(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Can't Sleep tonight



3 Minggu kemudian.


Hazel membawa Alyss ke pantai tempat ia membawa Alyss pertama kali keluar saat ia menculiknya dulu.


Tangan nya menggenggam lembut tangan kecil istrinya yang sedang menunggu matahari yang akan terbenam. Berjalan di pinggir pantai saat senja dan merasakan angin laut yang menerpa wajah mereka.


"Disini sunyi lagi, Kau menyewa tempat ini lagi?" tanya Alyss sembari melihat ke arah Hazel.


"Tidak." jawab Hazel singkat.


"Lalu? Kenapa jadi sunyi lagi?" tanya Alyss sembari menjauhi bibir pantai dan duduk diatas pasir putih halus tersebut, ia melepaskan genggaman tangan suaminya untuk duduk di situ.


Hazel melihat tangan nya yang baru saja di lepaskan oleh Alyss, ia tersenyum lirih dan mengikuti langkah istrinya dan duduk di sebelah Alyss.


"Hadiah..." ucap Hazel sembari mengecup ringan pipi wanitanya.


"Hadiah? Apa pantai?" tanya Alyss lagi mengernyitkan dahinya.


"Hm...


Ini hadiah dari ku, pantai ini untuk mu..." ucap Hazel sembari mengelus puncak kepala Alyss.


"Pantai ini?! Sungguh?!" tanya Alyss terkejut, ia tak menyangka jika ia mendapatkan pantai seluas dan sebagus ini untuk dirinya pribadi.


"Kau suka kan?" tanya Hazel tersenyum lembut pada Alyss yang masih terkejut.


"Wahh...


Kalau kita bercerai sepertinya aku juga tak perlu bekerja lagi..." ucap Alyss yang memutar bola mata nya ke atas membayangkan ucapan. Hazel sudah terlalu banyak memberi materi padanya dari mulai saham, uang bulanan, beberapa villa atas namanya dan sekarang pantai.


"Auch!" pekik Alyss saat Hazel tiba-tiba menarik telinganya seperti jeweran kedua orang tuanya.


"Sakit..." ucap Alyss lirih sembari mengelus telinga nya.


"Makanya jangan bicara yang aneh-aneh!" ucap Hazel kesal ketika mendengar kata cerai dari mulut istrinya, walaupun hanya kalimat candaan namun ia tak mau mendengar nya.


"Kan aku bukan anak kecil! Kok di jewer sih?!" ucap Alyss kesal.


"Terus? Mau di cambuk lagi?" tanya Hazel sembari menaikkan satu alis nya.


"Kau mau membunuh ku lagi?" tanya Alyss yang menjawab dengan pertanyaan lain nya.


"Yah karna aku tak mau kehilangan mu lagi, makanya di jewer bukan di cambuk." jawab Hazel jujur.


Alyss hanya memutar bola matanya dengan malas saat mendengar ucapan Hazel, ia pun kembali melihat matahari yang hampir terbenam, mulai tertarik seutas senyum tipis yang di bibirnya, ia pun mulai menyandarkan kepala di bahu Hazel.


"Hazel...


Aku suka hadiah nya..." ucap Alyss sembari melihat ke arah matahari tersebut, ia berharap bisa menghentikan waktu seperti ini, tak ada rasa sakit dan bersama orang yang ia cintai.


"Hmm...


Aku juga suka..." ucap Hazel sembari mengecup puncak kepala Alyss yang sedang bersandar padanya.


"Aku kan belum ada ngasih hadiah ku?" tanya Alyss bingung pada Hazel.


"Aku suka nya kau, dan aku sudah mendapatkan nya." jawab Hazel lirih, karna baginya mendapat cinta dari wanita yang ia cintai juga hadiah.


"Dan sekarang kau dapat, maaf cuma bisa memberi mu itu" ucap Alyss sembari memberikan jam yang sudah ia pesan sebelumnya.


Senyum Hazel langsung merekah, Alyss sebelumnya tak pernah membelikan atau memilihkan sesuatu untuknya, hal kecil yang dilakukan wanita itu bisa membuat nya sebahagia ini, ia sekarang merasa sudah memiliki semuanya, karna baginya semua yang ia inginkan ada di wanita yang sedang bersandar padanya.


Setelah melihat matahari terbenam, Hazel pun segera memesan kamar di resort yang tak jauh dari pantai tersebut.


"Aku mau mandi dulu." ucap Alyss dan langsung masuk ke kamar mandi tersebut, terbesit rasa takut di hatinya, karna setiap kali ia merasa benar-benar bahagia pasti akan ada kemalangan yang menimpanya.


"Aduh...


