(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Liburan



Sejak masa pemulihan di rumah sakit sebelum nya, para dokter itu berusaha mengalihkan kegemaran gadis kecil itu hingga ia tau jika ia sangat suka bermain biola.


Gadis kecil itu menggambar dan teman nya memperhatikan gambaran teman nya.



"Aku bisa gambal yang lebih bagus..." oceh bocah lelaki itu pada teman nya, ia mewarisi bakat sang ibu yang pandai menggambar namun tak pandai dalam pelajaran.


"Hussh...


Diem aja, nanti jadi jelek gambal nya..." jawab Louise pada teman nya yang serius menggambar walau ia tak terlalu berbakat.


"Louise...


Aku ikut les biola juga loh..." ucap bocah lelaki itu tiba-tiba pada teman nya dan seketika membuat gadis kecil itu senang.


"Yeyy...


Zayn ikut les biola juga!" seru gadis kecil itu saat ia tau teman bermain nya mengikuti nya untuk berlatih biola juga.


Kegemaran dua saudara itu sudah mulai terlihat, Louis yang cenderung serius dan lebih condong ke bidang olahraga terutama bela diri sedangkan adik nya yang semakin suka dengan seni terutama biola dan menggambar.


"Iyah...


Bial bisa sama Louise telus..." jawab Zayn polos sembari memeluk gadis kecil itu.


"Nanti pelgi nya sama aku aja yah...


Pelgi baleng bial kita jadi couple gitu loh..." seru Zayn dengan mata berbinar nya saat ia tau hanya ia dan Louise saja yang les biola sedangkan saudara gadis kembar itu tidak.


"Yang jadi pasangan itu yah?" tanya Louise memutar bola mata nya.


"Iyah! Benel!" jawab Zayn semangat.


"Yaudah ayuk!" jawab Louise yang semakin semangat dan menarik tangan Zayn.


Pelatihan Biola.


Gadis kecil itu mulai memainkan biola yang ia pegang dan diawasi oleh sang guru.



"Buk gulu...


Nanti aku main lagu yang sama kayak Louise kan?" tanya Zayn pada guru nya setelah mendengar alunan musik yang dimainkan teman nya.


"Tapi tadi Zayn milih musik yang lain?" tanya guru pelatih biola tersebut.


"Mau yang sama...


Zayn kan pacal nya Louise..." jawab bocah itu menyombong kan dirinya.


"Zayn pacar nya Louise yah? Iya deh nanti ibu ajarin lagu yang sama yah..." jawab pelatih biola tersebut sembari tertawa mendengar ocehan bocah lima tahun di hadapan nya.


"Ihh...


Buk gulu kok ketawa? Gak pelcaya sama Zayn ini! Huh!" ucap Zayn kesal sembari menunjukkan wajah imut nya yang dapat membuat siapapun merasa gemas dan ingin mencubit pipi nya.


"Ibu ketawa karna lihat Zayn lucu...


Makanya Louise bisa suka sama Zayn..." jawab pelatih tersebut semakin gemas dan mencubit kecil pipi gembul itu karna tak tahan.


"Ihh...


Jangan cubit-cubit! Yang boleh nyubit cuma Louise aja!" ucap bocah itu yang semakin terlihat menggemaskan.


"Ihh...


Gemas nya jadi mau punya anak!" seru guru wanita itu semakin gemas melihat murid nya.


"Makanya buk gulu cali pacal sana!" ucap Zayn polos dengan wajah kesal nya dan membuat sang pelatih semakin tertawa.


Setelah memainkan musik nya Louise pun memandang guru nya untuk memberikan pendapat tentang permainan nya.


"Sudah bagus...


Tapi yang disini perlu di perhalus lagi seperti ini yah..." ucap pelatih tersebut sembari mencontohkan permainan biola yang lebih baik pada gadis kecil itu.


"Siap buk gulu..." ucap Louise semangat.


"Zayn...


Main dong...


Mau dengel Zayn main biola..." ucap Louise semangat pada teman nya.


Zayn pun mulai berlatih menggunakan biola nya walau tak sebaik teman nya itu.



