
Kediaman Hazel.
Hazel masih mengolesi obat di punggung Alyss agar bekas memarnya lebih cepat hilang.
"Bagaimana tadi film nya? Kau suka?" tanya Hazel saat tangan nya tengah sibuk mengolesi salep di tubuh Alyss dengan perlahan.
"Lumayan..." jawab Alyss lirih.
"Kau sangat penakut." ucap Hazel diiringi tawa kecil dengan nada sedikit mengejek Alyss.
"Ti-tidak! Aku tidak penakut!" sanggah Alyss cepat, ia tak mau Hazel terus mengejek nya penakut.
"Iya.. iya ..
Kau sangat pemberani." ucap Hazel dengan masih menahan tawa kecilnya dan mencium lembut leher Alyss dari belakang.
Ia pun telah selesai memberi obat di punggung Alyss dan memakaikan kembali pakaian Alyss.
"Oh ya tadi sepertinya aku bertemu dengan orang yang mirip dengan mu. Sebelumnya aku tak ingat tapi saat melihat wajah mu, aku baru sadar jika dia mirip dengan mu." Alyss yang mulai mengatakan pertemuan nya dengan Will.
"Wajah kalian sangat mirip. Apa wajah mu pasaran?" tanya Alyss dengan dengan nada mengejek, ia ingin membalas Hazel yang terus mengatainya penakut sejak tadi.
Hazel yang mendengar ucapan Alyss pun langsung mengerutkan dahi nya dan teringat dengan Will, karna tadi Will juga mendatanginya. Ia pun segera membalik tubuh Alyss yang sedang membelakanginya agar menghadapnya.
"Dimana? Apa yang dia katakan padamu? Bagaimana kalian bisa bertemu? Apa dia melakukan sesuatu pada mu?" Hazel yang langsung memberikan pertanyaan bertubi-tubi pada Alyss, dan mencengkram lengan Alyss dengan kuat.
Ia sangat takut jika Will mengetahui hubungan nya dengan Alyss lalu menggunakan serta menyakiti Alyss untuk membuatnya menjadi tunduk pada Will.
"Sakit..." ucap Alyss lirih yang meringis kesakitan saat Hazel mencengkram lengan nya dengan kuat.
"Jawab!!!" bentak Hazel dengan nada tinggi dan langsung membuat Alyss menjadi terkejut.
Alyss mulai takut saat melihat wajah Hazel yang menatap nya tajam dan baru saja membentak nya.
"A-aku tak melakukan apapun, tadi aku melihat nya saat kembali dari cafe RS. Di-dia terjatuh jadi aku membantunya. Hanya itu..." jawab Alyss lirih dengan tubuh yang mulai gemetar. Ia masih belum lupa dengan hukuman yang diberikan Hazel pada nya terakhir kali.
Hazel menarik nafas panjang dan memejamkan mata nya sesaat, ia pun mulai melonggarkan cengkraman tangan nya di lengan Alyss
Ia melihat wajah Alyss yang mulai pucat dan tubuh yang gemetar karna takut serta bekas cengkraman tangan nya di lengan Alyss, ia pun perlahan memeluk Alyss dan menyandarkan kepala Alyss ke dada bidangnya, dan mulai mengelus rambut Alyss perlahan.
"Sssttt....
Sudah.. sudah...
aku tak marah pada mu." ucap Hazel dengan lembut dan terus mengelus rambut Alyss perlahan untuk menenangkannya.
Alyss pun perlahan mulai tenang dan berhenti gemetar di dalam pelukan Hazel.
"Kau sudah tenang?
Ayo tidur." ajak Hazel dan mulai menggandeng tangan Alyss untuk segera ke kamar nya.
......................
Cahaya bulan mulai terganti dengan cahaya mentari.
Pagi itu Hazel berencana membawa Alyss ke tempat wisata yang sedang populer di internet yang ia lihat kemarin saat di ruangan nya.
