(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Kiss me



Setelah seharian penuh dari pagi hingga malam Hazel merawat Alyss, Akhirnya demam Alyss sudah mulai turun dan mulai baikan.


"Ya ampun...


Sepertinya berat ku langsung naik...


Duh perut ku juga seperti nya mulai buncit..


Haduh.." ucap Alyss ketika bercermin di kamar nya, dan mendengus kesal.


Selama satu harian penuh Hazel menyuruh nya untuk memakan habis semua makanan yang disiapkan untuk nya.


Klek..


Suara pintu kamar Alyss yang dibuka oleh Hazel. Mendengar suara pintu kamar nya terbuka Alyss langsung lari dan loncat ke ranjang nya lagi.


Hazel yang telah masuk ke kamar Alyss dan melihat Alyss yang baru saja naik ke ranjang mendengus kesal.


"Bukankah kau ku suruh untuk tetap istirahat?" ucap Hazel dengan kesal.


"Tapi terlalu sering di tempat tidur juga tidak baik" bantah Alyss pada Hazel


"La-lagi pula tadi saya dari toilet" sambung Alyss.


"Oh..


Sudah berani membantah ya" ucap Hazel menatap tajam ketika mendengarkan Alyss.


Melihat Hazel yang menatap nya dengan tatapan seperti itu, membuat Alyss menjadi takut, karna baginya Hazel seperti bom waktu yang dapat meledak kapan saja, dan juga dapat meledak ketika salah penanganan.


"Ma-maaf" ucap Alyss menunduk dengan nada lirih.


Hazel pun melangkahkan kaki nya mendekati Alyss dan memeriksa dahi Alyss dengan tangan kanan nya.


" Sudah turun " ucap Hazel dalam hati ketika merasa dahi Alyss tak sepanas tadi pagi lagi.


"Sekarang tidurlah" perintah Hazel pada Alyss.


"Tapi kan sekarang baru jam 08.00 AM! Saya belum mengantuk" ucap Alyss cepat ketika mendengar Hazel memerintahkan nya untuk tidur lebih awal.


Hazel hanya menatap Alyss dengan datar, mendengar apa yang di katakan oleh nya. Dan akhirnya Hazel hanya menghela dan membuang napasnya dengan kasar.


"Kau ingin menonton tv dulu?" tanya Hazel dengan mengangkat satu alis nya.


Alyss tak menjawab dan hanya mengangguk kan kepalanya dengan semangat sembari menatap Hazel dengan mata berbinar.


"Yasudah. Ayo menonton tv, tetapi jam 09.00 AM sudah harus tidur" ucap Hazel ketika melihat reaksi Alyss.


"Iya!" jawab Alyss dengan semangat.


Alyss pun mengikuti Hazel dari belakang untuk menuju ruang tengah untuk menonton tv. Hazel telah sampai dahulu dan duduk di sofa besar yang empuk di depan televisi.


Alyss pun datang dan hendak duduk tetapi Hazel..


Grab ...


Hazel menarik tangan Alyss ketika Alyss hendak duduk. dan tentu nya ia langsung jatuh kepangkuan Hazel.


"Loh ini?!" ucap Alyss ketika menyadari ia telah duduk di atas paha Hazel. Alyss pun langsung hendak bangun dan duduk di atas sofa namun Hazel menahan pinggang Alyss dengan kedua tangan nya.


"Tenanglah, dan tetap duduk disini" ucap Hazel pada Alyss ketika melihat nya sedang berusaha untuk turun dari paha Hazel dan ingin duduk di sofa.


"Eh Ta-tapi kan tidak nyaman seperti ini" ucap Alyss tetap berusaha untuk turun.


"Aku sangat nyaman" ucap Hazel semakin erat memeluk pinggang Alyss dan menyandarkan kepalanya di dada Alyss.


"Aku tidak" ucap Alyss lirih.


"Kau ingin turun?" tanya Hazel mendongak kan kepalanya melihat Alyss.


Alyss pun yang mendengar hal itu mengangguk kan kepala nya perlahan.


"Kalau begitu cium aku. Maka aku akan membiarkan mu turun" ucap Hazel melihat wajah Alyss dan menatap lekat matanya.


Alyss pun langsung terbelalak dan terkejut mendengar ucapan Hazel. Tentu saja ia tidak menyetujui ucapan Hazel.


" Dia gila ! " ucap Alyss dalam hati ketika mendengar Hazel


"Hei hei tunggu, haduh...


Iya, iya" ucap Alyss yang merasa sesak karena pelukan Hazel dan tangan nya yang memukul-mukul punggung Hazel.


