
Dua bulan kemudian.
Selama dua bulan terakhir Alyss menjalankan operasional dari JBS grup dibantu dengan Rian, kondisi Hazel semakin membaik namun ia tak kunjung sadar.
Alyss saat ini sedang berdiri menatap suami nya yang masih tak kunjung sadar.
"Kenapa sekarang jadi begini?
Kau harus bangun...
Atau akan ku hancurkan rumah sakit mu..." ucap Alyss lirih sembari menatap ke arah Hazel.
Alyss pun melihat data dari rekam medis suaminya.
"Tingkatkan dosis obat nya, dia harus bangun bagaimanapun caranya!" ucap Alyss pada seluruh dokter yang merawat Hazel.
Sontak saja para dokter pun menjadi sangat bingung dengan ucapan Alyss, meningkatkan dosis obat memang cara paling cepat agar dapat membangunkan pasien, namun jika pasien tak dapat menerima obat dalam jumlah besar maka kemungkinan dapat mengalami serangan jantung.
"Tapi jika kami-" jawab salah satu dokter.
"Apa? Kau pikir aku mau membunuh nya? Kalau seperti ini terus dia akan dalam kondisi statis, lebih baik mengambil keputusan berisiko dari pada seperti ini terus. Lagi pula aku yakin dia akan tahan dengan dosis tersebut." potong Alyss dengan jawaban ketus pada para dokter.
Ia sebenarnya juga takut akan keputusan nya namun ia tak menunjukkan hal itu sama sekali.
"Kau harus bangun, kalau kau benar-benar pergi aku akan menikah lagi dan menghabiskan harta mu!" batin Alyss saat melihat Hazel. Dibandingkan dengan semua orang yang tau tentang kondisi Hazel, dia lah yang paling menginginkan Hazel untuk sadar kembali.
......................
2 Hari kemudian.
Ruangan Presdir.
Alyss memeriksa beberapa dokumen yang diberikan Rian yang selalu membuat nya sakit kepala.
"Proyek pembangunan?" tanya Alyss lirih.
"Benar, seharusnya akan ada pembangunan rumah sakit cabang di kota xx, data nya sudah dikumpulkan namun masih perlu peninjauan beberapa data lagi." jawab Rian.
Alyss membuang nafasnya dengan kasar, selama dua bulan terakhir ia bahkan tak sempat bermain dengan Bulbul karna padat nya rutinitas dan jadwal yang sudah di tentukan sebagai presdir dari JBS.
"Sudah ada kabar tentang Hazel?" tanya Alyss yang mengganti topik karna pusing melihat semua dokumen yang berserak di depan nya.
"Masih belum sadar..." jawab Rian lirih.
Alyss pun tersenyum getir mendengar jawaban Rian.
"Kau sudah dengar gosip tentang ku?" tanya Alyss lagi pada Rian.
"Saya sudah mencari tau yang menyebarkan gosip nya, mantan direktur Mike yang menyebarkan nya, mungkin dia ingin balas dendam karna anda memecat nya tiba-tiba sebelumnya." jawab Rian.
"Benar-benar cacing yang sulit di musnahkan yah? Sudah di beri kesempatan masih terus mencari masalah...
File rahasia nya publikasi kan ke umum, tak usah mengancam nya lagi, orang seperti itu tak perlu ancaman." perintah Alyss pada Rian.
"Baik, saya juga akan menghentikan gosip yang beredar tentang anda." jawab Rian patuh.
"Tak perlu, jika mereka percaya gosip itu, bahwa aku yang membuat kecelakaan dan ingin membunuh suamiku sendiri untuk posisi ini, maka mereka bisa mempercayainya." ucap Alyss tersenyum.
Rian mengernyitkan dahinya, ia tak tau apa lagi yang di rencanakan oleh wanita di hadapan nya.
"Tapi jika seperti mereka akan menganggap anda-" ucap Rian terpotong.
"Jika mereka berpikir aku sanggup membunuh suamiku untuk posisi ini, maka mereka juga akan berpikir aku sanggup membunuh mereka dengan mudah, jika mereka melawan ku kan?" tanya Alyss dengan senyuman nya.
Rian benar-benar kehabisan kata-kata. Wanita yang ia hadapi dapat mengambil keuntungan dari situasi yang bahkan terlihat merugikan namun dapat menguntungkan nya juga.
