(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Manja



Kediaman Hazel.


"Kau masih lama?" tanya Hazel yang melihat Alyss sedang mengeringkan rambut nya di depan meja hias kamar miliknya.


"Hmmm...


Aku ingin tanya..." ucap Alyss lirih sembari mematikan Hair dryer yang sedang ia gunakan untuk mengeringkan rambut basahnya.


"Apa? Kau sepertinya sangat ingin bertanya pada ku sejak pulang dari pemakaman." jawab Hazel dari atas tempat tidur. Ia telah membaringkan tubuhnya ke atas ranjang dan menunggu Alyss untuk ia peluk saat tidur.


"Kau....


Kau sepertinya sangat menyayangi ibumu, dan kau terlihat seperti anak yang baik jika berhadapan dengan ibumu, lalu kenapa kau sekarang jadi...." ucap Alyss dengan nada lirih dan menyambungkan kalimatnya lagi.


"Tentu saja aku menyayanginya, dia ibuku. Dan sekarang memangnya aku jadi apa?" tanya Hazel lalu kemudian bangkit dan berjalan mendekati Alyss.


"Brengsek? Jahat? Suka memaksa? Psyco?" tanya Hazel lagi sembari mengambil Hair dryer dari tangan Alyss dan mulai menyalakan nya lagi. Ia pun mulai mengeringkan rambut Alyss yang masih terlihat basah.


"I-itu kau tau..." jawab Alyss lirih dengan suara yang sangat pelan.


Hazel hanya tertawa ringan mendengar jawaban Alyss.


"Kau tau tak semua kebaikan akan berbalas kebaikan juga, terkadang yang kita harapkan tak sesuai dengan apa yang terjadi.


Memiliki lingkungan dan didikan yang baik juga mempengaruhi sifat seseorang.


Bahkan seseorang yang memiliki didikan yang baik saja bisa jahat, jika dibesarkan di lingkungan yang tak baik." Jawab Hazel sembari terus mengibaskan rambut Alyss agar semakin mudah ia keringkan.


"Kau terlalu polos dan naif untuk mengerti hal seperti itu." ucap Hazel lagi.


Alyss sedikit bingung dengan jawaban Hazel, ia hanya terdiam sejenak.


"Kau sangat menyayangi ibumu, dan aku juga sangat menyayangi ibu dan ayah ku tapi kenapa kau selalu mengancam ku akan membunuh mereka." tanya Alyss lirih.


"Itu berbeda, Aku memang menyayangi ibu ku, tapi kini ia sudah tak ada lagi, dan sekarang aku sangat menyayangi dan hanya memperdulikan mu, maka dari itu aku tak peduli soal orang lain. Termasuk jika dia adalah orang mu." jawab Hazel enteng.


"Sayang? Dia bilang sayang padaku? Apa dia lupa berapa kali aku hampir mati karna nya." ucap Alyss lirih dengan suara yang sangat pelan.


"Aku menyayangi mu dengan caraku." balas Hazel. Walaupun Alyss membalas ucapan nya dengan nada yang sangat pelan namun ia masih dapat mendengarnya.


"Sekarang sudah kering semua." ucap Hazel sembari mematikan Hair dryer yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut Alyss.


"Ayo tidur." ajak nya sembari menarik pelan tangan Alyss dan membawa ke ranjang.


Seperti biasa Alyss selalu membelakangi Hazel saat tidur, sejak Hazel menggugurkan kandungannya ia benar-benar tak mau tidur menghadap ke arah Hazel.


"Kau mau membelakangi ku sampai kapan? Berbalik!" perintah Hazel saat ia melihat Alyss tidur dengan membelakanginya lagi.


Alyss tak menjawab dan hanya diam saja, ia tak mau mendengar perintah Hazel yang memintanya berbalik.


"Kau tak mau?" tanya Hazel dan langsung memasukkan tangan nya ke dalam pakaian Alyss dari belakang.


