(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
The day I passed without you



Dua tahun telah berlalu, Alyss tak menunjukkan kemajuan apapun dalam pengobatan nya, Alyss juga menjalani operasi berulang kali selama satu tahun tersebut, entah kenapa tubuh nya seperti terus menolak semua pengobatan sehingga kondisi nya terus menurun.


Selama dua tahun juga Dion dan Shelly selalu memandang benci terhadap Hazel, terkadang terbesit di hati mereka ingin memaafkan ketika melihat Hazel yang merawat Alyss dengan sangat teliti namun ketika melihat keadaan putri mereka, kebencian pun naik dan meninggi lagi.


......................


Pukul 10.52 PM


Malam itu Hazel yang baru saja selesai dari pertemuan bisnis nya seperti biasa langsung menemui Alyss.


Alyss sekarang benar-benar seperti radar nya, ia seperti mati rasa saat jauh dari Alyss, tak tau rasanya sakit, dingin, panas, bahkan semua rasa makanan dan minuman pun selalu terasa hambar baginya dan ia benar-benar tak dapat merasakan emosi sedikit pun. Namun berbeda saat ia berada di samping Alyss.


Perasaan sedih, takut, dan lega saat mengetahui masih adanya pernapasan diafragma dan detak di tubuh Alyss, ia dapat merasakan semua emosi itu, bahkan ia hanya bisa merasakan sakit di tubuhnya seperti rasa dingin ataupun panas hanya jika ia berada di dekat Alyss.


Ia benar-benar seperti seseorang yang hidup namun juga mati masih memiliki tubuh dan nyawa namun jiwa nya semakin redup, jika wanita nya tiada sudah dapat di pastikan jika dia pun akan tiada juga.


Jika Hazel pergi menjalankan bisnis nya pikiran nya selalu tertuju pada Alyss.


Bagaimana jika kondisi nya memburuk lagi?


Bagaimana jika aku tak ada di saat terakhirnya?


Bagaimana jika dia benar-benar pergi?


Asumsi negatif selalu berada di kepala Hazel saat ia tak berada di dekat istrinya. Selama dua tahun juga ia berusaha mencari pengirim pesan misterius nya. Orang itu benar-benar seperti asap tanpa api yang sangat sulit di temukan.


Hazel mulai merasakan kejanggalan saat si pengirim pesan terus saja mengatakan jika ia akan membunuh Alyss dengan tangan dan mengatakan mungkin saja Alyss akan pergi darinya dan menemukan seseorang yang baru.


Satu kesalahan yang di lakukan oleh pengirim pesan tersebut bahwa ia tak tau kondisi Alyss yang sebenarnya karna Hazel benar-benar menutup akses informasi tentang Alyss, namun si pengirim pesan tetap berusaha menyerang Alyss dengan trik.


Bagaikan bermain sebuah kubik yang harus penuh menggunakan taktik, seperti itu juga yang terjadi antara Hazel dan pengirim pesan tersebut. 2 orang yang saling menggunakan trik dan cara licik di hadapkan bersama tak bermain kekerasan namun dapat menjatuhkan.


Hazel memandang sendu ke arah Alyss yang masih terlihat lemah, ia pun menggengam jemari Alyss dengan lembut.


"Kenapa tangan mu terus dingin? Hm? Kau kedinginan?" tanya Hazel dan mulai menggosok serta meniup tangan Alyss agar hangat.


"Hari ini cuaca nya cerah, kau tau tadi aku melihat banyak cake cantik yang di penuhi semua cream kesukaan mu...


Aku sudah membeli nya...


Kau harus cepat bangun agar bisa memakannya..." ucap Hazel yang berbicara seakan-akan Alyss dapat mendengarnya.


"Oh ya satu lagi...


Kucing mu itu sangat nakal, dia terus saja memanjat dan menghancurkan patung hiasan...


Mungkin dia juga rindu pada mu...


Atau dia juga membenci ku, jadi selalu berusaha menghancurkan rumah?" ucap Hazel sekali lagi dengan tawa kecil namun mata yang terus saja memancarkan kesedihan.