"Kita hari ini tidak pergi ke RS." ucap Hazel di tengah sarapannya pada Alyss.
Alyss pun langsung menoleh ke arah Hazel dan melihatnya dengan tatapan bingung.
"Kenapa? Aku sudah terlalu banyak libur. Bagaimana nanti kalau aku di pecat? Dan kau juga harus nya memiliki banyak pekerjaan kan?" balas Alyss pada Hazel.
"Siapa yang berani memecat mu? Kau lupa JBS adalah milik ku? Dan soal pekerjaan aku sudah menyelesaikan hal mendesak kemarin, dan mengirim beberapa pekerjaan ke sini. Jadi aku bisa mengerjakan sebagian di rumah, dan di JBS kan juga ada Rian." jawab Hazel enteng.
"Haisshhh...
Bagaimana jika gaji ku dipotong nanti." ucap Alyss lirih dengan nada kesal dan wajah yang sedikit cemberut.
Hazel tertawa saat mendengar ucapan Alyss.
"Kenapa kau takut? Lagi pula kan aku yang memberi mu gaji dan aku juga bisa memberi mu uang tanpa kau harus bekerja." ucap Hazel dengan sedikit tawa. Ia benar-benar gemas melihat Alyss.
"Kau tau jika kau seperti itu terus aku jadi ingin memakan mu. Bagaimana kau bisa sangat menggemaskan? Hah?" sambung Hazel tertawa dan mencubit hidung Alyss.
"Kan aku mau dengan hasil kerja ku sendiri." jawab Alyss semakin kesal karna melihat Hazel tertawa.
Hazel pun tak membalas perkataan Alyss lagi dan semakin tertawa melihat wajah kesal Alyss.
Setelah sarapan mereka pun mulai berangkat ke tempat wisata yang di tuju Hazel.
Hazel memilih mengendarai mobil nya sendiri tanpa meminta supir mengantar mereka, ia benar-benar ingin menikmati kencan nya berdua dengan Alyss.
......................
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam mereka pun sampai ke tempat yang dituju.
"Disini?" ucap Alyss ketika turun dari mobil dan melihat sekeliling.
"Iya, pemandangan di sana sangat bagus." ucap Hazel sembari menunjuk ke arah tebing teratas.
Alyss pun mengikuti arah tangan Hazel yang menunjuk ke atas tebing.
"Disana? Kita kesana? Jalannya?" tanya Alyss terkejut ketika melihat kearah tebing tinggi yang baru di tunjuk Hazel.
"Itu." jawab Hazel lagi sembari menunjuk ke arah tangga yang menjulang ke atas.
Alyss pun membulatkan matanya dengan sempurna melihat banyaknya anak tangga yang tersusun rapi ke atas.
"Saat sudah di atas kita akan melihat pemandangan yang sangat bagus.
Ayo, kita ke naik sekarang." ucap Hazel dan langsung menarik tangan Alyss.
Alyss pun menepis tangan Hazel saat hendak menariknya menaiki satu anak tangga pertama.
"Ti-tidak...
Kau saja yang naik, aku tunggu disini. Pemandangan di sini juga bagus." ucap Alyss yang berusaha mengelak dari Hazel.
Ia tak bisa membayangkan betapa letih nya nanti saat ia naik ke atas sana.
"Hanya 2000 anak tangga. Lagi pula disana juga ada tempat istirahat dibeberapa tangga sebelum sampai ke atas." jawab Hazel enteng.
"2000? Tidak kau saja." jawab Alyss dengan menggelengkan kepalanya dengan cepat dan hendak berbalik kembali ke mobil.
"Eitss...
Kita naik sekarang, atau aku akan menghukum mu." ucap Hazel yang langsung menahan Alyss dengan memegang pergelangan tangan Alyss.
"Lagi pula kan kau juga bisa berolahraga, kau sangat lemah. Saat kita melakukannya kau cepat sekali kelelahan." ucap Hazel lagi tanpa memperdulikan dimana ia bicara.
