
Tak terasa waktu berjalan, malam pun mulai tiba, ayah Alyss mengizinkan Hazel menginap namun dengan syarat ia harus tidur di ruang tengah, dan karna Hazel sama sekali tak membawa baju ganti Alyss memberi baju ayahnya untuk di pakai oleh Hazel.
Malam sudah menunjukkan pukul 09.45 PM dan orang tua Alyss sudah tidur sedari tadi, mereka memang sering tidur lebih awal kecuali jika ada hal lain yang perlu di urus.
Hazel memainkan ponsel sembari melihat ke lantai atas yang merupakan tempat dimana kamar Alyss dan orang tuanya. Rumah Alyss merupakan rumah berlantai dua namun tidak sebesar kediaman Hazel.
Karna walaupun keluarga Alyss tidak termasuk keluarga kaya raya, namun dapat dikatakan berkecukupan bahkan dapat dikatakan sangat berkecukupan. Hazel pun bangkit dan berjalan ke kamar Alyss.
Cklik...
Alyss yang masih asik menonton drama yang ia lihat dari ponsel, saat ia di kediaman Hazel ia sangat jarang melihat drama. Sehingga ia tak menyadari kedatangan Hazel, dan ia juga tak mengunci kamar nya karna memang ia tak terbiasa mengunci pintu kamarnya, dan tak menyangka Hazel akan mendatangi nya.
"Seru sekali aku juga ingin lihat." ucap Hazel tiba-tiba pada Alyss.
Alyss pun terkejut dan menoleh kebelakang.
"Kau!!!
A-apa yang kau lakukan disini?! Kalau ayah ku tau gimana?!" tanya Alyss panik dan semakin memeluk boneka dino biru nya.
"Kalau ayahmu tau, bagus lah....
Jadi dia semakin tak punya alasan untuk tidak menikahkan mu dengan ku." jawab Hazel enteng.
"Apa yang kau lihat tadi? Mau memperagakan nya?" ucap Hazel dengan senyum menggoda Alyss.
"Ti-tidak ada!" ucap Alyss dan langsung menutup ponsel nya dengan cepat, sebelumnya ia sedang melihat drama true beauty eps 12 yang menampilkan scene kissing.
"Benarkah?" tanya Hazel tersenyum dan semakin mendekat ke arah Alyss.
"Ka-kalau kau tetap disini...
Nanti kalau ketauan ayah ku, bisa di marahi..." ucap Alyss lirih Saat Hazel sudah mengukung tubuh nya di atas ranjang.
"Siapa yang di marahi aku? Atau kau? Aku tak takut dimarahi, dan jika ayahmu memarahi mu. Aku akan memarahi ayahmu balik." ucap Hazel dengan senyum licik nya.
"Ma-mana bisa begitu..." jawab Alyss lirih.
"Bisa saja, kenapa tak bisa?" tanya Hazel enteng.
Alyss membuang wajahnya ke samping, ia tak ingin melihat wajah Hazel yang terus tersenyum menggodanya.
Hazel pun tertawa melihat wajah panik Alyss yang berada di kungkungan tubuhnya, ia pun bangun dan duduk di tepi ranjang Alyss.
"Ini kamar mu? Cukup rapi." ucap Hazel sembari melihat ke sekeliling kamar Alyss.
"Tentu saja!" jawab Alyss sembari ikut bangun dan duduk.
"Banyak sekali piagam mu..." ucap Hazel sembari melihat beberapa piagam penghargaan Alyss yang dibingkai dan di pajang dikamarnya.
"Wanita ku sangat pintar..." ucap Hazel tersenyum sembari mengacak rambut di puncak kepala Alyss.
Alyss hanya menatap kesal ke arah Hazel karna mengacak rambutnya.
"Ayo sini tidur." ucap Hazel lagi ketika ia sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang Alyss.
Alyss yang masih duduk, hanya diam menatap Hazel.
"Kita tidur saja kan? Kau tak akan melakukan hal lain kan?" tanya Alyss memastikan ia sangat takut jika ketahuan ayahnya sedang tidur dengan Hazel.
