
Tak terasa kini usia kandungan Alyss telah mencapai 9 minggu. Selama kehamilan nya Hazel selalu menuruti semua kemauan nya, walaupun terkadang ia menginginkan hal aneh dan wanita itu selalu berdalih jika itu keinginan bayi nya.
Alyss mulai tak nyaman dalam tidur ia melihat ke arah suaminya yang sudah tertidur lelap karna jam menunjukkan pukul 3 dini hari.
"Hazel....
Bangun..." ucap Alyss sembari menggoyangkan tubuh kekar suaminya.
"Hmmm?" jawab Hazel yang masih memejamkan matanya dan semakin memeluk istrinya.
"Jangan peluk...
Bangun..." ucap Alyss lagi sembari menggoyangkan tubuh suaminya lagi.
"Hm? Kenapa?" tanya Hazel dengan suara serak dan berusaha membuka matanya melihat ke arah istrinya.
"Lapar..." ucap Alyss dengan mata berbinarnya menatap ke arah suaminya.
"Lagi?" tanya Hazel pada istrinya dan Alyss hanya menanganggukkan kepala nya perlahan.
"Mau makan apa? Hm?" tanya Hazel dan mulai bangun dari tidurnya. Walaupun ia benar-benar mengantuk namun ia tetap memaksa membuka matanya agar istri kesayangan nya yang sedang mengandung tak kelaparan.
"Mau makan sandwich...
Tapi harus kau yang buat..." ucap Alyss dengan nada manja nya.
"Sandwich? Yasudah tunggu disini, nanti kalau sudah selesai aku bawa kemari." ucap Hazel sembari mengusap mata nya perlahan dan menuju kamar mandi agar membasuh wajah nya lebih dulu.
"Daging nya yang banyak yah." ucap Alyss sebelum suaminya keluar dari kamar nya.
"Iya..." jawab Hazel singkat dan mulai berlalu.
Tak lama setelah suaminya turun memasak untuk nya, ia mulai merasa jenuh dan berniat turun untuk menggangu pria nya.
"My bear...."
suara wanita yang sangat familiar terdengar di telinga pria yang sedang memanggang daging untuk sandwich yang akan di berikan nya pada istrinya.
"Kau turun? Kenapa? Ada yang mau ku masakkan lagi?" tanya Hazel lembut saat ia merasakan tangan kecil wanita nya dan tubuh kecil itu memeluk nya dari belakang.
"Tidak ada...
Aku bosan saja..." jawab Alyss semakin memeluk pria nya.
"Gendong..." ucap Alyss manja. Agar pria kekar itu segera memberikan punggung nya.
Hazel pun yang mengerti maksud istrinya langsung berjongkok dan membiarkan wanita nya naik ke punggung kekar nya dan ia mulai memasak lagi sembari menggendong istri kesayangan nya.
Sekarang semenjak hamil sikap nya benar-benar seperti suaminya, terkadang sangat manja dan terkadang sangat mudah marah, mungkin karna turunan dari bayi yang ia kandung sehingga mempengaruhi sikap nya juga.
"Hazel...
Kapan sih belajar masak nya? Padahal dulu masakan mu cuma bentuk nya aja yang bagus rasanya bikin naik darah tinggi." ucap Alyss sembari memainkan dan mengacak rambut suaminya seperti bermain dengan bola peramal.
"Waktu kau tak sadar..." jawab Hazel lirih mengingat saat waktu yang ia habiskan tanpa wanitanya.
Alyss terdiam sebentar, ia berhenti mengacak rambut suaminya.
"Hazel...
Aku boleh ketemu sama kak Leo, tidak? Sekali aja..." ucap Alyss lirih.
Hazel yang sedang memotong beberapa daun selada pun langsung menghentikan pisau nya ketika mendengar istrinya ingin menemui pria yang sangat ia sukai dulu.
