(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Season 2 : Heart beat



3 Hari kemudian.


Sepasang mata yang mulai terbuka dengan pandangan yang mengabur dan sayu membuat pria itu masih berada dalam kesadaran yang belum utuh.


Sekarang dimana? Rumah sakit?


Gumam Louis saat melihat langit-langit ruangan yang masih kabur karna pandangan mata yang terbuka setelah beberapa hari tak sadarkan diri. Yang berada di ingatan terakhir nya masih di kamp penyelamat sementara sesaat sebelum dia pingsan.


Louise? Kenapa dia di sini?


Batin Louis lagi saat menoleh melihat kembarannya yang belum bangun sedari tadi, ia pun ingin segara mendatangi tanpa tau jika ia masih memiliki luka basah di tubuh nya.


Ukh!


ringis nya pelan saat pergerakan nya terasa terbatas dan tak mampu menggapai saudara kembar nya karna mulai merasa perih akan bekas operasi nya.


Tak lama kemudian para dokter yang selalu rutin memeriksa pun datang ke kamar saudara kembar itu. Mereka cukup terkejut dan tentunya merasa senang saat salah satu dari keduanya sadar.


"Presdir? Anda bisa mendengar suara saya? Jika bisa kedipkan mata anda sebanyak dua kali." ucap sang dokter saat berbicara pada Louis yang sudah membuka mata nya.


Louis pun mengikuti arahan dari dokter dan dokter pun mengangguk dan mulai melakukan pemeriksaan lain nya, seperti memeriksa apakah pria itu mengalami cacat atau tidak selama kecelakaan nya.


"Semua nya memberikan respon positif, prof..." ucap salah dokter setelah memeriksa respon tubuh pria itu.


"A..aa..." gumam pria itu yang masih sedikit sulit berbicara dengan jelas karna baru saja bangun.


"Presdir ingin mengatakan sesuatu?" tanya prof sembari mendekatkan telinga nya ke arah bibir pria itu.


"Adik ku..." ucap Louis dengan suara sangat pelan pada profesor tersebut.


Prof. Hanzi pun menghela nafas nya, menarik untuk memberikan peluang di pikiran nya untuk mengatakan hal yang tak akan membebani pria itu ketika baru saja bangun.


"Presdir perlu pemulihan lebih dahulu, nona Louise mengalami kelelahan dan terkejut maka dari itu kami menyatukan ruangan nya agar yang lebih dulu bangun dapat mengetahui kondisi satu sama lain" terang prof. Hanzi pada pria tampan itu.


Louis pun memejam sesaat mendengar nya, ia merasa khawatir akan kondisi adik nya hingga membuat nya lupa akan kondisi nya sendiri.


Setelah pria itu sadar para prof dan dokter pun segera melakukan tindakan lanjutan pada Louis dan memberikan antibiotik terbaik agar luka operasi pria tampan itu segera sembuh. Karna kini ia hanya perlu menjalani pemulihan.


......................


Sementara itu.


AKHHH!!!


Teriakan menggema di seluruh ruangan yang terasa begitu amis dengan anyir darah yang terus keluar.


"Ku mohon ampuni aku...


Jangan bunuh putri ku..." mohon seorang pria paruh baya sembari mengemis dan meminta ampun pada pria yang duduk melipat menyilang kaki nya bak seorang raja.


Pria itu di ikat dan di paksa menyaksikan kematian istri nya yang begitu mengenaskan hingga membuat siapapun akan menutup mata dengan serapat mungkin.


Sedangkan seorang gadis yang terus menangis melihat kematian ibu dan kini sedang di pegang oleh para pria yang lain.


"Membunuh putri mu? Dia harus setidaknya merasakan hal yang lain dulu kan?" ucap pria itu menyeringai dengan senyuman puas.


"Kalian bisa menikmati nya dulu sebelum membunuh nya." titah pria itu pada para bawahan nya yang lain.


Kau akan merasakan 10 kali lipat dari perbuatan mu dulu! Semua yang terlibat di sana akan ku siksa tanpa ampun!


Pria itu pun semakin beringsur memohon agar putri nya tak mendapat penghinaan walaupun ia sudah terluka parah, namun ia masih bisa ia tahan tidak dengan kehormatan putri nya.


"Ku mohon...