Tentu saja beberapa pengunjung lain yang tak jauh dari Hazel langsung melihat ke arah nya dan juga Alyss.
Alyss pun langsung terkejut dan refleks menutup bibir Hazel dengan tangan kecilnya.
"Ka-kau tak punya malu? Kenapa bilang begitu disini." ucap Alyss dengan suara sedikit berbisik.
Hazel pun menurunkan tangan Alyss dan menggenggam jemari Alyss perlahan, ia mulai menaikkan sudut bibir nya dan mulai mendekat ke telinga Alyss.
"Makanya kau menurut saja padaku." bisik Hazel.
Ia pun mulai menarik Alyss untuk mulai menaiki anak tangga.
"Haisshh...
Aku paling benci olahraga.." ucap Alyss lirih dan mengikuti langkah Hazel. Hazel hanya tersenyum mendengar keluhan Alyss.
"Dari mana dia tau tempat seperti ini? Kenapa makin lama sikap nya makin aneh?" keluh Alyss dalam hati ketika mengikuti langkah Hazel.
Setelah beberapa ratus anak tangga yang mereka naiki Alyss mulai merasa kelelahan.
"Tu-tunggu...
Kita istirahat dulu..." ucap Alyss dengan nafas tersengal-sengal karna kelelahan.
"Ayolah, baru beberapa yang kita naiki. Lagi pula ini juga bagus untuk memperkuat fisik mu." ucap Hazel pada Alyss, ia sama sekali belum merasa lelah.
"Dasar brengsek! Memperkuat fisik? Tinggal dengan nya sudah membuat ku latihan memperkuat fisik ku, jika aku tidak kuat, aku pasti sudah tak hidup lagi sekarang." umpat Alyss yang berbicara pada dirinya sendiri dengan nada lirih.
Hazel pun menoleh ke belakang ketika mendengar ucapan Alyss dan melihat nya yang sedang menarik nafas dalam.
"Kau seperti nya sangat pandai memaki orang yah." ucap Hazel sembari menyentuh bibir Alyss.
Alyss melihat Hazel dengan tatapan kesal, dan menepis pelan tangan Hazel yang mulai mencubit bibir nya.
"Aku pandai memaki, dan dia pandai menyiksa orang." batin Alyss sembari melihat kesal kearah Hazel.
"Kau sedang memarahi ku dalam hati?" tanya Hazel ketika melihat tatapan mata Alyss.
Alyss terkejut dan langsung mengelak, ia heran kenapa Hazel selalu tau jika ia sedang menggerutu Hazel di dalam pikirannya.
Hazel pun tersenyum melihat wajah kesal Alyss, ia pun setuju untuk beristirahat sejenak di bangku yang disiapkan oleh pihak tempat wisata untuk beristirahat. Hazel pun memberikan minum untuk Alyss agar dapat melelas dahaganya.
Saat Alyss duduk di bangku tersebut perutnya mulai terasa sakit seperti terasa nyeri, sebenarnya perut nya mulai terasa nyeri sejak semalam sebelum ia tidur.
Setelah beberapa menit mereka duduk Hazel pun mulai mengajak Alyss untuk melanjutkan menaiki anak tangga lagi.
"Sekarang kita lanjutkan lagi." Ajak Hazel sembari menarik tangan Alyss untuk menaiki anak tangga lagi.
"Tu-tunggu, perut ku sakit. Apa tak bisa sampai sini saja?" Ucap Alyss jujur pada Hazel.
"Jangan banyak alasan. Ayo... " ucap Hazel yang tak percaya perkataan Alyss dan tetap menarik tangan Alyss untuk segera menaiki anak tangga lagi.
Alyss pun dengan langkah berat mengikuti langkah Hazel. Setelah beberapa langkah ia menaiki anak tangga, ia merasa seperti ada sesuatu yang keluar dari dalam dirinya.
Mata Alyss langsung terbelalak dan menghentikan langkah nya.
