
Kantor kepolisian pusat.
"Bagaimana? Suka menghirup udara bebas?" tanya Rian saat melihat Louis yang terus menghirup udara di depan kantor polisi.
"Jangan tanya! Siapa juga yang buat aku stress di dalam!" sahut Louis dengan kesal.
Louis pun terus melihat ke parkiran sekitar mencari keberadaan sang adik yang terlihat tak menjemput nya sama sekali.
"Louise tak jemput, aku bilang aku yang akan membawa mu..." ucap Rian menebak isi pikiran putra sahabat nya.
Louis hanya mendengus kesal ia masih marah dengan paman nya dan tak ingin di antar pulang oleh pria paruh baya itu.
Ctak!
"Sudah besar masih suka ngambek! Sini kencan sama paman! Kita minum di bar!" ajak Rian pada pria berusia 24 tahun.
"Ih paman mau ngapain minum di bar? Mau cari pacar baru yah?! Aku aduin ke bibi Lala nih!" ucap Louis saat mendengar ajakan pria paruh baya itu.
"Hush! Mulut mu! Aku kan cuma ajak minum!" ucap Rian pada putra mendiang sahabat nya itu.
Entah siapa yang di turun si kembar hingga memiliki lidah yang tajam, karna ia tau sahabat nya tidak begitu memiliki ucapan pedas namun jika sekali menghina langsung menginjak hingga ke dasar.
"Siapa sih yang diturun?" gumam Rian melihat Louis yang beranjak masuk ke dalam mobil nya.
"Paman, nanti minum nya sebentar aja. Aku mau kencan!" ucap Louis yang membayangkan wajah sekretaris manis nya.
"Kalian pacaran? Kau tau siapa yang ku maksud kan?" tanya Rian pada Louis yang sedang memakai seatbelt nya.
"Iya. Kami juga mau nikah! Nanti datang yah." sahut Louis bersemangat.
"Dia mau nikah dengan mu?" tanya Rian sembari menyalakan mobil nya dan beranjak pergi.
"Mau! Kalau tidak mau tinggal di hamilin aja, nanti juga pasti bakal mau sendiri." jawab Louis santai pada pria paruh baya yang sedang mengemudi tersebut.
Rian pun menggeleng mendengar nya. Bagaimana mungkin ayah dan anak menggunakan metode yang sama untuk mengikat seorang gadis. Tapi ia juga tak begitu memperdulikan karna ia juga melakukan hal yang sama pada wanita yang menjadi istrinya sekarang.
Karna dulu Larescha yang terus menunda pernikahan mereka membuat nya terus menerus meniduri wanita cantik itu dan melarang nya minum pil KB hingga membuat benih nya tumbuh.
......................
Apart Sky Blue.
Louise melihat ke arah pintu kamar mandi di kamar pria itu. Suara guyuran air terdengar jelas di telinga nya sembari melihat kamar pria itu.
Batasan yang di miliki dengan wanita dan pria dewasa pada kedua sahabat itu seakan tak ada.
Louise pun tak begitu menjaga jarak pada sahabat pria nya dan memperlakukan pria itu sebagai 'Saudara' namun Zayn yang memperlakukan nya sebagai 'Wanita' membuat hubungan rumit yang bahkan tak bisa di katakan sebagai pertemanan.
"Sudah selesai mandi nya?" tanya Louise saat melihat Zayn yang hanya memakai handuk sebatas pinggang dan memperlihatkan otot-otot perut pria itu.
"Sudah, kau mau mandi rupanya?" tanya Zayn sembari mengusap rambut basah nya.
Louise pun mendekat dan mengendus ke arah pria tampan itu.
"Ih! Wangi! Wangi nya manis kayak coklat! Jadi mau gigit!" ucap Louise yang suka aroma manis seperti coklat tersebut. Berbeda dengan aroma yang berada di tubuh James yang tercium menyegarkan.
"Ja-jangan di endus Louise..." ucap Zayn lirih sembari mendorong pelan tubuh gadis itu.
