
"Bagaimana? Kau menikmati hidup mu sekarang?
Pembunuh seperti mu tak pantas hidup dengan tenang!
Pada akhirnya kau juga akan membunuh wanita yang sedang tidur dengan mu sekarang dengan tangan mu sendiri!
Kau juga akan kehilangan orang kau cintai!
Kau akan hidup sendiri selamanya."
Hazel yang baru selesai mandi dan membuka ponselnya untuk melihat beberapa pesan dan notifikasi dari Rian yang tentu saja berhubungan dengan bisnis nya pun di kejutkan dengan pesan singkat ponselnya tersebut.
"Sial! Masih pagi, sudah dapat pesan seperti ini!" umpat Hazel dan langsung menelpon ke nomor tersebut.
Setelah beberapa panggilan sudah bisa dipastikan bahwa no tersebut sudah tak aktif lagi. Hazel pun semakin kesal dan menyuruh Rian untuk menyelidiki serta melacak no tersebut.
Jujur saja Hazel sedikit merasa risau karna pesan tersebut, pasalnya pesan tersebut mengatakan bahwa ia adalah "Pembunuh" karna tak ada yang mengetahui kekejaman nya kecuali orang kepercayaan atau yang sudah melakukan kontrak rahasia dengan nya seperti orang di ruang Visi yang ia buat.
Kehilangan orang ku cintai?
Batin Hazel risau pikiran nya pun langsung tertuju pada Alyss, ia langsung melangkahkan kaki nya menuju Alyss yang masih tertidur pulas dengan tubuh polos yang hanya berbalut selimut untuk menutupi bekas percintaan dan tanda kepemilikan yang ia tinggal di tubuh istrinya tadi malam.
"Tidak! Aku tak akan kehilangan mu! Akan ku bunuh orang berani mengancam ku menggunakan dirimu!" ucap Hazel lirih dengan geram namun mengelus rambut Alyss perlahan dan lembut.
Hazel masih memperhatikan dan mengelus rambut Alyss perlahan, kadang ia menyingkirkan anak rambut yang menutup wajah cantik istrinya. Sekarang Hazel semakin takut jika ia harus kehilangan wanita yang sedang bersamanya saat ini.
Pada akhirnya kau juga akan membunuh wanita yang sedang tidur dengan mu sekarang dengan tangan mu sendiri.
"Aku akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri?" ucap Hazel lirih ketika mengingat pesan tersebut. Ia tak tau maksud dari pesan tersebut namun bisa jadi pesan tersebut menjadi nyata.
Hazel tak pernah sekalipun ingin menyakiti Alyss namun ia juga masih tak bisa mengendalikan dirinya. Ia tak tau caranya membujuk seseorang yang ia tau hanya cara mengancam seseorang.
Ia masih belajar caranya mengandalikan dirinya agar tak menyiksa wanita yang ia cintai terus menerus, tapi ia selalu saja tak bisa melakukan nya. Setelah menyakiti pun ia juga tak memiliki perasaan menyesal sama sekali yang tertinggal di hatinya namun saat amarahnya sudah reda dan ia melihat wanita nya yang kesakitan ia akan sedikit merasa bersalah namun ia tak pernah menunjukkan nya.
Karna ia tau ia tak bisa atau akan sangat sulit membuat wanita yang ia nikahi untuk mencintainya dan di tambah lagi dengan sisi lain dari istrinya yang sangat membencinya dan terus hidup menyatu pada wanita yang ia kenal. Membuatnya terus menanamkan rasa takut pada diri istrinya agar Alyss tak akan pernah berani berfikir untuk meninggalkannya atau mengkhianatinya.
Ketakutan nya akan ditinggalkan dan kehilangan membuatnya sikap nya semakin mengekang kehidupan wanita yang ia cintai.
Mungkin pesan itu bisa di katakan sebagai pesan iseng, namun jika hanya iseng kenapa pesan tersebut seolah-olah mengetahui hidup? mengetahui rahasianya dan mengancam orang yang ia cintai.
"Enggh..." Alyss yang mulai membuka matanya yang masih selengket lem karna suaminya terus saja mengusap rambut nya dan membuatnya terbangun dari tidurnya.
"Sudah bangun? Hm?" tanya Hazel lembut dengan menatap nanar wajah Alyss yang masih setengah tersadar.
"Masih ngantuk..." jawab Alyss lirih dan memejamkan matanya kembali.
"Dasar tukang tidur." ucap Hazel dengan senyuman di wajahnya saat melihat Alyss yang mulai mendusel-dusel kepala nya ke bantal menaikkan selimut nya lagi.
