(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Aku tak suka penolakan!



Pukul 11.35. PM malam.


Setelah menjalani prosedur untuk mengugurkan kandungannya, Alyss masih tertidur dikarnakan bius yang diberikan ke tubuh nya. Terkadang ia seperti terbangun dan mengigau di sela-sela tidurnya.


"Ja-jangan..." ucap nya disela tidur dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Sssttt.... tak apa....." ucap Hazel sembari mengelus puncak kepala Alyss dengan perlahan.


......................


Matahari telah naik sempurna menyebarkan sinar hangatnya.


Alyss pun mulai tersadar sepenuhnya. Ia membuka matanya perlahan, rasanya ini benar-benar seperti mimpi. Tidak! Ia berharap ini hanya mimpi.


Ia mulai memegang kembali perut ratanya, tanpa terasa bulir bening mulai berjatuhan dari ujung matanya.


Saat Alyss terbangun ia sudah berada di ruang perawatannya, kini ia kembali merasa sendiri dan kesepian lagi. Ia meringkuk kan tubuhnya di atas ranjang tersebut. Entah berapa banyak air mata yang ia keluarkan sejak ia bertemu Hazel


Sebelumnya hidupnya baik-baik saja, punya kepribadian yang baik, orang tua yang menyayanginya, memiliki banyak teman.


Tapi sekarang?


Sekarang hidup nya benar-benar berubah, kehidupan tenang nya terusik dan terenggut darinya, sekarang bahkan ia tak bisa mengatakan itu adalah hidupnya sendiri, karna lelaki itu telah mengklaim bahwa dirinya dan hidupnya hanya milik lelaki psyco itu.


Ia bahkan tak tau bagaimana caranya membalas dendam, setiap kali ia berusaha untuk melangkah menjauh, langkah nya malah membuat jatuh kedalam jurang terdalam yang semakin membuatnya tersiksa.


Benci!


Itulah yang menggambarkan perasaan nya saat ini, rasanya ia membenci pria itu sampai ke setiap sel dalam tubuhnya.


......................


Sore hari saat Hazel telah menyelesaikan seluruh pekerjaannya ia kembali keruangan Alyss.


Alyss masih meringkuk di atas ranjangnya dan mengarahkan pandangannya ke jendela.


"Ku dengar kau menolak untuk makan lagi." ucap Hazel yang mulai mendudukkan dirinya di tepi ranjang Alyss.


Alyss hanya melirik sinis sekilas ke arah Hazel dan menatap kembali ke arah jendela tersebut. Hazel pun menutup pandangan Alyss dengan telapak tangannya, menutup sinar yang mengenai wajah Alyss.


"Kau tak mau bicara lagi?" tanya Hazel.


"Apa lagi sekarang? Aku ingin istirahat!" jawab Alyss ketus.


"Yasudah, aku mandi dulu. Nanti kita makan malam bersama." ucap Hazel, ia pun langsung beranjak ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Alyss semakin benci melihat Hazel yang bersikap tak terjadi apa-apa setelah membunuh anaknya yang bahkan belum ia ketahui wajahnya, bahkan ia belum mengetahui anak itu laki-laki atau perempuan.


Pukul 07.05 PM.


Makan malam pun telah tersedia di ruangan Alyss.


"Bangun!" titah Hazel pada Alyss yang masih tak merubah posisinya sedikitpun.


Alyss tak mendengarkan ucapan Hazel dan masih tetap meringkuk diatas ranjang tersebut. Hazel pun mendekati Alyss dan mencoba meminta Alyss untuk bangun dengan nada yang lebih lembut lagi.


"Ayo bangun, kita makan malam." ucap Hazel sekali lagi dengan nada yang lebih lembut dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian pipi Alyss dan mulai memainkan rambut Alyss.


Alyss masih saja diam dan tak menjawab perkataan Hazel.


