(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Matryoshka



Sudah lewat satu hari satu malam namun Hazel masih tak dapat menemukan Alyss.


Pikiran nya benar-benar sangat kacau sekarang.


"Kau tak makan dulu? Aku sudah menunda semua rapat mu." ucap Rian kepada Hazel yang masih melihat monitor cctv di depannya dengan serius.


Hazel sama sekali belum beranjak dari ruang Visi sejak ia datang.


"Kau sudah temukan identitas pria itu?" tanya Hazel yang mengabaikan ucapan Rian dan masih fokus melihat cctv yang mungkin dapat memberinya informasi tentang keberadaan Alyss.


"Sudah, kau ingin lihat sendiri?" jawab Rian.


"Ya, tampilkan di layar." ucap Hazel.


Rian pun langsung menampilkan identitas pria yang menculik Alyss di layar besar di hadapan mereka.


Hazel semakin mengepal tangan nya dengan kuat melihat identitas pria tersebut. Pria itu memiliki segudang catatan kriminal yang tercatat di kepolisian dan yang tidak.


Perampokan, Pembunuhan, Pemerkosaan, Perdagangan manusia, dan berbagai hal keji lainnya.


"SIAL!!!" umpat Hazel.


"KALIAN MASIH BELUM TAU KEMANA MOBIL HILANG??!! BERAPA ORANG YANG ADA DI RUANGAN INI, MENCARI SEPERTI ITU SAJA TAK BECUS!!!" teriak Hazel memarahi seluruh bawahan nya.


"Sudahlah, mereka bahkan belum tidur sama sekali dan terus bekerja, kita pasti akan segera mendapatkan info tentang dr. Alyss.


Dia akan baik-baik saja." ucap Rian berusaha menghibur Hazel.


Hazel dengan wajah kesal hanya memegang kepalanya dengan tangan.


"Kemana dia? Kenapa mobil itu bisa raib?" batin Hazel.


Karna hal ini benar-benar tak masuk logika, sebuah mobil yang memiliki ukuran besar tiba-tiba hilang jejak saat melewati titik buta, mobil itu sama sekali tak keluar atau kembali dan tak ada di sana lagi.


Rekaman cctv jalan juga tak ada menghapus atau merusaknya. Lalu kemana hilang nya mobil itu? Hazel terus saja berpikir keras, namun pikiran nya benar-benar berada di jalan buntu.


"Hazel! Ada masalah." ucap Rian tiba-tiba ketika selesai menerima telepon.


"Masalah apa?" jawab Hazel malas, pikiran nya masih di sibukkan dengan kemana pergi nya Alyss, ia benar-benar malas untuk memikirkan hal lain.


"Vion membuat keributan." jawab Rian.


"Kau tak bisa mengurusnya? Hanya mengusir satu wanita saja sudah seperti ini." ucap Hazel kesal.


Rian hanya membuang nafas kasar dan menunjukkan cctv di ruangan Hazel.


Hazel pun melihat rekaman tersebut. Didalam rekaman tersebut, terlihat Vion yang menghancurkan seisi ruangan Hazel.


Dia juga membawa pengawal yang sangat banyak ikut dengannya, sehingga pengawal Vion dan tim keamanan rumah sakit saling berkelahi, karna tim kemanan RS ingin mengusir Vion tetapi di cegah oleh pengawalnya.


"Dia juga menghancurkan beberapa barang diluar ruangan mu, jika terus seperti ini, aku khawatir akan membawa reputasi buruk untuk JBS Hospital." ucap Rian.


"Aishhh...


Wanita jalang sialan itu." umpat Hazel kesal sembari memijat pelipis nya.


Hazel pun segera keluar dari ruang Visi dan menemui Vion.


"BERHENTI!!" Bentak Hazel membuat seluruh pengawal Vion dan tim kemanan RS terdiam,. begitu juga dengan Vion.


"Kau kau akhirnya keluar..." ucap Vion ketika melihat Hazel.


"Suruh semua pengawal me pergi, dan mengacau di Rumah Sakit ku." ucap Hazel dengan hawa membunuh yang sangat kuat pada Vion.


Vion pun langsung menyuruh seluruh pengawalnya pergi, begitu juga dengan Hazel yang menyuruh seluruh tim keamanan nya pergi.


Plak!


Hazel langsung menampar Vion ketika mereka sudah hanya berdua di ruangan Hazel yang sudah sangat berantakan.


"Berani sekali kau membuat kekacauan di sini." ucap Hazel dengan penuh penekanan.


"Kak, aku cuma bertemu kakak, aku sudah kesini semalam, tapi mereka selalu saja mengusir ku, aku jadi terpaksa membawa pengawal ku." jawab Vion sembari memegang pipi nya yang memerah, ia sama sekali tak marah pada Hazel walaupun baru saja di tampar.


"Lihat aku membawa hadiah untuk kakak. Ini dilapisi dengan banyak berlian kak." ucap Vion sembari membuka kotak hadiahnya untuk Hazel.


Hazel hanya menatap malas ke arah Vion.


"Kau datang mengacau hanya untuk ini? Pergi dan bawa hadiah mu juga dari sini." ucap Hazel dingin.


Vion menjadi kesal dan membanting hadiahnya sendiri ketika mendengar jawaban dingin Hazel.


"Kakak masih marah padaku?! Karna wanita jalang itu? Wanita Sial itu yang memukul ku, dia bohong!!!


Pasti jalang itu menghasut mu kan?! Iya kan?!" tanya Vion sembari berteriak pada Hazel.


Hazel semakin kesal dengan sikap Vion yang terus berteriak pada nya, dan menghina Alyss terus menerus.


