(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Season 2 : Agreement



"Presdir! Lepas!" teriak Clara sembari berusaha melepaskan dirinya di bawah kungkungan atasan nya.


"Hanya satu malam...


Setelah ini aku akan memberi mu kompensasi..." bisik Louis dengan suara yang semakin berat.


Ia tak bisa tidur dengan sembarang wanita yang memberinya obat per*ngsang, karna ia takut akan mempengaruhi citra nya dan malah merusak perusahaan nya, dan yang akan menjadi sasaran tumbal untuk menghindari hal itu tentu nya wanita yang bisa ia atur hidup nya siapa lagi jika bukan wanita lembut sekertaris nya.


Deg...


Jantung gadis cantik itu terasa ingin berhenti, ia terdiam beberapa saat tak mampu mencerna ucapan dan situasi yang semakin mendesak nya.


"Pre-presdir...


Jangan..." ucap nya dengan suara gemetar saat kedua tangan kecil nya di tangkup dan pegang erat di atas kepalanya.


"Sstt...


Ini tak akan lama..." jawab Louis yang sudah benar-benar di kuasai oleh hasrat nya.


Tubuh gadis itu terus saja berusaha memberontak di dalam kungkungan pria yang sedang menciumi leher dan mulai menjamah tubuh nya.


Auch!


Pekik nya saat tangan pria itu menyentuh dengan kasar ke dada nya yang masih berbalut gaun pesta yang ia kenakan.


"Presdir...


Ku mohon...


Sa-saya akan carikan wanita lain..." tangis gadis itu saat kedua tangan nya mulai terikat dengan dasi.


Tenaga nya tak sebanding dengan pria kekar itu, berusaha memberontak hanya menghabiskan tenaganya tanpa hasil. Rasa takut akan tatapan bernafsu pria di hadapan nya membuat seluruh tubuh nya gemetar dan tangis nya meleleh.


"Bukan nya sama saja? Aku juga akan membayar mu setelah ini..." ucap Louis dan mulai membuka jas serta kemeja nya satu persatu hingga menampilkan tubuh kekar nya.


Deg...


Hati gadis itu tersentak saat mendengar Aku juga akan membayar mu setelah ini ia tak pernah membayangkan jika ia akan memliki hari dimana ia dianggap seperti pel*cur.


"Lepas! Aku tak mau! Kau pikir aku mau uang mu! Dasar brengsek!" umpat nya dengan suara tinggi yang bersatu dengan tangis nya, tubuh nya terus saja memberontak saat tangan kekar atasan nya mulai meraba nya perlahan.


Sreg...


Mata gadis itu semakin membelalak saat gaun di tarik dan robek paksa, membuat dada nya yang berbalut kulit putih itu terlihat dengan jelas.


"Ku mohon jangan..." pinta nya mulai memelas dengan rembesan air mata yang tak henti-hentinya jatuh.


Louis semakin tak bisa menahan dirinya, ia tak memperhatikan gadis yang berada di bawah kungkungan nya sudah sangat gemetaran dan terus menangis mengiba padanya untuk di lepaskan.


"Ja-jangan...


Hummphhh..." tangis nya yang langsung terpotong saat bibir nya di l*mat oleh pria yang sedang menjamah tubuh nya.


Clara merasakan sapuan kekar tangan yang sedang menyentuh paha nya dan semakin naik menyentuh bagian privasinya.


Tangis nya meleleh tanpa suara saat bibir nya di bungkam oleh ciuman kasar yang dipaksakan padanya.


Setelah puas meraba dan mencium bibir gadis itu Louis pun mulai merobek dan menarik pakaian yang menutup area privasi gadis malang itu.


Sett....


"Jangan! Aku tak mau!" tangis Clara semakin memberontak saat atasan nya berusaha membuka paksa paha nya.


Louis yang sudah di bawah pengaruh obat itu pun tak memperdulikan lagi tangisan pilu gadis malang itu, hingga...


"Unghh..." lenguh nya di telinga Clara saat ia mulai menyatukan tubuh nya.


"Sa-sakit...


