(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Season 2 : My cute girl (Love)



Mansion Dachinko.


"Nick!" panggil Louise saat melihat pria itu.


Nick pun berbalik dan menunduk hormat tanda sapaan nya pada nona yang di sayangi tuan nya.


"James dimana?" tanya Louise tanpa basa-basi.


"Tuan di ruang kerja," ucap nya sembari memalingkan wajah nya karna melihat pakaian gadis itu yang cukup terbuka walau di tutup sweter.


"Wajah mu merah, kau demam?" tanya Louise yang langsung menyentuh dahi pria itu.


Walaupun ia sebelum nya sangat marah namun bukan berarti rasa kemanusiaan dan peduli nya mati.


"Tidak, saya baik-baik saja." ucap nya sembari menepis tangan lentik itu dengan wajah yang semakin merah.


"Oh, yasudah." jawab Louise singkat dan mendatangi James guna menggangu pria tampan itu.


Melihat Louise yang beranjak pergi, pria itu mulai merasakan debaran kencang di dada nya.


"Kenapa aku gugup?! Sial!" decak nya kesal pada dirinya sendiri.


....


Ruang kerja.


"Kau akan tetap di situ?" tanya James saat melihat gadis itu yang mulai menggoda nya dan duduk menghalangi cahaya yang masuk ke ruangan kerja nya.



"Tak boleh? Kau akan tetap bekerja?" tanya Louise pada pria di depan nya sembari menurunkan satu sweter yang ia kenakan.


"Bukan nya kau masih takut? Jadi jangan menggoda ku." ucap James melihat tingkah gadis di depan nya.


"Kau mengajari ku sentuhan lagi supaya aku tak takut kan?" tanya Louise tersenyum.


James memang melatih sentuhan lagi pada nya selama beberapa waktu terakhir tanpa ia tau sentuhan yang diajarkan juga sudah melakukan nya karna pria itu yang tak bisa menahan nya setelah satu bulan menahan diri karna gadis itu baru keluar dari RS


"Jangan nakal, aku akan menghukum mu." ucap James menghela nafasnya.


"Benarkah?" tanya Louise tersenyum sembari mengigit bibir bawah nya dan menarik pakaian nya yang sebatas paha itu semakin ke atas.


James tersenyum melihat gadis yang tengah menggoda nya, ia meletakan pena di tangan nya, "Kalau kau tak turun sekarang juga aku akan kesana dan membuat mu benar-benar tidak bisa turun." ucap James pada gadis itu.


"Bagaimana cara nya? Kau tak mau menghukum ku?" goda Louise lagi dengan senyuman manis di bibirnya.


James tertawa dan kemudian bangun mendekat ke arah gadis cantik itu. "Dasar nakal!" ucap James tersenyum simpul dan mulai memangut bibir manis tersebut.


Louise membalas lum*tan yang di berikan pria itu dan mulai mengalungkan tangan nya memeluk pundak pria tengah berdiri sembari mencium nya.


James melepaskan ciuman nya setelah menukar saliva nya dan mel*mat habis bibir dan lidah gadis itu.


Ia menuju telinga gadis itu menj*lat dan menggelitik dengan lidah nya lalu mengigit nya hingga membuat Louise meringis.


"Auch!" ringis Louise sembari mendorong pelan secara refleks.


"Aku sudah bilang kan? Kalau anak nakal akan di hukum..." ucap James setelah ia menggigit telinga gadis itu.


"Tapi aku sedang ingin menjadi nakal sekarang..." ucap Louise lirih dan menggoda dengan cara membuka dua kancing kemeja pria itu lalu mencium bibir pria di depan nya sekilas.


James tersenyum ia kemudian kembali mel*mat bibir gadis itu dan mulai mer*mas dada nya nya dengan halus.


Gumpalan daging lembut yang tak memakai penghalang di dalam nya membuat tangan nya semakin merayap dengan lihai.


Ciuman nya turun ke leher gadis itu dan menghisap nya sembari terus memainkan dada gadis itu.


"Ja-jangan di tarik James..." ucap Louise lirih.


James tak menjawab namun menghentikan segala aktivitas nya dan membuka sweter gadis itu dan membuat tubuh indah itu terduduk polos di depan nya.


"Sekarang buka," ucap nya sembari meletakkan tangan lentik itu ke kancing kemeja nya.


Louise mengerti dan mulai membukanya satu persatu hingga menampilkan dada bidang pria tampan itu.


"Sudah? Kau belum membuka semua nya," bisik James tersenyum sembari menyelipkan rambut halus gadis itu ke telinganya dan yang terlihat memerah.


