
3 Hari kemudian.
Kediaman Hazel.
"Hazel..." panggil Alyss saat mereka tengah sarapan.
"Hm? Ada apa?" tanya Hazel dan menghentikan makan lalu melihat ke arah Alyss.
"Itu...
A-aku sudah boleh bekerja tidak?" tanya Alyss lirih.
"Luka mu?" tanya Hazel.
"Sudah sembuh, lihat aku sudah membuka perbannya. Tinggal memberikan beberapa obat salep saja untuk membuatnya semakin kering dan tak berbekas." jawab Alyss yang menunjukkan ke arah leher nya.
"Dirumah saja, sampai benar-benar pulih. Tiga minggu lagi pernikahan kita, kau tak boleh terluka lagi." jawab Hazel.
Alyss pun menarik nafas panjang ketika mendengar ucapan Hazel.
"Bosan...." ucap Alyss lirih dan memainkan makanan nya dengan sendok.
Hazel pun memperhatikan Alyss yang terlihat sangat lesu dengan memanyunkan bibir dan sedikit menggembungkan pipinya.
Ujung bibir Hazel pun naik, tangan nya pun terangkat dan mengelus kepala Alyss perlahan.
"Kau bosan? Mau pergi jalan-jalan dengan ku? Aku akan pulang lebih cepat nanti." ucap Hazel yang masih tak bisa menahan senyum nya melihat wajah Alyss.
"Jalan-jalan? Kemana?" tanya Alyss dan langsung melihat ke arah Hazel dengan antusias.
"Kemana saja yang kau inginkan...." ucap Hazel yang makin tersenyum melihat wajah Alyss yang berubah bersemangat.
"Ka-kalau boleh jalan-jalan...
Kenapa tidak boleh bekerja..." ucap Alyss dengan nada lirih, ia masih berusaha agar Hazel membiarkannya bekerja.
"Kubilang tak boleh! Yah tak boleh!" ucap Hazel tegas dengan langsung merubah ekspresi wajahnya dan menatap tajam ke arah Alyss.
"Tapi jalan-jalan juga seru, jam berapa nanti kau akan pulang?" ucap Alyss cepat dengan senyuman di bibirnya saat melihat Hazel yang sudah mulai terlihat marah padanya.
"Akan ku selesaikan secepatnya. Lanjutkan lagi sarapan mu." ucap Hazel dengan menarik nafas panjang melihat Alyss yang langsung tersenyum dan mengalihkan pembicaraan karna takut membuat dirinya marah.
Alyss pun mengangguk kan kecil kepala nya dan melanjutkan makan nya lagi.
......................
Skip time.
Pukul 03.25 PM
"Kau sudah pulang? Kemana kita akan pergi?" tanya Alyss dengan mata berbinarnya pada Hazel yang baru saja kembali dari RS dan masuk ke kediaman nya sembari mengendong Bulbul dalam pelukannya.
"Kau mau kemana? Hm?" tanya Hazel dengan suara lembut dan mengelus pipi Alyss dengan punggung tangan nya.
"Tidak tau, tapi aku mau keluar, bosan...." jawab Alyss lirih.
"Yasudah, ganti baju mu sana, setelah kau siap kita pergi." ucap Hazel.
"Yasudah, kau pegang Bulbul. Aku mau ganti baju dulu." ucap Alyss dan memberikan Bulbul yang sedang ia gendong pada Hazel.
Hazel pun melihat ke arah Bulbul yang juga melihatnya, ia pun melihat ke arah Alyss yang sudah pergi ke kamar untuk mengganti pakaian nya.
"Apa? Kenapa melihat ku?" ucap Hazel saat Bulbul terus melihat nya.
Miawww...
"Dasar kucing jelek!" ucap Hazel dan langsung melempar Bulbul dari gendongan nya, hingga membuat Bulbul langsung lari.
15 menit kemudian Alyss pun kembali dan sudah mengganti pakaiannya.
"Loh? Bulbul mana?" tanya Alyss saat melihat Hazel yang duduk di sofa tanpa melihat adanya Bulbul.
"Kau mau membawanya juga?" tanya Hazel.
"Tidak...
Kan aku hanya tanya..." jawab Alyss lirih.
"Dia tak suka ku gendong, jadi dia langsung pergi." ucap Hazel bohong.
"Ohhh...
Benarkah? Kucing saja takut pada mu..." ucap Alyss lirih.
"Yasudah, ayo." ajak Hazel.
Mereka pun segera menuju garasi dan memilih mobil yang ingin di gunakan.
"Hazel..." panggil Alyss lagi saat Hazel tengah menyetir, Hazel memang tak ingin menggunakan supir saat ia akan pergi jalan-jalan dengan Alyss.
