
2 Hari kemudian.
Mansion Dachinko.
AAAKKHHH!!!
Suara jeritan menyakitkan yang terdengar nyaring di menggema hingga terdengar di hutan luas yang tersebut.
"Ternyata orang seperti masih bisa punya ginjal yang sehat juga," ucap James tertawa saat melihat pria yang di rantai menyilang dan di ambil ginjal nya dengan paksa.
"Dasar gila! Kau pikir kau menang jika membunuh ku?! Ha?!" ucap pria tersebut sembari meringis menahan sakit.
"Siapa yang memerintahkan mu? Aku akan membiarkan mu hidup kalau kau mengatakan nya," ucap James pada pria itu.
"HAHAHAHA!!!
KAU PIKIR DIA AKAN HIDUP?! MEREKA AKAN MEMBUNUH NYA!!" tawa pria itu yang meringis menahan sakit.
Ia memang memiliki dendam pada James karna pria yang di balik layar mengatakan dalam kematian putri nya adalah pria itu.
Membuat nya juga ingin menghancurkan James dan tak ingin mengatakan siapa yang sudah memerintah nya mengancam wanita milik pria kejam itu.
James yang sudah sangat geram pun mengambil pisau dan menusuk ke mata kanan nya dengan cepat.
Crass!!!
Tusk!!!
Menguarkan bola mata tersebut dengan pisau yang membuat tangan nya di penuhi oleh darah.
Pria itu menjerit menahan sakit yang luar biasa sekali lagi, ia memberontak dan terdengar deritan rantai yang menyatu dalam teriakan sumber rasa sakit nya.
"Mata mu jelek! Aku bantu mengeluarkan nya!" ucap James sembari menarik pisau nya keluar setelah mata pria itu sudah menggelinding.
Tes...tes...tes...
Anyir darah menyeruak kembali dengan semakin pekat, bawahan James langsung datang mendekat memberikan sapu tangan guna mengusap darah yang memuncrat ke wajah nya.
"Dia hanya boneka," gumam James saat melihat pria itu menggeliat meringis menahan sakit.
"Ambil organ nya yang masih bagus setelah cincang dan beri makan untuk anjing!" perintah James dengan geram dan memeriksa beberapa sandra yang akan di distribusikan nya setelah itu segera kembali ke mansion nya.
...
Louise melihat-lihat ponsel pria tampan itu karna James menyita ponsel nya sejak hari di mana mereka keluar dan menukar ponsel nya dengan yang di gunakan James.
"Foto di galeri nya banyak sekali! Biasanya pria kan tidak suka foto?" gumam Louise saat melihat file foto di ponsel pria itu.
Karna penasaran pun jemari nya langsung mengklik tanpa sadar dan membuka nya.
Mata nya membulat sempurna menatap ke ponsel di depan nya.
"A-apa-apaan dia?!" ucap Louise terkejut dan langsung bangun yang sebelum nya ia tengah tiduran di sofa.
"Foto ini?!" ucap nya kesal dan langsung menghapus semua foto di ponsel pria itu.
Setelah dua jam kemudian James pun kembali dari hutan dan memasuki mansion nya, mendengar pria itu sudah kembali membuat Louise langsung menghampiri nya.
"Kenapa? Wajah mu kesal begitu?" tanya James saat melihat raut wajah gadis nya yang terlihat kesal sekaligus marah.
"Di ponsel mu banyak sekali foto tidak penting!" gerutu Louise pada pria itu.
"Foto? Foto apa?!" tanya James bingung menatap gadis yang kesal itu.
"Pura-pura gak tau lagi!" decak Louise sekali lagi.
James memutar isi kepala nya dan mengingat nya.
"Tidak kau hapus kan?" tanya nya setelah ia mengerti maksud nya.
"Ku hapus lah!" jawab Louise dengan wajah kesal nya.
"Louise?!" bentak James yang tak suka gadis itu menghapus file gambar di ponsel nya.
Walaupun ia menukar dengan ponsel nya agar gadis itu tak mendapat telponan ancaman lagi namun bukan berarti file nya bisa di hapus dengan mudah.
"Apa?!" jawab Louise dengan membalas bentakan dari pria itu.