"Ka-kau saja yang buka..." ucap Louise gugup karna malu.


"Tadi kau berani menggoda ku, sekarang sudah tak berani lagi?" tanya James tertawa melihat sikap menggemaskan gadis itu.


Louise tak menjawab dan hanya memanyunkan bibir nya, James yang merasa gemas dan mulai termakan hasrat nya saat melihat tubuh polos gadis itu membuat nya langsung menyambar bibir merah muda itu lagi.


Tangan nya mengelus halus mengitari dada gadis itu hingga membuat Louise semakin memeluk tubuh pria yang sedang mel*mat bibir nya dan memainkan dada nya.


Setelah James merasa nafas gadis itu hampir habis ia langsung melepaskan nya dan menangkup bagian sensitif dada gadis itu dan menggigit nya kecil seperti bayi besar.


"Ungh!" lenguh Louise halus saat jemari pria itu mulai memasuki nya.


James menghentikan hisapan nya namun tak mengehentikan jemari nya, ia melihat ke arah wajah gadis yang tengah menikmati permainan nya.


"Kenapa kau sangat menggemaskan? Hm?" tanya James pelan dengan suara berat sat melihat wajah dan ekspresi sayu gadis itu ketika jemari nya bergerak aktif.


"Pe-pelankan sedikit..." ucap Louise terengah-engah saat tangan kekar itu bermain dengan cepat.


James tak menjawab ia kemudian mendorong bahu Louise dengan pelan dan menunduk guna mencium bagian lain yang ia gemari.


"Ah!" desis Louise sembari meremas rambut pria itu yang tengah mencium bagian privasi nya.


"Kau sudah? Padahal aku belum mulai sama sekali?" tanya James tersenyum setelah ia menelan cairan manis gadis cantik.


Tak butuh waktu lama ia pun mulai menyatukan diri nya dengan posisi yang masih berdiri sedangkan gadis itu yang duduk di meja dekat sinaran tersebut.


Louise memeluk erat pada pria yang tengah mengguncangkan tubuhnya dengan keras dengan ******* yang keluar dari bibirnya.


Setelah beberapa saat pindah posisi tenaga gadis itu mulai habis, rambut nya basah akan keringat dan hal itu lah yang semakin James tak bisa berhenti untuk memakan gadis nya.


"Su-sudah yah..." ucap Louise lirih setelah permainan yang sudah pindah ke atas meja kerja tersebut.


"Makanya jangan nakal sekarang kau mau berhenti? Hm?" tanya James sembari menarik tangan gadis itu dan menurunkan nya dari meja.


Ia membalik tubuh gadis tersebut hingga membelakangi nya dan menyuruh Louise memegang sisi meja.


"James...


"Oh ya? Kalau begitu seperti ini saja..." jawab pria itu dan menurunkan tubuh gadis itu hingga menempel ke meja nya kerja nya dan membuat menyandar maka dari itu kakinya tak perlu memakai tenaga untuk menahan gerakan nya lagi lalu kembali menyatukan tubuhnya dengan Louise.


Setelah sekian lama pria itu kembali lagi mencapai puncak nya dan mengehentakan dengan kuat pinggul nya.


"Di dalam lagi?" gumam Louise yang selalu merasa pria itu tak pernah membiarkan vanila nya terbuang begitu saja.


Jika tidak di dalam tubuh nya maka ia harus menelan dan meneguk semua nya sampai habis.


"Kau mau kembali ke kamar?" tanya James sembari menarik tubuh lemas gadis itu dan memangku nya saat ia duduk di kursi kerja nya.


"Gendong...


Tak bisa jalan..." ucap Louise lirih di telinga pria itu karna ia sedang memeluk tengkuk yang juga berkeringat sama seperti nya.


James tersenyum mendengar suara lirihan gadis yang kelelahan tersebut. Ia mengelus dan rambut bagian belakang kepala gadis itu dengan lembut dan membiarkan nya tidur di dalam pangkuan nya hingga memiliki sedikit tenaga.


Ku harap kau bukan bagian dari mereka, dengan begitu aku tak akan meninggalkan mu...


Batin yang kemudian memeluk gadis yang sudah jatuh terlelap tersebut. Ia merasa puas, senang, bahagia dan takut secara bersamaan saat bersama gadis itu.


Ingin mencintai saat ia masih memiliki dendam yang mengubah nya menjadi iblis tak memiliki hati dan penguasa neraka.


...


Malam hari nya.