Sentuhan hidung dan deruan nafas yang terasa geli di dada bidang nya dapat membuat hasrat nya bangkit karna ia memang menyukai gadis itu bahkan sangat menyukai nya.
"Kenapa sih?! Zayn kan paling wangi kalau habis mandi, wanginya minta di gigit!" ucap Louise tersenyum pada pria itu sembari menangkup pipi dingin Zayn.
"Kau mau mengigit ku?" tanya Zayn pada gadis cantik yang sedang berhadapan dengan nya dan menatap nya dengan wajah yang hanya beberapa senti.
"Mau! Aku boleh gigit di mana?" tanya Louise yang semakin memainkan pipi sahabat pria nya karna gemas.
Dari kecil hingga mereka dewasa pria yang di depan nya tak pernah benar-benar mengatakan "Tidak" pada nya. Ia selalu menuruti dan mengikuti semua kemauan nya kecuali jika hal yang bisa membahayakan fisik gadis itu.
"Disini, kau berani menggigit nya?" jawab Zayn sembari menunjuk bibir nya pada gadis itu.
"Kalau begitu sama saja seperti ciuman kan?" tanya Louise pada Zayn sembari menghentikan unyelan di pipi pria itu.
"Bukan ciuman! Tapi gigitan! Kan beda, masa kau tidak tau sih?" ucap Zayn yang berusaha mengelabui gadis cantik itu lagi sama seperti ia meminta ciuman nya di kembalikan.
"Kan sama-sama di bibir!" sahut Louise lagi pada pria itu.
"Beda Louise, kalau cium di bibir kan harus di hisap! Dulu kayak kita kemarin!" ucap Zayn pengalaman nya mencium hanya pada gadis itu saja dan tak pernah mencium gadis lain.
"Iya juga yah..." ucap Louise sembari mengingat ciuman yang pernah mereka lakukan dan ciuman yang sering di berikan James pada nya.
"Sini aku gigit duluan!" ucap Zayn yang sangat ingin meraup bibir merah muda gadis itu. Namun belum menemukan alasan yang tepat.
"Auch!" ringis gadis itu saat bibir nya terluka karna pria di depan nya langsung mengambil kesempatan.
"Kan harusnya aku yang gigit!" ucap Louise kesal pada pria di depan nya sedangkan Zayn tertawa melihat wajah kesal gadis itu.
"Sana keluar! Aku mau pakai baju, atau kau mau lihat?" goda pria itu yang masih tertawa selama dua hari terakhir baru kali ini tertawa lagi.
"Ih! Malu tau Zayn!" ucap Louise mendengus sembari menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya dan beranjak keluar.
Pria itu hanya tertawa melihat sikap menggemaskan gadis cantik itu.
"Siapa yang menghubungi mu?" tanya Zayn saat melihat gadis itu yang terus menerus mematikan ponsel nya ketika ada yang menghubungi.
"Bukan siapa-siapa, jalan saja..." jawab Louise saat Zayn hendak mengantar nya pulang.
Sesaat kemudian pesan pun datang nya pada nya.
Aku menganggu waktu kalian?! Kau sedang bermain di belakang ku?!
Pesan yang di kirim James pada gadis itu karna ia tau gadis itu tengah bersama pria yang paling tidak ia sukai.
"Zayn! Nanti bisa turunin di cafe Vanya tidak?!" ucap Louise pada pria itu.
"Kenapa? Kau main kesana?" tanya Zayn saat mendengar permintaan sahabat cantik nya.
"I-iya...
Aku mau menginap di sana! Nanti bilang Louis yah!" jawab Louise takut, ia sudah melihat seberapa mengerikan nya pria iblis itu menyiksa orang lain, maka dari itu ia tak ingin teman nya terkena dampak juga.
......................
Mansion Dachinko.
"Lepas James! Sakit!" ucap Louise saat pria itu menyeret nya masuk.