Jangan putri ku...


Dia tak tau apapun, aku akan lakukan apa saja yang kau perintahkan..." ucap pria tua itu mengiba.


Pria yang tak lain adalah James itu hanya menyunggingkan senyum nya, ia ingat dulu ia juga tak tau apapun namun selalu di kejar seakan-akan buronan yang melalukan kesalahan fatal.


Bahkan sampai membuat seluruh keluarga paman nya meninggal karna mengasuh nya ketika kedua orang tua nya telah tiada. Saudara sepupu, paman dan bibi yang menerimanya dan mengganggap nya seperti layak nya anak kandung yang terus berusaha menghibur nya pasca peninggalan orang tua nya harus mati mengenaskan di depan mata nya lagi.


Robert Cleo yang merupakan adik dari ibu nya langsung mengambil keponakan nya begitu tau sang kakak meninggal dalam keadaan tragis, ia membawa keponakan kesayangan nya masuk ke dalam keluarga kecil nya dan di terima baik oleh anak dan istrinya. Namun tindakan nya malah membuat diri dan keluarga habis di bantai.


"Kematian dari keluarga Cleo 18 tahun yang lalu, kenapa kau membunuh mereka?" tanya James dingin tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Aku hanya mencari data yang di ambil oleh anak angkat mereka saja..." jawab pria tua itu dengan suara gemetar.


"Lalu kenapa kau juga membunuh mereka? Mereka juga tak salah apapun tapi kau malah menyiksa mereka sampai mati!" ucap James yang merasa panas mengingat kematian keluarga kedua nya yang mengasuh nya selama dua tahun.


"Mereka tak ingin mengatakan di mana anak itu..." jawab pria itu dengan gugup.


Robert berserta keluarga nya mati di bunuh karna ia dan istrinya yang ingin melindungi keponakan yang sudah dianggap seperti putra sendiri dan akhirnya malah mengorbankan nyawa mereka. Bahkan putri nya yang tak tau apapun di bunuh juga saat pulang sekolah.


Hal itu tentu nya menambah rasa bersalah di hati James saat tau sekali lagi orang-orang yang ia sayangi pergi dan itu karna melindungi nya.


"Kau membunuh mereka karna tak ingin mengatakan dimana anak yang kau cari kan? Saat kau menemukan anak itu kau menyiksa nya dan membuang nya ke hutan saat kau merasa dia sudah mati?" tanya James lagi dengan senyuman di wajah nya.


Pria itu bergidik takut sekaligus merasakan sakit di tubuh nya, ekor mata nya melirik ke arah putri nya yang menangis tersedu mencoba melepaskan diri dari para pria tersebut.


"Maaf...


Tolong lepaskan putri ku..." ucap pria itu mengiba lagi.


"Kau tak lihat wajah ku? Kau lupa dengan wajah anak yang kau buang di hutan untuk makanan serigala liar?" tanya James mendekatkan wajah nya dan menyeringai.


"Setelah apa yang kau lakukan menurut mu, aku akan memaafkan mu? Menurut mu putri mu tak salah? Dia salah karna terlahir dari ayah seperti mu." sambung James dengan senyum nya.


Akkhh!!! Sakit!!! Huhuhu...


Suara tangis dari gadis yang mulai terdengar, gadis yang selalu mendapat perlakuan manja kini mengalami situasi yang membekas pada nya.


"Aku hanya mendapat informasi saat itu...


Lepaskan putri ku..." ucap pria itu mengiba dengan tangis namun tak membuat hati James tergerak sama sekali karna ia memang sudah mematikan semua nurani nya.


Informasi? Siapa dalang? Mereka hanya seperti boneka menyedihkan!


batin James saat mendengar alasan yang sama ketika ia membantai orang-orang yang terlibat dalam kematian keluarga nya.


Ia tau ada lagi seseorang menjadi dalang utama, orang yang tak ingin menggunakan tangan nya sendiri untuk membunuh namun membuat orang lain bergerak sesuai keinginan nya.


"Sudah selesai bermain nya? Bunuh dia!" titah James saat melihat bawahan nya sudah selesai bermain sedangkan gadis itu masih menangis tersedu.


DOR!! DOR!! DOR!!


Dengan tanpa ampun para bawahan James pun langsung menembak tubuh lunglai gadis itu dan membuat nya meninggal seketika.


