(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Culik?



Kediaman Hazel


Pukul 02.00 PM.


Alyss terbangun dari tidur nya di tengah malam atau bisa disebut dini hari, entah mengapa ia tiba-tiba merasa lapar.


"Ya ampun berat sekali?" ucap Alyss dalam hati ketika ia berusaha bangun dan melepaskan diri dari pelukan Hazel.


Merasa Alyss yang terus bergerak membuat Hazel sedikit tersadar.


"Mau kemana kau?" tanya Hazel dengan suara parau dan mata yang masih terpejam.


"Hmm...


Ma-mau ke kamar mandi." jawab Alyss berbohong.


Mendengar jawaban Alyss, Hazel pun melonggarkan pelukannya, dan membiarkan Alyss bangun.


"Yasudah, jangan lama-lama." ucap Hazel dan ia pun kembali tertidur.


Alyss pun bangun dan langsung turun ke bawah, tujuan hanya satu yaitu ; lemari es dan lemari makanan.


Alyss pun membuka lemari es tersebut dan mengambil beberapa buah, ia juga mengambil roti tawar dan mengoleskan nya dengan banyak selai coklat.


Sementara itu.


Hazel yang mulai merasa tidur tak nyenyak karna ia tak dapat memeluk Alyss, akhirnya memaksa membuka matanya dan mencari keberadaan Alyss.


"Alyss?" panggil Hazel.


Hazel tak mendengar suara apapun dari kamar mandi, dan membuatnya bangkit untuk memeriksa sendiri, ketika melihat kamar mandi tersebut kosong membuat Hazel mengerutkan dahinya.


"Dimana dia?" ucap Hazel yang bertanya-tanya, ia masih tak tau jika Alyss masih asyik makan di dapur.


Hazel pun langsung turun dan mencari keberadaan Alyss, ia pun akhirnya menemukan Alyss yang sedang meminum soda kaleng, dan melihat banyak sisa-sisa buah-buahan di dekat Alyss, dan serta makanan lainnya.


"Sedang apa kau?" tanya Hazel tiba-tiba mengejutkan Alyss.


"UKH!" Alyss yang tersedak saat sedang minum ketika mendengar suara Hazel.


"Eh? I-itu aku lapar." jawab Alyss lirih.


Alyss seperti kucing yang sedang ketahuan mencuri makanan.


"Lapar? Kau makan cake sangat banyak saat di toko tadi, dan ini juga sudah sangat malam" ucap Hazel ketika mendengar jawaban Alyss sembari melihat jam dinding yang berada di dekat situ.


"Iya, tapi aku lapar lagi." ucap Alyss lirih sembari menundukkan kepala nya kebawah.


Hazel pun menarik nafas nya panjang dan berjalan mendekati Alyss.


"Apa saja yang kau makan?" tanya Hazel.


Alyss tak menjawab dan hanya mengalihkan pandangan nya pada sisa makanan yang berserak di depannya. Hazel pun ikut melihat sisa makanan tersebut, ia pun kembali menatap Alyss dan bertanya.


"Masih lapar lagi?"


Alyss menggelengkan kepalanya pelan, ia takut Hazel akan marah lagi.


"Sungguh? Atau mau ku buatkan sesuatu?" tanya Hazel lagi pada Alyss.


"Tidak! Jangan buat apapun." ucap Alyss refleks, ia masih ingat steik buatan Hazel yang super asin waktu itu.


"Kau sudah kenyang?" tanya Hazel berulang.


Alyss tak menjawab dan hanya menatap nanar iris Hazel, Hazel pun mengerti bahwa sebenarnya Alyss masih ingin memakan sesuatu.


"Apa yang ingin kau makan? Katakan padaku." ucap Hazel.


"Sudahlah, lagi pula ini sudah malam."


"Cepat katakan, jangan buat aku marah." paksa Hazel pada Alyss


"Hmm...


Aku ingin makan spagetti, kentang goreng yang diberi banyak saus keju diatasnya, lalu daging panggang dengan mozarella, dan..... apalagi yah? Sepertinya hanya itu." jawab Alyss pelan pada Hazel.


"Yasudah, ganti baju mu sana."


"Eh memangnya ada restoran yang buka jam segini?" tanya Alyss heran ketika mendengar perintah Hazel.


"Akan ku bangunkan pemilik nya." jawab Hazel enteng.


Alyss pun kembali ke kamar Hazel lalu mencuci wajahnya dan mendoble pakaian nya dengan sweater berwarna merah muda longgar, Hazel pun langsung menelpon pemilik restoran dan menyuruh mereka menyiapkan makanan untuk Alyss.


Di Restoran.


Makanan yang ingin di makan Alyss sudah tersaji di hadapannya, ia pun mulai mengambil satu kentang goreng dan memasukkan nya ke mulut nya.


"Terimakasih." ucap Alyss lirih sembari tersenyum pada Hazel.


"Tapi...


Apa kau benar-benar membangunkan pemiliknya?" tanya Alyss penasaran.


"Tentu saja, kau tidak tau kekuatan uang?" jawab Hazel. Alyss hanya tersenyum malas mendengar jawaban angkuh Hazel.


"Hmmm kenapa kau repot-repot mencari makanan untuk ku?" tanya Alyss yang keheranan melihat sikap Hazel.


"Tak mungkin aku menyuruh mu untuk tetap tidur dengan perut kelaparan kan? Kau tinggal dengan pria kaya bukan pria miskin yang tak bisa memberi mu makan."