"Sini!" James pun mengambil ponsel yang masih di genggam gadis itu dan melihat nya.
"Tapi aku su-"
"Siapa suruh kau lancang menghapus nya yang ada di ponsel ku bukan berarti bisa dengan mudah kau hapus!" potong James lagi saat melihat daftar file nya.
"Kau sih?! Masa ngambil foto waktu aku tidur! Muka berantakan! Gak pakai make up! Waktu bersin! Waktu tertawa! Banyak candid yang pakai wajah jelek lagi! Lagi pula kan foto ku terserah ku lah!" gerutu Louise kesal.
"Dari mana jelek?! Aku ambil karna cantik!" bantah James kesal.
"Jelek semua masa cuma dua yang bagus! Aku hapus lah! Lagi pula dari mana yang cantik?! Jelek semua tau!" ucap Louise kesal.
"Tapi bagi ku kau cantik! Semua foto yang ada di ponsel ku cantik! Waktu tidur cantik! Waktu bersin cantik! Waktu tertawa juga cantik! Kau cantik semua!" ucap James spontan hingga membuat gadis itu terdiam.
"Eh?! Ka-kau ini sedang memarahi atau memuji ku?" tanya Louise lirih dengan daun telinga yang mulai memerah.
"Jangan hapus foto di ponsel ku lagi," ucap James dengan nada yang sudah teratur lagi.
"Aku tadi juga uda foto yang baru kok! Pakai wajah yang cantik!" ucap Louise dan berbalik pergi memanggil White dan bermain dengan anjing serigala itu.
James pun mencari file lagi di ponsel nya dan menemukan beberapa foto yang baru diambil gadis itu.
Ia mengganti slide nya satu persatu dan mulai menarik satu senyuman di bibir nya saat melihat foto yang menurutnya menggemaskan.
James memang mengambil foto gadis itu diam-diam karna ia merasa ingin mengingat momen dan merasa jika gadis itu cantik.
Ia melangkah ke arah gadis dan melihat Louise yang tengah memberi makan kucing yang ia pelihara di mansion tersebut sedangkan White tengah menangkap bola yang di lemparkan gadis itu sebelum nya.
"Kau masih marah?" tanya James yang ikut berjongkok di samping gadis itu sembari mengelus kucing gembul yang tengah memakan makanan nya.
"Masih lah!" ucap Louise mendengus pada pria di samping nya.
Cup...
"Aku ambil foto nya karna menurut ku bagus, lagi pula aku juga tak menyimpan foto wanita lain kan?" bisik James setelah mengecup pipi gadis itu.
"Kalau kau menyimpan foto wanita lain sudah ku bakar ponsel mu! Bukan ku hapus!" ucap Louise kesal mendengar ucapan pria itu.
James pun tertawa kecil mendengar ucapan gadis itu. Melihat tawa pria itu membuat Louise semakin kesal dan berdecak.
"Aku kapan bisa pulang?" tanya Louise pada James yang membuat tawa pria itu langsung terhenti.
"Seseorang mengincar mu, kau dalam bahaya sekarang." ucap James yang mulai merubah wajah nya menjadi dingin dan datar lagi.
Wajah nya ia alihkan ke kucing yang tengah makan tersebut dan mengelus kepala gembul yang dilapisi bulu halus tersebut.
"Aku? Kenapa? Aku tak merasa membuat dendam dengan orang lain sampai membuat mereka ingin membunuh ku," ucap Louise heran.
"Mereka mengincar mu, karna ku. Maka dari itu pilihan yang terbaik adalah kau tetap disini sampai aku menemukan orang nya." jawab James pada gadis itu.
"Kenapa? Kenapa mereka seperti itu pada mu?" tanya Louise lagi.
James diam tak menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh gadis nya.
"Kau takut aku terluka?" tanya Louise dengan mengganti pertanyaan nya.
"Hm..." jawab James singkat.
"Apa..." tanya Louise lirih dan membuat Pria itu menatap ke wajah nya lagi. "Sekarang kau sudah menyukai ku? Cinta?" sambung nya dengan lirih.
"Cinta? Entahlah aku tidak tau, tapi kau membuat ku bingung berkali-kali." jawab James menatap gadis itu.