Walaupun ia sebelumnya sangat risau namun saat melihat tingkah Alyss yang seperti anak kucing tersebut membuat rasa risau dan khawatirnya mereda.
Alyss tak memperdulikan ledekan Hazel dan tetap kembali tertidur karna ia masih benar-benar mengantuk.
"Gemasnya..." ucap Hazel dan langsung membungkuk menciumi wajah Alyss, dari mulai kening, pipi, hidung, mata hingga bibir dan mulai membuat tidur Alyss terganggu.
"Engghhh....
Mau tidur...." ucap Alyss lirih dan berusaha mendorong tubuh Hazel perlahan.
Hazel pun menghentikan ciuman dan menatap ke arah wajah kesal Alyss yang mulai tersadar sepenuhnya dari tidurnya.
"Lihat...
Jari ku sakit lagi..." ucap Alyss lirih sembari menunjukkan jari telunjuk nya yang di beri gips kecil, namun karna ia masih setengah mengantuk ia malah salah menunjukkan jari tengah nya.
"Kau sedang memaki ku?" tanya Hazel ketika melihat Alyss mengacungkan jari tengah nya.
"Hm?" Alyss yang berdehem bingung dan melihat jari yang ia tunjukkan.
"Eh? Salah...." ucap Alyss lirih dan menunjukkan jari telunjuknya yang masih berbalut gips.
Hazel tak bisa menahan tawanya melihat istrinya yang masih linglung antara mimpi dan nyata karna sangat mengantuk.
"Kenapa lama sekali sembuhnya? Padahal sudah satu minggu?" tanya Hazel dan mengecup lembut tangan Alyss.
"Kan patah! Kalau ga mau lama, jangan di patahin makanya!" ucap Alyss ketus yang kesal karna Hazel bertanya tentang jarinya dan kesal karna tidur nya terganggu.
Sudah malam diganggu pagi pun masih mengganggu nya, membuat Alyss semakin rapat menutup matanya dan menarik selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya.
Hazel semakin tertawa melihat Alyss yang sedang kesal, ia tau Alyss kesal karna ia terus mengganggu tidurnya, walaupun ia sudah semalaman tak membiarkan istrinya tidur sama sekali. Hazel pun akhirnya memilih bersiap-siap dan pergi ke RS.
"Jangan lupa sarapan nya yah." bisik Hazel lirih pada Alyss yang masih memejamkan matanya sebelum ia berangkat ke kerja dan mengecup kepala Alyss sekilas.
......................
JBS hospital.
Ruang Visi.
"Kalian sudah lacak nomer nya?" tanya Hazel pada seluruh anggota di ruangan tersebut.
"Kami sudah melacaknya. Dia menggunakan nomer sekali pakai dan dia menggunakan alamat IP dari Afrika." jawab salah satu bawahan Hazel yang berada di ruang Visi.
"Afrika? Kenapa jauh sekali? Dia hacker? Atau..." tanya Hazel lirih.
"Benar, sepertinya dia pandai di bidang informatika, setelah kami selidiki nomer telp yang digunakan untuk mengancam presdir ternyata memiliki kesamaan alamat dengan peretas yang pernah berusaha mengambil data kita 3 tahun yang lalu." terang salah satu anggota dari ruang visi yang mengambil di bidang informatika.
"Sepertinya dia sudah lama menargetkan ku...
Tapi kali ini dia mengubah target..." ucap Hazel lirih.
"Dia benar-benar seperti belut, sangat sulit untuk ditangkap dan kita juga masih belum mengetahui secara pasti siapa orang itu." ucap Rian pada Hazel yang masih memikirkan strategi untuk mengetahui siapa yang sedang bermain-main dengan nya.
"Selidiki semua rekan bisnis yang berhubungan dengan ku, sampai ke hal terkecil nya sekalipun. Jika menemukan sesuatu segera beritau aku." perintah Hazel pada seluruh anggota dari ruang visi.
Setelah memberi perintah Hazel pun keluar dari ruangan tersebut.
......................
Kediaman Hazel.
Pukul 02.35 PM
Kegiatan nya selama menikah hanya bermain dengan Bulbul, makan, tidur, menonton drama yang ia sukai dan itu pun juga atas izin Hazel, Hazel tak suka jika ia mengidolakan idol pria, karna memang seketat itu Hazel padanya.
Setelah ia menikah Hazel semakin ketat padanya, dan semakin banyak larangan yang dibuat, bahkan untuk keluar dari kediaman itu saja ia harus memberitau dan mendapat izin lebih dulu.
"Bul...
Bosan...
Mau keluar? Apa aku menemui Lala di tempat kerja nya saja?" tanya Alyss sembari pada kucing gembul yang sedang ia peluk itu.
Miawww...