Rahang Alyss sedikit jatuh ketika mendengar jawaban angkuh Hazel sekali lagi dan ia pun melanjutkan makannya, Hazel hanya menggelengkan kepalanya melihat Alyss. Ia benar-benar bingung, Kemana perginya semua makanan yang masuk ke tubuhnya?


Alyss telah selesai makan dan sudah kembali ke kediaman Hazel.


"Lihat dia, sudah siap makan langsung tidur." ucap Hazel ketika melihat Alyss yang tertidur di kursi mobil saat sudah sampai di kediaman nya.


Hazel pun membuka seat belt Alyss dan menggendong nya kembali ke kamar dan meletakkan perlahan keatas ranjang. Ia melihat dan mengelus pelan bekas memar di leher Alyss akibat ulah nya sebelumnya, ia pun bangkit dan mengambil obat salep memar, dan mengoleskannya di leher Alyss.


Setelah mengoles obat tersebut dia pun ikut tidur di samping Alyss.


......................


Skip time.


JBS Hospital.


Ruangan Presdir.


"Kau sudah mendapat info tentang penggelapan dana yang dilakukan Will?" tanya Hazel pada Rian.


"Sudah, aku menemukan seorang pelobi, yang digunakan oleh Will, dia juga melakukan pencucian pajak selama beberapa tahun terakhir." jawab Rian.


"Dia memakai pelobi untuk menutupi perbuatannya? Sudah kau urus pelobi itu?" tanya Hazel pada Rian.


"Masalah nya dia sama sekali tak mau membuka mulutnya, dan dia tak memberi informasi apapun." jawab Rian.


"Siksa dia sampai membuka mulutnya, orang sangat suka uang sepertinya pasti sangat menyayangi nyawanya." perintah Hazel pada Rian.


"Baik." jawab Rian.


"Sepertinya Will juga mengelola beberapa obat terlarang, tetapi ini masih dugaan ku. Coba cari beberapa perusahaan farmasi kecil yang bekerja sama dengan nya.


Dan untuk Logan gunakan data tambang rahasia nya untuk membuat skandal sebelum pemilihan nya, dan untuk kerja samanya dengan Will kita tak bisa gunakan itu untuk menuntutnya, karna itu belum terjadi. Tapi kita bisa membuat artikel tentang itu, rilis artikel nya minggu depan.


Lalu siapkan beberapa orang kita untuk pancingan publik saat artikel tersebut diliris nanti." ucap Hazel pada Rian.


"Baik, akan segera ku urus. Oh ya kau juga punya jadwal lain Ketua Erga, sekitar satu jam mendatang." ucap Rian sembari melihat jam di tangannya.


"Baik aku akan segera menemuinya." ucap Hazel.


Ia pun segera bangkit dan pergi untuk menemui rekan bisnisnya.


......................


Koridor, dekat taman Rumah Sakit.


Alyss berjalan malas di sepanjang koridor rumah sakit ia ingin menuju ke taman, ia merasa lelah karna baru saja mengoperasi pasien komplikasi usus.


"Hah....


Aku lapar lagi." ucap Alyss menarik napas panjang dan memegang perutnya.


"Tapi jika terlalu banyak makan seperti kemarin, aku akan muntah seperti tadi pagi lagi, tapi pesan makan sedikit saja deh..." ucap Alyss pada dirinya sendiri.


Ia pun mengeluarkan ponsel nya dan segera ingin memesan makanan pesan antar melalui ponselnya, namun tiba-tiba Hazel menelponnya.


"Ya ampun kenapa dia menelpon lagi." ucap Alyss malas ketika melihat nama Hazel diponsel nya.


Alyss pun mengangkat telpon dari Hazel, namun belum sempat ia berbicara ia melihat ada pria asing yang mendekati dengan mencurigakan dari belakang saat ia menoleh ke arah dinding kaca di sebelahnya.


Pria asing itu seperti menyembunyikan sesuatu di jaket nya, sontak saja Alyss langsung berbalik dan menghindar, ia ingat pria suruhan Hazel yang membawa paksa dirinya kembali dari Kanada saat itu. Pria ini juga memiliki gelagat yang sama dengan pria yang di Kanada waktu itu.


Dan benar saja pria itu seperti melayangkan jarum suntik kearah leher Alyss, untung saja Alyss dapat menghindar.


"Siapa kau?!" ucap Alyss.


Pria asing itu tak menjawab dan tetap berusaha menyuntik Alyss dengan cairan yang di bawanya, Alyss pun menghindar, dan berhasil membuat jarum tersebut terlempar dari pria itu.


Alyss pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk segera lari, namun....


Bugh....


Sebuah pukulan yang sangat keras mendarat di belakang kepala Alyss saat ia hendak kabur.


Langkah lari Alyss terhenti, pandangan nya mulai berputar dan membayang kepalanya terasa sangat sakit dan perih. Ia pun memegang belakang kepala yang terasa sakit.


Basah...


Itulah yang dirasakan Alyss di tangan nya, ia pun melihat telapak tangan nya yang berwarna merah penuh dengan cairan berwarna merah yang tak lain adalah darahnya sendiri.


Alyss pun menoleh ke belakang dan langsung terjatuh, ia melihat pria asing tersebut semakin mendekat padanya dengan pandangan yang semakin kabur sebelum ia kehilangan kesadaran.


......................


Hazel yang saat itu sedang menelpon Alyss mendengar semua yang terjadi, ia sangat gelisah, panggilan telpon Alyss juga terputus begitu saja.


Ia pun menyuruh Rian untuk memeriksa semua rekaman cctv dan mencari keberadaan Alyss.


Hazel pun langsung kembali dari pertemuan bisnis, walaupun pertemuan tersebut belum selesai.




Alysscalla Zalea.



Hazel Rai