"Alyss...


Tahun ini kau akan merayakan ulang tahun mu dengan ku kan? Aku sudah belajar membuat cake, kau tau? Chef yang mengajari ku sampai pusing karna aku tak tau cara membedakan tepung...


Aku juga sudah belajar memasak semua makanan kesukaan mu..." Hazel yang terus berbicara pada Alyss. Ia menutup kesedihan nya dengan bersikap seolah-olah Alyss masih baik-baik saja dan bisa mendengar nya.


"Kalau ku ingat lagi...


Kita belum Bulan madu kan? Kau mau kemana? Pantai? Atau Villa? Ayo pergi dengan ku...


Aku akan membawa mu keluar...


Membawa mu melihat banyak tempat indah yang belum kau kunjungi...


Aku akan membawa mu pergi kemanapun yang kau inginkan..." ucap Hazel lagi dengan suara semakin tertahan.


"Jadi ku mohon....


Jangan pergi sendiri...


Kalaupun kau ingin pergi, ku mohon ajak aku juga..." ucap Hazel lagi dan mulai tak dapat menahan bulir bening nya.


"Aku janji akan jadi pria yang baik...


Selama kau disini, selama kau masih tak sadar...


Aku tak bahagia, aku akan mengikuti kemauan mu....


Aku tak akan pernah bahagia, aku bahkan tak akan mencoba untuk bahagia..." ucap Hazel lirih sembari terus mengusap tangan Alyss dan menangkup tangan kecil Alyss dengan kedua telapak tangan kekar nya agar tangan kecil tersebut tetap hangat.


"Alyss...


Aku akan menunggu...


Menunggu mu sampai kau bisa membuka mata mu dan melihat tempat yang kau inginkan...


Tak apa jika harus menunggu selama bertahun-tahun....


Aku bisa...


Tapi jika kau benar-benar tak ingin melihat dunia ini lagi....


Aku bisa kan ikut dengan mu?


Ikut pergi ke tempat yang kau mau? Ku mohon ajak aku....


Jangan pergi sendiri...." ucap Hazel lagi yang terus mengatakan permohonan agar Alyss mengizinkannya ikut pergi bersama nya, sekalipun di kematian.


Dada nya selalu terasa sesak jika melihat Alyss, selama apapun waktu berlalu ia tak bisa melupakan sorot mata Alyss yang terakhir. Sorot mata yang menatap nya begitu nanar, dan benar-benar tersirat rasa sakit yang teramat dalam.


Kini semua yang ia lakukan pada wanita yang terbaring lemah dihadapannya berputar bagai putaran roda tiada henti. Dibandingkan dengan senyuman ia lebih banyak memberikan tangisan pada wanita yang ia cintai.


Ia tak tau cara mencintai seseorang dengan benar, baginya cinta harus memiliki walaupun dengan cara yang tak wajar, menggunakan segala cara agar tetap membuat orang yang ia cintai tetap bersama nya, jika tak bisa menumbuhkan cinta maka ia harus menumbuhkan rasa takut agar wanita nya tak bisa lari darinya.


Mungkin alasan itu tetap tak membenarkan semua perbuatan nya, namun ia juga tak tau harus bagaimana jika di hadapkan dengan kata "Cinta" tersebut, ia tak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun, tak pernah memberi perasaan nya pada siapapun.


Rasa takut akan kehilangan seseorang yang ia sayangi lagi membuatnya berbuat di luar batas kewajaran, dan kini semua yang ia lakukan bagaikan boomerang yang kembali datang memukul nya dengan telak.


Kini Hari yang ia lewati benar-benar terasa panjang namun juga terasa singkat, hari yang panjang karna merasa khawatir dan pengharapan jika suatu saat Alyss dapat bangun dan terasa singkat dan takut jika di malam hari, takut bahwa jika besok Alyss benar-benar kehilangan semua fungsi tubuh nya dan benar-benar pergi darinya.