"Jangan membuat ku marah! Cepat bangun sekarang juga! Jika tak memikirkan tulang rusuk mu yang patah, mungkin aku sudah menarik mu dengan paksa!" ucap Hazel dengan suara pelan namun terasa sekali penekanan di setiap katanya.


Alyss hanya melirik malas ke arah Hazel.


Hazel pun menarik nafas panjang melihat sikap Alyss yang tak mendengarkannya. Ia pun mulai menurunkan tangannya, yang sebelumnya memainkan rambut Alyss menuju ke bahu Alyss.


Hazel pun mulai meremas kuat bahu Alyss, dan seperti memijatnya, namun dengan tenaga penuh, Alyss mulai meringis kesakitan.


Rasanya tulang-tulang di bahunya serasa akan remuk, ia pun langsung memegang tangan kekar itu agar Hazel berhenti meremas bahunya.


"Sekarang sudah mau menurut?" tanya Hazel ketika melihat Alyss sedang menahan sakit.


"I-iya, sekarang lepas." jawab Alyss.


Hazel pun melepaskan tangannya dari bahu Alyss, dan membantu Alyss agar lebih cepat bangun dan duduk untuk makan malam.


"Brengsek!" umpat Alyss lirih ketika melihat wajah Hazel.


Hazel mendengar umpatan yang dikatakan oleh Alyss, namun ia membiarkannya. Ia berusaha mengerti jika saat ini Alyss masih merasa marah dan juga sedih karna baru saja kehilangan anak baru ia kandung.


......................


Skip time


Dua minggu kemudian.


Setelah benar-benar menjalani pengobatan akhirnya kondisi Alyss mulai membaik, ia sudah dapat berjalan sendiri tanpa dipapah orang lain. Wajah nya pun kini sudah tak terlihat sangat pucat seperti sebelumnya.


Kondisi fisiknya sudah benar-benar membaik, tapi tidak dengan perasaan dan hatinya.


"Kapan aku bisa keluar? Kondisi ku sudah baik-baik saja sekarang." tanya Alyss pada para dokter yang sedang memeriksanya.


"Kau bosan? Ingin pulang kerumah?" tanya Hazel yang kebetulan sudah ada diruangan itu.


"Pulang? Pulang ke rumah mu? Bukankah sama saja dengan terkurung disini. Aku ingin kembali bekerja lagi." jawab Alyss sembari melirik sinis Hazel.


"Mungkin sekitar dua minggu lagi, kondisi anda akan benar-benar pulih." jawab salah dokter tersebut.


Setelah memeriksa Alyss, para dokter dan prof tersebut pun akhirnya keluar. Kini hanya tinggal Alyss dan Hazel yang berada di ruangan itu.


"Bisakah kau membiarkanku untuk kembali bekerja besok?" tanya Alyss yang membuka pembicaraan lebih dulu.


"Tidak! Bukankah dua minggu lagi kau akan segera pulih?" jawab Hazel.


"Bosan sekali disini, kalau begitu aku ingin Bulbul." ucap Alyss lagi.


"Bulbul? Kucing mu?" tanya Hazel memastikan.


"Iya." jawab Alyss malas.


"Yasudah, nanti ku minta bawahan ku untuk membawanya kesini." Jawab Hazel.


Setelah keesokkan harinya bawahan Hazel membawa Bulbul sesuai permintaan Alyss.


"Uuuu....


Bulbul ku sayang.... Sini...." ucap Alyss dan langsung membuka pelukannya untuk Bulbul.


Hazel yang saat itu berada di dalam ruangan Alyss dan melihat tingkah Alyss yang sangat menyayangi peliharaannya membuat Hazel mengernyitkan dahinya.


"Sayang? Dia bilang kucing jelek itu "sayang" tapi tak pernah memanggilku begitu. Sial! Apa aku cemburu pada kucing?" umpat Hazel dalam hati ketika melihat Alyss.


