidak bisa berdiri lagi, kau lama sekali selesai nya...." ucap Alyss lirih.


Hazel pun hanya tersenyum dan kemudian menggendong tubuh Alyss dan membawanya ke ranjang.


"Siapa yang bilang aku sudah selesai? Hm?" tanya Hazel dengan tersenyum simpul dan mulai memakan Alyss lagi.


Alyss hanya diam dan membiarkan Hazel berbuat sesukanya di atas tubuhnya, tenaga nya benar-benar terasa tak tersisa karna Hazel sudah habis-habisan memakan nya saat mereka berdiri tadi.


......................


Pukul 9.45 AM


Mentari pagi yang mulai menggangat masuk menembus dinding-dinding kaca besar di hotel tersebut.


Alyss masih memejamkan matanya, ia tak tau kapan Hazel berhenti melakukan hal itu padanya, tubuh polosnya masih tertutup selimut tebal begitu pula dengan Hazel yang sudah bangun sedari tadi dan terus memperhatikannya dirinya yang masih tertidur.


"Masih tidur? Hm?" tanya Hazel lirih sembari mencubit kecil hidung Alyss.


"Engghhh" Alyss yang mulai terganggu tidur nya saat Hazel terus mencubit kecil hidung dan pipi nya karna gemas, ia pun tanpa sadar membalik tubuh nya agar telentang.


"Kenapa mengeluarkan suara seperti itu? Hm?" tanya Hazel lirih. Suara lirih Alyss yang sedang tertidur itu membuat minat nya bangkit lagi, apalagi wajah Alyss yang semakin terlihat menggemaskan kan.


"Don't turn me on, babe..." ucap Hazel lirih ia pun mulai mencium bibir Alyss dengan lembut.


Tangan nya mulai menjalar dan meraba dada Alyss dengan pelan, Hazel pun semakin aktif mencium Alyss, tangan nya semakin merambat ke bagian-bagian sensitif dari tubuh kecil itu.


"Enghhmhh..." Alyss yang tanpa sadar mengeluarkan suara seperti itu saat Hazel tengah mencium bagian intinya.


Hazel pun mengangkat kepala nya dan melihat ke arah Alyss yang masih menutup matanya namun tubuhnya memberikan reaksi.


Alyss sendiri masih belum terbangun karna ia merasa sangat lelah, sehingga apapun yang di lakukan Hazel pagi ini membuatnya hanya merasa seperti mimpi dan tak membuat nya benar-benar terbangun dari tidurnya.


Hazel hanya tersenyum simpul dan mulai menaiki tubuh Alyss, ia pun segera melakukan penyatuan nya dengan Alyss.


Setelah beberapa kali menumpahkan isi nya ke dalam tubuh Alyss, Hazel pun menyudahi permainan nya. Ia kembali menutup tubuh polos Alyss dengan selimut dan pergi mandi.


Hazel pun tak lupa memberitau Rian karna ia akan datang lebih lambat hari ini ke RS.


Pukul 12.45 PM


Alyss mulai membuka mata nya perlahan, tubuhnya terasa semakin pegal dan ia pun merasa ngilu dan sakit di bagian intinya.


Alyss mengandahkan matanya melihat ke sekeliling, ia tak menemukan Hazel di sampingnya. Saat ia bangun merasa sangat lemas dan benar-benar tak memilki tenaga tubuhnya semakin terasa sangat lelah dan pegal.


"Kau sudah bangun?" tanya Hazel saat melihat Alyss yang sudah terbangun dan membuka matanya yang masih terlihat sayu.


Hazel memakai celana panjang nya dan tak memakai atasan sehingga memperlihatkan otot perut dan dada bidang nya.


"Ck, dasar tukang tidur." ucap Hazel menggoda Alyss dengan senyuman mengembang di wajah nya saat ia duduk di tepi ranjang Alyss.


"Kau lapar? Kau melewatkan sarapan mu." tanya Hazel pada Alyss masih melihat iris matanya dengan nanar.


Alyss pun menggelengkan kepalanya perlahan.


"Tidak....


Aku masih mengantuk...


Mau tidur lagi..." ucap Alyss lirih dan semakin menaikkan selimut dan berguling ke samping membelakangi Hazel.


"Kau mau tidur lagi? Kau belum makan dari pagi! Bagun!" ucap Hazel dan mulai menarik Alyss, ia tak mau Alyss sampai sakit jika terus melewatkan makannya.


"Enggak mau!" ucap Alyss dengan memberatkan tubuhnya dan masuk ke dalam selimutnya.


Karna Hazel yang semakin menarik tubuhnya membuat Alyss berguling dengan selimut dan menjauhi sisi Hazel duduk.


