
Ruang operasi.
Keringat mulai jatuh dari dahi gadis cantik yang sedang memakai masker dan berusaha memperbaiki jantung sang kakak. Sesekali suster mengusap keringat di dahi gadis itu agar tak mengganggu operasi nya.
Sudah 5 Jam gadis itu berdiri dengan beberapa dokter bedah jantung yang menjadi asisten serta melibatkan dokter bedah umum secara bergantian dan bedah ortopedi karna ini merupakan operasi besar.
Louise melihat dengan hati-hati dan mulai membuka bilik jantung kakak nya untuk menyingkirkan penyumbatan yang sempat terjadi.
Tangan nya hampir gemetar dan menghela nafas berulang kali agar bisa menetralkan kegugupan dan rasa takut nya.
Cras...!!!
Seketika darah mulai memuncrat ke wajah gadis cantik itu ketika ia menyentuh pembuluh darah sang kakak.
"Tambahkan darah nya! Lebih cepat!" ucap Louise seketika ketika ia melihat perdarahan yang terjadi.
"Suction!" titah Louise agar genangan darah yang terus menguncur tersebut hingga menutup pandangan nya.
Kondisi Louis pun seketika mulai menurun drastis dan tanda bunyi berbahaya mulai terdengar di telinga Louise yang sedang mengoperasi nya.
Karna memang lokasi di bagian yang terkena sangat rawan membuat operasi yang sedang di lakukan ini sangat sulit bahkan untuk dokter yang sudah sangat berpengalaman.
Deg...deg...deg...
Degupan jantung gadis itu berdetak cepat saat mencari di mana letak bocor nya pembuluh darah yang tersentuh pisau bedah nya.
Dimana? Ku mohon....
Batin Louise mulai panik namun tetap berusaha setenang mungkin sembari mencari dan melihat ke dalam bukaan dada yang tertutup dengan genangan darah walaupun terus di hisap dengan alat penghisap.
"Kondisi nya terus menurun." ucap dokter anestesi agar mendesak gadis itu untuk segera mencari di bagian mana yang ia sentuh dengan pisau nya.
Ini! Aku menemukan nya!
Batin gadis itu dan langsung menutup dengan jari nya dan setelah itu mulai menutup nya lagi.
Louise bernafas lega saat sebelum nya ia seperti tak nafas sama sekali ketika membuat kondisi kakak nya berada dalam bahaya. Ia pun mulai melanjutkan operasi nya lagi.
4 Jam kemudian.
Ku mohon...
Berdetaklah...
batin Louise dengan penuh pengharapan ketika mulai berusaha mendetakan lagi jantung di depan nya sebagai tanda operasi yang ia lakukan telah berhasil.
Suasana tegang menantikan jantung itu berdetak bagaikan penantian panjang yang begitu mendebarkan bagi Louise hingga tak lama kemudian.
Deg...deg...deg...
Gadis itu bernafas lega saat ia melihat kini sudah tak terjadi masalah lagi dan hanya tinggal menunggu sang kakak terbangun.
"Operasi sudah selesai di lakukan, kalian lakukan penutupan nya." ucap Louise pada kedua dokter bedah jantung yang lain dan kemudian beranjak pergi.
Operasi utama telah ia lakukan dan dokter lain nya hanya tinggal melakukan penutupan pada luka yang dibuat untuk operasi nya.
Louise terlebih dahulu ke kamar mandi dan melepas jubah operasi nya. Ia menghapus sisa bercak darah kakak nya di wajah cantik nya yang kini sudah pucat pasi.
9 Jam melakukan operasi panjang dalam kondisi tak prima dan stabil tentunya membuat nya berada dalam keadaan yang mungkin akan membuat nya menjadi lebih berbahaya dari kakak nya.
Louis yang mengalami kecelakaan berat dan membuat nya kritis namun hanya akan sekali dan tak menimbulkan sakit permanen, berbeda dengan sang adik yang memang sudah memiliki sakit bawaan sejak lahir.
Ukh!! Sakit lagi....
batin Louise sembari memegang dada nya memeriksa detak nya yang melemah karna terlalu lelah dan memang kondisi nya sedang tak stabil. Walaupun ia mendapatkan obat namun bukan berarti ia tak akan sakit sama sekali.