"Entah lah, mungkin aku sudah mencintai mu?" ucap James lirih dan membuat Louise melihat nya lagi.
"Seharusnya kau tanyakan pada diri mu sendiri bukan aku," jawab Louise menatap iris pria itu
"Apa kita akan baik-baik saja? Dengan membuat hubungan seperti ini?" tanya James pada gadis itu.
Louise menatap bingung ke mata pria tampan di depan nya. Jelas pria itu memiliki segudang pertanyaan dan takut akan hubungan baru yang ingin di ambil nya.
"Kau takut aku akan mengkhianati mu juga? Seperti mantan kekasih mu?" tanya Louise pada pria itu.
Ia tau sekilas tentang Bella dari Nick yang terus berusaha memanasi nya.
James tertegun dan menatap mata gadis itu. Louise yang saat ini tengah bertanya hal sensitif pada nya.
"Aku tak akan mengkhianati mu kalau kau tak melakukan pengkhianatan pada ku lebih dulu," ucap Louise lagi saat pria itu tak menjawab pertanyaan nya.
"Bukan hanya itu masalah nya. Masih banyak lagi." ucap James pada gadis itu.
Aku punya dendam yang harus ku selesaikan, aku tak bisa berhenti lagi sekarang. Aku ingin membunuh mereka semua...
Kau tak akan melihat ku dengan mata seperti itu lagi saat tau apa yang sudah ku lakukan...
Atau mungkin bisa saja suatu saat kita tak akan seperti ini, mungkin saja akan ada hari di mana kita saling memandang benci satu sama lain.
Aku takut hari itu akan datang...
Kau sudah benar-benar membuat ku jatuh...
"James? Maksud nya?" tanya Louise pada pria itu.
Ia tau pria di depan nya memikirkan hal lain saat menatap nya.
"Ini bukan hanya masalah dari wanita itu, masih banyak hal lain lagi." jawab James yang tak bisa mengatakan nama gadis yang pernah mengisi hati nya.
"Kalau dia datang lagi, kau akan kembali pada nya?" tanya Louise pada pria itu.
James tertawa dengan raut yang sulit di artikan bukan raut kesedihan namun amarah yang ingin menghabisi wanita yang sudah mengkhianati nya.
"Kau tau? Satu-satu nya sisa kemurahan hati pada nya adalah membiarkan nya masih hidup sampai sekarang," ucap James pada gadis di depan nya.
James melihat gadis di depan nya yang tak lagi mengajukan pertanyaan untuk nya namun terlihat raut wajah yang berubah dari gadis itu.
"Kau mau aku mencari nya lagi?" tanya James sembari menyentuh wajah halus dan lembut gadis itu.
"Untuk apa?! Kau mau kembali lagi pada nya?!" tanya Louise yang langsung tak suka dengan pertanyaan pria di depan nya yang ingin mencari lagi mantan kekasih nya.
"Membunuh nya, dengan begitu kau akan tenang kan?" jawab James dengan tanpa ekspresi namun menatap lekat iris mata berwarna hijau bening dan biru muda gadis itu.
"Membunuh nya?! Di-dia kan pernah jadi wanita yang kau suka, mana mungkin kau bisa membunuh nya!" ucap Louise terkejut.
"Dulu aku memang tak bisa, tapi sekarang aku sudah bisa." jawab James sembari terus mengelus wajah gadis itu.
"Kenapa?" tanya Louise lagi.
Karna kau sudah membuat ku mencintai seseorang lagi...
James tak menjawab pertanyaan gadis di depan nya dengan jawaban yang berada di hati nya. Ia hanya membalas dengan senyuman.
Bagi kata pengakuan "Cinta" itu adalah hal yang sulit dan suci. Ia tak mau mengatakan dengan gamblang jika ia sudah mencintai gadis itu namun masih tak dapat menebak akhir dari hubungan mereka nanti nya.
Apakah berpisah atau bersama?
Sedangkan gadis di depan nya tak tau perasaan seseorang saat orang itu menutup dirinya dengan rapat, ia tak bisa membaca apa yang di inginkan orang lain.