"A-apa yang kau lakukan?!" tanya Alyss ketika ia merasa tangan Hazel yang menyelusuri tubuhnya di balik pakaian yang ia kenakan.


"Menurutmu? Kalau kau tak segera berbalik, ku anggap kau sedang menginginkannya." ucap Hazel enteng dan langsung meraba dada Alyss yang masih tertutup bra yang sedang ia pakai.


Alyss langsung terbelalak saat tangan Hazel mulai meraba dada nya secara perlahan.


"Iya! Aku balik sekarang!" jawab Alyss kesal dan langsung berbalik menghadap Hazel.


"Seperti ini yang ku mau." ucap Hazel tersenyum dan mencium kening Alyss sekilas.


"Kenapa tangan mu tak keluar juga?" tanya Alyss yang merasa Hazel tak menarik tangan nya dari balik pakaiannya dan malah mengelus lembut punggung Alyss.


Hazel tak menjawab dan mulai menurunkan posisinya tubuhnya lebih rendah dari posisi tubuh Alyss. Ia pun mulai membenamkan wajahnya ke dada Alyss.


"Peluk aku." ucap Hazel dengan nada sedikit manja sembari mendusel-dusel kepala nya ke dada Alyss. Ia pun mengambil tangan Alyss dan membuat Alyss seperti sedang mendekap dan memeluk dirinya.


"Elus..." pinta Hazel saat tangan Alyss berada di rambut Hazel.


"Kalau kau tak mau, aku akan..." ucap Hazel sembari menggigit dada Alyss dari luar pakaian nya.


Tangan Alyss pun mulai bergerak perlahan mengelus rambut Hazel perlahan, ia tau jika ia tak menuruti permintaan Hazel, Hazel pasti akan segera melakukan hal itu padanya.


"Haishh Kenapa lagi dia sekarang? Tiba-tiba bersikap manja seperti anak kucing. Apa dia punya DID?" Batin Alyss ketika melihat tingkah Hazel yang mulai bersikap manja padanya.


NB KET:


DID (dissociative identity disorder) Gangguan kepribadian ganda adalah kondisi di mana terdapat dua atau lebih kepribadian yang berbeda di dalam diri seseorang.


Alyss terus mengelus rambut Hazel perlahan hingga ia mulai tertidur.


......................


Mentari mulai bersinar menandakan pagi mulai datang. Hazel mulai terbangun dari tidur nya yang sangat nyaman.


Ia membuka matanya perlahan, ia masih merasa Alyss belum merubah posisi tidur nya, ujung bibir nya mulai tertarik keatas saat mengingat Alyss memeluk nya sepanjang malam. Walaupun ia sendiri yang mengatur pelukan tersebut tapi tetap saja hal itu dapat membuatnya sangat senang.


"Morning my lovely..." ucap Hazel lirih ketika melihat wajah Alyss yang masih tertidur pulas yang tak memiliki tanda-tanda akan segera bangun.


Setelah Hazel selesai mandi ia melihat Alyss yang mulai terbangun dan sedang menggeliat merenggangkan tubuhnya.


"Sudah bangun?" tanya Hazel dan berjalan mendekati Alyss yang masih setengah terbangun di atas ranjang.


"Sana bangun lalu bersiap-siap, kau tak mau pergi bekerja hari ini?" tanya Hazel sembari mengelus kepala Alyss dengan lembut.


Alyss sebenarnya sangat malas untuk pergi ke JBS hospital karna ia mendengar beberapa dokter yang mulai bergosip tentangnya.


Alyss pun hanya menatap sayup Hazel yang tengah mengelus kepalanya dengan lembut.


"Iya aku bangun." jawab Alyss dan mulai bangkit.


"Yasudah aku akan mengganti baju, dan menunggu mu di bawah." ucap Hazel, ia pun segera bangun dan pergi ke ruang ganti di kamarnya.


Ruang makan.


