(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Tanya buk guru



Keheningan malam yang mulai merasuki kamar megah itu. Mata yang saling melihat satu sama saling seperti memberi isyarat untuk menginginkan sesuatu dari pasangan yang berada di hadapan nya.


"Kau belum mengantuk kan? Sebentar saja yah?" ucap pria tersebut memandang lekat iris wanita di hadapan nya.


"Belum terlalu malam...


Nanti mereka belum tidur..." jawab wanita itu sembari melihat jam yang masih menunjukkan pukul 10 kurang 15 menit malam.


"Aku sudah lihat mereka tidur tadi..." jawab pria itu dan mulai memposisikan dirinya agar bisa mencium bibir tipis milik nya itu.


Hummpphhh....


Ciuman lembut yang lambat laun berubah menjadi agresif dan tak terkendali. Pria itu membelit setiap inci dari mulut wanita nya dan mengigit kecil bibir tipis itu berulang kali.


Fuah... hah... hah....


Deruan nafas yang saling beradu satu sama lain saat ciuman itu di lepaskan, memberikan sejanak udara untuk masuk ke rongga pernafasan mereka satu sama lain.


Cup....


Satu kecupan lembut mendarat di kening nya dan dan mulai mengecup hidung serta bibir tipis wanita itu. Bahkan kini pria iblis itu sudah berada di atas tubuh nya agar semakin memudahkan pria itu untuk semakin menciumi nya.


Ciuman pria itu merambat hingga ke lengkung leher jenjang itu dan mulai mengigit nya pelan hingga membuat wanita yang menjadi istrinya merasakan geli yang terkadang bercampur sakit karna suaminya mengigit dengan gemas hingga meninggalkan bekas kepemilikan di leher putih itu.


Ungh....


Desis nya pelan saat ia merasakan sesuatu mulai menyusup di bagian privasi nya. Hanya dengan satu tangan nya mampu membuat tubuh nya bagai tersengat listrik.


Tangan yang mulai dengan liar bermain di bagian privasi wanita itu saat tubuh kedua nya masih berpakaian lengkap dan menggunakan selimut membuat tak terlihat namun sangat dapat di rasakan.


Setelah merasa puas dengan bagian leher wanita nya. Pria itu semakin turun dan mencium ke dada yang masih berbalut piyama tidur wanita nya.


Tangan nya yang satu lagi mulai menyusup dan memainkan dada itu dari balik piyama namun ia juga mengecupi dan mencium dada itu dari luar.


"Ha-Hazel...


Ungghh..." lenguh nya pelan sembari memeluk pria yang sedang menciumi dada nya dari luar piyama namun memainkan nya menggunakan tangan dari dalam.


"Kau sudah? Padahal aku baru pemanasan..." bisik Hazel sembari menarik tangan nya dari bagian privasi istri nya dan berbisik lembut di telinga wanita itu.


"Ta-tangan nya sih...


Nakal..." jawab wanita itu yang masih berada di dalam kungkungan nya dengan mengatur nafas nya yang terengah-engah dan menatap sayu pria yang berada di atas nya.


Deg...


Jantung nya terasa berdetak menghentakkan seluruh relung nya setiap kali melihat wanita yang sudah ia nikahi, ia bahkan bingung bagaimana ia bisa jatuh cinta setiap saat pada wanita itu.


"Cantik..." ucap nya lirih tanpa sadar saat melihat wanita nya.


"Hm?" Alyss yang tak begitu mendengar apa yang diucapkan pria di hadapan nya karna berbicara dengan suara yang sangat pelan.


Pria itu tersadar sebentar dari lamunan nya memandang wanita di hadapan nya, bukan nya menjawab ia malah mencium lembut bibir tipis dihadapan nya dan membuka perlahan kancing piyama yang di kenakan istrinya.


Ciuman nya turun dan mulai mengecup dada putih yang masih berbalut bra itu. Ia mengigit dan meninggalkan begitu banyak bekas kepemilikan di dada putih itu hingga membuat banyak bercak merah.


Ungh...


Tubuh nya yang mulai terbakar sengatan aneh lagi langsung memeluk kepala yang sedang mel*mat habis dada nya.


