(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
What happened 18 years ago part 5 & (Pasca trauma)



Tanpa terasa 12 hari telah berlalu, Aegyt tak membunuh Hazel dan malah membuat Hazel seperti kaki tangan dari tindak kejahatan.


Dan Hazel melakukan itu untuk melindungi Alyss agar tak membuat gadis kecil itu menjadi ketakutan dan Hazel sendiri pun juga sering menerima pukulan jika Aegyt menganggap apa yang dilakukan Hazel tak sesuai dengan yang dia inginkan.


Hazel pun yang sudah terbiasa mendapat kekerasan dari ayah nya tak terlalu peduli dengan pukulan tersebut, selama hampir 2 minggu tersebut Hazel hanya bisa bergerak di ruang rahasia, tidak sebebas Alyss yang bisa menelusuri isi rumah karna Aegyt lebih memberi kebebasan pada Alyss.


Dalam kurung waktu tersebut Hazel pun mulai menemukan cara agar bisa keluar dari penjara neraka tersebut.


"Ellie, nanti kalo Ellie keluar bisa gak ingat bentuk kunci pintu keluar? Hm? Ellie harus benar-benar ingat terus bisa buat dalam bentuk gambaran." ucap Hazel pada Alyss.


"Kenapa ga diambil aja kak kunci nya?" tanya Alyss polos.


"Kalau Ellie ambil terus ketahuan, Ellie mau dihukum? Jadi Ellie harus bisa ingat bentuk kunci nya dengan detail yah." ucap Hazel ia sudah menemukan cara agar bisa keluar dari tempat itu.


Alyss pun menuruti perkataan Hazel, saat Aegyt ingin keluar atau pun memegang kunci tersebut Alyss selalu berusaha mengingat bentuk kunci nya dengan detail sesuai dengan perkataan Hazel.


Setelah itu ia pun memberi gambaran bentuk kunci tersebut pada Hazel dan Hazel pun berusaha membuat duplikatnya dengan alat penyiksaan di ruang rahasia agar ia dan Alyss bisa kabur.


......................


2 hari kemudian.


Hazel pun telah selesai membuat duplikat kunci untuk keluar dari tempat tersebut dan ia juga sudah merencanakan pelarian nya.


"Ellie, dia udah keluar? Ayo kita juga pergi dari sini!" ajak Hazel pada Alyss.


"Kak...


Kita bawa kakak yang di situ juga, tidak?" tanya Alyss sembari menunjuk remaja perempuan yang berada di dalam kandang dengan kaki yang sudah di potong sampai paha nya.


Hazel terdiam, ia tau jika ia tak akan bisa membawa "Mangsa" Aegyt yang di kurung karna sudah kehilangan kaki nya.


Dan tujuan awalnya ia juga memang melindungi Alyss karna menganggap Alyss seperti adiknya sendiri.


"Kita saja yah yang keluar...


Kak Hazel ga bisa bawa dia juga...


Tapi kalo nanti kita keluar kita bisa menyelamatkan kakak yang di kandang!" ucap Hazel pada Alyss.


Alyss pun terdiam dan akhirnya tetap menyetujui perkataan Hazel, mereka pun akhirnya mulai keluar diam-diam dari rumah tersebut pada siang hari, karna Aegyt tak ada di rumah pada siang hari.


Tap..Tap...Tap...


Suara langkah kaki dua anak yang berlari di tengah hutan terdengar jelas, nafas yang menderu karna membutuhkan oksigen yang banyak akibat pelarian mereka.


"Kak!" teriak Alyss saat ia tak sengaja menginjak potongan ranting besar dan hampir saja terjerumus ke jurang.


Hazel pun dengan sigap langsung mengangkat Alyss dan...


Dusk!


Tanpa sengaja kaki nya terkena tusukan ranting karna berusaha melindungi Alyss barusan.


"Akh!" pekik Hazel saat melihat darah segar mengalir dari betis nya.


"Kak...


Maaf..." ucap Alyss lirih dan hampir menangis karna membuat Hazel terluka lagi karenanya.


"Iya gak papa..." jawab Hazel dan langsung menarik ranting tersebut.


"Ellie kakak minta potongan gaun Ellie yah sedikit?" tanya Hazel pada Alyss karna saat utu Alyss mengenakan gaun panjang sampai mata kaki nya.