Dugaan nya benar sesaat setelah Zayn menurunkan nya ke cafe Vanya dan ia meminta bantuan pada teman wanita nya itu untuk membuat alasan ia menginap disana karna ia tau jika pria iblis itu pasti tak akan membiarkan nya kembali malam ini.
Bruk!
"Sakit..." ringis nya lirih saat tubuh nya di hempaskan di lantai kamar mandi mewah tersebut.
"Buka baju mu! Aku mau lihat!" ucap James memerintah gadis itu. Ia tak ingin ada aroma pria lain di tubuh gadis nya.
"Gila yah? Otak mu kurang setengah?!" ucap Louise yang jelas tidak mau menuruti permintaan pria itu.
James sendiri memanas karna mengecek gps ponsel Louise yang dari siang hingga malam berada di apart seorang pria sendirian.
Pria itu pun tanpa basa basi langsung membuka dan menyobek secara paksa pakaian gadis itu hingga membuat tubuh indah itu polos di depan mata nya.
"Dasar mes-"
"Bibir mu ini kenapa?!" tanya James dengan nada dingin yang menunjukkan aura membunuh nya.
Louise tak jadi melanjutkan kalimat nya ia hanya berusaha menutup tubuh nya sebisa mungkin.
"Tergigit..." jawab Louise lirih pada pria itu.
"Seseorang mengigit nya?" tanya James lagi dengan tatapan yang setajam pisau pada gadis cantik itu.
"Tidak aku mengigit nya sendiri karna gugup..." jawab Louise lirih sembari menatap gemetar melihat pria yang berada di depan nya.
James tak mengatakan apapun, ia berdiri dan mengisi bathup dengan air dan juga sabun hingga penuh dan berbusa.
"Mau kemana? Masuk ke dalam!" ucap James saat berbalik dan melihat gadis itu memungut pakaian nya dan hendak kabur.
"Kenapa mengatur hidup ku sih?! Kau pikir kau siapa?!" tanya Louise saat ia sudah mulai menyadari pria di depan nya semakin mengatur kehidupan yang ia miliki.
"Aku? Kau bertanya siapa aku kan? Aku pemilik mu!" jawab James semakin jengkel, gadis itu selalu saja melawan nya bahkan saat ia tengah marah sekalipun.
"Aku bukan barang atau hewan! Aku milik diriku sendiri!" ucap Louise dengan mata yang menatap teguh akan pendirian nya.
James hanya tersenyum seperti mentertawakan gadis itu, baginya apapun yang ia inginkan harus di dapatkan, jika tidak ia akan merusak nya sampai hancur agar orang lain juga tak akan dapat memiliki nya selama ia juga tak bisa memiliki nya. Mau itu harta, kekuasaan atau wanita.
Auch!
Ringis nya lagi saat rambut nya di tarik tiba-tiba dan di lempar ke dalam bathup tersebut. Setelah melihat tubuh gadis itu yang basah kuyup dan masuk kedalam bathup James pun mulai membuka pakaian nya.
"Apa yang kau lakukan!" ucap Louise dengan mata membulat sempurna saat pria itu membuka pakaian nya sendiri.
"Kalau kau malu tutup saja mata mu." ucap James enteng sembari ikut masuk dan duduk di belakang tubuh gadis itu.
"Diamlah dan jangan bergerak! Aku mau membersihkan mu! Tak boleh ada aroma pria lain!" bisik James di telinga gadis itu dengan nada penuh penekanan.
"Tapi aku tak lakukan apapun dengan nya! Kenapa memperlakukan ku seperti ini?!" tanya Louise saat tangannya di ikat belakang di dalam air dengan dasi pria tampan itu.
"Tapi kau menghabiskan banyak waktu mu dengan nya! Aku tak suka!" jawab James dan mulai menyentuh tubuh gadis itu dari belakang dan mengusap nya dengan perlahan dengan air sabun yang merendam tubuh polos mereka.
Tangan James sengaja berulang kali menyentuh bagian sensitif dada gadis cantik itu hingga membuat Louise mulai merasakan getaran aneh nya lagi.