"Hazel tunggu! Seperti nya aku perlu ke toilet." Ucap Alyss pada Hazel.
"Toilet? Yasudah sana. Jangan lama-lama." Ucap Hazel.
Alyss pun langsung berjalan ke arah toilet yang tak jauh dari tempat itu.
"Duh...
Jangan sekarang ku mohon..." ucap Alyss berharap.
Dan benar saja saat ia memeriksa dirinya di toilet.
"Duh! Mati aku! Kenapa bisa lupa jadwal bulanan ku!" ucap Alyss panik saat menyadari ia datang bulan.
Hazel pun yang sedari tadi menunggu Alyss mulai hilang kesabaran karna Alyss tak kunjung keluar dari toilet, ia pun segera menelpon Alyss.
"Kenapa lama sekali?" tanya Hazel ketika telpon nya sudah tersambung.
"Ehmmm... itu...
Aku... itu..." jawab Alyss berbelit-belit dari telpon.
"Itu apa? Keluar sekarang!" ucap Hazel dan langsung menutup telpon nya.
Setelah Hazel menutup telpon dan menyuruh Alyss keluar, ia menunggu beberapa saat namun Alyss tak kunjung keluar dan akhirnya ia berinisiatif mendatangi Alyss ke toilet wanita.
"Alyss? Kau masih lama? Sedang apa kau?" tanya Hazel ketika sudah berada di dalam toilet wanita.
Saat Hazel masuk ke toilet wanita kebetulan sedang tak ada pengunjung wanita lain yang berada di toilet tersebut.
"Eh? Dia disini? Kenapa dia masuk ke toilet wanita?" ucap Alyss lirih ketika mendengar suara Hazel.
Ia pun membuka sedikit pintu bilik toilet nya.
"A-aku disini..." jawab Alyss lirih.
"Ayo, kenapa lama sekali." jawab Hazel dan segera ingin menarik tangan Alyss.
Alyss pun menahan tangan Hazel dan tak ingin keluar.
"Tunggu...
A-aku tak bisa...
Aku sedang itu... Ehmm... itu loh...." ucap Alyss berbelit-belit pada Hazel.
"Apa? Kenapa dari tadi bicara mu berbelit-belit." ucap Hazel mulai kesal.
"A-aku datang sedang datang bulan..." jawab Alyss lirih dengan nada yang sangat pelan.
"Kau sedang datang bulan? Kapan mulai nya?" tanya Hazel ketika mendengar ucapan Alyss.
"Barusan..." jawab Alyss lirih.
"Ehmm...
itu...
Bi-bisakah kau belikan aku pembalut?" tanya Alyss dengan suara sangat pelan seperti sedang bergumam.
"Apa yang kau katakan? Katakan lebih keras." ucap Hazel.
"Pe-pembalut...
Bi-bisa tolong belikan tidak?" tanya Alyss gugup lagi dengan suara yang lebih keras walaupun masih terdengar pelan.
"A-apa?! Ka-kau menyuruh ku beli membeli pembalut?!" tanya Hazel terkejut dengan raut wajah terkejut sekaligus bingung.
Alyss hanya mengangguk kecil mendengar pertanyaan Hazel.
Alysscalla Zalea
Hazel Rai
...****************...
Menurut kalian Hazel jadi beli pembalutnya gak???😅😅😅
Tunggu up selanjutnya yah.
Hai hai para readers tersayang othor mulai 2 minggu kedepan othor ga bisa janji tiap hari up yah...
Karna othor ada UTS jadi mau lebih fokus ke ujian dulu hihi🙃🙃ðŸ¤ðŸ¤
Othor up yang panjang yah di tiap bab biar kaya dobble up wkwk😅
Jangan lupa like, komen, Rate 5, vote dan fav yah hihi...
Terimakasih atas dukungan yang kalian berikan ke othor 🥰🥰🥰
Happy reading para pembaca kesayangan othor🥰🥰🥰