Alyss pun mengangguk dan Hazel langsung mengoyak sedikit potongan gaun Alyss untuk membalut luka nya. Setelah ia membalut lukanya ia pun segera mengajak Alyss untuk pergi lagi namun...


"Ellie, ayo-" ucap Hazel yang langsung terdiam saat melihat Aegyt tak jauh dari mereka, Hazel pun langsung menutup mulut Alyss agar tak mengeluarkan suara dan bersembunyi di balik gundukan tanah dan semak belukar.


"Ssttt...


Jangan berisik...." bisik Hazel pada Alyss.


Aegyt terlihat sangat marah, ia sudah mengetahui jika Hazel dan juga Alyss sudah kabur, maka dari itu ia segera mencari kedua anak tersebut.


Setelah melihat Aegyt yang tak nampak lagi Hazel pun memulai pelariannya. Hazel pun langsung menarik tangan Alyss dan mulai berlari kembali.


Kakinya terasa sangat sakit namun dia tetap berusaha berlari sambil menggenggam tangan Alyss, mendengar suara langkah kaki yang berlari membuat Aegyt mengalihkan pandangannya pada suara tersebut Ia pun melihat Hazel dan Alyss yang sedang berusaha kabur darinya pun mulai berlari ke arah mereka.


Mengetahui Aegyt yang mengajarnya Hazel pun semakin berusaha berlari dengan cepat, jantungnya berdegup kencang hingga Ia pun mulai memikirkan sebuah rencana


"Tidak! aku tidak bisa seperti ini jika kami tetap seperti ini kami akan tertangkap!" batin Hazel


Saat melihat Aegyt yang sudah berada jauh darinya dan juga Alyss Ia pun mulai menyembunyikan Alyss Ia berpikir dia akan lari lebih dulu dan jika pun nanti ia tertangkap ia yang akan tertangkap sendiridan setidaknya Alyss akan dapat kabur dengan sendirinya.


"Kau jangan keluar Tetaplah disini tunggu sampai Kakak kembali" ucap Hazel sembari menyembunyikan Alyss di balik batu gunung yang besar dan rumput yang tinggi


"Kak tapi aku takut jangan pergi...." Ucap Alyss sudah hampir menangis Ia pun memegang tangan Haz agar Hazel tak meninggalkannya.


"Tenang saja Kakak pasti kembali kau bisa berhitung 1 sampai 100? Jika bisa hitung 1 sampai 100 dan kakaknya kembali dalam hitungan ke seratus." ucap Hazel.


"Sungguh? Kakak tak akan berbohong?" tanya Alyss.


"Iya Kakak takkan berbohong Ingat jangan sampai keluar! Tetaplah disini! Sampai kakak datang!" ucap Hazel sekali lagi.


Setelah meninggalkan Alyss, Hazel pun segera pergi menurutnya ini adalah keputusan yang paling logis karena jika ia tetap berlari membawa Alyss dalam keadaan kaki yang terluka mereka akan tertangkap berdua.


Tak lama Ia berlari Ia pun bertemu dengan para pengawalnya yang berpencar dalam hutan tersebut sejak dia hilang


"Tuan muda!" teriak pengawal Hazel saat melihat nya berlari dalam keadaan yang sangat kacau.


" Akhirnya kami Menemukanmu! Ayo ikut dengan kami! kami akan segera membawa tuan kembali!" ucap para pengawal yang langsung mendatangi Hazel.


"Tidak! kalian harus ikut denganku lebih dulu! ada yang harus diselamatkan!" ucap Hazel.


"Ayo cepat ikut aku!" ketika melihat para pengawalnya yang masih terdiam dan hanya berusaha membawanya pergi dari hutan tersebut.


Ayah Hazel memang tak melaporkan kehilangan putranya pada pihak yang berwajib karena ia tak ingin harga saham menjadi turun jika para pemegang saham yang lain tahu pewarisnya hilang dan akan dimanfaatkan oleh para musuhnya jika mengetahui hal tersebut.


Maka dari itu ia menugaskan seluruh pengawalnya dan JBS security Group untuk mencari Hazel ke seluruh tempat termasuk berpencar di hutan tersebut.