Hazel langsung menarik Alyss dan kemudian langsung mendekapnya.
"Kau mau aku lakukan hal yang lain? Hm?" tanya Hazel sembari tangan nya mulai masuk ke pakaian Alyss dan mengelus punggung nya perlahan.
"Bu-bukan gitu..." jawab Alyss lirih dan berusaha melepaskan tangan Hazel mengelus punggung nya, ia takut tangan Hazel semakin menjalar ke bagian-bagian yang lain.
"Makanya kau tidur saja, kalau kau tenang aku tak akan melakukan apapun. Tapi kalau kau terus menolak aku anggap itu sebagai ajakan." ucap Hazel santai.
"Tapi kalau ayah ku tau...." ucap Alyss lirih.
"Yah aku tidak masalah sih kalau ayah mu tau..." jawab Hazel enteng.
Alyss pun langsung mengandahkan wajahnya ke arah Hazel, ia sangat kesal karna Hazel seperti menganggap sepele masalah nya dan terlihat semakin menyebalkan.
"Kenapa melihat ku begitu? Hm?" tanya Hazel saat melihat ke arah Alyss.
"Hummmphh..." Hazel yang langsung mencium dan m*l*m*t gemas bibir Alyss, saat Alyss tak kunjung menjawab pertanyaan nya.
Setelah mencium nya beberapa menit Hazel pun melepaskan ciumannya. Ia tersenyum melihat Alyss yang mengambil nafas dalam dan mengusap bibir basah Alyss dengan ibu jarinya.
Hazel pun kembali mendekap Alyss lagi dan mulai tertidur, Alyss tak memberontak lagi. Karna ia tau Hazel tak akan keluar dari kamar nya, apapun yang ia katakan.
......................
Alyss mulai terbangun saat ia merasakan sinar mentari pagi menembus jendela kamarnya. Ia pun masih merasakan dekapan Hazel, ia mengandahkan wajah dan melihat Hazel yang masih tertidur.
Tok..Tok..Tok...
"Alyss bangun nak...
Nanti paman dan bibi mu mau datang, jangan bangun siang-siang." ucap Ibu Alyss mengetuk pintu kamar nya.
Sontak Alyss langsung kaget, dan langsung menutupi Hazel kedalam selimut nya. Hazel pun ikut terbangun karna merasa pengap dengan apa yang dilakukan Alyss padanya.
"Apa yang kau laku-" tanya Hazel terpotong ketika membuka selimutnya.
Ucapan Hazel langsung terpotong saat Alyss menutup mulut Hazel dengan telapak tangan nya yang kecil. Ia berusaha membungkam suara Hazel sekuat tenaga.
"Alyss? Nak?
Mama masuk yah?" tanya ibu Alyss ketika merasa tak ada jawaban dari Alyss.
"Alyss udah bangun mah...
Ja-jangan masuk...
Alyss lagi..." ucap Alyss panik yang memikirkan alasan.
Hazel melirik ke arah Alyss dan melepaskan tangan kecil Alyss yang sedang membungkam mulutnya.
"Bilang kau habis mandi, dan sedang pakai baju." bisik Hazel di telinga Alyss.
"Eh?" Alyss yang langsung menoleh ke arah Hazel.
"Atau bilang kau sedang tidur dengan ku dan tak ingin di ganggu." bisik Hazel tersenyum.
"Alyss baru siap mandi mah, jangan masuk! Ini Alyss lagi pakai baju." ucap Alyss pada ibunya.
"Yasudah, bangun yah nak." ucap Ibu Alyss dan tak jadi masuk kekamar nya.
Saat merasa ibunya sudah pergi ia sangat merasa lega, sebelumnya ia sangat panik dan takut jika ibunya masuk.
"Kenapa tak pilih alasan yang kedua?" ucap Hazel dengan wajah tanpa dosa.
Alyss tak menjawab dan hanya melirik kesal ke arah wajah Hazel yang terlihat sangat santai, dan tak merasa takut sedikitpun.