"Sekarang giliran mu!" ucap James setelah puas melihat pria itu yang begitu terpukul atas kematian putri dan istri nya.


DOR!


Satu tembakan melayang di dahi pria yang penuh luka itu. James memang selalu membunuh sendiri orang yang terlibat dalam kematian keluarga nya.


Setelah itu ia pun memanipulasi kejahatan nya agar tak tercium hukum dan kembali ke mansion nya.


......................


Mansion Dachinko.


Setiap hari nya White selalu menanti kehadiran Mommy untuk kembali bermain pada nya, namun majikan nya hanya pulang sendiri tanpa membawa gadis masih belum sadar itu.


GUK!


Suara White yang langsung datang dengan mata berbinar nya berharap majikan nya membawa Mommy kesayangan nya.


"Dia tidak kembali juga hari ini..." Ucap James berlalu sembari mengelus kepala anjing serigala putih itu dan kembali masuk dengan kemeja yang menyimpan banyak darah di balik jas nya.


Ia pun segera membersihkan dirinya dan membiarkan air mengalir membersihkan seluruh darah di tubuh kekar nya.


*Kenapa sekarang aku mengingat nya lagi? Apa aku harus menjenguk nya besok?


Louise...


Pria itu kini semakin tak tahan untuk tak merindukan gadis cantik itu namun masih tak ingin mengakui nya. Perasaan nya semakin kuat dari hari ke hari.


Setelah pengkhianatan nya kini entah kenapa ia jadi ingin semakin posesif dan overprotektif. Dulu nya ia tak pernah membatasi kehidupan kekasih nya dan selalu memberi pilihan.


Walaupun ia sangat jahat tapi ia lemah dengan gadis nya, membiarkan kehidupan sosial gadis nya berjalan dan mencoba memahami walau terkadang rasa cemburu tak mungkin tak ia rasakan. Namun apa yang ia dapat?


Sebuah pengkhianatan yang membuat cara bersikap nya berubah drastis hingga ia tak tau bagaimana cara nya lagi mencintai wanita dengan benar hingga rasa cinta yang mulai tumbuh bagaikan obsesi gila yang hinggap pada nya.


Dan bagian terburuk nya ia tak tau akan perasaan cinta yang mulai mengakar di hati nya.


......................


JBS Hospital.


Louis menatap ke arah adik nya yang masih belum tersadar, sedang ia kini sudah mulai beranjak pulih dari kondisi nya dan tak selemah saat baru bangun.


"Kalau tidur kau sangat tenang...


Tapi membuat ku takut, Louise bangun...


Kau tak mau melihat operasi yang lakukan berhasil?" ucap Louis yang sangat ingin adik nya juga tersadar.


Prof. Hanzi sudah mengatakan semua nya termasuk Louise lah yang mengoperasi jantung nya. Ada perasaan bangga dalam diri pria itu melihat kepintaran sang adik yang mampu menyelamatkannya dengan melakukan operasi yang berhasil.


Namun juga ada perasaan sedih yang datang karna dirinya lah kondisi adik kesayangan nya menurun drastis.


"Presdir kenapa pindah? Bukan nya tak boleh banyak bergerak dulu?!" suara seorang gadis yang mengacaukan lamunan dan doa pria itu untuk adik nya.


Louis pun menoleh dan melihat sekertaris nya yang membawa makan siang untuk nya.


"Aku ingin melihat nya dari dekat..." jawab Louis dan menatap adik nya lagi.


Clara pun mendekat dan memperhatikan gadis yang sudah menjadi teman nya. Jujur ia sangat berharap agar gadis itu juga segera sadar dan memberikan senyum cantik nya lagi.


"Louise sangat pintar...


Dia ceria, baik, dan membawa aura positif...


Dia akan bangun, karna banyak yang menyayangi nya..." ucap Clara lirih dengan senyuman di bibir nya sembari membayangkan tawa gadis cantik itu.


"Cla...


Sini dekat, aku mau bilang sesuatu..." panggil Louis yang duduk di kursi roda yang berada di samping ranjang adik nya agar gadis itu membungkuk mendekat ke arah nya.


Clara pun menuruti ucapan pria itu karna mengira Louis ingin mengatakan sesuatu pada nya.


Cup...


