
2 Bulan Kemudian.
"Kita dimana?" tanya Clara saat pria yang menjadi suaminya mengajak nya ke tempat lain lagi.
"Tempat yang memiliki udara bagus..." jawab Louis sembari mencium tengkuk istri nya.
"Pantai?" tanya Clara saat mendengar suara sapuan ombak.
"Anggap saja bulan madu kita," ucap Louis yang mendekap gadis itu ke dalam pelukan nya.
Clara tak menolak saat pria itu memeluk nya dari belakang, ia mulai merasa nyaman dalam beberapa bulan terakhir di pernikahan nya.
"Kau tak menyesal kan? Menikah dengan ku?" tanya Clara lagi pada pria itu.
"Tidak, dan aku juga berharap kau tak menyesal menikah dengan ku." jawab Louis pada wanita itu.
Karna kau akan sangat membenci ku saat tau siapa aku.
"Maaf..." ucap Clara lirih.
"Kenapa?" tanya Louis sembari menatap ke arah wanita berlesung pipit itu.
"Aku bahkan belum bisa melakukan kewajiban ku sebagai istri...
Aku masih takut..." ucap nya lirih karna ia masih merasa takut dan was-was saat di sentuh pria lain karna masih hidup dalam kurungan psikis yang di buat oleh presdir nya.
"Tidak apa-apa," ucap Louis mencium pucuk kepala gadis itu.
Ada kala nya ia merasa tak bisa menahan diri nya saat melihat gadis itu berganti pakaian dan tertidur yang tanpa sengaja menunjukkan lekuk nya, namun ia kini sudah tak bisa memaksa nya lagi.
Pukul 09.00 Am.
"Kau suka makan malam nya?" tanya Louis pada wanita yang sedang menyisir rambut nya.
Gadis itu memakai piyama seksi yang menunjukkan lengkuk tubuh nya walaupun bertangan panjang, namun memiliki bahan yang jatuh dan membuat nya semakin terlihat seperti wanita dewasa.
Louis sekarang sudah mulai mengatur pakaian, alat make up dan barang-barang yang di kenakan istri nya. Ia membeli barang mahal dan bagus lalu mengatakan mendapat diskon agar gadis itu tak curiga.
"Su-suka..." jawab Clara lirih.
"Cantik nya istri ku..." ucap Louis sembari menyentuh dagu gadis itu.
Clara pun langsung menunduk, walaupun sudah beberapa bulan namun ia masih malu jika mendengar kata "Istri" Ia pun langsung mencari ranjang dan menidurkan dirinya.
"Aku boleh mencium mu?" tanya Louis lirih.
"Se-sebentar saja..." jawab Clara gugup.
"Kalau cium nya tak hanya di bibir boleh juga tidak?" Louis yang merasa mendapat lampu hijau mulai mencari izin untuk akses lain nya.
"Maksud nya?" tanya Clara bingung.
"Aku tak akan melakukan nya kalau kau tak mau, tapi hanya akan mencium mu." jawab Louis sekali lagi.
"Ya-yasudah..." jawab Clara lirih, ia tak mengizinkan pria itu melakukan hubungan suami istri walaupun mereka sudah menikah maka dari itu ia kini membiarkan pria itu mengecup nya.
Hummphh...
Satu pangutan lembut yang tertaut di bibir nya di hisap dan di gigit kecil, Louis semakin memakan bibir ranum itu yang sudah lama tak pernah ia cium.
Jika di hitung mungkin hampir satu tahun ia tak lagi melakukan hal tersebut sejak masa pemulihan dan sehabis kecelakaan.
Gluk...
Clara tak bisa bernafas, satu-satu nya cara agar ia bisa bernafas hanya dengan menelan saliva yang di tukar oleh pria yang semakin mencium nya dengan dalam dan agresif.
Louis mulai menurunkan ciuman nya ke leher dan tangan nya dengan perlahan melepaskan tali piyama yang berada di pinggang gadis itu.
Aroma memabukkan yang tercium lembut di hidung nya membuat nya semakin menghisap leher putih tersebut dan menggelitik dengan mengunakan lidah nya.
"Ge-geli..." ucap Clara lirih.
Ia tak mendengarkan, kendali nya mulai terlepas hingga ia menurunkan lagi ciuman nya, mengisap dada gadis itu yang secara perlahan hingga membuat Clara mulai menyadari ciuman nya semakin turun.
"Tu-tunggu!" ucap Clara mendorong kepala pria yang sedang terbenam di dada nya, ia bahkan tak sadar kapan pria itu sudah menindih nya dan melepaskan tali piyama nya.
Louis berhenti dan menatap wajah gadis itu.
"Maaf, aku hanya ingin mencium mu. Aku tak akan melakukan hal itu kalau kau tak mau..." ucap Louis dengan suara berat.
"Hanya cium kan? Aku belum siap kalau..." ucap Clara lirih.
"Hm, hanya ciuman. Kau akan mengizinkan ku kan?" tanya Louis pada gadis itu.
Clara diam sejenak namun akhir nya ia menjawab nya.
"I-iya kalau cium tidak apa-apa..." jawab Clara lirih.