"Tidak! Untuk apa bertemu dengan nya?! Tidak ku bunuh saja bocah itu harusnya sudah bersyukur!" ucap Hazel yang langsung kesal saat mendengar nama Leonard.
Kalau saja Alyss dulu tak dalam keadaan kritis setelah ia siksa habis-habisan ia pasti juga sudah membunuh Leo, namun karna istrinya yang berada antara hidup dan mati membuat semua perhatian nya hanya terfokus pada wanitanya.
"Ada yang mau ku katakan...
Kenapa cemburu sih? Kan sekarang aku sukanya dengan mu...
Juga mengandung anak mu lagi..." jawab Alyss untuk menenangkan api cemburu suaminya.
"Cemburu lah! Siapa yang tidak akan cemburu melihat istrinya sama pria lain!" jawab Hazel kesal dan semakin mulai memotong kasar selada dan bawang untuk sandwich yang di inginkan wanita nya.
"Coba kau dulu cemburunya menggemaskan seperti ini, aku pasti tidak akan sakit..." jawab Alyss tertawa kecil melihat suaminya yang sedang cemburu namun tak dapat lagi menghukum nya.
"Makanya tak usah bertemu dengan nya! Kalau dulu kau tidak bertemu dengan nya pasti kau tak akan kehilangan dua tahun mu!" jawab Hazel yang semakin kesal, padahal sebelumnya ia bersikap sangat lembut pada wanitanya.
"Tapi kan dulu itu bukan salah nya...
Kan salah mu...
Kau sendiri yang tidak percaya pada ku...
Tapi kejadian itu gak seburuk yang kita pikirkan kok...
Kalau aku dulu tidak sampai sesakit itu kau pasti tak akan pernah berubah...
Aku juga tak akan ingat tentang masa kecil ku...
Aku juga pasti masih akan membenci mu dan tetap menolak perasaan suka ku..." ucap Alyss yang membuat amarah pria nya turun menjadi rasa bersalah karna mengingat apa yang ia lakukan pada wanita yang sedang berada punggung nya.
"Sekali ini saja...
Kau percaya pada ku yah..." pinta Alyss dengan suara lembut nya di telinga pria itu.
"Untuk apa sih bertemu dengan nya?" tanya Hazel lirih yang mulai luluh dengan ucapan wanitanya, sekarang ia sudah benar-benar di bawah kendali wanitanya tanpa ia sadari. Semua kelemahan nya terletak pada istrinya. Wanita yang sangat ia cintai.
"Biar dia juga bisa bahagia....
Biar aku ataupun dia bisa melepaskan perasaan yang dulu..." jawab Alyss lirih, ia tau Leo masih menunggu nya, pria itu terkadang mencari tau tentang nya dari Larescha. Ia tak mau pria sebaik Leo harus menunggu hal yang tak akan bisa ia raih.
"Kalau aku tak boleh berteman dengan nya aku tak akan berteman kok...
Aku kan sekarang udah punya beruang pemarah tapi manis..." sambung Alyss sembari mulai mengacak rambut pria nya.
"Yasudah cuma 15 menit saja! Tidak boleh lebih sedikit pun!" ucap Hazel pada istrinya sembari mulai menyusun sandwich nya.
"Love you my bear..." bisik Alyss di telinga prianya.
"Love you too..." jawab Hazel lirih dengan sudut bibirnya yang tanpa ia sadari mulai naik. Mood nya bisa langsung berubah baik hanya dengan pernyataan cinta seperti itu.
"Sudah siap, kau mau makan sandwich nya sekarang?" tanya Hazel pada istrinya dan sedikit membungkukkan tubuhnya agar wanita lebih mudah turun dari punggung nya.
"Tentu saja!" jawab Alyss semangat dengan senyum berbinar nya.
"Makasih..." ucap Alyss sembari mengecup bibir suaminya dan mulai memakan sandwich panggang isi daging buatan prianya.
Hazel pun tersenyum dan mengusap puncak kepala wanita nya yang sedang makan dengan lahap.
......................
Cafetaria.