Gadis itu terkadang merasa dicintai dan terkadang merasa tak di cintai ketika diperlakukan kasar dan sikap obsesif yang kelewatan hingga membuat nya merasakan sakit.
"Dia hanya masa lalu ku, aku ingin mencintai yang pantas dicintai dan membuang yang pantas di buang," ucap James kemudian tersenyum pada gadis itu.
"Benarkah?" tanya Louise sekali lagi.
"Dia bukan lawan mu, dia tidak sebanding untuk menjadi lawan mu, jadi jangan khawatir." jawab James pada Louise.
"Lalu lawan ku siapa?" tanya gadis itu dengan mata yang penuh akan rasa penasaran.
Dendam ku...
Rasa bersalah ku...
Dalang dan pembunuh yang sudah membunuh dan menyakiti orang-orang ku...
"Tak ada," ucap James berbohong sembari mulai menarik gadis itu ke pelukan nya.
Menepuk punggung gadis itu dengan pelan dan perlahan dalam pelukan nya.
Aku hanya ingin seperti ini terus...
Bisakah kita seperti itu?
Hanya kau dan aku...
Apa aku bisa memiliki hidup seperti itu?
Sedangkan aku sudah benar-benar masuk ke lumpur yang dalam...
Dengan dendam yang merakar dalam di hati ku dan tak bisa ku lepaskan sebelum membunuh mereka semua yang terlibat....
......................
Sementara itu di tempat lain.
Suara erangan yang tengah mencapai puncak nya beradu menyahut menjadi satu dalam ruangan kamar yang terlihat mewah dan rapi.
Pria itu berguling sedangkan wanita di samping nya langsung menutup dirinya dengan selimut.
Tak seperti pria yang tengah terlihat sangat puas itu wanita di sebelah mulai meneteskan air mata nya dengan sendu.
"Kau menangis? Bukan nya kau yang sangat menikmati nya tadi?" ejek pria itu.
"Diam! Brengsek!" sahut wanita itu dengan suara serak tangis nya.
"Kau masih memikirkan pria sialan itu? Kau pikir dia masih mau dengan pel*cur seperti mu?!" tawa pria itu dengan mengejek dan merendahkan wanita yang terlihat dalam kondisi yang memilukan tersebut.
"Dia masih mencintai ku! Aku yakin!" jawab wanita itu berteriak dan langsung bangun.
"Setelah apa yang kau lakukan?" seringai di wajah pria itu karna merasa senang menghancurkan wanita di depan nya.
"Kenapa kau melakukan ini pada ku?!" tanya gadis itu menangis setelah di jadikan budak yang di sandra selama bertahun-tahun.
"Karna dia dulu mencintai mu, aku ingin menghancurkan apa yang dia cintai..." jawab nya seringai jahat di wajah nya.
"Dia masih mencintai ku! Dia belum melupakan ku! Dia tak akan marah lagi kalau sudah tau yang sebenarnya!" gumam gadis itu.
"Kau tak tau dia memiliki wanita lain sekarang?" tanya pria itu dengan mulai memanasi wanita yang merasa dirinya masih di cintai.
"Mereka hanya pelampiasan!" sanggah wanita itu dengan yakin.
"Benarkah? Lalu kenapa mereka bisa sedekat ini?" tanya pria itu dan mengambil mantel tidur nya serta berjalan ke nakas guna mengambil foto dan memberikan nya pada wanita yang masih berbalut selimut tersebut.
"I-ini hanya..." ucap nya yang semakin menangis menahan sakit di hati nya melihat pandangan mata pria yang ia cintai mengarah lembut pada wanita lain. Pandangan yang dulu hanya untuk nya.
"Mereka sudah bersama lebih dari 8 bulan, dia tak mengganti wanita nya sama sekali sejak berhubungan dengan wanita di foto ini." bisik pria itu di telinga wanita berwajah menawan tersebut.
"Tidak! Dia masih mencintai ku! Gadis itu pasti merayu nya! Gadis itu iblis!" bantah nya dengan keras.
Pria itu senyum menyeringai melihat wanita yang sedang menolak kenyataan dan terus tenggelam dengan masa lalu tersebut.
Bagus! Teruslah jadi wanita bodoh dan aku bisa lebih mudah lagi menghancurkan nya!