Berhenti..." ucap Clara lirih saat ia sudah sadar sepenuhnya jika kesucian yang di miliki setiap wanita sudah terenggut dari nya.


Tangis nya semakin meleleh, ia merasakan sakit dan perih secara bersamaan di bagian intinya, tenaga nya hilang tak mampu lagi memberontak pada pria yang sudah di penuhi dengan nafsu yang meluap-luap itu.


Bibir nya tak mampu lagi mengeluarkan kata-kata, mata nya semakin sayu dengan wajah yang semakin pucat. Pria yang berada di atas tubuh nya semakin menggila dan semakin bermain dengan tanpa memperdulikan rasa sakit nya sedikit pun.


Air mata nya terus keluar keluar dengan sesekali tetap mengiba agar pria itu berhenti dari perbuatan bejat nya.


Louis menyentuh dan mencium gadis malang tanpa henti, tanpa memperdulikan rasa sakit yang di terima gadis itu.


"Ukh!" ringis gadis Clara saat dada nya terasa ngilu dan sakit yang bersamaan saat mendapatkan gigitan kasar yang membuat kulit putih nya membiru.


Ia tak mampu lagi meminta pria itu untuk berhenti memperlakukan tubuhnya secara kasar atau pun meminta untuk mengentikan hentakan kuat di atas tubuhnya.


Ku mohon berhenti...


Sakit sekali...


Batin gadis itu saat menerima semua perbuatan atasan nya. Setelah benar-benar menuntaskan semua hasrat nya Louis pun mulai berhenti dan tetap telungkup di atas tubuh gadis itu. Ia meletakkan kepala nya ke arah lengkung leher jenjang wanita yang sudah ia nodai.


"Berhenti menangis! Setelah ini aku akan membayar mu!" ucap Louis saat ia sudah mengatur nafas nya dan berguling ke samping tubuh gadis itu.


Louis pun langsung terlelap dalam tidur, pengaruh obat tersebut benar-benar membuat menjadi seperti bukan ia yang biasanya.


Tangan gadis itu masih terikat dasi atasan nya dengan kuat di penyangga ranjang, ia menangis sejadi nya.


Gadis itu terus saja berharap dan membangun harapan kosong jika saat ini hanya bermimpi buruk, namun seluruh tubuh nya tak bisa di bohongi. Rasa takut, sakit, dan terhina ia rasakan dengan sangat nyata.


......................


Mansion Dachinko.


Pria dengan wajah tampan ini pun menyeringai dan semakin berfikir mendapatkan permainan menarik begitu ia membaca setiap data dan keterangan dari gadis yang mencuri perhatian nya karna begitu berani.


"Kau yakin ingin membunuh keluarga gadis itu? Dia masih putri bungsu JBS grup." tanya Nick yang merupakan salah satu bawahan sekaligus teman nya. Nick mampu menyadap semua alat elektronik karna kemampuan nya dalam bidang informatika dan programer yang begitu hebat.


"Kalau begitu tak usah! JBS terlalu sulit diatasi..." jawab James sembari melempar senyum licik nya.


Ia tau perusahaan besar seperti sulit untuk tangani saat terlibat masalah. Maka dari itu berfikir untuk mencari celah di perusahaan besar tersebut sebagai ganti menekan semua orang-orang berdiri membangun pilar di perusahaan itu.


"Cari tau semua tentang JBS. Perusahaan sebesar itu tak mungkin tak memilki sisi gelap. Oh ya satu lagi, jantung yang di minta Presdir Lou gunakan saja jantung dari anak-anak yang berada di kurungan." perintah James pada Nick.


Menjadi ketua mafia membuat menghilangkan semua nurani dan kemanusiaan di dalam dirinya, hal itu lah yang membuat nya bisa sampai di posisi itu. Ia tak mengenal mana yang baik dan buruk. Yang terpenting hanya mendapatkan keuntungan bagi dirinya dan orang-orang nya.


Setelah mendengar perintah dari James, Nick pun langsung keluar dari ruangan kerja yang megah itu. James memang sengaja membuat ruang kerja sebagai ruangan paling istimewa karna semua waktu nya hampir habis hanya fi ruangan itu.


