
Aroma lembut dari bunga yang bermekaran di musim semi menyertai indra penciuman pria itu.
Ia berjalan di tempat yang dulu sangat di sukai gadis nya. Tempat dimana gadis itu berdiri dengan senyuman cerah yang selalu membuat nya tenang.
Aku merindukan nya...
Tak ada yang bisa ia keluhkan saat semua nya terjadi karna kesalahan nya. Membiarkan gadis itu pergi dan mendorong nya menjauh.
"Aku mau lihat kesana!" suara wanita yang terdengar senang sembari berjalan ke arah bunga sweet pea yang bermekaran.
Deg...
Suara yang membuat jantung nya hampir berhenti berdetak sesaat mendengar suara yang begitu ia rindukan.
Mata nya menuju dan melihat wanita yang sangat ingin ia temui di depan nya.
Senyuman yang dulu sering ia lihat namun ia juga membuat banyak air mata di wajah cantik itu.
Dia benar-benar hidup...
Darah itu memang untuk nya?
Batin pria itu sembari berjalan mendekat ke arah wanita yang tengah memegang bunga indah tersebut.
Greb!
Satu tarikan langsung membuat wanita itu mengandah pada pria yang tiba-tiba menyentuh nya.
Mata nya yang saling mengunci satu sama lain sesaat dan wanita itu pun langsung memalingkan wajah nya.
"Ini benar kau, kan?" tanya pria itu tak percaya dan langsung memeriksa pergelangan tangan wanita itu.
Ia pernah memberi tato di pergelangan tangan wanita itu tiga tahun yang lalu setelah ia mengambil pengalaman pertama wanita di depan nya.
Tanda kepemilikan yang ia buat dalam bentuk lambang sabit.
"Le-lepas!" wanita itu risih dan langsung berusaha menepis nya karna tak nyaman.
Pria itu menghela nafas nya dengan berat melihat tato sabit itu masih ada, ia kembali menatap wajah wanita di depan nya dengan lekat.
"Anda mengenal saya? Lepaskan sakit..." ucap wanita itu yang semakin ingin melepaskan tangan dari genggaman pria di depan nya.
Tatapan pria yang menatap nya dengan penuh kerinduan, penyesalan, dan kesedihan serta kebahagian yang berbaur menjadi satu.
Ia tak mengerti karna sama sekali tak ingat dengan pria yang baginya begitu 'Asing' dan baru pertama ia temui.
Set...
Dalam satu tarikan pria itu langsung mendekap wanita di depan nya, ia memeluk dengan begitu erat melepaskan semua kerinduan yang menumpuk di dalam dirinya.
Hati nya terasa tergelitik, perasaan senang yang teramat sangat hingga membuat nya sesak dan menitikkan air mata tanpa ia sadari.
"Kau masih ada...
Maaf...
Maafkan aku..." ucap nya lirih dengan suara tertahan sembari memeluk wanita itu.
Wanita itu bingung dan terkejut di saat yang bersamaan ketika pria yang ia anggap asing langsung memeluk nya erat.
Aduh...
Momen mengharukan ini...
Tapi kayak nya dia salah orang, di marahin gak yah? Kalau di marahin bisa malu sampai tulang ini...
Batin wanita itu yang menganggap pria yang tengah memeluk nya salah mengenali orang yang ia tuju.
"Tu-tunggu? Kau menangis? Kau orang mesum?! Lepas!" ucap wanita tersebut yang merasakan suara lirihan pria itu.
"Tidak, aku sangat senang tapi aku juga tidak tau kalau akan seperti ini..." jawab pria itu sembari terus menahan pelukan nya dengan erat.
Setelah memeluk wanita itu dan melepaskan seikat rindu yang membelenggu hati nya, ia pun melepaskan nya dan kembali menatap iris wanita di depan nya.
Tatapan asing dan merasa begitu tak nyaman terlihat di mata wanita itu.
"Kau melupakan ku?" tanya perlahan pada wanita itu.
"Kita pernah bertemu? Tapi kurasa anda salah orang." jawab wanita itu karna ia begitu merasa asing.
Apa aku terlalu menyakitkan untuk kau ingat?
Maafkan aku...
"Anda mau ini?" ucap wanita itu dengan langsung mengambil asal bunga sweet pea dan memberikan ke pria tersebut.
Pria itu menggeleng pelan dan menatap sendu ke arah bunga indah yang melambangkan perpisahan dan selamat tinggal tersebut.
"Ma-maaf, saya pergi dulu nanti teman saya mencari." ucap wanita tersebut dan langsung pergi berlari.
Sorot mata dan senyuman kesedihan pria itu membuat nya tak nyaman dan langsung berlari pergi meninggalkan pria itu.
"Aku mencintai mu!" ucap pria itu tiba-tiba sebelum wanita yang ia rindukan itu semakin pergi.
Langkah nya terhenti dan menoleh ke arah pria asing yang ia anggap aneh tersebut.
"Aku hanya ingin kau tau kalau aku sangat mencintai mu..." ucap pria itu dengan senyuman yang memberikan sorot kesedihan di dalam nya.
Wanita itu berbalik pergi dan kembali berlari semakin menjauh.
Deg...deg...deg...
Jantung nya berdetak cepat bagian dari hati nya terasa sakit namun ia tak tau dimana yang bermasalah.
Tes....
Air mata nya luruh tanpa ia sadari, dada nya terasa berdenyut dan sesak. Bukan sakit karna penyakit nya namun karna hal yang tak ia mengerti.
Jantung ku bermasalah lagi? Karna aku berlari? Tapi kenapa rasa nya berbeda?
Ini...
Menyesakkan...
...****************...
Visual ga semua yah othor nya males nyari yang lain wkwk make yang uda ada di hp aja😅
Athan James Dachinko / Xavier Haider Dachinko
Zayn Nathan Etrama
Elouise Steinfeld Rai
....
Ho Ho Ho😃😃😃
Othor kasih sedikit cuplikan nya yah, tapi jangan jadi patokan review nya buat cerita sekanjutnya okey?
Kalau kalian bingung.
Loh Louise nya ga sama James?
Louise sama Zayn yah?
Atau sama musuh nya James?
Itu maksud nya gimana?
Lupa ingatan yah?
Jadi jangan mikir ini tuh patokan cerita nya, soal nya nya clue othor banyak plot twist nya awkwkwo🤣
Tunggu Season 3 nya aja yah😘😘
See U readers ter luv othor♥️♥️♥️