Jangan mikir macam-macam..." ucap Alyss sembari menutup erat matanya dan menggelengkan wajahnya.


Setelah ia mandi ia pun melihat keluar ke arah Hazel yang sedang berdiri di balkon dengan menatap jam pemberian nya yang sudah terpasang di tangan kekar lelaki itu, terlihat jelas jika Hazel sangat menyukai hal itu.


Ting....


Suara dering pesa ponsel Alyss mengalihkan pandangan nya dari pria yang sedang kesenangan seperti anak kecil yang di beri permen tersebut.


*Ly? Uda pakai yang ku kasih belum? Pakai yah Ly, harus pakai gak boleh engga! Kalau engga aku ga mau maafin karna kamu udah hilang kontak sama temen sendiri ga ada kabar!


Oh iya kalo sudah di pakai foto terus kirim ke aku yah*.


Bunyi pesan dari Larescha, sebelumnya selama dua tahun Alyss tak sadar ia tak tau sama sekali, karna Hazel menutup rapat tentang kondisi istrinya dan mengatakan Alyss sedang melanjutkan pendidikan dokternya. Sehingga Larescha sedikit merasa kecewa saat ia merasa teman paling dekat nya seperti meninggalkan nya tanpa kabar, tanpa tau bagaimana kondisi Alyss saat itu.


Alyss pun berjalan memasuki area kamar dan melihat barang yang di kirim Larescha padanya.


"Ya ampun...


Lala!" ucap Alyss kesal saat melihat lingerie tembus pandang yang sangat terbuka di depan nya.


Ting...


Harus pakai ly! Kalau sudah kirim fotonya! Biar ada bukti kalau sudah di pakai.


Larescha yang mengirim pesan lagi, Alyss pun berpikir untuk memakai sebentar dan melepasnya lagi sebelum Hazel datang, karna jika pria itu datang dan melihat nya dengan pakaian seperti itu pasti ia tak akan bisa tidur malam ini dan tak akan bisa bangun besok paginya.


Setelah memakai salah satu lingerie yang di berikan teman nya Alyss pun mengirimkan fotonya pada Larescha.


Larescha yang melihat hal itu pun saat mendapat pesan langsung tersenyum ia pun segera mengirim foto Alyss ke nomer Hazel, karna ia tau sifat teman nya, Alyss pasti akan segera mengganti lingerie nya saat ia selesai mengambil gambar.


Hazel yang masih tersenyum sembari menatap jam tangan nya pun mendapatkan notifikasi dari ponselnya.


Ke kamar sekarang, nanti Lily ganti lagi! Buruan!


By Larescha


Begitulah bunyi pesan yang di sampaikan oleh Larescha berserta beberapa foto Alyss.


Hazel membulatkan matanya dengan sempurna, seutas senyuman simpul tertarik di bibirnya, ia pun langsung beranjak menemui Alyss.


"Alyss?" panggil Hazel ketika melihat Alyss yang berdiri membelakanginya, terlihat jelas siluet tubuh wanitanya di balik lingerie tersebut.


"Ya ampun! Astaga!" pekik Alyss yang terkejut dan langsung lompat ke ranjang di depan nya, ia pun langsung menutup tubuhnya. Ia tak mau bermain malam ini karna merasa lelah setelah berlarian di pantai dari siang.


"Kenapa di tutup? Hm?" tanya Hazel tersenyum simpul dan menarik selimut yang di gunakan Alyss.


"Iyah, dingin soalnya..." jawab Alyss tersenyum kaku.


"Sini biar ku panaskan." ucap Hazel sembari menangkup kedua tangan kecil Alyss.


"Sepertinya sudah tidak dingin lagi sekaran- Hummphh..." ucapan nya yang langsung terpotong karna l*m*tan suaminya.


Awalnya Alyss tak mau membuka mulutnya, namun perlahan ia terhanyut dengan ciuman suaminya dan mulai membiarkan lidah pria itu masuk dan menjelajahi setiap inci dari bibirnya dan membelit lidah nya dengan begitu aktif.


"Hah... hah...


Hazel kita besok saja yah..." ucap Alyss yang masih terengah-engah saat Hazel menurunkan ciuman nya ke leher jenjang Alyss.


"Alyss hari ini main dengan permainan ku boleh, tidak? Hm?" tanya Hazel dengan suara berat, melihat Alyss yang memakai lingerie tersebut membuat hasratnya naik dan fantasi liar nya kembali melambung tinggi untuk memakan tubuh kecil itu.


"Gak mau...


Sakit pasti..." tolak Alyss sembari mengigit bibirnya menahan l*m*tan dan lidah suaminya yang sedang bergerak agresif di dadanya.


Sreegg....