Setelah mendapat izin dari suaminya ia pun mulai membuat janji temu dengan Leonard, ia ingin mengakhiri dan melepaskan perasaan nya yang dulu, dan membuat pria baik itu memiliki hidup nya sendiri dan mencapai kebahagian yang harus nya pria itu dapatkan.
"Kau mau bertemu dengan ku sekarang?
Maaf..." ucap Leo lirih sembari melihat canggung ke arah wanita yang sedang duduk di hadapan nya dengan tersenyum menunjukkan wajah tenang nya.
"Kenapa kakak terlihat sangat canggung? Minta maaf untuk apa? Bukan nya harus nya aku yang meminta maaf?
Maaf karna aku tak bisa menerima perasaan kakak..." jawab Alyss dengan tersenyum dan sekali lagi membuat jantung pria itu berdetak dengan kencang.
Aku hanya merasa bersalah..." jawab Leo lirih, ia juga merasa bersalah karna menyukai wanita yang sudah menjadi milik orang lain.
"Aku sudah bahagia sekarang...
Dan aku juga sangat mencintai suamiku...
Jadi aku mau kakak juga sama...
Kakak juga bahagia...
Bahagia dengan wanita yang juga mencintai kakak..." ucap Alyss pada pria di hadapan nya.
"Rasa nya sulit...
Melepaskan perasaan yang sudah sangat lama..." jawab Leo tersenyum pahit. Ia menyukai Alyss sejak kuliah sampai sekarang yang artinya ia sudah menyukai wanita di hadapan nya selama kurang lebih delapan tahun memendam semua perasaan suka itu.
"Aku tau sulit...
Tapi rasa suka itu juga bisa berganti tanpa kakak sadari..." jawab Alyss yang tau betapa sulit nya menghilangkan perasaan suka, karna ia juga pernah memendam perasaan suka selama lebih dari tahun pada pria yang sedang duduk dengan nya.
"Aku gak tau gimana cara nya untuk berhenti..." jawab Leo lirih sembari memandang ke arah lain tak dapat melihat ke arah wanita yang sangat ia sukai saat ia merasa sudah tak memiliki harapan lagi.
"Makanya aku mau kakak berhenti sekarang..." ucap Alyss sembari menatap wajah sendu pria di hadapan nya, wajah lembut yang sesuai dengan hati pria itu yang juga lembut.
"Kak....
Aku mau bilang rahasia." ucap Alyss dengan nada berbisik dan sedikit mendekat ke arah Leo.
Leo pun mengalihkan pandangan nya lagi pada wanita di hadapan nya.
"Dulu selama aku kuliah aku sukanya sama kakak...
Tapi kakak sih gak peka..." jawab Alyss sedikit tertawa.
Terlihat jelas jika pria itu langsung terkejut, dulu ia takut mengungkapkan perasaan nya karna tanpa sengaja mendengar jika Alyss menyukai seseorang, ia takut jika mengungkap perasaan nya akan membuat wanita itu menjauh, tanpa tau jika orang yang disukai Alyss dahulu adalah dia sendiri.
"Tapi lihat sekarang? Sekarang aku bisa suka sama pria lain lagi kak..." sambung Alyss dengan senyuman di wajah nya.
"Kak...
Kita juga perlu melepaskan sesuatu yang gak bisa kita miliki kak...
Biar kita juga bisa bahagia..." ucap Alyss sekali lagi agar pria itu bisa melepaskan nya dan menemukan kebahagiaan nya sendiri.
"Sulit Lyss..." jawab Leo lirih sembari mengutuki kebodohan nya dulu yang tak berani mengungkap kan perasaan nya.
"Gak ada yang mudah kalau udah nyangkut perasaan kak...
Tapi kakak juga harus bisa ngelepasin kak..." ucap Alyss lagi.
"Jangan tunggu aku kak..
Aku gak bisa kak...
Aku sudah sangat menyukai suami ku kak...