Tak lama kemudian....


Klik....


"Ihh...


Papa udah besal masih minum susu mamah!" suara polos bocah lelaki yang sudah sangat di hapal betul oleh kedua suami istri itu.


"Iyah...


Benel...


Louise aja uda gak minum susu mamah lagi..." timpal saudari perempuan nya yang berdiri di sebelah sang kakak dan masih berada di depan pintu.


Kedua bocah nakal yang tak bisa tidur itu malah berniat menganggu orang tua nya dan ingin mengajak main tanpa tau jika orang tua mereka juga ingin bermain.


Tentu saja hal itu membuat kaget pasangan suami istri tersebut. Alyss langsung mendorong suaminya yang berada di atas tubuh nya dan langsung berbalik merapikan piyama tidur nya.


"Ya ampun gagal lagi..." gumam Hazel pelan saat sang istri langsung mendorong tubuh nya.


"Mamah! Papah! Mau gabung!" ucap kedua bocah itu bersamaan dan tanpa di minta sudah datang mendekati kedua hero nya.


"Si pembuat onar papa dateng..." ucap Hazel yang tersenyum namun merasa jengkel dalam hati.


Kedua bocah nakal itu tak bisa di marahin dengan keras karna dapat membuat gadis kecil itu menangis sedangkan sang kakak akan ikut menangis saat adik nya menangis juga.


Bukan nya merasa kesal atau tersindir kedua bocah itu malah tersenyum riang dan tanpa naik ke atas ranjang dengan sendirinya tanpa di suruh.


"Kok belum tidur nak?" tanya Alyss pada kedua anak nya yang mulai menyempil ke tengah-tengah ia dan suaminya.


"Belum ngantuk mah!" jawab Louise pada ibunya.


"Mamah..." panggil Louis pada sang ibu.


"Iya nak?" jawab Alyss lembut.


"Papa udah besal kok masih minum susu mama?" tanya Loius polos pada ibu nya.


"Eh? I-itu...


Gak tau coba tanya papah mu aja..." jawab Alyss bingung pada putra nya.


"Papah nih! Udah besal masih minum susu mamah! Udah mamah kulus! Makin kulus lah nanti!" omel Louise polos memarahi sang ayah.


"Pfftt...


Marahin aja itu papah mu..." Alyss yang semakin mengompori putri nya dengan tawa yang tak bisa ia tahan.


"Iyah...


Papah nakal..." sambung Louis yang ikut-ikutan memarahi sang ayah.


"Kan papa haus....


Makanya minum susu..." dengus Hazel kesal, mau dimarahi tak bisa. Di jelaskan pun tak bisa.


"Mah! Louise mau minum susu lagi mah! Papah boleh, masa Louise gak boleh..."


"Louis juga mah!"


ucap kedua bocah itu bersahutan memenuhi telinga sang ibu.


"Minta sama papah mu aja! Susu mamah udah habis di minum papa kalian..." jawab Alyss yang melempar pada suaminya karna bingung menjawab ucapan anak-anak nya.


"Ihh...


Kok dihabisin sih pah?! Sebel ih sama papah!" dengus kesal bocah perempuan itu pada sang ayah.


"Iya nih! Papah udah besal minum susu mulu! Besok Louis buatin papah satu gelas besal susu yang banyak deh! Bial gak ngabisin susu mamah!" sambung Louis menyahut ucapan adik nya.


"Haduh...


Pusing... Pusing...


Untuk kalian anak ku..." ucap Hazel lirih yang pusing mendengar omelan bocah nakal nya.


Merasa sang ayah yang mulai kesal, kedua bocah nakal itu langsung memeluk ayah mereka dan mencium pipi sang ayah.


"Love you dad..." ucap kedua bocah itu bersamaan membujuk sang ayah.


"Imut nya anak papa..." ucap Hazel yang sebelum nya kesal kini sudah hilang entah kemana melihat para bocah nakal yang menggemaskan itu.


Auch!


Pekik kedua bocah itu bersamaan saat sang ayah mencubit gemas pipi overdosis itu.


"Gemas nya...." ucap Hazel yang semakin mencubit dan mencium gemas pipi anak nya satu persatu.