Obat-obatan yang di berikan membuat nya akan hidup normal dalam jangkauan umur jika tidak mengalami kecelakaan. Namun bukan berarti ia tak akan sakit sama sekali.
"Terimakasih Tuhan...
Kau mengabulkan doa ku..." ucap Louise lirih dengan senyuman di bibir nya dan air mata nya yang jatuh ke pipi pucat nya.
Ia tak peduli dengan hidup nya namun ia peduli dengan hidup kakak nya, ia tak mau merasakan kehilangan lagi kepada orang yang ia sayangi. Ia tak sanggup untuk hal itu lagi sekarang.
Setelah mencuci wajah nya dengan langkah gontai karna mulai merasa semakin sesak dan kelelahan gadis itu pun keluar dari ruang pintu operasi.
Mata nya melihat ke arah Zayn, Clara yang menatap penuh harap serta pasangan paruh baya yang ia anggap sebagai ganti orang tua nya setelah meninggal yaitu paman Rian dan bibi Larescha nya.
"Operasi nya berhasil..." jawab Louise yang tersenyum bahagia namun menangis.
Bukan karna sedih melainkan karna sangat senang setelah operasi kakak nya berhasil.
James masih tak kembali dan tetap memperhatikan dari kejauhan walaupun ia tak ikut berkumpul bersama. Berbeda dengan keempat orang menunggu untuk berita baik tentang Louis pria itu menunggu gadis nya.
Apakah gadis nya akan menangis dan murung saat pintu itu terbuka atau tersenyum bahagia penuh haru.
"Kau lebih hebat dari batasan mu..." gumam James tersenyum saat melihat gadis nya yang tersenyum ketika pintu tersebut terbuka.
Walaupun dari jauh namun ia dapat melihat wajah pucat gadis itu, tapi ia tak khawatir karna merasa jika Louise akan baik-baik saja kembali ke pelukan orang-orang nya. James pun mulai beranjak pergi dari JBS hospital ke rumah nya.
Keempat orang itu tersenyum bahagia dan lega, namun senyum Louise mulai memudar pandangan menggelap serta membuat nya hilang tenaga, kaki nya mulai terasa lemas hingga membuat nya terhuyung.
"Louise?" panggil Zayn seketika saat meraih tubuh gadis itu yang jatuh pingsan.
Zayn pun segera membawa Louise untuk segera mendapatkan pengobatan.
......................
Mansion Dachinko.
James kembali ke mansion nya, walaupun gadis itu tak sampai dua minggu menghuni kediaman megah itu namun rasa kehilangan begitu besar ia rasakan.
"Baru saja mengantarnya, sekarang sudah ingin melihat nya lagi..." gumam James saat memasuki mansion yang memang seperti inilah penampakan yang sehari-hari nya.
Tenang dan tak memiliki aura keceriaan ataupun seperti memiliki sesuatu yang lain di dalam nya seperti kehangatan.
GUK!
White pun langsung mendatangi James begitu tau majikan nya telah kembali. Serigala putih besar yang bagi Louise sangat menggemaskan itu memutari James berulang kali mencari keberadaan ibu nya.
Guk!
Anjing itu bersuara lagi sembari menatap James mencari gadis yang harus nya ikut pulang dan bermain dengan nya.
"Kau mencari Mommy mu? Dia sudah pulang...
Nanti aku akan membawa nya lagi..." ucap James sembari mengelus bulu halus White.
White pun yang tak mengerti dengan ucapan James namun tau jika Mommy kesayangan tak ikut kembali. Hewan pintar itu pun mulai berangsur pergi dari James dan tidur di depan pintu mansion itu seperti menunggu kehadiran Louise untuk datang dan bermain dengan nya.
"Anjing saja bahkan bisa merasa kehilangan mu...
Sihir apa yang kau gunakan disini?" ucap James lirih melihat anjing nya yang bersikap seakan-akan menanti kehadiran gadis cantik itu.
James pun kembali ke kamar nya walau sebelum nya pelayan nya sudah mengingatkan untuk makan malam namun pria menolak karna gairah makan nya sama sekali tak ada.
James merebahkan diri nya ke ranjang empuk nya dan menatap ke langit-langit kamar megah tersebut. Bayangan akan mata penuh amarah dari gadis cantik itu terus membuat nya teringat.