Para pengawal Hazel pun akhirnya mengikuti langkah hazel hazel segera berlari kembali ke arah tempat yang menyembunyikan Alyss.


......................


S**ementara itu.


"Kakak kok lama banget Aku takut....


huhuhu..." ucap Alyss menangis.


"1... 2... 3...


51... 52...." Ia pun mulai menghitung sampai ke 50 belum sampai di hitungan ke-100 Ia pun mulai merasakan sesuatu yang merambat geli di tangannya.


Tanpa sadar Alyss pun berteriak teriakannya Membuat Aegyt yang tak jauh darinya mendengar teriakan tersebut Aegyt pun langsung berlari ke arah suara tersebut dan menemukan Alyss yang sudah keluar dari tempat persembunyiannya karena tangannya tanpa sengaja memegang cacing dan membuatnya menjadi takut.


Sontak saja Aegyt langsung menarik rambut Alyss dan membuat gadis kecil itu menangis.


"Paman Maaf...


aku salah....


maaf..." ucap Alyss yang terus berulang saat Aegyt memukulinya di tempat itu juga.


Tentu saja Alyss berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman dan pukulan pria tersebut.


"Anak sial! sudah di baikin malah gak tau diri!" ucap Aegyt sembari menarik rambut Alyss, saat menemukan kesempatan Alyss pun langsung mengigit dengan kuat tangan Aegyt, Aegyt pun tanpa sengaja melepaskannya.


"Gak! Paman yang anak sial! Kak Ajel bakal dateng jemput Ellie!" jawab Alyss sebelum ia berlari.


Ketika Aegyt tak sengaja melepaskannya Alyss pun langsung berlari langkahnya gemetar, ia sangat takut, Alyss pun menemukan jalan buntu dari hutan tersebut karena berlari tanpa arah ia melihat jurang yang ada dihadapannya.


Anak 6 tahun tersebut pun sangat bingung melihat situasinya namun saat Aegyt mendekat Ia pun semakin takut Aegyt langsung menarik tangan Elis agar membawanya kembali ke rumahnya.


Alyss pun berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Aegyt namun saat tangannya terlepas dari cengkraman Aegyt tanpa sengaja Alyss jatuh ke dalam jurang tersebut sontak saja Aegyt langsung berusaha menggapai tangan Alyss namun hasilnya sia-sia.


Alyss sudah terjatuh ke dalam jurang tersebut. jurang yang sangat dalam bahkan tubuh Alyss pun tak terlihat lagi hanya semak-semak belukar yang terlihat di dalam sana.


Aegyt pun merasa sangat kesal Iya pun akhirnya kembali mencari Hazel dengan amarah yang meluap-luap.


......................


Hazel pun Kembali ke tempat dimana ia menyembunyikan Alyss namun ia tak menemukan Alyss sama sekali ia pun meminta para pengawalnya untuk berpencar mencari Alyss ke segala arah.


"Darah?" ucap Hazel lirih ketika melihat beberapa bercak darah dan ia yakin jika itu bukanlah darahnya.


Ia pun berusaha mengikuti arah darah tersebut hingga sampai ke tepi jurang di mana Alyss jatuh tadi.


"Tidak! Ini tidak mungkin! Dia tidak mungkin jatuh ke sini!" Hazel yang kalang kabut dan perasaannya kacau Ia pun hendak turun ke dalam jurang tersebut saat berpikir jika Alyss juga terjatuh ke sana.


Namun dengan sigap para pengawalnya pun langsung mencegahnya, Hazel memberontak, perasaannya benar-benar takut jika Alyss benar-benar terjatuh ke dalam Jurang tersebut.


Para pengawal Hazel yang kesulitan memegangi Hazel karna terus berontak dan hendak masuk ke jurang mencari Alyss membuat 2 pengawal bertubuh besar itu memegangi tangannya dan salah satu pengawal pun memberikan obat bius ke lehernya. Tak lama kemudian pandangannya pun mulai menjadi gelap.


.....................


5 Hari kemudian.


Hazel masih belum tersadar selama 5 hari tersebut selain trauma, ia juga mengalami demam tinggi karna infeksi akibat luka-luka di tubuhnya yang tak diobati dengan benar selama penculikan.