Aku bahagia nya sama dia..." sambung Alyss lagi pada pria itu agar Leo bisa mengerti.
Leo langsung menatap ke arah wanita di depan nya, ia menelisik ekspresi yang menunjukkan keyakinan di setiap katanya, kini ia harus benar-benar belajar menyerah saat mendengar jika bahagia wanita nya bukan dengan nya. Ia tak mau wanita yang ia sukai menjadi sengsara karna sikap egois nya.
"Mau salaman dengan ku?" tanya Leo dengan memaksakan senyuman nya. Ia ingin memiliki salaman perpisahan nya sebelum benar-benar melepaskan perasaan terpendam nya.
"Tentu saja." jawab Alyss tersenyum dan langsung meraih tangan Leo.
"Alyss...
Kalau aku boleh egois sekali lagi...
Apa aku boleh memeluk mu...
Hanya sekali...
Setelah itu aku janji tak akan menggangu mu lagi..." tanya Leo dengan tatapan sayu walaupun ia memaksa senyuman nya.
Alyss terdiam beberapa saat, ia memikirkan permintaan terakhir dari cinta pertamanya. Ia tau sesulit apa melepaskan orang di cintai.
Alyss pun mulai menunjukkan senyum nya lagi.
"Tentu saja..." jawab nya
Pria itu pun mulai berdiri dan menangkup tubuh kecil itu, memeluknya dengan lembut.
"Ku harap kau akan terus bahagia..." bisik Leo yang benar-benar tulus berharap jika wanita yang sedang ia peluk akan terus memiliki kebahagian.
Ia pun melepaskan pelukan singkat nya dan menunjukkan senyuman nya.
"Kalau suami mu jahat pada mu, kau bisa mengadu pada ku, mengadu sebagai teman." ucap Leo tersenyum sendu.
"Tentu saja...
Kakak juga kalau menikah harus mengundang ku...
Jangan lupa..." jawab Alyss tersenyum pada pria di depan nya.
Leo hanya tersenyum getir mendengar candaan wanita di depan nya, ia pun mulai pamit untuk beranjak pergi lebih dulu, ia tak ingin melihat wanita itu lebih lama, karna takut membuatnya semakin goyah.
Setelah Leo pergi Alyss melihat ke arah sudut cafe, ia tau suaminya pasti mengawasinya, karna tak mungkin pria pencemburu itu membiarkan nya bertemu dengan pria lain tanpa pengawasan nya.
"Sudah lihat kan? Bicara baik-baik itu lebih dapat menyelesaikan masal-" ucap Alyss terpotong saat melihat gelas yang pecah dengan tangan suaminya yang terluka.
Hazel yang merasa sangat geram saat melihat Leo memeluk istrinya namun tak dapat kesana karna sudah berjanji tak akan mengganggu waktu 15 menit wanita. Ia pun menggenggam gelas kopi nya dengan sangat erat hingga membuat gelas itu pecah karna genggaman nya.
"Ya ampun tangan mu!" ucap Alyss dan langsung meraih tangan suaminya yang terluka.
"Alyss...
Kalau aku potong tangan bocah itu bisa tidak?" tanya Hazel yang masih sangat geram pada Leo.
"Isshhh...
Jangan lah..." jawab Alyss pada suaminya yang sedang sangat cemburu.
"Tadi itu cuma pelukan perpisahan saja...
Lagi pula kan aku suka nya dengan mu." ucap Alyss sembari membersihkan luka di tangan suaminya.
"Tapi di-"
Cup....
"Kenapa sulit sekali sih di beri tau? Aku sukanya dengan mu...
Jadi jangan takut, aku suka pria lain lagi..." ucap Alyss lirih setelah mengecup bibir prianya dan sekali lagi membuat pria itu luluh dengan sikap manisnya.
(Anggap ajj itu pakai gelas yah😅)
...****************...
Jangan lupa like, komen, fav, rate 5, vote dan dukung othor🥰🥰
Happy reading❤️❤️❤️