"Ya? Kenapa? Kau sudah tau mau kemana?" tanya Hazel, ia saat ini tengah mengendara tanpa tujuan karna Alyss masih belum mengatakan ingin kemana.
"Bukan...
Itu...
Aku ingin menyetir mobil...." ucap Alyss lirih.
"Menyetir? Kau punya SIM?" tanya Hazel lagi.
"Punya! Aku tak belum sempat menyetir ataupun membeli mobil ku sendiri karna kau sudah menculik ku..." jawab Alyss lirih.
Hazel hanya tertawa kecil mendengar ucapan Alyss. Ia pun mengarahkan mobil nya ke jalan yang sunyi dan bebas hambatan, agar Alyss semakin mudah menyetir.
"Yasudah kau yang menyetir sekarang." ucap Hazel saat sudah menepikan mobil nya.
Alyss pun dengan cepat langsung berganti posisi dengan Hazel dan sekarang ia yang sedang duduk di kursi kemudi.
"Sekarang jalan kan mobil nya." ucap Hazel sembari menutup matanya. Ia sebenarnya masih merasa sangat lelah dan ingin istirahat sejenak.
Sebenarnya walaupun ia kembali lebih cepat hari ini, namun ia juga bekerja 2 kali lipat lebih banyak karna memang hari ini pekerjaan dan jadwalnya lebih banyak dan berusaha menyelesaikan nya secepat mungkin agar bisa membawa Alyss keluar.
Alyss pun perlahan menghidupkan mobil tersebut dan mulai melajukannya.
Brummm!!!
Alyss yang tiba langsung melajukan mobil nya dengan cepat, hingga membuat Hazel tersentak dan Alyss juga yang ikut terkejut.
Ckittt!!!
Lalu Alyss mengerem tiba-tiba karna ia terkejut saat memijak gas terlalu cepat.
"Kau benar-benar memiliki SIM?!" tanya Hazel dengan nada tinggi sembari meletakkan tangan ke kening Alyss agar kening Alyss tak terkena benturan ke stir mobil.
"I-iya...
Ta-tapi ini pertama kali aku mengemudi sejak aku mendapat SIM...." jawab Alyss lirih.
"Ta-tangan mu tak apa?" tanya Alyss sembari meraih tangan Hazel dan terlihat memerah karna menahan benturan agar kening nya tak terluka terkena stir mobil.
Melihat Alyss yang meraih tangannya dan membolak-balik tangan kekar itu membuat Hazel tersenyum.
"Kau khawatir jika aku terluka?" tanya Hazel tersenyum.
"Ti-tidak! Siapa yang khawatir?" tanya Alyss dan langsung melepaskan tangan Hazel.
Hazel pun langsung tertawa kecil melihat Alyss yang salah tingkah dan langsung melepaskan tangan nya.
"Masih mau menyetir?" tanya Hazel lagi dengan nada lembut.
"Mau..." jawab Alyss lirih dengan suara yang sangat pelan.
"Sudah...
Jangan takut, nanti aku akan mengajarimu lagi.
Bawa mobil nya pelan-pelan saja." ucap Hazel sembari mengelus kepala Alyss perlahan.
"Tapi...
Tidak apa-apa kan? Kau tidak marah padaku?" tanya Alyss lagi dengan nada ragu.
"Kenapa aku marah?" tanya Hazel bingung.
"Kan ini mobil mahal, nanti jika aku merusaknya aku takut kau akan marah...." jawab Alyss jujur, ia sebenarnya dari tadi takut Hazel akan marah, jika sampai mobil yang ia kendarai sekarang sampai rusak.
Hazel tak bisa menahan tawa nya lagi ketika mendengar ucapan polos Alyss.
"Tidak…
Aku tak akan marah. Jangan takut..." ucap Hazel yang masih setengah tertawa sembari mencubit kecil pipi Alyss.
Setelah memutar beberapa jalan akhirnya Alyss sudah dapat mengemudi dengan lancar.
"Mau gantian aku yang membawa nya? Sekalian kita pergi makan malam." tanya Hazel saat melihat hari sudah berganti malam.
"Iya..." jawab Alyss dengan senyum di wajahnya, hari ini ia merasa senang karna bisa pergi keluar dan menghilangkan rasa bosan nya sekaligus bisa menyetir mobil seperti yang ia inginkan sebelum di bawa Hazel dulu.
Alyss pun menepikan mobil nya dan mengganti posisi agar Hazel yang membawa nya.
"Kita ke mall dulu, memberi beberapa gaun pekan depan akan ada pesta, kau harus ikut menjadi pasangan ku." ucap Hazel sembari terus menyetir memandang jalan.
"Pesta? Pesta apa? Seperti pesta pertemuan bisnis?" tanya Alyss lagi.