Hazel pun yang tak tahan lagi langsung menarik lingerie Alyss agar semakin mudah mencium dan membuat tanda ditubuh kecil itu.


"Hazel tung- engghhh...." lenguh Alyss yang kembali terdiam saat ia merasakan lidah basah suaminya di dada nya.


Setelah membuat warna kemerahan disana, dan mengigit kecil membuat Hazel menaikkan kepalanya lagi.


Main dengan permainan ku...


Janji tidak akan terlalu sakit..." ucap Hazel lirih dengan suara semakin berat, dan mulai menyelinap kan jemarinya ke dalam labirin wanita di yang sedang ia tindih.


"Engghhh...


I-iya..." jawab Alyss tanpa sadar karna Hazel sedang memainkan tubuhnya dengan jemari kekar tersebut yang bergerak cepat.


Hazel pun tersenyum simpul, ia menarik jarinya dan bangkit dari tubuh istrinya.


"Kenapa berhenti?" ucap Alyss tanpa sadar sembari menahan tangan Hazel.


"Nanti yah..." bisik Hazel sembari mengecup telinga yang sudah semerah tomat tersebut.


Hazel pun bangun dan mengambil dua dasinya, setelah itu ia mengikat kedua tangan kecil itu ke penyangga ranjang dan menutup mata istrinya dengan dasi yang satu lagi.


"Kenapa kau sangat suka mengikatku?" tanya Alyss sembari saat Hazel menutup matanya.


"Karna aku suka mendominasi." jawab Hazel singkat lalu memangut bibir Alyss sekilas dan pergi lagi.


Alyss tak tau permainan apa yang ada di pikiran suaminya hingga ia merasa tubuhnya yang yang setengah terbuka dengan lingerie yang sobek merasakan sesuatu yang dingin menjalar dari mengitari dadanya.


"Hazel? Itu ap- Shhh..." Alyss yang langsung mendesis saat ia merasakan hangat nya lidah yang sedang bermain mengalahkan dingin nya sesuatu yang mengitari dadanya tadi.


Hazel pun semakin membuka lingerie Alyss hingga ia semakin mudah mengakses tubuh kecil miliknya itu. Ia pun menuangkan es krim lagi ketubuh Alyss dan menghisap es krim nya di tubuh wanita itu. Ia tak suka manis, namun ia suka suara manis yang di hasil kan dari bibir wanitanya.


Es krim tersebut semakin turun dan menyebar hingga ke bagian privasi milik istrinya. Alyss pun semakin merasakan sengatan listrik yang mengaliri pembuluh darah nya dengan cepat saat merasakan panas dan dingin di saat bersamaan.


"Ungghhh...." lenguh Alyss saat Hazel memakan es krim yang berada di bagian privasinya.


"Hazel..." panggil Alyss lirih dengan suara yang sangat pelan, Hazel pun langsung tersenyum dan...


"Ahhh..." Alyss yang langsung mendesis saat Hazel tiba-tiba memasukinya, Hazel pun mulai memainkan puncak permainan nya.


Tangan kecil Alyss meremas sprei di ranjang tersebut saat pria tersebut sedang bergerak cepat di belakang nya, ia tak tau sudah berapa lama Hazel membuat tubuh nya terasa gempa lokal begitu juga dengan ranjang mereka, Hazel melepaskan ikatan tangan nya namun tak mengizinkan melepaskan ikatan dasi di matanya.


"Ukh!" ringis Alyss saat suaminya mengigit kuat bahu nya dari belakang, dan memainkan tempo dengan kasar namun memainkan dada nya dengan lembut, ia merasakan sakit dan nikmat secara bersamaan karna permainan suaminya.


"Engghh..." lenguh sepasang suami istri tersebut secara bersamaan saat sama-sama mencapai puncaknya.


"Hazel sudah yah..." ucap Alyss lirih dengan suara yang sangat sayu, ia benar-benar terasa lelah karna Hazel yang merasa tak pernah cukup memakan nya.


"Main di balkon yuk..." ajak Hazel dan langsung menarik tangan Alyss membuat Alyss memeluknya dari depan dan menggendong tubuh kecil yang sudah kelelahan itu. Malam ini ia benar-benar tak memberi istirahat pada istri kesayangan nya, karna selalu merasa lapar pada tubuh istrinya.


......................


Sementara itu.


Apart Winter garden.


Larescha duduk dengan kaku sembari menggenggam cangkir berisi latte di tangannya.


"Ya ampun kenapa kesini lagi sih?" gumam Larescha lirih.


"Kau benar-benar mau mengingat malam itu?" tanya Rian tersenyum simpul pada wanita cantik yang sedang duduk dengan gugup di depan nya.


