(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
10 Menit saja



Setelah berbicara pada Rian, Hazel segera kembali ke kediamannya.


Harus sabar, Tahan amarah, Menuruti keinginannya.


Kata-kata tersebut terus diulang dalam benak Hazel. Hazel tak sabar untuk segera menemui Alyss.


"Sudah jam 09.00 PM apa yang dilakukannya? Apa dia sudah tidur?" ucap Hazel lirih ketika melihat jam yang berada di tangannya.


Hazel pun langsung membuka Hp nya dan melihat apa yang dilakukan Alyss dari rekaman cctv dirumah nya yang terhubung langsung ke Hp milik nya.


Dalam rekaman tersebut Hazel hanya melihat Alyss duduk diam di teras balkon dan Bulbul yang tidur melingkar di atas paha Alyss.


"Kenapa dia masih belum masuk? Bagaimana jika dia masuk angin? Dasar bodoh!" ucap Hazel kesal ketika melihat apa yang sedang dilakukan oleh Alyss.


......................


Setelah sekitar 1 jam akhirnya Hazel sampai di kediamannya. Saat ia masuk ia masih melihat Alyss yang duduk dan tak beranjak dari tempat yang sebelumnya.


Hazel pun mengambil kain yang mirip seperti selimut dan menyelimuti Alyss dari belakang yang sedang duduk.


Alyss yang sejak tadi tak menyadari bahwa Hazel telah pulang dan memperhatikannya, baru tersadar saat Hazel telah menyelimuti dari belakang.


Alyss pun langsung menoleh ke arah Hazel. Setelah meletakkan selimut tersebut Hazel duduk di kursi kosong yang berada di sebelah Alyss.


"Kau sudah makan malam?" tanya Hazel lembut.


"Sudah." jawab Alyss singkat lalu membuang wajahnya ke arah halaman luas Hazel lagi.


Hazel mengangguk kecil lalu bertanya lagi.


"Bagaimana hari mu? Apa yang kau lakukan seharian ini?"


"Tak ada." jawab Alyss singkat tanpa memandang wajah Hazel.


Hazel menarik napas panjang, ia berusaha agar tak memarahi Alyss lagi karena kesal dengan jawabannya yang seperti acuh tak acuh.


"Kau ingin sesuatu? Akan ku berikan apapun itu, asal kau tak memintaku untuk melepaskan mu." ucap Hazel lagi, ia berusaha untuk membujuk Alyss.


Alyss langsung menoleh ke arah Hazel. Mendengat apa yang Hazel katakan.


"Apapun? Sungguh?" tanya Alyss lagi untuk memastikan.


"Ya! Apa yang kau inginkan? Tas? Perhiasan? Pakaian baru? Katakan apa saja." ucap Hazel yang mulai bersemangat ketika melihat Alyss yang sedikit tertarik dengan apa yang ia katakan.


"Tidak. Aku tak mau hal itu." jawab Alyss pada Hazel.


"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Hazel dengan mengerutkan dahinya.


"Pertama aku ingin tidur sendiri, Kedua bisakah kau tetap diam selama 10 menit kedepan dan memaafkan serta melupakan apa yang kulakukan di 10 menit kedepan?" jawab Alyss dengan wajah antusias.


"Untuk keinginan pertama mungkin aku bisa menyetujui mu, dan untuk keinginan kedua...


Apa yang ingin kau lakukan padaku? Kau mau membunuh ku?" ucap Hazel dengan wajah bingung.


"Tidak, kau bahkan juga tau kalau aku tak akan memiliki keberanian untuk itu." jawab Alyss pada Hazel.


"Baik, Akan ku turuti." jawab Hazel mengangguk kecil setelah memikirkan sejenak.


"Kau sudah menyetujuinya." ucap Alyss lirih kemudian ia langsung bangkit dari duduknya dan....


Plak !


Alyss langsung menampar pipi Hazel dengan kuat. Sontak saja Hazel langsung terkejut dan melotot melihat Alyss.


Hazel yang sangat marah pun melihat Alyss dengan tatapan tajam, namun saat ia melihat lebih jelas lagi, ia melihat Alyss dengan wajah tanpa ekspresi tetapi mata yang meneteskan air menjatuhi ke pipinya.


"Kau pria brengs*k sialan! Benar-benar pria gila, Dasar Sialan!! Psycho gila! Kuharap kau segera mati!!" Alyss mengumpat dan terus memaki Hazel sembari memukuli dada bidang Hazel.


Hazel yang diam sejak tadi dengan wajah yang sudah sangat merah seperti tomat karna menahan emosi, dengan apa yang dilakukan Alyss.


Alyss terus memaki Hazel dengan memukuli dada bidang Hazel. Tanpa ia sadari cairan putih bening terus mengalir dari ujung matanya seiring dengan luapan kekesalan dan kemarahan nya pada Hazel.