"Bisakah aku keluar sebentar? Aku ingin membeli beberapa aksesoris kucing?" ucap Alyss dengan tetap terfokus pada Bulbul.


"Tidak! Kau belanja online saja. Pakai ini, gunakan debit yang yang sudah berada di situ, sandinya ku kirimkan nanti." ucap Hazel sembari melempar ponselnya ke arah Alyss.


"Kau tak takut aku menghabiskan uangmu?" tanya Alyss.


"Kalau begitu cobalah." ucap Hazel dan berlalu meninggalkan ruangan Alyss.


"Pria brengsek!" ucap Alyss lirih ketika melihat Hazel keluar dari ruangannya.


Setelah itu Alyss pun melihat beberapa barang online di ponsel Hazel. Ia memilih beberapa barang yang cocok untuk Bulbul, dan memilih beberapa barang yang menurut nya paling mahal.


Ia ingin menghabiskan uang Hazel, mungkin sebagai luapan emosinya dan kekesalan nya melihat Hazel.


Ia membeli beberapa barang bermerek ternama, mulai dari tas, sepatu, pakaian, dan yang lainnya.


Sebenarnya Alyss sendiri bukan merupakan wanita yang suka foya-foya ataupun menghamburkan uang, namun untuk kali ini ia sangat ingin menghamburkan uang pria yang selalu disebut nya brengsek itu.


......................


Ruangan Presdir Hazel.


Hazel menerima notifikasi di ponselnya berulang kali, ia pun melihat beberapa transaksi yang dilakukan Alyss. Menghabiskan uang nya sampai beratus-ratus juta.


Hazel hanya tersenyum melihat layar ponselnya. Ia beranggapan Alyss sudah mulai membaik dan tak terlalu sedih lagi karna kehilangan anaknya. Hazel pun melanjutkan pekerjaan nya lagi.


......................


Skip time.


Dalam satu minggu terakhir Alyss terus saja berbelanja dan menghabiskan uang Hazel.


Namun setelah barang yang ia pesan datang ia akan menghancurkan barang tersebut.


"Barang nya tak sesuai lagi?" tanya Hazel ketika melihat Alyss yang sedang merusak tas bermerek Hermes tersebut.


"Iya, tasnya jelek!" jawab Alyss dan terus berusaha merusak tas tersebut.


"Makanan nya sudah datang. Ayo makan malam dulu." ucap Hazel ketika melihat beberapa makanan yang sudah diantar ke ruangan Alyss.


Alyss tak menjawab dan tetap merusak tas tersebut. Melihat Alyss yang tak mau mendengarkannya Hazel pun mendatangi Alyss, dan memegang tangan Alyss yang membuatnya berhenti merusak tas tersebut.


"Makan dulu, setelah itu kau bisa melanjutkan untuk menghancurkan barang-barang mu." ucap Hazel pada Alyss.


Alyss hanya berdecak kesal mendengar ucapan Hazel. Hazel pun menarik tangan Alyss dan mendudukkan di depan makanan yang sudah tersedia.


"Sekarang makan. Kau harus punya energi untuk membenciku dan menghancurkan barang mu kan?" ucap Hazel santai sembari memberi sendok ke tangan Alyss.


Alyss pun melirik kesal Hazel dan mulai memakan makanannya.


Pukul 10.34 PM.


"Kau sudah tidur?" tanya Hazel pada Alyss.


Hazel saat ini sedang memeluk dan mendekap Alyss dari belakang, karna Alyss yang benar-benar tak mau tidur menghadap Hazel.


Alyss masih dapat mendengar ucapan Hazel karna ia belum tertidur sama sekali, namun ia sangat malas menjawab nya dan memilih untuk tetap pura-pura tidur.


"Sudah tidur yah?" tanya Hazel dan kemudian menciumi tengkuk Alyss.


Alyss bisa merasakan gelagat aneh Hazel yang terus menciumi dan menghisap tengkuknya serta bahunya, nafas Hazel pun terasa berat. Tangannya mulai masuk kedalam pakaian Alyss dan mengelus perut ratanya perlahan.