"Pantas saja sangat angkuh...


Lebih baik seperti ini...


Menjadi tak membosankan saat dimainkan.." ucap nya dengan seringai yang sulit diartikan saat memikirkan gadis yang masuk ke privat room tempo hari yang lalu.


......................


Kediaman Rai.


Gadis cantik itu tengah bersiap menghadiri salah satu pergelaran seni yang akan menampilkan lukisan sahabat nya.


Ia tak bisa latihan biola dalam beberapa waktu karna tangan nya yang masih terluka saat ia menahan pisau dari pria yang ingin membunuhnya tempo hari lalu.


"Ayo! Pergi!" ajak Louise sembari menarik tangan sahabat nya yang menunggu nya di sofa kamar mewah milik nya.


"Ini kan acara ku, tapi kenapa kau yang paling bersemangat?" tanya Zayn saat gadis itu menarik tangan dengan semangat.


"Kan aku mau lihat Zayn yang menang!" jawab Louise dengan senyuman cerah di wajah nya.


Setelah masuk ke dalam mobil Zayn merasakan ponsel yang terus bergetar saat seseorang menelpon nya.


"Pacar mu yah?" selidik gadis itu dengan mata penuh penasaran ke arah sahabat nya.


"Hm..." jawab Zayn sembari terus menyetir mobil yang ia kendarai dan mematikan panggilan dari kekasih nya.


"Pacar mu gak marah? Kau menjemput ku?" tanya Louise lagi pada teman nya itu.


"Kalau dia marah yah tinggal putus..." jawab Zayn enteng tanpa merasa bersalah.


"Kalau gitu buat apa di pacarin kalau niat nya mau di putusin?" tanya Louise sekali lagi.


"Bukan nya kau yah yang menyuruhku menerima pernyataan nya saat itu?" jawab Zayn yang balik bertanya pada gadis itu.


Ia sebenarnya enggan berpacaran karna ia menyukai gadis yang sedang duduk di samping nya saat ini. Namun Louise sendiri lah yang mendorong nya pada wanita lain. Saat gadis yang menyukainya menyatakan cinta justru Louise lah yang memaksanya menerima pernyataan itu.


"Kau sih...


Masa gak pernah pacaran...


Kan aku gak mau kalau teman ku satu-satunya malah gak lurus!" dengus Louise kesal saat mendengar pertanyaan yang seperti menyalahkan nya.


"Gak lurus gimana?" tanya Zayn bingung sembari menatap ke arah gadis itu dan menatap lagi ke arah jalan.


"Kan aku takut kau suka nya sama pria! Bukan wanita!" dengus gadis cantik itu.


"Astaga Louise..." ucap Zayn yang tak habis pikir pada gadis itu. Entah dari mana datang nya pemikiran aneh seperti itu.


"Aku tuh gak pacaran karna ada yang ku suka! Dan yang jelas nya itu wanita!" tegas Zayn sembari menatap jalanan yang ia tuju ke arah galeri seni nya.


Louise yang mendengar hal itu pun langsung terdiam, ia langsung menatap dengan mata penasaran namun tak ada rasa cemburu sama sekali di hatinya.


"Ihh...


My baby Zayn udah ada di suka rupanya..." ucap Louise menggoda teman nya itu tanpa tau jika dirinya lah yang selama ini disukai.


"Siapa sih? Mana orang nya? Biar nanti aku bantuin supaya kau bisa cepat jadian..." tanya Louise dengan mata penasaran.


"Cari tau aja sendiri!" dengus Zayn kesal.


"Ayo! Sudah sampai ini!" ucap pria itu saat mereka sudah tiba di galeri seni itu.


Galeri Seni.


Saat baru memasuki ruangan terlihat jelas jika seorang gadis langsung menghampiri kedua sahabat beda jenis itu.


"Kau tak menjemput ku! Tapi malah menjemput nya!" ucap Jenny kesal sembari menatap Louise penuh dendam.


Louise sama sekali tak merasa terintimidasi ataupun takut, ia malah bersikap tak peduli.


"Yah karna aku menjemputnya makanya tak bisa menjemput mu...