Setelah ia sadar ia pun memberitau semua kebenaran nya pada Will agar ia bisa menemukan Alyss. Namun Will tak perduli dengan anak perempuan yang ingin di cari putranya.


Will pun yang mengetahui kebenaran dari penculikan nya melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib, ia membuat dirinya seakan-akan menjadi pahlawan karna berhasil mengungkap pelaku pembunuhan berantai.


Berita tentang pelaku pembunuhan berantai yang merupakan seorang polisi pun tersebar luas, Will dikenal sebagai orang yang mengungkap kejahatan tersebut, padahal anaknya lah yang hampir bertarung dengan maut, namun ia yang mendapat semua pujian.


......................


Sementara itu.


Sejak hari dimana Alyss jatuh kejurang ia ditemukan oleh penduduk yang suka mencari kayu bakar dan pencari ramuan herbal.


Sontak saja si pencari kayu bakar tersebut yang sedang bersama istrinya menelusuri hutan terkejut melihat seorang anak yang bersimbah darah. Mereka pun awalnya mengira jika mereka menemukan mayat. Namun saat dirasa anak tersebut masih memiliki detak mereka pun segera membawa anak tersebut ke rumah sakit dan melaporkan pada pihak berwajib.


Pihak berwajib pun yang mendapatkan laporan langsung menyusut dan mengetahui jika ank tersebut termasuk dalam kategori anak hilang, para polisi yang bertugas pun langsung menghubungi keluarga si anak.


Yang merupakan keluarga dari Alyss. Keluarga besar Alyss pun merasa sangat bersyukur karna putri kecil mereka di temukan walaupun dalam keadaan yang benar-benar kritis.


Saat Shelly mengetahui jika putri nya adalah korban penculikan dari pembunuh berantai membuat nya terkejut setengah mati, banyak sekali yang ia sesali selama Alyss menghilang, ia sangat jarang menggenggam tangan kecil itu, mengajak nya bermain ataupun sekedar menemani putri nya bercerita karna sibuk dan tenggelam dalam pekerjaan nya.


......................


"Ayah...


Aku mohon...


Biarkan aku menemui bedebah itu..." ucap Hazel yang berlutut di depan ayah nya memohon agar ia bisa menemui Aegyt, ia sangat ingin menanyakan dimana Alyss kenapa tak ada kabar sama sekali mengenai Alyss.


"Mau apa kau bertemu dengan nya? Jangan membuat situasi semakin kacau!" ucap Will yang duduk dan masih menciumi wanita bayaran nya di depan putra nya sendiri.


"Kalau ayah tak membiarkan ku bertemu dengan nya! Aku akan sebarkan video ini!" ancam Hazel sembari menunjukkan file rekaman di tangannya.


Will pun langsung mengambil file tersebut dan melihat isinya, ia begitu terkejut saat melihat video vulgar nya bersama para wanita bayaran nya di rekam oleh putra nya sendiri.


Bukan nya Hazel tak merasa jijik, ia hanya perlu sesuatu yang mengancam ayah nya agar bisa menemui Aegyt dan menanyakan tentang Alyss.


Will pun yang geram langsung memukuli putra nya dengan tongkat bisbol, Hazel hanya diam dan terus meringkuk, ia tak melawan sama sekali, dan membiarkan ayah nya memukulnya habis-habisan dan menahan semua rasa sakit hanya agar ia bisa di izinkan bertemu dengan Aegyt.


"Ayah bisa membunuh ku! Tapi video itu tetap akan tersebar, aku sudah menyimpan nya di banyak cadangan dan mempublikasi nya dalam waktu 3 hari! Jadi jika ayah tak membiarkan ku bertemu dengan nya berarti reputasi ayah akan hancur!" ucap Hazel yang sudah babak belur dan tak perduli dengan tubuh nya yang hampir remuk karna pukulan ayah kandung nya sendiri.


"Yasudah tapi jangan buat kacau!" ucap Will pada Hazel sembari membuang tongkat bisbol nya ke sembarang arah.


Setelah keesokkan harinya Hazel pun menemui Aegyt yang sudah ditahan dan akan di hukum mati karna perbuatan nya.


Hazel pun tanpa basa-basi langsung menanyakan tentang Alyss, apa yang ia lakukan pada gadis kecil yang sangat ingin ia jaga dan ia anggap sebagai adik nya sendiri.