Aku akan membenci mu! Bahkan sampai mati pun aku akan mengutuk mu!
Ucapan yang membayang membuat nya perasaan nya tak karuan, ia tak ingin gadis itu membenci nya namun ia juga tak ingin gadis itu pergi.
Yang ia inginkan gadis itu hanya untuk nya saja. Berdiri di atas poros yang ia ciptakan dan mengendalikan sepenuh nya atas kehidupan milik gadis itu.
Seegois itu memang dirinya, tanpa sadar ia mulai serakah akan hidup Louise. Ingin memegang kendali penuh atas diri gadis cantik itu.
Kau memberi ku sihir apa? Hingga aku seperti ini? Aku menginginkan mu...
Pria itu meringkuk di atas ranjang seakan memeluk diri nya sendiri, rasa berbeda saat gadis itu tak ada. Ia tak lagi merasakan kehangatan seperti memiliki rumah yang mendekap nya saat gadis itu tak ada, satu rasa yang ia ingin miliki dari gadis itu.
Keluarga...
Kehangatan dan senyuman yang dulu nya selalu ia dapatkan dari keluarga yang mencintai nya dengan penuh kasih tiba-tiba hancur dalam sekejap bagaikan mimpi buruk mengerikan yang terus mencekik nya tanpa pernah membiarkan nya bangun dan bernafas lagi.
Pernah ia mengharapkan perasaan akan kehangatan yang ia impikan pada seorang gadis yang merenggut hati nya namun gadis itu malah mengkhianatinya hingga membuat rasa cinta nya tertutup.
Bella si gadis egois yang mengkhianatinya bahkan tak tau jika ia akan membuat pria nya tak lagi bersikap lembut pada wanita yang akan di cintai selanjutnya melainkan sikap kasar dan obsesif saat menemukan wanita lain yang mengisi hati nya menggantikan posisi nya karna luka yang ia buat.
Luka membekas yang tak akan di bisa di lupakan pria itu dan membuat sikap nya akan sangat mengekang kehidupan gadis yang akan di cintai James selanjutnya karna rasa takut dan paranoid berlebih akan di tinggalkan lagi.
James perlahan tertidur sembari merasakan aroma tubuh Louise yang masih tersisa di selimut nya. Perasaan yang semakin hari kian kuat namun terus di butakan oleh rasa sakit dan luka yang pernah ia rasakan sebelum nya.
......................
JBS Hospital.
Yang satu sudah mulai membaik dan yang satu nya berisiko mengalami henti jantung karna aritmia yang terus terjadi akibat kelelahan dan kondisi psikologis yang tak stabil.
Kini kedua saudara kembar itu disatukan dalam ruangan yang sama agar saat terbangun dapat mencari saudara kembar nya langsung.
Larescha tak tau jika Louise menghilang tanpa kabar dan jejak, Zayn maupun Rian memberitau jika Louise pergi karna mengurus masalah yang terjadi selama Louis tak sadar dan wanita cantik paruh baya itupun langsung mempercayai nya.
"Mah...
Kenapa belum tidur? Sudah jangan menangis lagi..." ucap Rian sembari berusaha membawa istrinya kembali.
"Pah...
Mereka itu sudah sama seperti Zayn...
Aku gak bisa lihat mereka begini, Lily juga gak akan bisa tenang kalau tau mereka seperti ini..." Jawab Larescha sembari terus menjatuhkan bulir bening nya.
Saat pertama kali ia mendengar kabar tentang Louis, tubuh nya terasa lemas dan hampir terjatuh, perasaan kalut dan takut menyertai nya karna menganggap si kembar sebagai anak-anak nya sendiri.
Walaupun ia bukan ibu kandung anak-anak nakal itu namun ia sudah merasakan perasaan yang sama seperti yang ia miliki untuk Zayn pada anak-anak sahabat nya.
Perasaan seorang ibu...
Ia bahkan tak akan bisa memilih mana yang akan tinggal dengan nya putra nya atau anak-anak sahabat nya itu. Karna baginya saudara kembar itu seperti Lily nya yang sangat berharga. Pertemanan yang menjadi rasa saudara seperti ia miliki dengan Alan adik kandung nya sendiri.