Lagi pula kan aku bukan supir mu..." jawab Zayn enteng tanpa merasa bersalah.


"Tapi kau kan pacar ku!" ucap gadis itu lagi.


"Yasudah sekarang aku bukan pacar mu lagi...


Kita putus saja..." jawab pria itu enteng dan menarik tangan sahabat nya meninggalkan kekasih nya begitu saja.


Jenny hanya terdiam, selama ia berpacaran dengan pria tampan itu, ia selalu saja mendapatkan sikap dingin dan tak pernah di anggap ada. Jangan kan pergi jalan-jalan berdua. Berbicara saja pria itu enggan pada nya apalagi untuk melakukan Skin ship.


"Yasudah! Terserah mu! Aku akan membuat mu menyesal!" ucap gadis itu kesal sembari menghapus air mata nya.


Ia melihat lukisan itu saat ke galeri lukis Zayn, tentu saja ia mendatangi pria itu karna kekasihnya tak pernah memperdulikan nya.


Setelah berkeliling melihat beberapa lukisan dari seniman lain, gadis cantik itu pun menatap ke arah teman nya.


"Maaf yah..." ucap Louise tiba-tiba.


"Kenapa?" tanya Zayn yang langsung menghentikan langkah nya dan menatap ke arah gadis cantik itu.


"Aku uda buat Zayn jadi pacaran padahal gak suka sama dia..." jawab gadis itu lirih.


"Kau sih! Gak pernah bilang kalau ada yang disuka!" sambung gadis itu yang tetap menyalahkan teman nya.


"Pfftt..." tawa Zayn menatap ke arah wajah menggemaskan teman nya.


"Imut sekali sih?" tanya Zayn sembari menangkup wajah cantik itu dengan telapak tangan kekar nya.


"Ihh...


Zayfhhh..." dengus Louise kesal namun tak bisa berkata dengan jelas karna pipi nya yang di tangkup oleh tangan kekar teman nya.


Zayn hanya tertawa melihat hal itu, ia sangat ingin mencium bibir kecil milik teman nya itu.


"Louise?" panggil Zayn sembari menatap ke arah bibir cantik itu.


"Hm?" jawab Louise sembari memegang tangan kekar yang berada di pipi nya.


"Aku boleh mencium mu?" tanya Zayn dengan suara yang sangat pelan hingga hampir tak terdengar.


"Kau bilang apa?" tanya Louise sembari berusaha melepaskan tangan kekar yang sangat menyukai pipi nya.


Belum sempat Zayn menjawab, pembawa acara sudah dengan meriah menunjukkan satu lukisan lagi dari seniman lain nya yang merupakan mantan kekasih Zayn.


"Tunggu?! Itu lukisan mu kan? Dia meniru?" tanya Louise mulai marah.


Zayn terdiam beberapa saat ia tak menyangka jika Jenny akan meniru lukisan milik nya yang belum dikeluarkan. Namun ia berfikir untuk membiarkan saja hal itu sebagai kompensasi dari semua sikap dingin nya.


"Ckk, Sudahlah!" ucap Zayn sembari memegang tangan sahabat nya, ia tau pasti gadis itu akan marah sejadinya melebihi rasa marah nya saat ini.


"Kau mau membiarkan nya? Dasar rubah sialan!" umpat Louise yang merasa tak senang saat lukisan teman nya di tiru.


"Biarkan saja!" ucap Zayn sembari menahan tangan teman nya, gadis itu pastinya akan langsung membuat kerusuhan saat ia melepaskan tangan nya.


"Mau minum! Ambilkan es!" perintah Louise pada Zayn.


"Gak! Nanti kalo di lepas pasti ada yang di rusuhin!" jawab Zayn dan tetap memegang erat tangan kecil gadis itu.


"Kalau gak minum yang dingin yah aku makin panas! Memang nya aku bom apa? Takut di lepas?!" tanya Louise kesal.


"Iya aku ambil! Jangan kemana-kemana yah!" ucap Zayn dan beranjak pergi.