Pria itu tanpa beban langsung mengecup bibir candu gadis di depan nya.


"Lupa hukuman mu? Tak boleh bicara formal dengan ku..." ucap Louis setelah mengecup bibir sekertaris nya.


"Pres-


Louis apa yang kau lakukan?! Dasar brengsek!" ucap Clara yang tak menyangka pria itu masih bisa mengambil kesempatan pada nya walaupun sedang sakit.


"Aku juga ingin di marahi Louise...


Adik cerewet ku kapan bangun?" ucap Louis lirih sembari mengusap wajah adik nya.


Kekesalan Clara pun beringsut turun dan menatap Louise dengan penuh sendu.


"Louise akan bangun! Aku yakin!" ucap nya sembari terus memohon dalam hati agar gadis itu sadar.


"Hmm...


Kondisi nya juga sudah membaik, dia akan bangun..." timpal Louis sembari menatap adik nya.


Louis pun melirik akan makanan yang di bawa Clara. Walaupun ia sudah makan barusan karna Larescha yang lebih dulu membawakan makanan namun ia juga ingin makan bawaan gadis nya.


"Itu untuk ku?" tanya Louis yang mendorong kursi roda nya dan membuat Clara langsung paham dan mendorong ke arah yang di inginkan pria itu.


"Iya...


Tapi nanti kalau Louise sudah sadar, aku cuma akan bawakan untuk Louise saja!" jawab Clara pada Louis.


"Lalu aku makan nya? Oh iya aku kan bisa memakan mu..." goda Louis pada gadis itu.


Clara pun bersemu merah di pipi nya namun langsung berusaha menepis nya lagi.


"Aku bukan makanan!" jawab Clara pada Louis.


"Kau tau kan apa maksud ku?" ucap Louis pada gadis itu.


"Sudah! Ini makan saja, masih banyak pekerjaan!" jawab Clara sembari memberikan makan siang nya.


"Suapi aku...


Aku masih terlalu sakit..." ucap Louis beralasan padahal ia sebelum nya makan dengan lahap sendiri saat makan masakan bibi Larescha nya.


"Kan tangan mu tidak patah?" tanya Clara pada Louis.


"Tapi masih benar-benar sakit..." ucap Louis yang entah dari mana belajar berpura-pura kasihan untuk mendapatkan perhatian gadis yang ia cintai.


Deg...


Clara pun tersentak dan menjadi tidak tega, hati lembut nya membuatnya kalah akan logika yang mengatakan Jangan!


"Sini aku suapi..." jawab Clara yang menuruti permintaan pria itu.


Louis pun dengan senyum puas mulai memakan makanan dari sendok yang di berikan Clara.


"Cla? Kau masih suka dengan mantan mu?" tanya Louis tiba-tiba.


"Mantan?" tanya Clara mengulangi ucapan Louis.


Astaga aku lupa! Aku kan belum putus sama Reno...


"Ti-tidak...


Kenapa tanya?" jawab Clara takut pada Louis yang semakin berbohong pada pria yang kini sudah memberi kepercayaan penuh padanya.


"Tidak apa-apa..." jawab Louis sembari memakan sesuap sendok bubur yang di berikan Clara pada nya.


Setelah beberapa sendok Clara menyuapkan nya Louis pun mulai beranjak memegang tangan gadis itu.


Greb...


"Kau tak merindukan ku?" ucap Louis seraya membalik dan mencium telapak tangan gadis itu.


Cup...


Clara hanya diam tersentak dan terkejut akan apa yang dilakukan pria itu.


"Aku mencintai mu...


Kau mau menikah dengan ku? Saat kondisi ku dan juga Louise membaik?" tanya Louis pada gadis itu. Sejak bangun ia ingin mengumpulkan semua orang yang sangat ia sayangi.


Adik nya dan gadis yang ia cintai. Dua wanita yang kini sangat ingin ia lindungi.


Clara masih tak menjawab ajakan pria itu wajah nya memerah dengan degupan jantung yang berdetak cepat dan kencang seakan-akan ingin keluar dari tubuh nya.


Deg...deg...deg...


Kenapa jantung ku seperti ini? Sekarang aku juga punya penyakit jantung?


Tenanglah...


Jangan terus berdetak seperti itu nanti dia bisa dengar!