Alyss hanya menggelengkan kepala nya melihat hal itu. Bahkan saat dulu si kembar masih berusia 1-2 dua tahun suaminya sering membuat anak-anak nya menangis karna merasa gemas dan mencubit pipi gembul mereka, padahal ia sudah menidurkan dengan susah payah kedua anak nya yang rewel.


"Aduh melah nih pipi nya! Dah lah gak jadi love sama papah! Love sama mamah!" ucap Louis yang merasa kesal.


"Iyah! Louise juga Love sama mamah aja!" sambung sang adik.


Hazel hanya tertawa melihat anak nya yang merasa kesal sembari mengusap pipi mereka yang merah karna cubitan gemas sang ayah.


"Sini sama mamah...


Kalian tidur yah udah malam..." ucap Alyss sembari mulai mendekap dan mengusap puncak kepala kedua bocah nakal itu bergantian.


"Iyah...


Anak-anak baik papah tidur yah...


Sudah malam..." ucap Hazel sembari ikut mengusap rambut putra nya karna pangeran kecil itu berada di sebelah nya dan putri kecilnya berada di sebelah ibu nya.


Cup... Cup...


Satu kecupan melayang di kening kedua bocah itu bergantian dari sang ayah.


"Mamah...


Louise mau tanya sebelum tidul..." ucap Louise yang masih tetap mengoceh padahal sang kakak sudah mulai tertidur.


"Tanya apa nak?" jawab Alyss dengan suara lembut khas seorang ibu.


"Lehel mamah kok melah-melah..." ucap Louise sembari menunjuk bekas ciuman yang di tinggalkan suaminya.


"Ini? Ehmm....


Di gigit beruang tadi..." jawab Alyss sembari melirik ke arah suaminya dengan kode mata tersirat yang membuat pria itu mengulas senyum.


"Ihhh...


Kok bisa ada beluang mah?" tanya Louise yang semakin penasaran dan tak mau tidur.


"Karna tadi mamah gak tidur...


Beruang nya suka dateng terus gigit yang belum tidur..." jawab Alyss dan langsung membuat putri nya terkejut.


"Iihh...


Louise takut....


Louise mau tidul sekalang!" ucap nya langsung memejamkan mata nya dan memeluk ibu nya dengan erat karna takut jika ia benar-benar di gigit beruang.


"Iyah...


Jangan takut...


Beruang nya udah jinak kok sekarang." ucap Alyss yang ingin tertawa sembari menepuk lembut punggung putrinya yang mendekap erat.


Hazel hanya tertawa kecil mendengar hal itu, iris mata wanita nya menatap lekat pada nya. Ia perlahan bangun sedikit dan...


Cup....


"Sweet dreams babe..." ucap pria itu lirih setelah mengecup bibir tipis wanita nya.


......................


Internasional Primary School.


Setelah ledakan di lab yang menghebohkan semua guru dan pihak sekolah pagi nya, namun kini lab tersebut sudah di bangun kembali karna bantuan dana dari salah satu pihak murid yang memiliki donasi terbesar di sekolah itu.


"Zayn mana nih kok belum dateng." ucap Louise yang celingak-celinguk melihat ke arah depan gerbang sekolah mereka.


Zayn yang melihat kedua saudara kembar itu langsung berlari menghampiri.


"Jangan lari-lari nak! Nanti jatuh!" ucap sang ibu saat melihat putra nya yang berlari riang menghampiri si kembar.


"Bye... bye...


Mom..." jawab nya sembari berbalik sebentar dan melambaikan tangan nya sekilas pada sang ibu yang mengantar nya dan berlari lagi menuju saudara kembar itu.


Larescha hanya tersenyum melihat putra nya yang sangat riang, ia pun mulai melajukan mobil nya lagi dan menuju JBS resort tempat kerja nya.


"Kalian udah lama dateng nya?" tanya Zayn saat ia bergabung dengan si kembar itu.


"Belum kok!" sahut Louise pada teman nya.


"Zayn...


Kemalin gak ikut kan? Kami bakal lab loh! Lahasia yah ini..." bisik Louis pada teman nya.