"HHAHAHAH...


DIA SUDAH MATI!!! Dan bukankah dia mati karna kau MENINGGALKANNYA?! Kau tau? bahkan sebelum dia mati pun dia masih berharap kau datang padanya!" jawab Aegyt yang tertawa melihat wajah panik dan terkejut Hazel.


"DASAR IBLIS!!!" maki Hazel pada Aegyt.


Tubuh Hazel pun langsung gemetar mendengar hal itu, rasa bersalah memenuhi dirinya, ia pun mulai memukuli Aegyt di hadapannya, para pengawal Hazel pun langsung berusaha memisahkan nya yang sedang memukuli Aegyt dengan memberi nya bius lagi.


......................


3 Bulan kemudian.


Alyss pun terbangun setelah 3 bulan lama nya koma karna sebelumnya ia terjatuh ke jurang.


Setelah satu bulan ia tersadar sikap nya tak ada perubahan sama sekali, ia masih sangat pemarah dan menolak menemui orang asing, ia sangat membenci orang asing dan tak dapat mengontrol emosi nya.


"Kak Ajel bohong! Katanya mau balik! Tapi dia malah ninggalin Ellie!" ucap Alyss lirih saat ia berada di kamar nya dan duduk diatas ranjang nya.


Alyss kecil sangat mempercayai ucapan Hazel yang mengatakan akan kembali namun tak kembali, dan ia beranggapan jika Hazel meninggalkannya dan kabur sendiri.


Walaupun jika di lihat dari situasi yang sebenarnya jika Alyss lah yang keluar dari tempat persembunyian lebih dulu, dan membuat nya ketahuan. Namun gadis kecil itu tak mau mengakui kesalahan nya dan memerlukan seseorang untuk di salahkan dan di benci dan orang itu adalah Hazel.


Karna baginya Hazel sengaja meninggalkan nya dan berpikir jika Hazel hanya menyelamatkan dirinya sendiri.


......................


"Jika dia tak berubah juga, kita harus membawa nya ke tempat rehabilitasi anak..." ucap Shelly pada suaminya saat melihat sikap putrinya semakin menjadi dan semakin melukai siapa saja yang menganggunya.


Rehabilitasi anak yang di maksud Shelly sama dengan seperti rumah sakit kejiwaan yang hanya menerima untuk mengobati psikis anak.


Alyss yang tanpa sengaja mendengar hal itu pun langsung terkejut, ia tak mengerti tempat Rehabilitasi anak, namun ia tau jika ia tak berubah ibu nya akan mengirim nya ke tempat jauh.


Sejak malam itu Alyss pun kembali merubah sikap nya menjadi semula, bukan merubah namun gadis kecil itu memanipulasi emosi nya sama seperti saat dia membunuh kucing kucing nya dan berpura-pura menangis.


Melihat sikap putri nya yang mulai kembali normal pun membuat kekhawatiran Shelly berkurang ia pikir putrinya sudah kembali namun salah, putri sekarang sudah mulai pandai memanipulasi emosinya dan juga membuat orang lain bergerak sesuai keinginannya. Benar-benar tak seperti anak yang berumur 6 tahun pada umumnya.


.....................


Satu tahun telah berlalu. Perbedaan sikap antara Alyss dan Hazel setelah insiden penculikan mereka benar-benar berbanding terbalik.


Hazel yang setiap harinya semakin mati dari dalam karna merasa sangat bersalah meninggalkan Alyss saat itu.


Sedangkan Alyss yang semakin pandai memanipulasi emosinya sehingga tak ada yang curiga ataupun mengira jika dia bisa melakukan apa saja untuk dirinya sendiri. Hingga....


"Sudah ku bilang kan? Jangan merusak kotak pensil ku! Kau sudah terlalu banyak mengambil barang ku padahal aku sudah mencegah mu..." ucap Alyss yang saat itu sudah berumur 7 tahun pada teman sekelasnya.


Darah pun mulai merambat ke sepatu sekolah nya yang berwarna putih.


"A-Alyss tolong aku..." ucap Mita yang meminta tolong pada Alyss dan menyentuh kaki Alyss.