"Iya, pesta seperti itu." jawab Hazel.
"Kenapa aku harus ikut? Apa aku tak bisa di rumah saja?" tanya Alyss lagi, ia sebenarnya merasa tak percaya diri jika bertemu dengan para petinggi lainnya.
"Kenapa tak mau? Kita akan menikah, dan tentu saja ada beberapa hal yang harus kau lakukan sebagai istriku. Aku tak mau menjadikan mu istri pajangan." ucap Hazel sembari melihat ke arah wajah Alyss sekilas.
Karna ia tau jika tak pernah membawa pasangan resmi dan memperkenalkan pasangan nya ke umum maka akan terus saja ada wanita yang berusaha mendekatinya walaupun jika nanti ia sudah menikah, karna mereka akan beranggapan jika ia tak mencintai pasangan dan tak menganggap kuat posisi Alyss sebagai istrinya.
"Bukan begitu....
Yasudah..." jawab Alyss lirih dengan mulai menuruti perkataan Hazel.
Hazel pun tersenyum dan langsung membawa Alyss ke mall untuk membeli beberapa gaun.
Sesampainya mereka di mall, Hazel langsung menggunakan kartu VIP dan membuat mereka di layani terlebih dahulu.
"Silahkan nona di pilih gaun nya." ucap staff di mall tersebut dengan ramah pada Alyss.
Alyss pun melihat beberapa gaun yang terlihat cantik dan memiliki brand terkenal.
"Ini? Hazel bagaimana jika yang ini? Bagus tidak?" tanya Alyss sembari memperlihat gaun panjang berwarna merah muda dengan bagian dada yang sedikit terbuka.
"Bagus." jawab Hazel singkat, ia sedari tadi melihat gaun yang berwarna gold dengan motif yang terlihat mewah, gaun tersebut merupakan gaun panjang, namun memiliki potongan yang sampai ke paha, dan bagian atas nya yang sangat terbuka.
Hazel pun tersenyum simpul, dan membeli gaun tersebut tanpa sepengetahuan Alyss, ia ingin membuat Alyss memakai gaun tersebut jika hanya berdua saja dengan nya.
Setelah memilih beberapa gaun akhirnya, akhirnya mereka pun kembali.
"Kita mau kemana?" tanya Alyss ketika melihat jalan yang tak mengarah ke kediaman Hazel.
"Kau mau makan malam di hotel?" tanya Hazel.
"Makan malam? Yasudah..." jawab Alyss dan duduk dengan tenang lagi.
Hazel pun mulai tersenyum lagi, ia berniat menyuruh Alyss memakai gaun yang ia beli tadi saat mereka di hotel nanti.
Sesampainya di hotel berbintang lima yang mewah Hazel langsung memesan kamar suite untuk dirinya dan Alyss.
"Kenapa kita tidak ke restorannya?" tanya Alyss yang masih tak tau rencana Hazel.
"Kita makan di kamar saja, sekalian istirahat." jawab Hazel dan mulai membawa Alyss masuk ke dalam kamar di hotel tersebut.
"Disini juga bisa melihat kota dari atas seperti saat kita di Dubai." ucap Alyss tersenyum cerah dan melangkahkan kaki nya ke arah jendela kaca besar di ruangan tersebut, ia pun dapat melihat pemandangan kota malam dari atas.
"Kau mandi dulu, lalu ganti baju mu dengan ini. Setelah itu kita akan makan malam, saat makanan nya sudah datang." ucap Hazel sembari memberikan tas belanjaan berisi gaun yang sudah ia beli tadi.
"Iya..." jawab Alyss cepat dan langsung mengambil tas belanjaan tersebut lalu membawa nya ke kamar mandi.
Setelah 30 menit kemudian Alyss pun tak kunjung keluar dari kamar mandi tersebut. Hazel pun langsung mendatangi Alyss.
"Kenapa lama seka-" ucapan Hazel yang terpotong saat ia melihat Alyss yang memakai gaun yang ia pilih tadi.
"Ini...
Gaun nya terlalu terbuka...
Aku malu..." ucap Alyss lirih sembari menutup ke arah belahan dadanya.
"Kenapa malu? Kan hanya ada aku? Sana keluar dulu, makanan nya sudah sampai aku akan mandi lebih dulu. Kalau kau lapar kau bisa makan duluan." ucap Hazel yang terus memperhatikan Alyss yang terlihat sangat dewasa dengan gaun seperti itu.
"Oh iya...
Jangan lupa memakai lipstick dan riasan yang berada di dalam tas gaun itu. Kita akan melakukan sesuatu setelah makan." ucap Hazel saat Alyss hendak keluar. Ia sebelumnya juga membeli beberapa riasan yang akan terlihat sesuai dengan gaun yang di gunakan Alyss.