"Mereka akan bangun...
Mereka akan baik-baik saja..." ucap Rian dengan lembut menenangkan istrinya yang terus menangis.
Setelah keadaan mulai tenang Rian pun bertanya akan hal yang ingin ia tanyakan sejak lama.
"Mah, kalau misal nya aku menyakiti Louis atau Louise, kau akan marah dengan ku?" tanya Rian pelan pada istri nya.
"Tentu saja! Mereka anak ku juga! Kalau kau menyakiti mereka sama saja menyakiti Zayn!" jawab Larescha langsung.
"Tapi mereka bukan anak kandung mu...
Kenapa sampai seperti itu?" tanya Rian pada istrinya.
"Sayang tidak memerlukan kandung atau tidak...
Banyak anak kandung yang tidak disayangi orang tua biologis nya, jadi bukan berarti karna aku bukan ibu biologis mereka aku tak boleh menyayangi mereka." jawab Larescha pada suami tercinta nya.
Rian tak menjawab ataupun membalas ucapan istri yang paling ia cintai itu, ia memilih mendekap tubuh Larescha dan menepuk nya dengan lembut.
Kalau begitu kau akan membenci ku sedikit nanti nya....
Rian sendiri menyadari sejak kecil dan untuk saat ini sifat putra nya sangat menurun dari istrinya. Lembut, Polos, Tulus dan Baik hati.
Tak seperti dirinya yang licik dan ambisius serta memiliki banyak sisi gelap lain nya, walaupun ia suka dengan sifat istri dan putra nya namun hal itu juga akan membuat kedua orang ia sayangi tak akan bisa berdiri tegak di atas dunia kejam tanpa perlindungan.
...
Zayn melihat ke arah dua sahabat nya yang masih terbaring tak sadarkan diri ia pun menyelimuti Louis dan mengatur suhu kamar mereka agar merasa nyaman.
"Louis...
Cepat bangun dan main basket dengan ku lagi, seperti kau selalu sibuk sampai tak pernah bermain dengan ku lagi..." ucap Zayn tersenyum tipis sembari mengharapkan penuh agar Louis segera terbangun.
"Oh iya, kau ini pacaran dengan sekretaris Clara yah? Kau masih berhutang cerita pada ku, aku kan mau dengan tentang pacar mu..." sambung Zayn lagi yang berbicara seperti biasa dan mengajak pria itu berinteraksi agar menambah semangat untuk bangun lebih cepat.
Setelah itu pun ia berjalan ke arah Louise, mata nya penuh akan sorot kesedihan dan kekhawatiran pada gadis itu.
Gadis yang ia cintai sejak lama, satu-satu nya teman paling berharga yang ia miliki karna ia juga punya perasaan lain yaitu cinta...
"Kau bangun juga yah...
Jangan sakit..." ucap Zayn lirih pada gadis itu.
"Louise...
Aku mencintai mu...
Kalau kau tak merasakan hal yang sama, bisakah kau membuat ku menjadi cadangan? Saat kau tak ingin dengan pacar mu lagi...
Bisakah kau melihat ku? Seperti aku melihat mu..." gumam Zayn saat memandang gadis itu.
Ketika Louise di priksa dan Zayn yang mengantar gadis itu ia melihat bekas ciuman di dada putih gadis itu ketika alat pacu jantung di berikan pada nya.
Ia tak tau gadis yang ia cintai sudah tidur dengan pria lain atau belum namun yang ia tau ia sangat dan teramat sangat mencintai gadis itu.
Tak peduli sudah pernah tidur dengan pria lain atau belum ataupun sudah berapa banyak pria yang bersama gadis itu di ranjang sebelumnya namun ia tak peduli dan tetap akan terus mencintai nya.
"Perasaan ku pada mu adalah hal nyata...
Aku tak tau bagaimana cara nya berhenti mencintai mu..." gumam Zayn lagi sembari mengelus wajah gadis cantik itu.
Aku akan menunggu mu...
Kau tak perlu berlari ke arah ku, tapi aku hanya berharap kau menoleh ke belakang dan melihat ku...
Aku akan langsung berlari mendekap mu...
Karna aku tak pernah pergi...
Aku adalah pria yang terus berdiri di belakang mu...