Setelah melihat teman nya pergi gadis cantik itu langsung mengambil pisau carter dan segera merobek semua lukisan yang di pajang dengan nama Jenny.


"Dasar wanita gila! Apa yang kau lakukan?!" tanya Jenny emosi melihat Louise yang menghancurkan semua lukisan nya.


"Karna aku wanita gila, maka nya kau harus hati-hati!" jawab Louise yang semakin membuat gadis itu jengkel.


"Aku akan melaporkan mu!" ucap Jenny marah. Suasana galeri pun langsung riuh saat gadis cantik itu berulah lagi.


"Laporkan saja! Aku juga akan melaporkan untuk karya yang meniru!" Ucap Louise sembari membanting lemparan pisau carter nya ke arah Jenny.


Sontak saja Jenny langsung terkejut bukan main mendengar hal itu dan saat gadis cantik melempar kan pisau carter ke arah nya.


"Kirim semua lukisan nya ke kediaman ku! Akan kubayar berapapun harga nya!" ucap gadis pada pada pengurus galeri.


"Sial!" umpat Jenny dan langsung melempar cat basah ke arah gadis itu.


Louise pun yang melihat hal itu langsung menghindar hingga.


Blurpp...


Semua cat lukisan yang tumpah mengenai wajah tamu VIP di galeri tersebut.


"Pfftt...


Hahahaha..." tawa Louise yang tak dapat ia tahan saat cat berwarna kuning tersebut salah sasaran mengenai pria tegap yang merupakan tamu VIP.


"Tuan! Anda baik-baik saja?" tanya bawahan pria itu sembari memberikan sapu tangan.


"Haduh...


Sakit sekali perut ku...


Makanya gak usah sok mau lempar pakai cat! Salah target kan?" tanya Louise yang masih terkekeh pada Jenny.


Mendapatkan ejekan dari Louise membuat Jenny semakin kesal namun juga takut saat ia salah sasaran.


"Aduh, Kasihan...


Sabar yah..." ucap Louise tak lupa menepuk pundak pria bertubuh tegap itu yang masih mengusap wajah nya yang terkena cat.


"Seperti nya kau juga bertanggung jawab atas hal ini?" tanya pria tersebut pada Louise.


Louise pun mengernyitkan dahi nya saat ia merasa mengenal suara pria tersebut. Namun karna wajah yang tertutup cat membuat nya tak dapat mengenali pria tersebut.


"Bukan salah ku sih...


Tapi kalau kau mau ganti rugi, aku akan bayar...


Kau membuat ku tertawa..." jawab Louise yang masih terkekeh sembari melemparkan beberapa cek dengan nominal ratusan ribu dolar yang bukan jumlah kecil.


"Louise?!" panggil Zayn saat melihat kekacauan yang terjadi padahal baru ia tinggal sebentar.


"Zayn? Auh!" ucap Louise saat pria itu langsung mengangkat tubuh nya ke pundak kekar pria itu.


Yang ada di pikiran nya hanya membawa gadis itu dulu baru menyelesaikan kekacauan yang di buat sahabat nya.


"Ckk, dia semakin menyenangkan..." ucap pria yang tak lain adalah James sembari melihat cek yang di lemparkan gadis cantik itu pada nya.


"Seniman yang melempar cat pada ku, pastikan tangan nya di kirim malam ini" perintah James pada Nick.


"Baik tuan!" jawab Nick patuh.


......................


Hotel.


Setelah merenggut kesucian gadis secara paksa kini ia malah menahan gadis malang tersebut tak bisa keluar dari hotel itu.


"Sekarang apa?! Aku tak mau menerima uang mu! Aku mau kau..." ucap Clara yang tak bisa menahan tangis nya.


Setelah terbangun di pagi hari dengan tubuh yang merasakan sakit luar biasa, Louis mulai membuka ikatan dasi di tangan gadis itu.


Setelah Louis membuka ikatan dasi di tangan nya, gadis itu langsung menampar dan memaki pria yang merenggut kesucian nya.


Louis hanya diam menerima semua pukulan itu. Ia tau ia layak mendapatkan nya karna sudah memaksa wanita yang tak ingin berhubungan dengan nya.