"Nanti kita kalau konsel baleng yah!" ucap gadis kecil itu penuh semangat pada teman nya setelah memainkan biola nya.


Setelah sesi les berakhir kedua bocah itu di jemput oleh Larescha. Alyss sebenarnya ingin menjemput putri nya namun sahabat nya mengatakan ingin menjemput Louise sekalian. Dan akhir nya wanita itu mempercayakan putri nya pada sahabat nya.


"Bibi!" panggil Louise semangat melihat sahabat baik ibu nya itu.


"Gimana tadi main biola nya?" tanya Larescha sembari menangkap pelukan gadis kecil itu.


"Selu mah tadi!" jawab Zayn semangat.


Larescha pun tersenyum dan mengusap gemas puncak kepala putra nya.


"Mah! Beli es klim dong!" ucap Zayn pada ibu nya saat mereka akan melewati mall.


"Es krim? Louise udah sembuh belum sayang?" tanya Larescha pada gadis kecil itu.


Sebelum nya gadis kecil itu sempat demam beberapa hari karna terlalu banyak memakan es krim dengan ayah nya. Dan ia tak mungkin hanya membelikan putra nya saja tanpa membelikan putri sahabat nya.


"Udah sembuh kok! Udah boleh makan es klim lagi!" jawab Louise dengan mata berbinar.


Larescha pun tetap menelpon teman nya, untuk menanyakan apakah gadis kecil itu bisa atau tidak memakan es krim karna ia juga tak mau putri kecil yang ia anggap seperti putri nya sendiri jatuh sakit nantinya.


"Yasudah kita beli es krim yah..." ucap Larescha pada kedua bocah itu. Alyss terpaksa mengiyakan karna jika putri nya sudah mendengar kata "es krim" atau "coklat" namun tidak di berikan maka gadis kecil nya akan terus menangis sampai mendapat yang ia mau.


"Yeyy!!!" seru kedua bocah itu kegirangan.


Setelah sampai di mall kedua bocah itu pun langsung membeli es krim kesukaan mereka.


"Aduh! Es klim nya jatuh..." ucap gadis kecil itu lesu saat cup yang ia pegang tumpah dan mengenai pakaian yang ia pakai.


"Ini makan yang punya Zayn aja!" ucap bocah itu sembari memberikan es krim kesukaan nya.


"Kita nanti beli baju yang baru yah....


Nanti sakit..." ucap Larescha pada gadis kecil itu sembari mengusap bibir dan tumpahan es krim di pakaian gadis kecil menggemaskan itu.


"Mah! Nanti Zayn beliin juga yah mah! Mau beli baju yang sama kayak Louise! Bial kayak pasangan benelan mah!" seru bocah itu pada ibu nya.


"Iyah... iyah...


Nanti mamah beliin yah..." ucap Larescha yang hanya menggelengkan kepala nya menatap ke arah putra nya yang bersemangat.


Setelah membeli kaus yang sama dengan warna berbeda membuat pangeran kecil terlihat sangat senang.


"Yeeyyy....


Sekalang udah kayak olang yang pacalan!" ucap Zayn semangat dengan senyum merekah di wajah nya.



Gadis kecil itu pun membalas senyuman di wajah manis nya pada teman nya.


"Zayn kan yang adik...


Kok lebih tinggi sih? Louise masa yang jadi kakak lebih pendek?" tanya Louise pada Larescha.


"Louise kurang minum susu mungkin?" jawab Larescha yang bingung menjawab pertanyaan gadis kecil itu.


"Iyah! Susu Mamah di minum Papa sih! Masa Papa udah besal minum susu mamah telus!" ucap Louise dengan menunjukkan raut wajah kesal.


Suara gadis kecil yang terlihat kesal itu sampai terdengar ke telinga pengunjung lain dan membuat siapa yang mendengar menjadi tertawa.


"Aduh...


Louise jangan keras-keras bilang nya..." ucap Larescha dan langsung menutup mulut kecil bocah perempuan itu.


......................


Kediaman Hazel.


Satu keluarga itu menghabiskan waktu nya bersama di ruang keluarga yang terlihat megah itu.