Bahkan keinginan untuk menjalankan Hobi menyimpang nya pun semakin terlupa, yang ia lakukan hanya berkerja, membuat bisnis baru, belajar menyukai apa yang di sukai Alyss, berusaha menjadi pria yang bisa diinginkan Alyss dan yang paling terpenting dan yang paling menguras isi kepala nya adalah mencari cara agar Alyss bisa pulih dan tersadar kembali.


......................


Alyss pov.


"Mah...


Mamah tidak kembali?" tanya pangeran kecil ku ketika ia duduk di pangkuan ku.


"Kenapa? Kamu kok mau mamah kembali terus sih?" tanya ku sembari melihat mata bulat nya.


Aku sangat nyaman berada disini tak terbesit sedikit pun keinginan untuk kembali, rasa nya belum ada satu minggu aku disini, tapi pangeran kecil ku sering menanyakan hal itu.


"Ayah kasihan mah...


Ayah gak punya teman kalau mamah disini terus..." ucap nya sembari melihat ku dengan wajah nya yang begitu menenangkan.


"Kalau mamah kembali, kamu sama siapa disini?" tanya ku lagi padanya.


"Banyak mah temen ku disini...


Mah, nanti kesana yah mah...


Sama ayah juga..." ucap nya sembari menunjuk suatu kumpulan cahaya yang bersinar.


"Tapi mamah masih mau main sama kamu...


Mamah masih mau disini..." jawab ku lagi yang tetap tak ingin kembali.


"Sama aku juga masih mau main sama mamah...


Masih belum puas peluk mamah..." ucap nya sembari tangan kecil nya mulai memeluk tubuhku.


Pelukan kecil yang terasa begitu hangat.


"Yaudah deh...


Mamah disini lagi aja, nanti ayah kita suruh nunggu lagi hihi..." jawab nya dengan suara usil pada ku.


Aku pun tertawa dan mulai mencium gemas pipinya. Ia pun ikut tertawa dan semakin memeluk ku dengan tangan nya yang begitu mungil dan kecil.


Alyss pov end


......................


JBS Farmasi.


"Kalian sudah menemukan cara agar dia bisa pulih?" tanya Hazel dengan antusias, saat Rian memberi tau jika pengujian dan penelitian yang di lakukan JBS farmasi memberikan hasil yang positif.


"Kami sudah menguji sampai ketahap akhir dari obat ini, dan semua nya berjalan lancar. Namun ada suatu kendala. Dan ini tentang kondisi fisik nona Alyss. Dia terlalu lemah, dan obat ini terlalu keras, ini bisa semakin membahayakan jika gagal atau menyembuhkan jika berhasil." ucap salah satu profesor pengembang obat tersebut.


Meraka sudah menjalani berbagai macam uji coba, namun untuk mendapatkan hasil akurat jika diberikan ke tubuh Alyss sangat sulit di karnakan mereka tak menemukan kondisi yang sama persis sama seperti Alyss.


Kondisi Alyss benar-benar sudah dikatakan dalam kondisi yang sangat membahayakan. Walaupun diluar terlihat masih utuh namun keadaan di dalam tubuhnya sudah benar-benar rusak dan hancur.


Bahkan ia masih hidup sampai sekarang saja sudah bisa dikatakan "Keajaiban" mengingat kondisinya yang tak menentu dan selalu mengalami penurunan mendadak.


Kali ini Hazel harus membuat keputusan sulit, bagaikan bermain lotre yang memiliki kesempatan menang dan kalah 50:50 hasil yang benar-benar tak bisa di tebak.


"Keputusan apa yang harus kuambil?" ucap Hazel lirih sembari memijat pelipisnya.



Nih bayangin ajj yah anak nya Alyss sama Hazel disana yah😉



Alysscalla Zalea



Nih bonus gambar lagi hihi...


...****************...


Aduh mbak Alyss balik loh...


Babang Hazel nya juga mau main sama pangeran kecil kalian🤧🤧🤧


Jangan lupa like, komen, rate 5, vote, fav dan dukung othor yah😉😉


Happy Reading❤️❤️❤️