Setelah Alyss selesai mengungkap kan semua yang menjadi uneg-uneg di hati nya ia kembali menatap wajah Hazel.


"Apa sudah selesai waktu 10 menit mu?" ucap Hazel dingin dengan menggertakkan gigi nya guna menahan emosinya yang sudah meluap-luap ketika Alyss melihat ke arahnya.


Melihat wajah Hazel yang sudah sangat memerah dan memancarkan aura yang sangat gelap, membuat Alyss sedikit takut dan bergidik ngeri.


Alyss langsung memundurkan langkah nya kebelakang.


"Ka-kau sudah berjanji akan membiarkan apa yang akan ku lakukan selama 10 menit kedepan. Kau sudah berjanji." ucap Alyss yang agak gemetar dan nada yang lirih.


Belum sempat Hazel mengatakan apapun Alyss sudah segera lari menuju kamar nya.


Melihat punggung Alyss yang lari dengan terburu-buru, Hazel langsung menarik napasnya dengan panjang.


Sudah dua kali Alyss memakinya. Yang pertama saat Alyss mabuk dan yang kedua adalah sekarang.


Hazel mengambil vas bunga dan membanting nya dengan sangat keras, dan menghancurkan beberapa barang-barang di sekitarnya, agar dapat meredakan emosinya sesaat.


Alyss yang sudah sampai di kamarnya pun langsung mengunci rapat pintu kamar nya.


Jantung nya berdetak sangat cepat, baginya belum pernah ia seberani itu pada Hazel, Ia bahkan tak tau dari mana ia dapat mengumpulkan keberanian seperti itu.


Hanya saja ia sudah benar-benar tak tahan untuk menyimpan emosi tersebut terus di dalam hatinya. Jika ia tak mengungkapkan hal tersebut, hati nya terus merasa sesak dan sakit ketika melihat Hazel.


Kini ia sudah lebih lega, memang dengan memarahi dan memaki Hazel tak akan merubah apapun, namun kini ia dapat merasakan perasaan yang sedikit lega.


Alyss pun naik ke ranjang dan mencoba menidurkan dirinya, memang awalnya ia sedikit sulit tidur, namun tak berapa lama akhirnya ia benar-benar tertidur dengan pulas, ia merasa aman karna berpikir Hazel tak akan memintanya untuk tidur dengan nya ataupun menemani tidur lagi.


Berbeda dengan Hazel, ia benar-benar tak dapat tidur sama sekali jika tidak ada Alyss, ia mungkin akan tertidur jika meminum obat tidur, namun tetap saja ia akan terbangun setiap 2 jam sekali walaupun sudah meminum obat tersebut.


Sudah lewat tengah malam Hazel yang masih berguling kesana-kesini karna tak dapat tertidur akhirnya Hazel memutuskan untuk pergi ke kamar Alyss.


Setelah Hazel turun dan mendapati pintu kamar Alyss yang terkunci ketika ia hendak membukanya, tak menyurutkan niat nya sama sekali. Ia pun bergegas mengambil kunci cadangan dan segera masuk ke kamar Alyss.


Alyss tak pernah mematikan lampunya ketika tidur, begitu juga ketika ia menemani Hazel ia juga tak akan mematikan lampu, karena Alyss memiliki nyctophobia


NB KET :


nyctophobia adalah gangguan psikologis di mana seseorang memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap kegelapan.


Tentu saja karna Hal itu Hazel dapat melihat wajah Alyss yang tertidur dengan pulas dengan sangat jelas. Setelah itu Hazel pun pelan-pelan naik keranjang Alyss dan masuk ke selimut Alyss dengan perlahan agar tak menganggu tidur Alyss.


Setelah itu Hazel langsung memeluk Alyss dari belakang. Saat Hazel tengah memeluk Alyss dari belakang tiba-tiba Alyss membalik tubuh nya ke arah Hazel.


Kini Hazel dapat melihat wajah Alyss dengan lebih dekat, Hazel bahkan dapat mendengar dengkuran halus dan hembusan napas Alyss yang teratur.


Hazel semakin memeluk Alyss dengan erat, dan mencium puncak kepala Alyss lalu mulai mengelus rambut Alyss perlahan sampai ia benar-benar tertidur.


.....................


Pagi pun kembali menyising Hazel yang terbangun lebih dulu pun mulai membuka mata nya perlahan, pandangan mata yang mengabur dan semakin jelas ketika melihat wajah Alyss yang masih tertidur dengan pulas tanpa tau Hazel yang tidur dengan memeluk nya sepanjang malam.


Hazel mengembangkan senyuman di bibirnya ketika ia melihat wajah tenang Alyss.


"Good morning, my big baby." ucap Hazel kemudian mencium kening Alyss dan segera beranjak bangun dari tempat tidur Alyss.


Hazel pun keluar dari kamar Alyss, dan meninggalkan Alyss yang masih tertidur dengan pulas.