"Kau mau aku apa? Di penjara? Bahkan kalau kau melaporkan ku itu hanya membuat nama mu saja yang rusak! Aku bisa mengatakan kalau kau yang menggoda ku." jawab Louis enteng sembari meminum lemon tea di hadapan nya.


"Kalau hanya nama ku saja yang rusak? Kenapa kau menyuruhku menandatangi kerahasiaan?" tanya Clara dengan tersenyum pahit.


"Walau hanya sementara, harga saham bisa turun...


Aku tak mau JBS terkena dampak karna hal sepele seperti ini." jawab Louis tanpa merasa bersalah.


"Hal sepele? Kau anggap itu hal sepele? Kau! Kau...


Baru saja memperk*sa ku dan itu hanya hal sepele?" tanya gadis itu tak bisa menahan air mata nya, mungkin bagi pria ini hanya tidur satu malam saja, namun bagi gadis itu ini adalah neraka untuk nya.


"Lalu kau mau apa? Operasi selaput dara? Kalau kau mau kau bisa melakukan nya...


Tandatangani surat perjanjian itu dan aku akan menyiapkan operasi untuk mu." jawab Louis enteng sembari menunjuk dengan dagu ke arah surat perjanjian yang sudah di siapkan pengacara nya.


Surat tersebut berisi.


Pihak satu : Elouis Steinfeld Rai


Pihak dua : Olivia Clara


1. Pihak dua akan menerima kompensasi berapapun yang diinginkan dari pihak satu dengan syarat tak akan memperbesar masalah dan melupakan kejadian ini.


2. Berjanji tak akan membocorkan pada siapapun, dan jika pihak dua membocorkan masalah ini maka akan bersiap menerima semua konsekuensi dari pihak satu.


3. Tetap bekerja selama 10 tahun kedepan sebagai pengawasan dari pihak satu.


4. Tak ada bayi yang boleh di kandung, jika pihak kedua hamil karna karna kejadian ini, pihak dua harus mengugurkan kandungan tersebut dan tak menyeret nama pihak pertama.


Louis membuat perjanjian yang menguntungkan baginya, ia juga sengaja membuat tambahan kontrak kerja 10 tahun agar saat gadis itu ingin melaporkan nya, laporan itu tak bisa lagi di terima karna masa kejahatan yang sudah sangat lama dan habis masa banding.


"Kau bahkan belum mengatakan maaf..." ucap Clara sembari menatap tajam dengan lelehan air mata nya.


"Maaf? Apa uang yang ku berikan belum cukup? Jangan bertingkah dan tandatangani saja!" ucap Louis pada gadis malang itu.


"Tidak! Sampai mati pun aku tak mau melakukan nya!" jawab Clara yang tetap kukuh tak mau menandatangani perjanjian yang sangat merugikan nya.


"Kalau begitu kau mati saja!" ucap Louis enteng sembari bangun dan mengambil pisau cukur milik nya. Ia terlebih dulu mengganti mata pisau dengan yang baru agar menjadi lebih tajam.


Brak...


Dengan enteng ia melempar pisau tersebut ke arah gadis itu.


"Kau bilang kau mau mati saja kan? Dari pada menandatangani nya?" tanya Louis tersenyum.


Gadis malang itu hanya menatap dengan mata sendu yang penuh lelehan air mata itu pada pria yang menodai nya.


"Kalau begitu kau bisa membunuh diri mu sekarang...


Aku sudah ganti mata pisau nya..." sambung Louis tanpa merasa bersalah pada gadis itu.


"Bahkan kalau aku mati pun, aku akan tetap mengutuk mu dari kematian ku!" jawab Clara sembari mengusap air mata nya dengan kasar dan mengambil pisau tersebut.


...***************...


Aduh bang Louis🤧🤧


Bucin baru tau😡


Haii...


Maaf yah kalau gak bisa balas semua komen kalian satu-satu lagi...


Othor lagi buanyak tugas dan sedang UAS praktek🤧🤧🤧


Setelah tugas dan ujian othor selesai othor usahakan balas komen kalian lagi yah😘😘


Happy Reading♥️♥️