Hazel pun semakin naik ke atas ranjang, dan menarik Alyss lagi.


"Aduhh...


Geli...." ucap Alyss yang setengah tertawa saat ia merasakan tangan Hazel yang seperti menggelitik perutnya dari luar selimut.



Hazel pun berhenti menarik Alyss sejenak, ia tak bermaksud sama sekali menggelitik Alyss, melihat Alyss yang tersenyum ke arahnya membuat nya ikut tersenyum juga.


Karna tau Alyss merasa geli, ia pun jadi semakin berusaha membuat Alyss merasa geli dan semakin membuat Alyss tertawa.


"Aduh...


Geli...


Sudah..." ucap Alyss sambil tertawa, tenaga nya semakin terasa habis karna ia tertawa saat ia bangun.


Hazel pun semakin menggelitik nya, karna benar-benar tak tahan, ia pun akhirnya berusaha menarik tangan Hazel agar ikut tertidur disamping dan langsung menaiki tubuh Hazel.


"Kenapa menarik ku? Kau ingin lagi?" tanya Hazel dengan suara menggoda saat Alyss duduk di perutnya.


"Ma-mau apa? A-aku cuma mau kau berhenti menggelitik ku saja..." ucap Alyss dan langsung membuang wajahnya, ia sangat malu untuk menatap wajah Hazel yang berada di bawahnya.



"Alyss..." panggil Hazel lirih.


Alyss pun kembali melihat ke arah wajah Hazel lagi saat Hazel memanggilnya.


"Kau tak tau? Posisi ini bisa membuat ku ingin lagi? Hm? Dan lagi...." ucap Hazel yang menatap ke arah dada Alyss yang terbuka karna selimut nya turun dan Alyss yang tak memegang nya selimut nya lagi.


Alyss pun mengikuti arah pandang Hazel dan...


"Akkhh!" teriak nya dan langsung menutup dada nya.


Ia pun langsung turun dan berguling ke samping tubuh Hazel lalu menggulung tubuhnya dengan selimut lagi.


Alyss benar-benar merasa malu sampai tak mau menunjukkan wajah sama sekali, dan menutup nya dengan selimut tebal itu.


Hazel pun semakin terkekeh melihat Alyss yang langsung masuk dan bersembunyi di balik selimut.


"Hey...


Ayo makan...


Kau belum makan sama sekali hari ini..." ucap Hazel sembari menarik selimut Alyss pelan.


"Tidak mau!" jawab Alyss dari balik selimut.


"Kenapa bicara dengan menutup wajah mu? Hm?" tanya Hazel dengan nada menggoda pada Alyss.


"Malu..." jawab Alyss lirih dari balik selimut.


Hazel pun semakin tak bisa menahan tawanya, ia benar-benar tertawa melihat tingkah Alyss yang semakin terlihat imut baginya.


"Kalau kau tak mau makan, aku akan memakan mu lagi. Kau mau?" ancam Hazel dengan masih setengah tertawa.


Alyss pun menurunkan selimutnya dan hanya memperlihatkan matanya, ia tak benar-benar menunjukkan seluruh wajahnya ke arah Hazel karna ia masih merasa malu hingga ke ubun-ubun.


"Masih tak mau makan?" tanya Hazel lagi dengan lembut.


"Ma-mau..." jawab Alyss lirih. Ia takut jika Hazel akan benar-benar melakukan hal itu lagi padanya.


"Mau ku suapi?" tanya Hazel lagi.


"Ti-tidak...


Aku bisa sendiri..." jawab Alyss lirih.


Hazel pun masih tertawa kecil melihat Alyss, ia pun bangun dan menggendong tubuh Alyss yang masih bergulung selimut ke tempat duduk yang sudah tersedia makanannya.


"Sudah...


Habis kan makanannya." ucap Hazel sembari menurunkan dan mendudukkan Alyss perlahan di sofa tersebut.


"Iya..." jawab Alyss lirih dan mulai meminum teh dahulu sebelum ia makan.


Hazel tak bisa menahan senyuman nya saat melihat telinga Alyss yang terus memerah karna ia merasa sangat malu dan canggung, baginya saat ini Alyss semakin terlihat menggemaskan dan lucu.


...****************...


Maaf yah karna semalem othor skip wkwk


Othor tuh pagi-pagi pas buka dan baca komen kalian itu jadi ketawa😅😅😅


Bisa banget buat mood othor naik pagi" wkwkkwk🤣


Jangan lupa like, komen, vote, fav, dan rate 5 serta dukungan lain buat othor🥰🥰


Happy reading❤️❤️❤️