Menopang ketika kau akan terjatuh hingga tak akan pernah menyentuh dasar, karna aku akan menarik mu lebih dulu...
Aku mencintai mu...
Sampai takut akan rasa cinta yang tak bisa di hentikan dengan diriku sendiri saat hati ku terus melaju ke arah mu...
Melihat punggung mu dari belakang dengan pria yang mulai mengambil mu semakin menjauh dari ku...
......................
Zayn Nathan Etrama
Elouise Steinfeld Rai
...****************...
Okey othor mau bilang dulu yah, buat yang bingung kenapa si Louise nya bisa sepolos itu padahal dia kan pinter...
Louise nya begitu karna walupun dia nakal tapi lingkup pergaulan nya hanya sebatas Zayn dan kakak nya aja, walaupun dia punya pacar pun dia juga ga bisa skinship dan dia juga gak mau tau hal apapun urusan yang menjerumus ke arah dewasa karna trauma kecil nya.
Pergaulan juga ga begitu luas karna kan diawal othor bilang kalau dia itu angkuh, walaupun tidak menghina dan ataupun merendahkan orang lain bukan berarti dia bisa temanan sma siapa aja. Kalau dia gak ngerasa pas yah dia gak bakal temenin...
Dan juga sebagian yang mungkin mau temenan sama dia juga merasa minder kalau bukan berasal dari lingkup sosial yang sama, maka nya satu-satu teman yang bener temen nya ya cuma si Zayn nya aja dan lagi Zayn nya kan juga sama polos nya kayak dia, bucin lagi nurun Mamah nya wkwkwk
Dan kalau ada yang bingung dia kan pinter masa ga tau? Dia pinter nya dalam menyerap hal yang diajarkan sama dia, makanya di pelajanran apapun dia cepat nangkep...
Nah kalau dia sendiri belum pernah ngalamin, melihat atau mendengar hal dewasa dia mau dapat tau nya dari mana? Maka nya dia bisa bingung, hidup nya itu cuma tudur, jalan-jalan, makan, belanja, dan main sama Zayn.
Nah sedangkan Zayn nya itu karna sudah bucin sejak dini ngikutin apapun mau nya Louise terus, apa yang di minta si Louise nya bakal dia turutin bahkan sampai pertemanan nya dengn yang lain yang harus nya dia sangat mudah bergaul dan humble jadi hilang karna waktu nya cuma buat Louise, makanya polos nya mereka itu sama.
Dan untuk Louis nya dulu juga sama kok kayak Louise tapi semenjak uda bobo bareng sama Clara dia ketagihan wkwk🤣 jadi cari tau sana sini karna rasa penasaran.
Nanti Louise juga bakalan bertahap karna dia kan mudah menyerap sesuatu yang diajarkan sama kayak kakak nya...
Beda nya si Louise dia gak peka keadaan yang buat dia makin terlihat polos atau kemampuan nya dalam mencerna dan melihat sekitar itu rendah bisa dikatakan EQ nya.
(Sama kayak Ainsley beda nya yang di sebelah baik serta lemah lembut nya kebangetan polos nya juga kebangetan wkwk🤣🤣🤣) Nanti pan kapan othor temuin mereka biar ga mewek mulu wkwk di cerita sebelah🤣🤣
Louise cuma mikir just fun aja, yang penting bagi dia menyenangkan itu udah, gak coba masuk pergaulan yang aneh-aneh...
Dan untuk Louis sendiri sebenernya uda mulai punya rasa sama Clara nya sebelum di boboin bareng karna kan di awal othor kasih clue kalau perempuan selain mama sama adik nya yang bisa ttp tinggal sama dia kan cuma si Clara.
Dan untuk cara bicara kasar mereka itu juga nurun dari Sifat asli Alyss nya, tapi Alyss nya bisa control ga sampai menghina beda sama Louis yang dlu sempet pernah ngehina Clara nya yang tidak bisa di kontrol karna idup nya uda over manja.
Sedangkan Louise nya juga kadang bicara ksar namun belum sampai menghina kecuali sma orang yang dianggap musuh atau gak suka wkwk bisa pedes tuh lidah nya🤣
Okey sekian atas penjelasan sifat si kembar😉
-
Happy Reading♥️