Hazel dan Alyss pun memulai sarapan mereka.


Alyss sangat ingin mengatakan bahwa ia ingin pindah bekerja ke RS lain namun ia takut jika Hazel tak mengizinkannya, untuk bisa keluar dari rumah itu saja sudah sangat sulit untuknya.


Tapi saat mengingat kembali perkataan para dokter berbicara tentang nya saat ia di cafe. Membuatnya mengumpulkan semua keberanian dan ingin segera bilang bahwa ia ingin pindah kerja.


"Ehmm...


Hazel." panggil Alyss lirih saat Hazel tengah menyantap makanannya.


Hazel pun saat mendengar Alyss yang sedang memanggil nya langsung mengalihkan pandangannya ke arah Alyss.


"Ya? Ada apa?" tanya Hazel.


"Ehmm.. itu..


Apa aku boleh pindah ke RS lain?" tanya Alyss lirih dengan suara yang sangat pelan.


"Kau ingin pindah kerja maksudmu?" tanya Hazel yang menangkap maksud Alyss.


Alyss pun langsung menganggukkan kepala nya dengan antusias.


"Kenapa? Karna perkataan dokter lain yang berbicara di belakangmu?" tanya Hazel lagi.


"Ka-kau tau? Sekarang kau mengerti kan kenapa aku ingin pindah." balas Alyss, ia tak tau jika Hazel juga mendengar perkataan dokter lain yang berbicara buruk dibelakangnya.


"Mereka tak akan berbicara buruk lagi tentang mu, aku bisa menjamin itu." jawab Hazel enteng sembari mulai meminum jus jeruk miliknya.


"Ta-tapi tetap saja...


Bisakah kau membiarkan ku pindah, kau tak perlu mengurusnya, aku bisa urus semua nya sendiri. Kau hanya perlu membiarkan pindah saja." pinta Alyss lagi.


Hazel diam sejenak dan melihat nanar wajah Alyss dengan ekspresi datar nya, ia tau Alyss bisa mendaftar bekerja dimana saja dengan kualifikasi dan kemampuannya.


"Kau ingin keluar dari JBS?" tanya Hazel dengan mulai menyunggingkan senyumannya.


"I-iya..." jawab Alyss lirih ketika melihat senyuman Hazel, entah kenapa setiap Hazel tersenyum seperti itu pasti tak akan ada hal baik dibaliknya.


"Boleh, kau boleh keluar dari JBS." ucap Hazel masih dengan senyuman di wajahnya.


"Sungguh?" tanya Alyss mulai berharap.


"Tentu saja, setelah kau keluar dari JBS kau bisa belajar jadi istri yang baik untuk ku, kau tak perlu bekerja lagi. Aku akan penuhi semua kebutuhan mu." jawab Hazel tersenyum pada Alyss.


Alyss pun langsung merubah ekspresi berharap nya menjadi ekspresi lesu. Berarti setelah ia keluar dari JBS Hazel tak akan membiarkan bekerja di tempat lain lagi dan ia akan terkurung kembali di kediaman megah itu.


"Sekarang kau masih ingin keluar dari JBS?" tanya Hazel dengan nada yang penuh penekanan namun dengan wajah yang tetap tersenyum.


Alyss pun menggelengkan kepalanya dengan lemas.


"Sekarang lanjutkan sarapan mu." titah Hazel pada Alyss.


Alyss pun mulai memakan makanan nya lagi dengan tak bersemangat dan wajah lesu.


"Tenang saja, tak akan ada gosip buruk yang beredar tentang mu lagi." ucap Hazel pada Alyss sembari mengelus bagian belakang kepala Alyss dengan perlahan.



Alysscalla Zalea



Hazel Rai (Author kasih visual roti sobeknya Hazel yah hihi😅😅)


...****************...


Jangan lupa Like, komen, Rate 5, Vote dan fav nya yah🥰🥰☺️☺️


Happy Reading🤗🤗