Alyss pun langsung menginjak tangan Mita tanpa merasa bersalah. Mereka saat ini tengah berada di tangga sekolah, tak ada siapapun saat itu dan tak ada cctv juga. Karna Alyss yang memang sebelumnya sudah sangat kesal pada Mita yang terus saja merusak barang-barang nya membuat nya mencari kesempatan untuk membalas Mita.


Saat ia berada di tangga yang sama dan melihat hanya mereka berdua, membuat Alyss memanfaatkan situasi dan mendorong teman sekelasnya dari tangga tersebut hingga membuat Mita jatuh dan bersimbah darah.


"Ukhh!" rintih Mita saat ia merasa kepalanya yang sangat sakit karna luka dari benturan akibat terjatuh dari tangga di tambah lagi dengan tangan yang di pijak Alyss dengan kuat.


Tak perlu merasa kasihan! Meraka hanya mangsa!


Aegyt benar-benar berhasil merusak psikis gadis kecil itu hingga membuat Alyss tak memiliki rasa kasihan sama sekali pada orang lain sekarang.


Namun bedanya Alyss hanya mengganggu dan membalas orang yang mengganggu nya dan tidak jahat pada orang yang juga tak bersikap jahat padanya, ia hanya membalas perbuatan orang yang membuat nya kesal dengan berlipat-lipat balasan.


"Kasihan...


Sakit yah? Eh tapi bentar lagi guru datang...


Alyss bakal buat ga ada percaya sama Mita...


Jadi nanti Mita jangan nangis yah..." ucap Alyss dengan bibir tersenyum pada Mita yang sudah melihat nya sayu.


Ia pun langsung memegang tangan Mita dan mencakar leher nya sendiri dengan kuku Mita serta menampar pipi nya sendiri lalu berpura-pura menangis.


Benar saja tak lama setelah ia menangis para guru pun datang dan melihat kedua anak satunya sedang bersimbah darah dan satu nya lagi penuh dengan luka.


Para guru yang melihat hal tersebut pun langsung membawa mereka untuk di obati.


Setelah kondisi kedua nya sudah membaik Guru wali kelas Alyss pun memanggil orang tua Alyss dan juga orang tua Mita.


"Alyss gak dorong Mita bu...


Mita bohong...


Waktu itu Mita, mukulin Alyss...


Terus Mita mau dorong Alyss biar jatuh ketangga, Alyss ngehindar dan Mita yang jatuh sendiri... huhu..." ucap Alyss yang berbohong dengan tangisan di wajahnya.


"Dia bohong! Dia yang dorong Mita!" sanggah Mita pada guru nya. Saat itu mereka sedang berada di ruang guru dengan orang tua dari Alyss dan juga Mita.


"Mita kok jahat sih sama Alyss? Alyss salah apa? Mita ngerusakin semua barang Alyss di kelas, buku catatan, kotak pensil, penghapus...


Alyss gak bohong kok...


Kalo bu guru gak percaya tanya aja sama temen yang lain...


Huhuhu...." Alyss yang semakin menangis membuat guru yang berada di sana iba, karna yang di katakan Alyss memang benar.


Saat teman sekelas mereka di tanya para teman sekelas Alyss mengatakan jika Mita lah yang selalu mengganggu Alyss lebih dulu di tambah lagi dengan kondisi saat mereka menemukan Alyss dan Mita yang melihat Alyss penuh dengan luka cakaran dan beberapa bagian tubuh yang membiru.


Alyss sekarang memang sepintar itu memanipulasi keadaan agar membuatnya tetap berada dalam lingkup aman. Siapa yang akan menyangka jika anak 7 tahun mampu memanipulasi semua nya dan menukar keadaan menjadi seperti yang dia inginkan.


Akhirnya para guru lebih mempercayai Alyss dan memberikan Mita hukuman Skors sekaligus menunggu hingga Mita benar-benar pulih.


"Benar kan? Gak ada yang percaya pada mu? Yah kasihan sekali kaki nya patah....


Hihihi..." ucap Alyss pada Mita yang sedang mentertawainya.


Deg...


Shelly pun tanpa sengaja mendengar hal yang dikatakan putrinya, jantung nya benar-benar berdegup kencang. Ketakutan nya akan kenyataan jika putrinya bisa menjadi seperti penculiknya membuat Shelly melakukan hal yang sebenarnya tak ia inginkan.