"Ja-james...
Berhenti ungh..." ucap Louise pelan saat tangan pria itu memainkan dada nya hingga membuat tubuh nya seakan mabuk.
"Berhenti? Kau ingin aku berhenti? Tapi seperti nya kau yang sangat menyukai nya?" tanya James sembari semakin menggelitik area sensitif dada gadis itu.
"Ungh!" lenguh nya saat ia merasa tubuh nya semakin bergejolak.
Pria itu pun tersenyum dan mulai menurunkan lagi tangan nya semakin ke bawah.
"Sekarang aku perlu membersihkan disini kan?" ucap James sembari mulai menyentuh area privasi gadis itu sembari mengigit kecil telinga nya.
"James...
Stop it please!" ucap Louise dengan suara tertahan saat pria itu semakin tak mendengarkan nya dan berbuat sesuka hati.
"Berhenti seperti ini?" tanya James di telinga gadis itu namun bertindak kebalikan dari yang ia ucapkan. Ia semakin membuat jemari nya menggelitik tubuh gadis cantik itu.
"Ungh!" lenguh nya saat ia merasakan gejolak yang membakar keluar dari tubuh nya.
"Kau sudah? Tapi permainan kita belum berakhir!" ucap pria itu dan berbalik bangun mengambil sesuatu.
Ia pun kembali dengan menutup mata gadis itu dengan dasi seperti yang pernah ia lakukan sebelum nya.
"Sekarang kau tak akan sibuk dengan kata-kata Aku malu! seperti itu lagi kan?" ucap James yang tau jika gadis itu akan sibuk dengan kata-kata seperti itu maka dari itu ia menutup mata dan pandangan gadis cantik itu.
Suara lenguhan dan erangan terdengar jelas dari kamar mandi tersebut. James yang semakin membuat tubuh gadis itu terikat dengan pemilik nya, tak hanya itu ia juga membuat gadis itu menuntaskan hasrat nya.
"Telan semua nya..." ucap James dengan suara berat sembari menahan kepala gadis cantik itu.
Hummphh...
Mau tak mau Louise kembali menelan dan meneguk semua cairan yang di tumpahkan di mulut nya karna kepala nya yang terus di tahan.
"I-itu apa? Aku tak suka rasanya...
Aku tak mau menelan nya lagi..." ucap Louise terengah-engah namun membuat James bergairah kembali.
Siklus saling memuaskan satu sama lain yang sedang berputar dalam bathup yang sudah tak lagi bersih itu lagi terus terjadi hingga gadis cantik itu kelelahan dan tertidur.
Sedangkan James semakin tak puas dan semakin menginginkan lebih dari sekadar hisapan dari mulut gadis cantik itu. Ia ingin hal lain yaitu tubuh gadis itu seutuh nya.
"Seperti nya aku saat kita melakukan nya lagi, aku tak akan bisa menahan diri ku lagi..." ucap James lirih pada gadis itu sembari mengusap wajah cantik nya yang sedang tertidur dengan lembut.
Ia memindahkan gadis itu ke atas tempat tidur nya dan hanya mengeringkan tubuh nya tanpa memberi pakaian karna ia ingin mengesap aroma harum dari tubuh gadis cantik itu dan mendekap nya dengan sentuhan yang terasa jelas tanpa apapun.
......................
Apart Greelef.
Louis yang sudah mandi dan merawat diri nya sendiri dulu sebelum menemui gadis yang ia rindukan selama dua hari terakhir.
Ia ingin tampil tampan dan sangat tak sabar menemui gadis nya. Apart gadis itu pun sudah ia beli tanpa sepengatahuan Clara.
Clara yang tidak tau jika diskon dan bayaran murah saat ia menyewa apart nya karna Louis yang sudah membeli nya dan tanpa sadar jika selama ini ia menyewa pada atasan nya.
Louis melakukan hal itu karna gadis yang ia sukai tak mau diajak tinggal bersama ataupun tinggal di salah satu apart mewah nya yang lain.