Alyss tak menjawab ucapan Hazel. Setelah memakai beberapa riasan wajah Alyss pun duduk di sofa panjang yang menghadap ke kaca besar trasparan di hotel mewah tersebut sembari menunggu Hazel yang yang sedang mandi untuk makan malam bersama.
"Ayo makan malam." ucap Hazel sembari menyentuh bahu Alyss dari belakang ketika ia selesai mandi.
Alyss pun menoleh ke arah Hazel dan membuat Hazel semakin terpesona melihat Alyss. Ia semakin ingin memakan Alyss ketika melihat Alyss sekarang.
"Kita mau kemana setelah makan malam?" tanya Alyss pada Hazel. Sebelumnya saat Hazel menyuruhnya untuk mengenakan riasan karna Hazel mengatakan akan "melakukan sesuatu" setelah makan malam membuat Alyss menuruti perkataan Hazel. Ia berpikir jika Hazel akan membawa nya pergi lagi.
"Kau mau kemana lagi?" tanya Hazel heran.
"Kau bilang tadi mau melakukan sesuatu setelah makan." ucap Alyss dengan wajah polosnya.
Hazel pun tertawa kecil mendengar ucapan Alyss.
"Kau ini benar-benar sudah berumur 24 tahun? Hm?" tanya Hazel yang masih setengah tertawa.
"Tentu saja! Kenapa kau bertanya begitu?" ucap Alyss kesal saat ia merasa Hazel menganggap nya seperti anak-anak.
"Tentu saja, kau sangat polos, menyukai balon terbang dan selalu melihat kartun disney. Benar-benar seperti anak-anak.
Ohh iya...
Aku lupa satu lagi, kau sangat penakut..." ucap Hazel dengan nada mengejek dan terus tertawa.
"Kenapa memangnya? Kan tidak salah!" ucap Alyss yang semakin kesal melihat Hazel yang terus menggoda nya.
"Yasudah makan dulu, setelah itu aku akan memakan mu..." ucap Hazel yang masih setengah tertawa melihat wajah Alyss yang semakin kesal.
"Memakan ku?" ucap Alyss lirih.
Sekarang ia baru mengerti kenapa Hazel menyuruhnya memakai gaun yang sangat terbuka dan memakai riasan di wajahnya.
Setelah selesai makan malam, Alyss pun langsung bangun dan berjalan ke arah dinding kaca besar yang menunjukkan pemandangan kota malam, ia berharap Hazel tak jadi melakukan niat nya untuk "memakan" dirinya.
Hazel pun mengikuti langkah Alyss dari belakang. Ia mulai menyentuh punggung Alyss yang terbuka tersebut secara perlahan.
"A-aku sangat lelah...
Jangan yah...
La-lagi pula luka di leherku terasa sakit lagi. " ucap Alyss lirih saat merasakan elusan Hazel yang perlahan di punggung nya dan beralasan menggunakan luka di lehernya agar mencegah Hazel.
Hazel tak menjawab dan mulai menciumi telinga Alyss serta menggigit kecil telinga nya.
Tangan kekar Hazel pun mulai memeluk pinggang Alyss dari belakang dan menjatuhkan tali gaun yang di gunakan Alyss dan mulai menciumi punggung putih tersebut.
"Su-sudah..." ucap Alyss lirih saat Hazel terus memberikan kecupan lembut di punggung nya.
Alyss pun langsung berbalik dan melihat ke arah wajah Hazel, ia dapat merasakan nafas Hazel yang semakin berat. Hazel pun langsung m*l*m*t bibir yang di poles dengan lipstick merah yang semakin terlihat menggoda.
"Hummmpphhhh.." Alyss yang hampir kehabisan nafas karna ciuman panas yang di berikan Hazel.
Tangan Hazel pun mulai menjalar mengelus punggung Alyss dengan lembut.
Hazel pun mulai menurunkan ciuman nya keleher Alyss yang tidak terdapat luka, sembari tangan nya terus bermain dan menjalar ke setiap bagian tubuh Alyss.
Alyss mulai terikut dengan permainan Hazel, ia takut jika tubuhnya juga mulai menginginkan hal yang sama seperti yang di inginkan Hazel berbeda dengan keinginan hatinya.
"Hazel...
Sudahh...." ucap Alyss lirih saat tangan Hazel mulai meraba dadanya.
...****************...
Skip dulu yah travelling nya nanti lanjut lagi wkwk...
Othor mau ngerjain urusan di real life dulu kwkwk😅😅🙏🙏
Maaf karna semalam ga up, banyak urusan di real life dan hambatan lain🙏🙏😭😭🤧🤧
Jangan lupa like, komen, vote, fav, rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰🥰
Happy reading❤️❤️