"Sini! Bilang sama mamah! Alyss yang dorong temen Alyss?!" tanya Shelly marah saat mereka sudah kembali ke rumah.


"Engga mah..." jawab Alyss yang tetap bohong.


Ctak!!


Shelly pun mulai memukul betis putrinya karna melihat Alyss yang masih tak mau mengakui kesalahan nya.


"Ngaku sama Mamah! Kamu sekarang mau jadi anak nakal yah! Siapa yang ngajarin? Ha?!" bentak Shelly dan langsung membuat Alyss menjadi takut.


Alyss pun hanya menggeleng dan mulai menangis, Shelly pun langsung menarik tangan Alyss dan mengunci putri kecil nya ke dalam gudang yang gelap.


"Jika kau jadi anak nakal, kegelapan akan memakan mu! Kau bukan anak ku! Jika kau jahat!" ucap Shelly dari luar pintu gudang yang tak sengaja mengeluarkan kata-kata kasar pada putrinya karna rasa takut jika putri nya akan menjadi seperti pembunuh berantai tersebut.


"Mah...


Buka pintunya...


Huhuhuhu...


Alyss akan jadi anak baik mah...


Janji ga akan nakal lagi...." teriak Alyss yang semakin menangis saat ibunya mengunci dirinya di gudang gelap tersebut.


Walaupun Alyss sudah berubah namun ia masih merasa takut yang luar biasa di tempat gelap karna membuat nya jadi ingat tentang penyiksaan yang di lakukan oleh Aegyt padanya.


Memori tentang penculikan nya pun berputar kembali di kepala kecil nya.


Takut...


Ia sangat takut hingga....


*Sepertinya ibu tak menyukai ku...


Maksud mu?


Aku akan pergi, dan membawa semua kenangan buruk, kau jadilah anak baik seperti yang ibu inginkan, dan juga jangan sampai terluka yah...


Kau mau kemana?


Kemana saja*....


Trauma mendalam yang kembali membuat gadis kecil menciptakan suatu kepribadian lain yaitu "Alyss baik" atau membuat sisi baik nya yang menjadi lebih kuat dan memisahkan sisi jahat nya dari dirinya.


Alyss yang asli membuat "Alyss yang diinginkan" dan menjadikan "Alyss yang inginkan" sebagai pengambil kesadaran nya dan semakin lama membuatnya menjadi seperti Alyss yang sebenarnya tanpa di sadari jika "Alyss yang diinginkan" atau "Alyss yang baik" merupakan kepribadian lain yang di buat oleh Alyss asli yang bersifat manipulatif dan licik.


Karna tak tahan dengan tekanan psikologis yang diberikan ibunya juga, sehingga membuat nya menciptakan kepribadian "Sangat baik" dan malah membuat kepribadian tersebut menjadi pemegang kesadaran penuh pada dirinya dan malah menyingkirkan kepribadian asli dirinya.


Ibu Alyss yang sedari tadi tak meninggalkan putrinya sama sekali hanya menangis di depan pintu gudang menjaga putri nya.


Hari sudah berganti malam, dan saat itu suami nya sudah pulang dari pekerjaan nya.


Dion terkejut melihat Shelly yang menangis di depan pintu gudang, Shelly pun menceritakan semuanya pada Dion tentang putri mereka, dan saat mereka membuka gudang alangkah terkejut nya mereka melihat putri mereka yang sudah demam tinggi dan tak sadarkan diri.


Alyss pun demam dan tak sadar selama satu minggu dan saat ia sadar ia seperti mengalami amnesia dan melupakan semua kenangan buruk serta sikap buruk nya juga ikut terlupa.


Shelly pun membawa Alyss mengikuti bimbingan psikiater dan psikiater mengatakan jika Alyss menghapus ingatan nya karna tak mampu mengalami peristiwa yang mengejutkan itu.


Alyss pun mulai hidup dengan "kepribadian barunya" yang sudah di ciptakan oleh "kepribadian aslinya" sedangkan kepribadian asli Alyss membiarkan "kepribadian barunya" mengambil alih hingga membuat nya benar menjadi pemegang kesadaran penuh.


......................