Louise terbangun di tengah malam setelah ia merasa lapar. Biasanya ia tak akan bangun lagi setelah kelelahan akibat gempa karna ulah pria tampan itu.


Ia tak tau namun selama beberapa hari terakhir ia menjadi sangat mudah lapar dan makan lebih banyak dari porsi nya.


"James...


Bangun..." ucap nya sembari menggoyangkan dan menepuk punggung yang tertidur telungkup di samping nya.


Merasa tak ada respon membuat nya memukul punggung pria itu dengan kuat.


Plak!


"Bangun!" ucap Louise sekali lagi dengan keras.


James tersentak ia pun menoleh dengan mata yang masih berat menatap gadis itu.



"Ada apa?" tanya James menoleh pada gadis itu.


"Lapar...


Buatkan makanan..." ucap Louise dengan nada manja pada pria di depan nya.


"Tadi kau sudah makan terlalu banyak, nanti perut mu sakit..." ucap James yang ingat gadis itu sebelum nya makan malam dengan porsi yang dua kali lebih banyak dari biasanya.


"Tapi sekarang lapar lagi..." ucap Louise pada James.


James pun bangun dan ikut duduk di samping gadis itu setelah mengusap wajah nya.


"Sebentar aku bangun kan pelayan dulu," ucap nya yang ingin agar para pelayan itu segera memasak untuk gadis nya.


"Tidak mau..." ucap Louise lagi yang mencegah ponsel yang akan di gunakan James.


"Mau makan di luar?" tanya James pada gadis.


"Mau kau yang masak...


Aku mau makan masakan mu..." ucap Louise pada pria di depan nya.


"Makan di luar atau masakan pelayan saja yah?" bujuk James karna ia sedang malas untuk memasak di tengah malam.


"Terserah!" decak Louise dengan kesal dan bangun memakai piyama.


James pun menghela nafas dan ikut memakai piyama nya lalu membangunkan pelayan untuk memasak.


Setelah makanan di hidangkan Louise pun mulai memakan nya, James melihat gadis itu yang meminta bubur wortel dengan campuran abalone dan udang tersebut.


"Kau tak begitu menyukai wortel, kenapa sekarang memakan nya?" tanya James saat melihat gadis itu yang memakan beberapa suap bubur di depan nya.


"Hoek!" perut nya bergejolak dan langsung memuntahkan apa yang baru ia makan ke wastafel.


James pun menyusul dan menepuk punggung gadis itu dengan halus. Ia pun menuangkan air hangat dan memberinya pada Louise.


"Sudah ku bilang perut mu akan sakit, kan?" ucap James pada gadis itu.


"Buatkan aku bubur wortel yang baru...


Aku mau buatan mu..." ucap Louise yang tak menghiraukan dan memeluk pria itu.


"Mungkin kau muntah karna tak suka wortel..." ucap James sembari mengusap rambut gadis itu.


"Buatkan..." ucap Louise lagi yang tak peduli dan ingin memakan masakan pria tersebut, "Janji tak akan muntah lagi..." sambung nya dengan mata berbinar.


James menghela nafas nya dan pada akhirnya menuruti permintaan gadis itu. Ia luluh saat melihat mata berbinar dan wajah yang terlihat menggemaskan tersebut.


"Wortel nya tambah lagi," ucap Louise yang berdiri di samping pria itu memperhatikan pria tampan yang ia bangunkan dan menjadikan nya sebagai koki pribadi nya.


Setelah selesai James pun meletakkan makanan nya ke depan gadis itu, dan benar saja gadis itu tak muntah sama sekali setelah memakan nya.


"Tumben sekali kau suka wortel? Biasanya tidak..." ucap James sembari menyingkirkan rambut tergerai yang dekat dengan mulut gadis itu agar tak termakan.


"Iya juga, yang suka wortel kan kau." jawab Louise menatap pria di depan nya, "Mungkin karna aku sudah terlalu lama pacaran dengan mu? Jadi bisa suka apa yang kau sukai?" tanya gadis itu dengan wajah polos nya.


Ia sudah hampir setahun menjalin hubungan dengan pria di depan nya walaupun memiliki pertemuan yang tak begitu menyenangkan namun perasaan nya semakin kuat.


James tersenyum mendengar ucapan gadis itu dan kemudian mencubit hidung mancung tersebut, "Memang nya ada yang seperti itu?" tanya nya dengan tertawa kecil dan merasa gemas di saat yang bersamaan.


****************


~ Tamat ~


Love you readers othor♥️♥️♥️😘😘😘