"Iya? Kau akan mencium ku" ucap Hazel ketika melonggarkan pelukan nya dan menatap Alyss dengan wajah tersenyum.


"Eh?" Alyss yang menatap Hazel bingung karna ia tak sadar telah mengatakan "Iya" saat Hazel terlalu memeluknya.


"Kenapa? Kau ingin mengingkari ucapan mu sendiri?" tanya Hazel dengan langsung mengubah ekspresi nya menjadi serius ketika melihat wajah Alyss yang pura-pura bodoh.


"Ti-dak!" jawab Alyss panik melihat wajah Hazel yang tiba-tiba berubah.


" Imut nya...


jadi ingin mengerjainya lagi " ucap Hazel dalam hati ketika melihat ekspresi wajah Alyss yang panik.


"Sekarang cium!" perintah Hazel dan ia pun memejamkan kedua matanya.


Alyss sangat bingung tetapi ia juga tak memiliki pilihan lain, jika ingin selamat maka ia harus mencium Hazel.


Alyss pun mengarahkan wajah nya perlahan dan mendekati wajah Hazel dan cup...


Alyss mendaratkan ciuman nya ke pipi Hazel.


Hazel membuka matanya dan menatap Alyss dengan tajam.


"Apa kau pikir itu sebuah ciuman?" tanya Hazel dengan nada penuh penekanan dan menatap tajam ke arah Alyss.


Alyss yang melihat Hazel seperti itu langsung gugup dan merasa takut.


"Ma-maaf...


Sa-saya sedang sakit. Nan-nanti tuan bisa ketularan" ucap Alyss mencari alasan dengan nada lirih.


"Oh...


Kau sedang mengkhawatirkan ku?" Tanya Hazel dengan nada menggoda Alyss


"Lagi pula demam mu juga sudah turun. Jadi jangan banyak alasan!" ucap Hazel dengan penuh nada tekanan pada Alyss.


"I-iya" ucap Alyss gugup


Hazel pun memejamkan mata nya lagi. Alyss memegang rahang di wajah Hazel dan mendekatkan wajah nya perlahan, ia sangat malu dan benar-benar tak ingin mencium Hazel, tetapi rasa takut nya pada Hazel lebih besar dari pada rasa malu nya.


Cup..


Alyss mendaratkan bibir nya di bibir Hazel. ketika Alyss hendak melepaskan bibir nya Hazel langsung menahan kepala Alyss, dan mencium Alyss dengan aktif. Padahal yang di lakukan Alyss hanya menempelkan bibir nya saja.


Sontak Alyss merasa terkejut dan berusaha melepaskan ciuman Hazel, namun Hazel semakin menahan kepala Alyss dan mencium Alyss dengan sangat aktif. Ia *******, menggigit, dan berusaha memasukkan lidah nya kedalam mulut Alyss. Hazel membuat Alyss hingga hampir kehabisan napas.


Tentunya Alyss tak tinggal diam, ia terus berusaha melepaskan dirinya dari ciuman Hazel. Alyss memberontak dan bergerak kesana-kemari agar bisa terlepas.


Akhirnya Hazel pun melepaskan ciumannya. Ia melihat wajah Alyss yang sayu dan napas yang ngos-ngosan karena kehabisan napas.


"Kenapa kau tak bisa tenang?" ucap Hazel ketika ia melihat Alyss sudah dapat mengatur napas nya menjadi normal lagi.


"Haduh...


Sepertinya ada yang tegak tapi bukan keadilan. Dan ini karena mu yang tak bisa duduk dengan tenang" ucap Hazel sambil menatap wajah Alyss


"Eh maksudnya?" tanya Alyss polos dengan wajah bingung melihat Hazel.


"Ya sudah lah, sekarang kau turun aku akan ke kamar mandi. Kau tunggulah aku disini" ucap Hazel sembari melepaskan pelukan nya dan bangun menuju ke kamar mandi.


Alyss hanya bingung melihat Hazel karna tak tau maksud dari yang Hazel katakan.


Tak lama kemudian Hazel pun kembali ke ruang tengah, dan mendapati Alyss yang sudah tertidur di atas sofa karena menunggu Hazel.


Melihat hal itu pun Hazel menggendong Alyss naik ke lantai dua menuju kamarnya. Ketika sampai Hazel membaringkan tubuh Alyss perlahan ke atas tempat tidur.


Ia pun ikut naik dan membaringkan tubuh nya di sebelah Alyss dan langsung memeluk Alyss.


"Seperti nya aku harus memberi mu hadiah besok pagi" bisik Hazel ketika memeluk Alyss yang sedang tertidur sembari mengusap rambut panjang Alyss.