"I-iya!" jawab Larescha cepat namun sangat gugup.


Sebelum nya mereka kembali bertemu secara tak sengaja di minimarket, dan Rian menggoda nya, membuat nya ingin mengingat malam one night stand mereka.


"Kau yakin tak menyesal? Kalau memikirkan malam itu, kau memakan ku habis-habisan..." jawab Rian yang semakin menggoda wanita di depan nya.


"Ma-mana mungkin! La-lagi pula kan yang rugi besar juga aku!" sanggah Larescha dengan kesal bercampur gugup.


"I-itukan pengalaman pertama ku..." sambung Larescha lirih, saat mengingat pengalaman pertamanya yang hilang begitu saja, dan bahkan ia tak bisa mengingat malam itu karna mabuk.


Rian memperhatikan wanita yang tertunduk antara malu, kesal, dan gugup secara bersamaan, ia pun tersenyum simpul dan mulai menarik tangan wanita itu dan membawanya ke sofa panjang yang menghadap dinding kaca apartnya yang mewah tersebut tempat ia mengambil pengalaman pertama wanita yang sedang bersamanya.


"Eh mau kemana?


Auch!" pekik Larescha saat Rian menarik tangannya dan menjatuhkan dirinya lebih dahulu sehingga membuat Larescha langsung jatuh ke atas pangkuan nya.


"Ih apaan sih?!" ucap Larescha kesal dan langsung ingin beranjak bangun, namun Rian langsung menahan pinggang nya.


"Kau bilang kau mau mengingat kan? Kau lupa kau yang naik kepangkuan ku malam itu? Kalua kau lupa aku bisa membantu mengingat lagi." ucap Rian dan langsung m*l*mat lembut bibir wanita di depan nya.


"Hummphhh..." Larescha yang terkejut pun langsung mendorong dada bidang Rian di depan nya, namun dengan cepat Rian langsung menahan tengkuk wanita itu agar tak terlepas ciumannya.


Perlahan tapi pasti Rian membuat wanita itu tenang, dan membuat Larescha secara tak sadar membalas ciuman pria tersebut dan membuka bibirnya.


Ciuman Rian pun turun ke leher jenjang wanita cantik itu dan membuat wanita itu sekali lagi hanyut dalam permainan nya, tangan nya mulai masuk kedalam blouse yang di kenakan wanita cantik itu, tangan nya perlahan mengelus punggung wanita yang sedang ia cium dengan semakin agresif.


Tangan Rian perlahan membuka kaitan bra Larescha tanpa Larescha sadari karna sudah benar-benar terhanyut dengan l*m*tan lembut pria tersebut, Rian pun semakin mudah menjelajah ke dalam tubuh Larescha.


"Hah..hah...


Enggghhh...


Ra-rasanya aneh..." ucap Larescha lirih sembari merasakan geli dan rabaan lembut tangan Rian.


"Kau sudah ingat?" tanya Rian tersenyum simpul melihat wanita tersebut semakin menggeliat.


"Su-sudah...


Ka-kau yang mulai duluan..." jawab Larescha lirih, padahal ia masih belum mengingat.


Rian pun langsung membalik tubuh Larescha dan menindihnya.


"Kalau begitu kau harus ingat lagi..." ucap Rian dan semakin mencium tubuh wanita itu, dan perlahan melucuti pakaian Larescha saat wanita cantik tersebut semakin terhanyut.


Nafas yang sama-sama menderu satu sama lain dan saling mengunci tatapan, wajah Larescha benar-benar merah karna sangat malu dengan suara yang ia keluarkan. Jantung nya berdegup dengan sangat kencang saat menatap pria tersebut.


"Shhh...." desis nya saat tangan pria tersebut bermain di bagian intinya, bermain begitu cepat lalu menghentikan nya tiba-tiba.


"Ja-jangan berhenti...


Aku mau lagi..." ucap Larescha lirih tanpa sadar.


Rian pun tersenyum dan mulai melakukan puncak aksinya, malam itu ia bermain lagi dengan tubuh wanita polos yang centil itu.


Sekali lagi Larescha melakukan hal "Tidak sengaja" nya lagi pada pria yang sama. Suara erangan pun memenuhi ruang apart mewah tersebut, Rian tak ingin membiarkan wanita yang berada di bawah kungkungan nya untuk beristirahat malam ini.



Alysscalla Zalea



Hazel Rai



Larescha Stinaff



Rian Etrama.


...****************...


Aduhh...


Gak atasan gak bawahan sama ajj, suka bikin anak orang encok pinggang nya🙈🙈🙈


Jangan lupa like, komen, fav, rate 5, vote dan dukung othor🥰🥰


Happy reading❤️❤️❤️