Drtt...drtt...drtt...
Ponsel Alyss bergetar menandakan seseorang tengah menghubungi nya. Alyss pun memberi isyarat agar Rian segera keluar dari ruangan tersebut. Setelah Rian keluar Alyss pun segera mengangkat panggilan ponselnya.
Dave selalu menghubungi nya, dan Alyss berhenti menemui Dave sekitar satu bulan yang lalu, saat ia terakhir kali menemui Dave ia tanpa sadar tertidur karna kelelahan dan ia merasakan jika seseorang mencuri ciuman nya saat ia sedang tertidur.
Alyss semakin bingung dengan tujuan Dave, pria itu seperti sedang mengincarnya tapi juga seperti sedang mengincar suaminya. Maka dari itu ia tak lagi menemui Dave saat tau Dave mencium nya diam-diam.
Alyss memijat pelipis nya perlahan. Ia merasa lelah, takut, dan khawatir. Banyak hal yang berada di kepala kecil nya, banyak hal ia harus pikirkan.
Tes...tes...tes...
Tanpa sadar cairan merah kental mulai mengalir di hidung nya perlahan, Alyss masih tak menyadari hal itu sampai melihat bercak merah tersebut di meja atas meja kerja yang ia gunakan.
"Ckk, Kenapa sekarang aku sering mimisan sih?" ucap Alyss kesal saat ia menghapus darah keluar dari hidung nya.
Alyss tak pernah mengganggap ini hal yang serius, karna ia dulu juga akan sering mimisan jika kurang tidur dan kelelahan saat menyusun skripsi menjelang kelulusan nya, namun saat ini frekuensi nya semakin bertambah.
......................
Keesokkan harinya.
Alyss mendapat kabar jika Hazel mulai siuman, ia pun bergegas menemui suaminya.
Perasaan nya mulai lega saat melihat Hazel yang kini sudah sadar dan duduk diatas ranjang pasien nya.
"Hazel?" panggil Alyss lirih dan Hazel pun langsung menoleh ke arah suara wanita yang memanggilnya.
Hazel tak menjawab ia hanya diam memperhatikan wajah wanita yang berjalan ke arah nya.
"Hazel? Kenapa diam saja? Masih terasa sakit?" tanya Alyss pada suaminya.
Sekali lagi Hazel tak menjawab ia hanya menatap dan memperhatikan wanita di hadapan nya.
Deg...
Alyss mulai sedikit takut dengan tatapan Hazel yang hanya memperhatikan nya tanpa menjawab nya.
"Dia kenapa? Hilang ingatan?" batin Alyss saat melihat wajah Hazel yang sedang menatap dan memperhatikan nya.
"Kenapa tak menjawab?! Kau tak bisa bersuara?!" tanya Alyss dengan nada tinggi karna merasa takut dan khawatir di saat bersamaan.
Hening....
Tak ada jawaban sedikit pun yang keluar dari bibir pria di hadapan nya.
"Hey? Jangan menakuti ku! Ini tidak seperti di film atau drama-drama kan? Kalau di film ini menjadi kisah yang mengharukan...
Tapi kalau di dunia nyata ini sangat menyebalkan!" ucap Alyss dengan nada yang semakin tinggi.
Hazel masih tetap diam tak memberi ekspresi apapun dan terus menatap wanita yang sedang marah di hadapan nya.
"Kau...
Kalau kau benar-benar melupakan ku, akan ku hancurkan kepala mu dan ku keluarkan semua isinya!" ucap Alyss semakin kesal karna Hazel tak memberi respon sedikitpun dan hanya menatap nya nanar.
"Aku tak bercanda! Aku akan benar-benar melakukan nya kalau kau berani lupa pada ku!" ucap Alyss semakin kesal.
.....................
Aduh bang Hazel jangan lupa loh yah, nanti othor serampang panci loh kalo sampe lupa sama istri sendiri 😡, jangan buat kayak sinetr*n ikan terbang lu bang😖
Haii maaf yah pendek banget🤧🤧
Othor masih ada beberapa urusan soalnya🤧 Kalau nanti malam sudah selesai nanti malam othor sambung lagi yah😉
Jangan lupa, like komen vote fav rate 5 dan dukung othor yah🥰❤️❤️❤️
Happy Reading❤️❤️❤️