"Kau benar-benar sudah tidur?" tanya Hazel lagi dengan suara berat.


Alyss tak menjawab dan tak beraksi apa-apa ia hanya berharap agar Hazel segera berhenti.


Namun ia tiba-tiba terbelalak saat tangan Hazel mulai naik ke atas dan menyentuh dadanya.


"Aku tau kau belum tidur." ucap Hazel ketika melihat Alyss yang terus berusaha memejamkan matanya dengan paksa.


"Masih ingin pura-pura?" tanya Hazel dengan terus memainkan tangan nya di dada Alyss.


Hazel pun mulai membuka kaitan bra yang berada di dalam pakaian Alyss. Alyss pun tak dapat menahannya lagi dan memegang tangan Hazel agar menghentikan tangan tersebut yang sedang bermain-main dengan dada nya.


"Iya, aku belum tidur! Sekarang lepas!" ucap Alyss dan berusaha mengeluarkan tangan Hazel dari pakaian nya.


"Kau sudah bisa kan? Ini sudah tiga minggu dan lagi kondisi mu juga sudah membaik." bisik Hazel dengan suara berat di telinga Alyss.


Mata Alyss pun langsung terbelalak, mendengar ucapan Hazel. Ia tau maksud dari ucapan tersebut. Hazel ingin melakukan hal itu lagi dengan nya.


"Ti-tidak...


A-aku tak bisa..." ucap Alyss lirih, perasaan takut mulai menjalar lagi ke tubuhnya.


"Aku tau kau bisa. Bukankah kau ingin anak? Aku akan melakukannya dengan sangat lembut." ucap Hazel sembari terus menciumi tengkuk putih Alyss dan tangan nya mulai menjalar kesetiap sudut tubuh Alyss.


"Ja-jangan...." minta Alyss lirih ketika merasa tangan Hazel mulai menyentuh bagian-bagian privasinya.


Hazel tak mendengarkan ucapan Alyss dan tetap melakukan apa yang ia inginkan.


"Kubilang Hentikan!" teriak Alyss dengan berusaha menyingkirkan tangan Hazel dan langsung bangun.


"Auchh..." ucap Alyss lirih ketika merasa tulang rusuknya yang sedikit nyeri karna ia tiba-tiba bergerak dengan cepat.


Hazel pun ikut bangun dan melihat Alyss yang seperti sedang menahan sakit.


"Kau tak apa? Makanya jangan banyak bergerak." ucap Hazel sembari menelisik keadaan Alyss.


"A-aku tak mau..." ucap Alyss lirih dan menundukkan kepalanya.


Hazel pun mendekat ke telinga Alyss dan mulai berbisik sembari menyelipkan rambut ke telinga Alyss.


"Aku tak suka penolakan! Kau cukup diam saja, dan aku akan melakukannya dengan lembut. Jika kau terus melawan, kau sendiri yang akan merasa kesakitan."


Setelah berbisik Hazel pun mulai ingin mencium bibir Alyss, namun Alyss langsung memalingkan wajahnya, ia ingin menolak ciuman Hazel.


"Tak mau? Yasudah, lagi pula masih banyak bagian yang bisa kucium." ucap Hazel dan mulai turun mencium leher Alyss.


Malam itu Hazel kembali melakukan hal tersebut pada Alyss, ia melakukannya dengan sangat lembut agar tak menyakiti tubuh Alyss, yang ia tak tau adalah ia semakin menyakiti perasaan Alyss, walaupun selembut apapun perlakukan nya malam itu.


...****************...


**Hai jangan lupa Like, Komen, rate 5, Vote dan favoritkan yah hihi😉😉


Kalau ada saran atau kekurangan di cerita Author yang ingin kalian sampaikan silahkan komen yah hihi.


Happy Reading🥰🥰**