"Kenapa? Aku tak berniat mengganggu kerja nya..." ucap Alyss pada Bulbul seperti sedang berbicara pada seseorang.
Miaawww...
Alyss pun mengangkat kucing kesayangan nya dan melihat bulu kucing yang sudah sangat lebat.
"Bagaimana jika kita pergi memangkas bulu mu saja? Hm? Ayo ke salon...." ucap Alyss dan langsung menggendong kucing kesayangan nya. Ia berniat membawa Bulbul ke salon hewan untuk merapikan bulunya.
Alyss pun segera menghubungi Hazel agar membiarkannya pergi ke salon hewan, karna jika tanpa izin Hazel, semua pengawal yang ada di kediaman itu tak akan membiarkan nya keluar.
"Tak boleh!" jawab Hazel dari telpon.
"Kenapa? Kau bilang aku boleh bepergian sebelumnya? Lalu kenapa sekarang tak boleh?!" tanya Alyss dengan nada kesal.
"Jika ku katakan tidak berarti tidak! Kau pergi dengan ku saja nanti!" jawab Hazel telpon dengan nada yang sama kesal dari Alyss.
"Tapi kenapa tak boleh? Apa alasan nya?! Sebelumnya kau bilang aku boleh bepergian?!" Alyss yang mengulang pertanyaan nya pada Hazel.
"Tidak! Aku tak suka dibantah. Akan ku jelaskan saat aku kembali nanti." ucap Hazel dengan kesal karna Alyss tak mendengarkannya. Ia tak mengizinkan Alyss keluar karna ia ancaman yang ia terima pagi ini.
Alyss pun dengan kesal dan langsung menutup telpon.
Alyss pun mendengus kesal mendengar jawaban yang ia terima dari Hazel. Ia pun mengangkat tubuh gembul Bulbul dan membawa nya ke taman.
Setelah pukul 05.45 PM Hazel pun kembali ke kediaman nya. Ia pun segera mencari keberadaan istrinya.
"Alyss?" panggil Hazel dengan lembut saat melihat istrinya duduk di ayunan taman bunga dengan memangku Bulbul.
Alyss tak menjawab panggilan Hazel ia masih kesal pada Hazel yang tak membolehkan nya keluar tadi siang.
"Kau marah? Hm?" tanya Hazel lembut dan mulai mengayunkan ayunan yang diduduki Alyss perlahan dari belakang.
Alyss masih diam tak menjawab pertanyaan Hazel.
"Untuk sekarang kau dirumah saja yah..." ucap Hazel sembari mengayunkan ayunan dengan pelan.
"Kenapa? Kau bilang aku boleh keluar berpergian? Kau tak membiarkan ku bekerja dan sekarang kau tak membiarkan ku keluar juga?" tanya Alyss dengan kesal dan langsung melihat ke belakang untuk melihat ke arah Hazel.
"Hanya untuk sekarang ini saja...
Sampai suasana nya mereda, setelah itu aku akan membiarkan mu keluar." jawab Hazel sembari menatap iris Alyss.
"Suasana? Memang nya sekarang kenapa? Kau tak memberi tau alasannya pada ku!" ucap Alyss dan langsung berdiri dan berjalan ke arah Hazel hingga mereka saling berdiri berhadapan.
Ia merasa saat ini tak ada beda nya dengan saat ia baru pertama kali diculik dulu, karna ia tak bisa sama sekali keluar dari kediaman megah itu.
Hazel pun perlahan mendekati Alyss yang sedang kesal dan mulai memeluk tubuh kecil itu perlahan.
"Aku menerima pesan ancaman pagi ini...
Jadi sampai aku menemukan pelakunya, aku ingin kau di rumah saja..." ucap Hazel lembut dan mengelus rambut belakang kepala Alyss yang sedang ia peluk dalam dekapannya.
"Ancaman?" tanya Alyss lirih dari dalam pelukan Hazel.
......................
Alysscalla Zalea
Hazel Rai
...****************...
Maaf yah othor sekarang up nya lama, karna othor lagi UAS sekarang jadi lebih lama up nya😭
Menurut kalian apa maksud dari "membunuh dengan tangan mu sendiri" sama Hazel? Silahkan berpikir sesuai imajinasi kalian yah hihi😅😅
Jangan lupa like, vote, komen, like fav dan dukung othor selalu🥰🥰🥰
Oh buat kalian yang mau Alyss nya bucin sama Hazel nya nanti ada masanya nya, dan bucin mereka itu juga agak beda dari couple lain (menurut othor si🤔), kayak bucin si Hazel, bucin tapi...
sambung sendiri ajalah wkwkwk
Happy Reading❤️❤️❤️❤️