(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Season 2 : What's wrong with me?



James melirik ke arah wajah gadis itu sekilas dalam perjalanan nya, terlihat jelas wajah lelah dan pucat walaupun di tutup dengan make tipis.


"Jangan bawa ke mansion mu lagi, aku ingin pulang..." ucap Louise yang sadar pria itu menatap dan melihat ke arah nya beberapa kali.


James tak menjawab ucapan gadis itu ia masih diam dan terus melanjutkan perjalanan nya. Louise pun mendesah kasar ketika melihat arah jalan yang berbeda dari arah kediaman nya.


"Aku akan mengantar mu pulang setelah kau makan." ucap James pada gadis itu dan keluar dari mobil nya ketika sudah sampai ke mansion nya.


Louise bahkan tak ingat awal mula nya ia masuk ke mobil pria itu, semua seperti air yang mengalir begitu saja mengikuti arah yang di bangun pria tampan.


"Aku sudah makan! Kalau kau tak mau mengantar ku pulang, aku bisa pulang sendiri!" ucap gadis itu dengan kesal dan keluar dari mobil pria tampan itu berjalan ke gerbang pintu masuk.


James pun langsung menahan tangan gadis itu dan membawa nya kembali masuk ke mansion megah nya.


"Lepas! Aku mau pulang! Aku tak punya banyak waktu!" ucap Louise memberontak dengan sekuat tenaga yang ia miliki.


Pria itu tak bergeming sama sekali ia tetap menyeret dan mendudukan gadis itu meja makan nya.


"Duduk! Kau belum makan apapun kan?!" ucap James dan mendudukkan gadis itu ke kursi.


"Bukan urusan mu kan?! Berhenti bersikap sok peduli!" jawab Louise menatap pria itu, ia merasa waktu nya akan habis percuma jika hanya duduk diam tanpa melakukan apapun.


"Aku peduli dengan mu. Jadi bersikaplah patuh!" jawab James kemudian memerintahkan pelayan untuk segera membuatkan makanan untuk gadis nya.


......................


Ruang introgasi.


Louis menatap para detektif dari kepolisian yang terus menanyai nya hampir 24 jam tanpa henti.


Mereka sengaja ingin membuat pria itu stress dan bersikap impulsif yang nantinya akan menyebabkan hukuman yang bertambah.


Sedangkan Louis memang sudah benar-benar hampir hilang akal dengan situasi yang tidak mendukung serta pertanyaan bertubi yang selalu hampir menjebak nya.


Ia bersikap setenang mungkin, walau terkadang menggeser duduk nya beberapa kali guna menetralkan tubuh nya dari rasa yang semakin tak nyaman.


"Kalian bisa mengatakan nya pada pengacara ku, lagi pula bukan kah aku seharusnya di dampingi pengacara ku?" ucap Louis pada dua detektif di depan nya.


Kedua detektif itu diam karna mereka memang melarang para pengacara pria tampan itu untuk masuk dan mendampingi klien mereka, tentu nya mereka berbuat seperti karna sudah lebih dulu di bayar oleh para direktur serakah itu guna membuat Louis mengakui perbuatan yang belum pernah ia lakukan.


"Berhenti bersikap seperti raja disini! Kami bukan pelayan mu!" jawab salah satu detektif dengan ketus.


"Memang bukan tapi bukankah kalian harus melakukan nya sesuai protokol yang berlaku? Aku akan mengadukan sikap kalian saat sidang nanti." gertak Louis dengan ekspresi dan wajah yang bersikap tenang.


Kedua detektif itu pun melihat satu sama lain dengan gusar dan akhirnya membiarkan pengacara pria tampan itu untuk masuk.


......................


Mansion Dachinko.


Prang!!!


Piring serta lauk pauk yang berada di dalam nya pecah berserakan di atas meja dan lantai.


Setiap kali makanan yang datang di depan gadis itu ia langsung membalik nya dengan banyak nya alasan.


"Terlalu berminyak!" ucap Louise setelah ia membalik piring beserta lauk yang berada di depan nya.


Ia menggunakan cara lama yang biasa ia gunakan saat kecil dulu ketika mogok makan saat keinginan nya tidak di turuti oleh orang tua nya.


Sikap manja yang luar biasa dan harus memiliki kesabaran ekstra untuk membujuk nya, mungkin sang Ibu memiliki kesabaran seperti itu namun tidak dengan pria yang bersama gadis itu saat ini.


James hanya menghela nafas nya dengan kasar melihat sikap gadis itu yang selalu membalik makanan nya karna tak ingin makan dan ingin segera kembali. Kali ini sudah menu ke 8 yang di ganti karna Louise terus membalik makanan nya.


"Panggil pelayan yang memasak, suruh mereka berlutut sekarang juga!" perintah James pada pengawal nya.