Hazel yang sudah tak dapat menahan emosi nya langsung menampar Vion hingga tersungkur ke lantai. Setiap Vion terjatuh ke lantai, Hazel akan menarik nya dan kemudian menamparnya lagi dengan kuat, hingga hidung dan ujung bibir Vion berdarah serta beberapa memar kebiruan yang tercetak jelas di wajah Vion.


"Kak...


Ampun kak huhu...." Vion menangis memohon dengan menyatukan kedua telapak tangan nya pada Hazel.


Hazel pun kemudian berjongkok melihat Vion yang sedang menangis, ia berusaha semaksimal mungkin menahan emosi. Ia tak ingin merusak rencana nya. Apalagi saat ini Vion masih memiliki status sebagai tunangan nya, dan memilki latar belakang yang kuat. Ia harus menghadapi Vion dengan rencana bukan dengan emosi sesaat.


"Maaf...


Kakak tak sengaja, pekerjaan kakak sangat banyak, aku akan menghubungi mu nanti yah." ucap Hazel pelan dengan menggertak kan gigi nya guna menahan emosinya.


Vion ketakutan melihat Hazel, ia tak menyangka Hazel akan memukuli seperti itu, sebelumnya Hazel hanya bersikap dingin saja, namun tak pernah kasar padanya.


"Kenapa diam saja? Hm?" tanya Hazel lagi sembari menyingkirkan rambut yang menutupi kening Vion.


"Kakak a-akan menghubungi ku?" tanya Vion lirih, ia sudah benar-benar dibutakan oleh cinta yang ia miliki untuk Hazel.


Hazel hanya mengangguk dan kemudian berdiri lebih dulu, ia pun mengulurkan tangan nya untuk membantu Vion berdiri.


"Sekarang pulanglah, dan beristirahat. Oh ya dan wajahmu carilah sesuatu untuk menutupinya, kau bisa jadi bahan gosip." ucap Hazel pada Vion. Vion pun hanya mengangguk dan pergi keluar dari ruangan Hazel.


"Haisshh...


Malas sekali aku mengurusnya." ucap Hazel ia pun segera melangkahkan kaki nya menuju ruang Visi lagi, namun...


Bug...


Kaki nya tak sengaja menyandung hadiah pemberian Vion, ia pun langsung melihat kebawah.


Ia melihat boneka Matryoshka yang di lapisi dengan berlian di bagian luarnya.


"Matryoshka? Boneka yang menyimpan boneka lain di dalam nya? Dia pikir aku anak-anak?" ucap Hazel kesal.


NB KET :


Matryoshka, adalah boneka khas Rusia yang dapat diisi dengan bentuk boneka-boneka yang lebih kecil, atau bisa dikenal dengan nama boneka telur.


Ia pun ingin melanjutkan langkah nya lagi, namun ia tiba-tiba teringat sesuatu, ia pun kemudian berbalik dan mengambil boneka tersebut.


"Boneka yang menyimpan boneka lain? Kalau begitu mungkin mobil itu juga..." ucap Hazel lirih.


Ia pun segera kembali ke ruang Visi, kini ia sudah tau kenapa mobil yang menculik Alyss bisa hilang begitu saja.


"Cari mobil besar yang kira-kira dapat mengangkut mobil lain di dalamnya, yang melewati titik buta tersebut pada waktu penculikan Alyss." perintah Hazel pada seluruh staf ruang tersebut.


Kini ia sudah mengerti, mobil yang menculik Alyss pasti di pindah ke mobil yang lebih besar maka dari, mereka tak dapat menemukan kemana mobil tersebut, dan terlihat hilang begitu.


"Kami sudah mendapatkannya pak, ada tiga mobil besar yang melewati titik buta tersebut dan memiliki waktu yang pas dengan penculikan tersebut." ucap salah satu staf.


"Sudah lacak ketiga mobil tersebut?" tanya Hazel.


"Sudah pak, kami masih mencarinya." jawab staf tersebut.


"Yess!!


Kita menemukannya." teriak salah satu staf yang masih memegang keyboard komputer di depannya.


Hazel pun langsung berjalan ke arah staf tersebut, dan melihat layar komputernya. Kini ia sudah mendapat Gps dari mobil yang menculik Alyss. keberadaan mobil tersebut lumayan jauh dari lokasi Hazel saat ini.


Membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk kesana dengan kecepatan tinggi menggunakan mobil, jadi Hazel memutuskan untuk menggunakan helikopter pribadinya guna mempersingkat waktu.


"Segera ke sana!" ucap Hazel, dan kemudian ia pun segera bergegas dan membawa pengawalnya.


......................


"Apa kau yakin sudah mensurvei tempatnya dengan baik? Disini seperti lahan mati." ucap seorang pria pada supir nya di mobil sembari melihat rencana pembangunan resort di layar iPad nya.


Ckitt.....


Supir itu pun tiba-tiba mengerem mobil nya dengan mendadak.


"Ada apa?!" tanya pria tadi.


"Itu sepertinya ada orang, apa dia sudah mati?" ucap supir tersebut sembari menunjuk wanita yang tergeletak berlumuran darah di pinggir jalan.


"Mana?" tanya pria itu dan langsung keluar dari mobil nya.


Pria itu pun membalik tubuh wanita tersebut.


"Alyss?" ucap nya lirih ketika melihat wanita yang berlumuran darah tersebut tak lain adalah Alyss.


"Masih hidup." ucap pria tersebut ketika mengecek denyut nadi dari leher Alyss. Pria itu memberi pertolongan pertama pada Alyss.


"Bawa dia, segera ke rumah sakit sekarang!" perintah pria tersebut pada supirnya.