"Menggemaskan sekali..." ucap Hazel gemas dan mencubit hidung Alyss.
Ia pun bangun dan keluar dari kamar Alyss.
......................
"Sebentar lagi bibi mu datang, itu letakkan makanan nya di situ nak." ucap Ibu Alyss.
Orang tua Alyss sedang mengadakan acara keluarga di rumah mereka, maka dari itu Ibu dan Ayah Alyss bersiap-siap sejak pagi.
"Ohh...
Saya tadi-" Hazel yang kebetulan datang dan mendengar pertanyaan ibu Alyss.
"Dia lari pagi mah! Dia sangat suka lari..." Alyss yang dengan cepat memotong ucapan Hazel.
Ibu Alyss hanya mengangguk mendengar jawaban putrinya. Ia pun pergi dan menyiapkan makanan lagi.
"Apa tadi yang ingin kau jawab pada ibuku?" tanya Alyss pada Hazel ketika ibunya sudah pergi.
"Yah ku jawab sedang tidur dengan mu." ucap Hazel enteng.
"Haduhhh...." keluh Alyss yang memijat pelipis nya ketika mendengar ucapan Hazel.
Tak lama kemudian sanak keluarga Alyss mulai datang dari mulai paman dan bibi nya, sepupu nya dan bahkan ponakan Alyss.
"Azriel udah besar yah..." ucap Alyss saat melihat ponakan nya yang dulu masih berumur beberapa bulan kini sudah hampir berusia 2 tahun.
"Iya nih...
Onty nya sih ga pulang-pulang ga tau kan jadinya." ucap Irine yang merupakan kakak sepupu Alyss.
"hihi iya kak" jawab Alyss tertawa kecil dan mulai mengambil keponakan nya yang bertubuh gempal itu dari gendongan kakak sepupunya.
"Aku aja yang jagain Azriel, kakak makan dulu aja." ucap Alyss sembari menciumi gemas pipi ponakan nya.
Hazel yang sedari tadi sibuk mencari Alyss, akhirnya menemukan Alyss yang sedang menggendong anak kecil dengan gemas.
Sebelum nya ayah Alyss meminta Hazel untuk mengurus bunga-bunganya, dan setelah selesai Hazel langsung mencari Alyss seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
"Siapa anak ini?" tanya Hazel ketika sudah menghampiri Alyss.
"Azriel, imut kan? Bilang nama nya sayang...
"nama ku Azriel uncle" ucap Alyss yang menirukan suara anak kecil.
Sedangkan Azriel hanya tertawa polos dan semakin memeluk memeluk Alyss.
"Dia ini anak laki-laki kan?" tanya Hazel yang mulai kesal.
"Iya, kenapa?" tanya Alyss dan semakin mencium gemas pipi gembul Azriel.
"Sini! Aku saja yang gendong!" ucap Hazel dan langsung mengambil Azriel dari Alyss. Ia tak mau Alyss terus menciumi laki-laki lain, walaupun itu hanya anak-anak yang belum genap berusia dua tahun.
"Lah? Aku aja..." ucap Alyss dan berusaha mengambil ponakan nya lagi.
"Gak! Sana makan saja." ucap Hazel dan memutar kepala Alyss ke arah makanan.
"Ma-mau kau apakan dia?" tanya Alyss ragu.
"Mau ku potong-potong terus ku jadikan barbeque." jawab Hazel enteng.
"Loh?! Jangan!!!" ucap Alyss panik.
"Sudah makan saja sana! Jangan membuat ku kesal!" ucap Hazel
Alyss pun akhirnya melangkah kan kaki nya ke arah makanan yang tersedia, sedangkan Hazel menatap tajam ke Azriel yang sedang tertawa polos melihat nya.
"Unle..." ucap Azriel yang masih celat saat menatap Hazel, ia adalah anak yang sangat ramah dan tak takut dengan orang asing.
"Kau ini masih kecil sudah berani berani-beraninya memeluk Alyss, dia itu milik ku! Mengerti?!" ucap Hazel sembari terus menggendong Azriel.