Setelah perintah itu para pelayan pun segera berlutut di depan pandangan gadis itu di ruang makan yang mewah dari mansion megah tersebut.


"Bawa cambuk dan mereka 100 cambukan!" perintah James lagi dengan dingin pada pengawal nya.


Louise membulatkan mata nya begitu mendengar perintah mengerikan itu, bahkan James mengatakan nya dengan wajah dingin dan tak merasa ada yang sama sekali.


Ke enam pengawal tersebut pun langsung takut dan gemetar namun mereka tak berani bergerak kabur ataupun bersuara, mereka takut akan hukuman yang lebih mengerikan lagi.


Crass...


Suara cambukan dan suara jeritan menyatu dari ke enam pelayan yang memasak untuk gadis itu sebelum nya saat mereka di cambuk dengan segala arah oleh ke empat pengawal James yang terus melayangkan cambukan tanpa ampun sesuai perintah tuan nya.


"A-apa yang kau lakukan?!" tanya Louise dengan tubuh menegang dan menatap pria itu dengan gemetar.


Suara jeritan, tangisan mulai terdengar bahkan bau anyir darah yang mulai masuk ke indra penciuman nya. Para pelayan yang di perlakukan seperti anjing peliharaan yang harus mengikuti kemauan majikan.


James tak bergeming dan hanya menatap dingin pada gadis itu, ia tau ini adalah hukuman yang paling cocok untuk gadis pembangkang di depan nya, sama seperti ia memasuki hutan dan ingin melepaskan sandra yang ingin ia jual.


"Mereka tak bisa mengerti apa yang majikan nya inginkan, jadi mereka pantas di hukum!" jawab James tersenyum.


"Kau hanya perlu mengantarku kembali! Tak perlu sekejam itu!" jawab Louise menatap gemetar sedang ia ingin menutup mata dan telinga nya karna tak bisa melihat dan mendengar suara memilukan itu.


"Kalau begitu kita makan bersama." jawab James dengan wajah dingin tanpa ekspresi sama sekali, ia sedang khawatir jika gadis itu jatuh sakit lagi, namun ia tak tau cara menunjukan sikap nya.


"Aku tak punya banyak waktu aku harus..." jawab Louise memelas dan hampir menangis.


Kalau begitu kau harusnya minta bantuan ku...


Apa kau hanya tau cara untuk meminta di lepaskan dari ku? Kau bahkan tak tau seberapa penting dirimu sendiri...


James menatap gadis itu dengan iris nya yang begitu erat. Ia ingin membantu namun tak ingin menawarkan nya secara langsung dan ingin gadis yang meminta dari nya sendiri.


"Baik! Aku akan makan dengan mu! Hentikan hukuman mereka!" ucap Louise pada pria yang menatap nya dengan mata yang berbicara dan ekspresi datar.


Apa aku bisa mempercayai nya? Dia bahkan bisa sekejam itu! Apa aku juga nanti nya akan di perlakukan seperti hewan saat dia sudah bosan pada ku?


Louise menatap pria itu dengan mata nya yang gemetar. Ia tak bisa mengatakan nya namun ia semakin sadar jika saat ia tak bersama dengan manusia melainkan titisan iblis yang di bungkus dengan paras yang tampan.


Pria yang dengan mudah nya menganggap nyawa hanya hal yang biasa bagaikan semut tentunya bukan pria yang bisa tunduk dan jinak pada siapapun. Pria yang sudah benar-benar mati dari dalam. Bukan fisik melainkan jiwa nya, membuat gadis itu semakin ingin menjauh.


"Baik! Tapi tak bisa hentikan mereka sekarang?" tanya Louise lagi dengan suara memelas.


James tak menjawab dan hanya tersenyum, ia suka saat melihat gadis itu patuh walaupun harus mengorbankan nyawa orang lain sebagai taruhan nya.


Uhuk!


Gadis itu terbatuk saat ia tersedak ketika berusaha makan sebanyak dan secepat mungkin guna menghentikan cambukan pada pelayan yang memasak untuk nya sebelum nya.


Sebagian para pelayan tersebut sudah ada yang pingsan dengan berlumuran darah namun cambukan tetap dilayangkan karna baru mendapat 48 cambukan dan kurang 52 cambukan lagi.


"Pelan-pelan...


Kau sangat suka sampai memakan nya dengan semangat?" tanya James tersenyum devil pada gadis itu dan mengelus punggung nya dengan lembut.


"Hm...


Aku sangat suka, bisakah berhenti menghukum mereka?" tanya Louise dengan suara gemetar, ia bahkan sudah gemetar sejak memasukan sendok berisi makanan tersebut ke mulut nya.


"Baik...


Karna kau patuh, akan ku turuti permintaan mu..." ucap James tersenyum sembari menyelipkan rambut halus gadis itu ke telinga nya.