"Kenapa di bakal? Kata mamah kan gak boleh main api..." tanya Zayn polos.


"Boleh! Kalo gak ketahuan hihihi..." sambung gadis kecil itu pada teman nya.


"Ih...


Nanti kalo bakal-bakal lagi aku ikut dong..." ucap Zayn yang mulai terpengaruh dengan si kembar.


"Zayn sih! Pulang nya cepet banget!" ucap Louis pada teman nya.


Setelah bel sekolah itu berbunyi dan telah menunjukkan bahwa mereka akan segera memulai pembelajaran nya.


"Buk gulu! Masa belajal nya penjumlahan sama pengulangan telus sih?!" ucap gadis itu pada guru yang mengajarinya.


"Jadi Louise mau belajar apa sayang?" jawab Ibu guru pada salah satu bocah yang paling banyak bertanya di luar konteks anak TK begitu juga dengan saudara kembar nya.


"Logalitma sama Phytagolas!" jawab Louise semangat pada Ibu guru nya.


"Setuju! Aku suka belajal opelasi invels dengan a > 0 dan a ≠ 1." sambung Louis yang sangat menyetujui ucapan adik nya.


"Haduh...


Mulai lagi...


Ngidam apa ibu kalian dulu? Makan angka aritmatika ini kayak nya...." gumam Ibu guru tersebut dengan masih menunjukkan wajah senyum nya agar tak membuat anak didik nya takut.


"Jangan dong sayang...


Nanti temen yang lain gak ngerti..." ucap Ibu guru tersebut yang memang selalu pusing menghadapi si kembar. Bukan hanya dirinya namun semua guru yang menghadapi si kembar selalu pusing.


"Yah....


Gak selu...." dengus Louise lesu.


Anak-anak lain yang mendengar ucapan nya dan juga kakak nya tentang pelajaran yang ingin mereka ambil pun tak ada yang mengerti.


"Iyah...


Buk Gulu nya gak selu!" sambung Louis.


"Tian... Tian...


Logalitma gak?" tanya Louis pada siswa yang berada di sebelah meja nya.


"Logalitma? Jajan yah?" tanya nya balik yang tak mengerti ucapan teman sekelas nya.


"Ihh...


Sebel!" dengus Louis kesal mendengar jawaban teman sekelas nya.


Tanpa terasa sudah menunjukkan waktu untuk istirahat pertama. Semua anak-anak yang berada di sekolah itu tak terkecuali ketiga bocah nakal itu pun mulai keluar dari kelas masing-masing.


"Kok muka kalian sebel gitu?" tanya Zayn pada kedua saudara kembar tak identik tersebut.


"Iyah...


Masa kami minta belajal Logalitma sama Phytagolas gak boleh! Kan sebel!" jawab Louis pada Zayn.


"Pelajalan apa itu?" tanya Zayn yang tak mengerti ucapan teman nya.


"Udah ah! Jangan bahas lagi!" ucap Louise dan mulai meminum susu strawberry nya.


......................


Suatu tempat tak di ketahui.


Sekitar beberapa pria dewasa berkumpul dan menjadi satu di sebuah tempat.


"Kita culik yang ini..." ucap salah satu dari mereka dengan menunjuk salah satu foto calon korban mereka.


"Ini anak orang kaya...


Tebusan nya bisa minta yang besar!" jawab nya lagi. Ia sudah mengintai calon-calon korban nya sebelum menculik mereka.


"Kalau orang tua nya gak mau nebus kan kita bisa jual tuh anak!" seru salah satu nya lagi.


Mereka pun mulai menyunggingkan senyuman dan menyusun serta membuat rencana yang matang.


Sekelompok kriminal yang terjerat dengan semua tindak kejahatan itu pun sudah memikirkan bagaimana mendapat keuntungan atas perbuatan jahat nya.


......................


Internasional Primary School.


Setelah pelajaran olahraga dan mengganti seragam bocah laki-laki itu mencari keberadaan saudari kembar nya.


"Louise...


Mau gak jadi pacal aku?" ucap Jhon malu-malu pada gadis kecil yang ia sukai sembari memberi coklat.