Ia pun dengan mudah bisa membuka pintu gadis itu karna memiliki kartu otomatis nya tanpa harus menekan sandi nya lagi.
Perlahan pria itu mulai masuk. Dahi nya mengernyit melihat sepatu pria yang berada di apart gadis nya. Ia membawa sebuket mawar yang merupakan bunga kesukaan gadis manis itu.
Apa ayah nya datang?
Batin Louis saat melihat sepatu pria dewasa itu hingga ia semakin memasuki apart gadis nya.
Deg...
Jantung nya seakan ingin berhenti ketika melihat jas pria dan barang-barang pria serta cardigan gadis nya yang berserakan di lantai tersebut dan sesaat kemudian mata nya langsung teralihkan saat melihat pria yang keluar dengan masih mengancing kemeja nya.
"Kenapa kau bisa masuk kesini?" tanya pria yang tak lain masih berstatus sebagai kekasih gadis itu.
"Seharusnya aku yang tanya! Kenapa kau yang berada di sini!" ucap Louis membentak Reno seketika dan langsung membuat Clara keluar dengan masih mengenakan mantel tidur.
Deg...
Hati seakan hancur melihat gadis nya dengan pria lain dalam keadaan seperti itu, bekas ciuman yang terlihat jelas di sepanjang lengkung leher putih gadis itu membuat nya gemetar.
Ia tak pernah gemetar seperti ini bahkan saat dirinya di jemput polisi.
"Apa yang kalian lakukan!" ucap Louis dengan amarah yang memuncak dan ingin memukul pria yang berada di depan nya.
"Apa itu urusan mu?! Apa yang ingin ku lakukan dengan PACAR ku!" ucap Reno yang menekankan kata pacar pada Louis.
Sekali lagi Louis mematung dan membatu mendengar nya. Ia menatap Clara dengan mata nya yang penuh akan sorot kekecewaan dan amarah sekaligus.
"Yang dia katakan benar?" tanya Louis sembari menatap gadis manis itu.
"Iya..." jawab Clara lirih dengan menunduk ia sudah gemetar ketakutan karna tak menyangka pria itu bisa memasuki apart nya.
"Lalu kita? Hubungan kita kau anggap apa?" tanya Louis lagi dengan suara gemetar pada gadis itu.
"Maksud nya Cla? Kenapa dia bertanya pada mu seperti itu?" tanya Reno saat mendengar pertanyaan Louis.
"Kami tak memiliki hubungan apapun...
Hanya atasan dan bawahan saja..." jawab Clara lirih.
Ia merasa ini waktu nya agar melepaskan dirinya dari Presdir dominasi itu, namun entah mengapa hati nya begitu sakit saat mengatakan nya.
Louis terdiam mematung beberapa saat dan kemudian tertawa pahit. Tawa yang hampir sama dengan tangisan. Hati nya seperti di iris dengan silet dan di celupkan di cairan jeruk nipis lalu di bakar tanpa ampun.
"Kalian sudah melakukan nya?" tanya Louis dengan senyuman pahit sembari menatap gadis itu.
"Kau sudah lihat sendiri kan? Kau bahkan punya mata." ucap Reno sembari menutup tubuh gadis manis itu di balik tubuh nya.
"Kau bilang hubungan kita hanya atasan dan bawahan kan? Baik! Mulai sekarang aku akan memperlakukan mu seperti itu!" ucap Louis sembari menatap Clara yang mulai terisak tanpa memperdulikan Reno.
Ia pun melangkah keluar dari apart gadis itu sembari membawa kepingan hati nya yang hancur.
Kau bahkan tak bisa menunggu ku? Hanya dua hari aku di penjara dan kau sudah berpaling?!
Baik! Jika itu mau mu!
Aku akan membuat mu hancur hingga tak ada lagi yang bisa menerima mu!
Kau akan benar-benar hancur sampai kau tau, kau hanya bisa berdiri dengan bantuan ku!
Selamat datang di neraka mu!