"Peyukkk...." ucap Azriel celat dan membuka tangan nya kemudian memeluk Hazel.
"Muah..." Azriel yang tiba-tiba mencium Hazel, tangan mungil nya pun mengelus janggut Hazel perlahan, ia terus saja tertawa dari tadi.
"Kau sedang ingin merayu ku? Hm?" tanya Hazel sembari memainkan pipi gembul Azriel.
Azriel semakin tertawa polos, Hazel pun mulai merasa gemas, dan mencubit gemas pipi Azriel lagi.
"Ya ampun...
Imut sekali..." ucap Hazel lirih saat melihat Azriel tertawa, ia sebelumnya belum pernah menggendong anak kecil sama sekali, ataupun berinteraksi dengan anak-anak.
Hazel pun mulai mencubiti pipi Azriel dengan gemas, ia semakin gemas karna pipi itu lebih mirip dengan bakpao. Azril pun yang sebelumnya tertawa mulai menangis karna Hazel terus saja mencubiti pipi nya hingga memerah.
Alyss yang saat itu sedang ingin meminum soda langsung tersentak saat mendengar tangisan ponakan nya.
"Kak pegangin soda nya." ucap Alyss pada sepupunya yang lain.
Ia pun langsung bergegas menghampiri Hazel. Ia melihat Azriel yang sudah menangis segugukan dengan pipi memerah di kedua sisinya, sedangkan Hazel hanya tertawa dan melihat gemas ke Azriel.
"Loh anak ku, kok nangis?" tanya Irine yang juga datang karna mendengar tangisan anaknya.
"Dia sangat menggemaskan, pipi nya seperti makanan bakpao." ucap Hazel dengan wajah tak bersalah.
Irine pun memberikan gelas berisi lemon tea nya pada Alyss dan mengambil Azriel dari gendongan Hazel.
"Jika punya anak dengan nya, jangan suruh dia yang jaga." bisik Irine pada Alyss.
"I-iya kak..." ucap Alyss lirih, dan karna ia merasa sangat haus dan belum sempat minum, Alyss pun mulai meminum lemon tea sepupunya.
"Alyss, ayo kita buat anak yang seperti itu lagi." ucap Hazel pada Alyss yang terang-terangan tanpa malu sedikitpun, walaupun ada sepupu Alyss disitu.
Brussshhhh.....!!!
Alyss yang terkejut dengan ucapan Hazel langsung menyemburkan semua lemon tea di mulutnya, dan yang terkena semburan nya adalah Hazel, karna Hazel sedang berdiri di depannya.
"Uhuk! uhuk!" Alyss yang terbatuk-batuk dan mengusap sisa lemon tea yang berada di bibir nya.
"Ya ampun, jorok sekali anak ini..." ucap Irene sembari mengelus punggung Alyss.
Sedangkan Hazel hanya terdiam dengan wajah datar nya ketika mendapat semburan dari Alyss.
"Anggap saja seperti kena hujan lokal yah..." ucap Irene menahan tawa pada Hazel. Ia pun kemudian segera pergi dari tempat itu.
"Ma-maaf..." ucap Alyss ketika ia sudah tak batuk lagi.
"Kemarin kau bersin diwajahku, dan sekarang menyemburkan lemon tea." ucap Hazel dengan wajah datar.
"Ma-maaf...
Kau sih bicara begitu..." ucap Alyss lirih dan mengelap wajah Hazel dengan tissu yang di sediakan tak jauh darinya.
Alysscalla Zalea
Hazel Rai (anggap ajj lagi pakai baju ayah Alyss 😅)
...****************...
Haiii.....
Jangan lupa like, rate 5, fav, dan vote yah hihi serta dukungan bisa kalian berikan ke othor.
Oh iya jangan lupa komen juga yah hihi🤭🤭🤭
Terimakasih atas dukungan yang sudah kalian berikan ke othor🤗🤗🤗
Happy Reading readers kesayangan othor❤️❤️❤️