Louise yang tampak bingung namun tak gugup sama sekali.


"Ihh...


Muka John lucu!" jawab nya yang malah tertawa melihat wajah gugup teman sekelas nya.


"Gak boleh! Louise kan pacal nya Zayn!" ucap bocah itu yang memang selalu mencari si kembar saat waktu tak berada dikelas.


"Alah bohong!" jawab Jhon pada Zayn.


Bruk!


Zayn yang langsung mengambil dan membuang coklat di tangan bocah di depan nya.


"Gak bohong kok! Pelgi sana! Muka mu jelek gak enak di liat!" ucap Zayn ketus.


"Hua....


John gak jelek!" sanggah bocah lelaki itu mulai menangis.


"Pelgi sana! Cengeng!" usir nya lagi hingga membuat anak lelaki itu pergi.


Ctak!!!


"Aduh!" pekik Zayn saat Louise memukul kepala nya.


"Kok di usil sih? Padahal muka nya tadi lucu loh!" ucap Louise kesal.


"Kan lucuan Zayn sih!" ucap nya cemberut kesal karna Louise yang terlihat membela bocah yang barusan.


"Louise nanti pacalan nya sama Zayn aja..." ucap Zayn polos.


"Gak boleh! Louise kan pacalan sama aku!" sambung sang kakak yang mendengar dan langsung memeluk adik nya.


"Ah males sama Louis nanti di suluh main bola telus! Mau nya kan main boneka!" sanggah Louise pada sang kakak.


"Yah...


Boleh aja kenapa..." ucap Zayn memelas.


"Gak boleh! Yang mau pacalan sama Louise harus pacalan sama aku dulu! Nulis aja belum lulus mau pacalan sama adik ku!" jawab Louis pada Zayn.


"Yaudah deh...


Aku pacalan sama Louis juga..." ucap Zayn memelas.


Louis pun mulai tersenyum dan merangkul teman main nya itu.


"Yaudah! Yuk main bola!" ajak Louis pada Zayn.


Mendengar kata main bola langsung membuat gadis kecil itu ingin pergi diam-diam ia tak suka bermain bola tetapi suka bermain boneka.


"Louise mau kemana? Sini!" cegah Louis pada adik nya.


"Males! Main sama Zayn aja!" rengek gadis kecil itu saat sang kakak menarik nya untuk main bola.


"Yaudah jangan main bola! Main basah-basah aja!" ucap Zayn polos.


Seketika si kembar langsung terdiam tak mengerti ucapan teman nya.


"Main basah-basah?" tanya Louise lirih.


"Iyah! Papah sama Mamah aku suka main basah-basah!" jawab Zayn polos.


"Gimana tuh main nya?" tanya Louis yang tak tau.


"Gak tau..." jawab Zayn yang langsung lesu saat ia juga baru memikirkan cara bermain nya.


"Tanya buk gulu aja yuk!" ajak Louise pada kakak dan teman nya.


"Ayuk!" sahut kedua bocah lelaki itu.


Ketiga anak itu pun berlari di koridor dan memasuki ruang guru.


"Buk gulu!" panggil Louise memenuhi ruang guru tersebut.


"Iya?" jawab salah satu guru.


"Buk mau tanya...


Cala nya main basah-basahan gimana?" tanya Louis polos pada sang guru pertanyaan membuat semua guru yang sudah dewasa tersebut terkejut.


"Eh?! Main apa? Tau dari mana?" tanya guru tersebut yang langsung bingung.


"Mamah sama Papah kata nya suka main basah-basahan buk!" ucap Zyan polos.


"Iyah buk! Kami kan mau main basah-basahan juga!" timpal Louise polos dengan penuh semangat karna yang ada di pikiran nya hanyalah murni permainan anak-anak yang menyenangkan.


"Ehmmm???


I-itu..." guru tersebut yang bingung cara nya mekalin jawaban untuk para bocah di depan nya sembari memandang ke arah guru lain yang ingin tertawa melihat keluguan para bocah yang datang menghebohkan ruangan itu.



Elouis Steinfeld Rai



Elouise Steinfeld Rai



Zayn Nathan Etrama