2 tahun telah berlalu dan sekarang Hazel sudah berumur 15 tahun seperti anak puber lain nya Hazel juga mulai membawa sepeda motor.


Sekarang ia memiliki kepribadian yang sangat dingin dan sulit di dekati oleh orang lain, ia sudah benar-benar hancur dan terpuruk selama 3 tahun belakangan ini.


Ia tak bisa tidur dan terus mengalami mimpi buruk karna rasa bersalah yang terus tertanam di hati nya pada gadis kecil yang ia anggap sebagai adiknya.


Hingga suatu ketika...


Ckiittt.....


Hazel yang tanpa sengaja menabrak seorang anak lelaki di jalan sunyi dengan sepeda motornya dan membuat anak lelaki itu hampir kehilangan nyawa.


"Jika dia mati...


Ellie akan punya teman kan?" ucap Hazel lirih melihat anak yang kehilangan banyak darah tersebut.


Sungguh jalan pikiran yang aneh, jika beranggapan membunuh orang lain agar gadis kecil nya memiliki teman, namun itu lah yang sedang terjadi padanya sekarang.


Jantung Hazel berdegup kencang ini adalah pembunuhan pertama nya tanpa perintah dari siapapun berbeda saat ia menjadi sandra Aegyt.


Hazel pun melempar tubuh anak tersebut ke perternakan buaya yang tak jauh dari tempat itu dan membuat anak tersebut mati seolah-olah karna salah masuk ke kandang buaya.


Pembunuhan tak sengaja nya membuat tubuhnya bergetar dan merasa takut, namun sejak kejadian itu rasa bersalah nya berkurang karna ia menganggap jika ia sudah memberi gadis kecil nya teman agar tak sendirian lagi.


Dan untuk pertama kali nya ia bisa tidur nyenyak. Sejak saat itu ia mulai mendapat ketenangan yang aneh. Tak ada yang memberitau nya ataupun meluruskan nya saat ia mulai berada di jalan yang salah, ayah nya yang tak peduli dan juga selalu memberi contoh yang buruk di tambah dengan trauma nya semasa penculikan membuatnya memiliki kesenangan lain yang menyimpang.


Dan saat ia mulai menemukan teman sejati yaitu Rian saat ia memasuki SMA dan ditambah lagi Rian yang selalu merasa Hazel sebagai dewa penyelamat nya karna membuatnya keluar dari pembulian yang ia terima di sekolah khusus para orang kaya karna ia masuk dalam kategori siswa beasiswa dan memberinya bantuan saat ia benar-benar di ujung tanduk membuatnya memilki kesetiaan yang mendalam pada Hazel.


Awalnya Hazel hanya membunuh orang-orang yang ia anggap jahat, namun semakin lama, semakin tak terkendali membuatnya bisa membunuh siapa saja dan menghilangkan rasa kasihan pada dirinya.


....................


3 tahun lalu sebelum eksekusi mati Aegyt.


Flashback on


Kau harus ingat jika pewaris dari JBS grup yang menjebak ku! Hazel Rai! Dia menjebak ku! Dan membuat ku di hukum mati!


Kak...


Huhu....


Aku tak bersalah! Kau harus balaskan dendam ku!


Kakak...


Huhu...


Flashback off.


...****************...


Okey ini tuh udah dobble up yah sebenernya mau othor pisah tapi nanti jadi review dua kali dan malah jadi lama nanti.


Ini tuh bab pelarian sama pasca trauma othor gabungin sampe 4156 kata yah di bab ini, jadi wajar kalo panjang banget.


Sekarang udah tau kan kenapa si Alyss bisa sampe punya karakter yang lemah banget? Karna karakter atau sisi nya yang pemberani tuh dah pergi misah dari dia.


Dan kenapa juga di Hazel bisa jadi psycho, di bab ini baca nya pelan-pelan yah biar kalian bisa nangkep maksud othor dan bisa paham pada kondisi psikis anak yang mulai hancur dan healing dengan caranya sendiri.


Oh iya disini harus nya kalian udah bisa nemuin siapa yang jadi biang kerok di Hazel dan Alyss dewasa yah


Oh iya besok udah balik lagi ke Hazel dan Alyss dewasa...


Jangan lupa like komen fav vote rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰🥰


Happy reading🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️