Genangan dan anyir darah yang tercium jelas di hidung siapapun saat melewati ruang makan yang mewah tersebut.


James menghentikan hukuman nya di cambukan ke 64 dengan kondisi yang mengenaskan dari para pelayan tersebut. Pakaian yang tercabik-cabik dengan luka cambukan yang membuat darah mereka mengalir deras.


"Kau akan mengobati mereka kan?" tanya Louise lagi saat melihat tubuh ke enam pelayan yang sudah tak sadarkan diri itu di bawa.


James hanya menjawab dengan senyuman yang sulit diartikan, ia menatap gadis di depan nya dengan rasa khawatir yang berkurang karna sudah melihat gadis makan dengan lahap.


"Kau mau pulang kan? Sini ku antarkan..." ucap James sembari menatap gadis itu.


Louise sama sekali tak meminta bantuan dari pria di depan nya, ia tak mau terikat dengan sesuatu apapun yang mengharuskan nya untuk membalas budi pada pria iblis di depan nya.


Ia tak bisa mempercayai siapapun saat ini, bahkan ia sudah tak lagi mempercayai dirinya sendiri. Ia mulai linglung akan hari nya sendiri.


Setelah mengantar gadis itu kembali pulang James pun menemui Nick dan menyuruh bawahan nya untuk membuat bukti lain guna melepaskan saudara kembar gadis itu ketika jatuh sidang nanti nya.


Kenapa dengan diriku? Dia membuat ku semakin tak terkendali...


"Kenapa sangat keras kepala sekali?" gumam James sembari memutar gelas berisi alkohol yang sedang ia pegang.


"Oh iya satu lagi, beli saham dari JBS grup berapapun harga nya." ucap James pada Nick setelah menyuruh nya membuat bukti palsu.


Apa penyihir itu sudah meminta bantuan pada tuan? Lihat saja aku akan menyingkirkan nya nanti! Tuan harus melihat wajah penyihir kecil itu!


Batin Nick yang merasa tak suka pada sikap tuan dan sangat membenci Louise tanpa alasan, ia selalu berfikir negatif pada gadis manja yang nakal dan polos itu.


......................


4 Jam sebelum sidang.


Kediaman Rai.


Louise berfikir keras saat hanya beberapa jam lagi membuktikan ketidakbersalahan sang kakak sebelum saudara kembar nya di jatuhi hukuman dan memiliki catatan kriminal.


"Sudah temukan cara untuk melepaskan kakak mu?" tanya seorang pria yang suara nya sangat di kenali gadis itu.


"Kenapa kau bisa disini?! Berani sekali masuk ke rumah ku!" ucap Louise mengepalkan tangan nya menatap Rian yang datang di depan nya.


"Pengawal dan penjaga masih membiarkan ku masuk, kau belum memberitau mereka kalau hubungan kita memburuk?" tanya Rian santai dan duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.


"Keluar!" ucap Louise pada pria yang ia panggil paman.


"Kau tak tau? Saat jatuh sidang nanti mungkin saja bukan hanya saham kakak mu yang hilang tapi rumah yang kau tempati sekarang?" tanya Rian dengan santai.


"Bahkan kalau kakak ku nanti membayar pinalti dan kehilangan saham nya! Aku tau kami tak akan semiskin itu untuk kehilangan rumah ini!" ucap Louise pada Rian, karna ia tau selain saham pada JBS grup mereka juga punya saham di perusahaan lain dan aset properti yang tak terhitung.


"Aku menggunakan rumah ini sebagai barang yang harus di sita, bukan tempat yang lain." jawab Rian tersenyum pada gadis itu.


Deg...


Gadis itu hampir terjatuh ke lantai namun dengan cepat langsung menahan tubuh nya lagi. Bukan saham dan properti lain yang di gunakan pria itu namun rumah yang memilki sejuta kenangan dengan orang tua nya lah yang di jadikan acuan dalam sitaan sidang dan pinalti nanti nya.


"Tapi kalian bisa memiliki rumah lain yang lebih megah kan?" tanya Rian lagi pada gadis itu.


Walaupun ia dan kakak nya masih memilki mansion lain yang megah dan tak kalah mewah namun di kediaman utama itu lah mereka di besarkan dengan kedua orang tua mereka.


Bukan kemegahan melainkan kenangan dan memori yang sangat berarti di kediaman megah itu.


"Pergi!" ucap Louise dengan suara gemetar pada Rian mencoba mengusir pria di depan nya sembari menahan air mata nya.


...****************...


Tuh bonus weekend dari othor itung-itung othor uda ga bisa lagi dobble up nanti karna senin sudah kembali ke kesibukan kuliah dan tugas lagi😂😂😂


Ini othor nya mau liburan di teror sama "Dobble up" dan "Crazy up" terus😂 tapi othor ttp love-love kok sama kalian♥️♥️


Makasih uda suka sama cerita othor♥️♥️