"Sshh..." desis nya pelan saat merasakan sapuan hangat lidah pria itu di dada nya membuat nya tanpa sadar memeluk kepala suami nya.
Setelah meninggalkan bekas kecupan yang berwarna merah di atas kulit putih tersebut Louis mulai menarik penghalang di bagian privasi gadis yang masih menarik nafas nya dengan berat tersebut.
"Ungh!" Clara tersentak saat ia merasakan sesuatu yang hangat di bagian privasi nya.
"A-apa yang kau lakukan?" tanya nya Clara sembari meremas bantal di kepala nya.
"Aku hanya ingin mencium mu, aku tak akan melakukan nya..." ucap Louis lirih dan mencium lagi bagian kesukaan nya yang terasa manis tersebut.
Clara tersentak ia merasakan lagi sapuan lidah hangat tersebut. Suara nya mulai keluar dengan ******* halus saat hasrat nya mulai terbakar.
Setelah gadis itu hampir mencapai puncak nya Louis menghentikan ciuman nya.
"Ka-kau berhenti?" tanya Clara lirih tanpa sadar saat hasrat nya tengah memuncak.
"Kalau ku lanjutkan mungkin aku tak akan bisa menahan nya..." bisik Louis yang naik di telinga Clara.
"Ta-tapi..." ucap Clara yang masih ingin mencapai penyelesaian nya.
"Aku boleh?" tanya Louis di telinga gadis itu.
Clara diam dan kemudian mengangguk pelan akan permintaan gadis itu.
"Terimakasih..." ucap nya sembari mencium dahi yang berkeringat tersebut.
"Ungh!" lenguh Clara saat ia merasakan penyatuan nya.
Rasanya seperti...
Batin nya yang mengingat cara bercinta presdir nya namun ia langsung menepis nya karna tak ingin lagi mengingat pria yang begitu ia benci tersebut, pria yang ia anggap sudah membuang nya begitu saja setelah di rusak sejadi-jadi nya.
Suara lenguhan yang terdengar nyaring di kamar tersebut dengan melepaskan pencapaian yang sama-sama sudah lama tak di rasakan.
Louis merebahkan tubuh nya yang masih menelungkup diatas tubuh kecil istri nya dengan vanila yang sudah ke berapa kali ia keluar dan bahkan kini meleleh keluar dari tempat nya karna tak lagi tertampung.
"Sudah yah...
Tenaga ku habis..." ucap Clara terengah-engah.
Louis masih ingin lagi namun ia menahan nya dan melepas penyatuan lalu ke samping tubuh istri nya dan mulai memeluk nya.
"Thanks...
Love you my wife..." bisik nya di telinga istri nya yang mulai tertidur.
......................
Sementara itu di tempat lain.
"Bodoh! Kau masih belum bisa mendapatkan nya?!" tanya pria pada wanita yang baru ia tampar.
"****** itu terus menghasut nya!" jawab Bella pada pria yang baru menampar nya.
"Dia yang memang sudah menyukai mu lagi, tapi setidak nya kau harus gunakan anak mu kan?" tanya pria itu sembari menarik rambut panjang wanita di depan nya.
"Dia masih suka pada ku! ****** itu yang menghasut nya! ****** itu bahkan membuat nya tak menemui Liam!" ucap Bella yang menyalahkan Louise atas semua sikap dingin James.
James sudah mendapat hasil tes DNA yang mengatakan Liam adalah putra biologis nya namun karna ia belum mendapat hasil dari lab nya sendiri membuat nya masih bersikap dingin kepada putra kecil yang mirip dengan nya ataupun pada ibu nya.
"Aku memiliki rencana, kau bisa menjebak nya kembali pada mu dan aku akan memiliki gadis itu sebagai pengganti posisi mu." ucap pria tersebut dengan seringai di wajah nya.
"Ba-bagaimana?" tanya Bella dengan senang karna ia kini sudah sangat membenci gadis cantik itu dan sangat ingin menyingkirkan nya.
......................
Apart Winter garden.
"Kau ingin menjadi lebih kuat? kenapa?" tanya pria paruh baya itu pada putra nya.
"Aku ingin melindungi nya," jawab pria itu singkat, "Pah, ajarkan aku semua nya. Menjadi lebih kuat ataupun berada di titik yang sama dengan nya." ucap Zayn pada sang ayah.
"Dia tak menyukai mu, ada pria lain yang di sukai nya kan?" tanya sang ayah menghela nafas.
"Aku tau, tapi aku yakin akan ada kesempatan untuk ku, aku sangat mencintai nya aku tak mau gadis lain!" ucap Zayn yang tanpa malu-malu mengatakan hal tersebut pada sang ayah.
Pria paruh baya itu tersenyum kini ia tau jika putra nya yang polos mulai hilang dan memiliki satu ambisi dan tujuan dalam hidup nya untuk memiliki apa yang ia inginkan.
"Baik, akan ku ajarkan semua hal yang ku tau." ucap Rian pada putra tunggal kesayangan nya.
Pria yang mulai tak lagi sama seperti dirinya sebelum nya, ia ingin beranjak dewasa dan merasa pantas untuk bisa bersama dengan gadis yang ia sukai.
Walaupun itu berarti akan membuat nya kehilangan dirinya.