"Pah! Kita libulan yah Pah nanti! Besok pah! Kan besok libul!" ucap pangeran kecil itu pada ayah nya.


"Boleh...


Besok kita liburan yah..." jawab sang ayah pada putra nya.


"Mah, kulit anggul nya kupas mah..." perintah gadis kecil itu pada sang ibu sembari memberikan anggur.


Alyss pun mengambil anggur dari tangan putri nya dan mengupaskan kulit nya.


"Mamah...


Aa..." ucap gadis kecil itu sembari mengisyaratkan agar sang ibu membuka mulut nya.


"Kalau untuk mamah anggur nya, Louise dong yang harus kupas kulit nya bukan mamah..." ucap Alyss sembari mengunyah anggur yang ia kupas dan di suapkan putri nya.


"Gak pintel kupas kulit nya mah, hihihi..." tawa gadis kecil sembari memeluk erat sang ibu.


"Banyak yah alasan nya!" ucap Alyss sembari menangkup wajah kecil itu dan menciumi nya berulang kali.


"Mah Louis cium juga dong..." ucap pangeran kecil itu pada ibu nya saat melihat sang adik yang terus menerus di cium.


"Sini..." ucap Alyss dengan senang hati dan mendekap pangeran kecil itu.


"Aku juga mau..." sambung Hazel yang ikut-ikutan seperti anak nya.


"Ihh...


Papa kan udah besal! Gak boleh manja!" ceramah gadis kecil itu pada sang ayah.


"Ini bibir nya ada aja jawaban nya..." ucap Hazel sembari menarik gadis kecil itu dan menggelitik nya.


"Wahahaha...


Aduh Pah...


Geli.. Hahaha..." gadis kecil itu yang tertawa begitu kencang saat sang ayah mengganggu nya.


"Ihh...


"Mamah... Hahaha...


Bantuin... Mah... Geli Hahaha..." ucap Louise yang mencari pertolongan pada sang ibu di tengah tawa nya.


Alyss hanya tertawa melihat hal itu, rasa nya ia sangat ingin hari-hari tenang seperti itu terus berlanjut pada nya.


......................


Taman Kebun binatang.


"Pah! Mau gendong buaya dong!" seru Louis pada sang ayah.


"Buaya? Bahaya nak." ucap Hazel pada putra nya.


"Yaudah Papa aja yang gendong!" ucap Louis tersenyum pada sang ayah.


"Louis gak takut Papa di gigit buaya?" tanya Alyss pada putra nya.


"Papa nanti kan bisa malahin buaya nya kalo fi gigit!" ucap pangeran kecil itu menganggap jika hewan tersebut tak bahaya.


"Louis mau lihat buaya?" tanya Hazel lagi pada putra nya.


"Iyah Pah! Buaya yang kecil bukan buaya darat!" jawab Louis pada sang ayah.


"Tau dari mana nak? Kata-kata begitu?" tanya sang ibu pada pangeran kecil nya.


"Dali paman Lian mah." jawab Louise polos sembari memakan es krim strawberry kesukaan nya.


"Makin gak bener anak ku sama Rian!" dengus Hazel mendengar jawaban putri nya.


Pria itu pun mulai berbicara dengan pengurus kebun binatang agar membiarkan nya memegang salah satu hewan buas itu.



Awalnya ia duduk dan perlahan membuat salah satu buaya untuk jinak pada nya dan setelah itu membawakan hewan buas tersebut ke putra nya.


"Hazel! Jangan di bawa begitu! Kalau di gigit gimana?!" tanya Alyss yang khawatir melihat suami nya yang dengan santai mengendong hewan buas itu seperti mengendong anak nya sendiri.



"Yah jangan di gigit buaya lah! Kan aku suka nya gigitan mu..." ucap Hazel tertawa kecil pada istrinya.


"Loh? Emang Mamah suka gigit Papa yah?" tanya gadis kecil itu yang bingung dengan obrolan dewasa orang tua nya.


"Gigitan yang gak sakit terus bisa buat kecanduan yah gigitan Mamah mu..." jawab Hazel pada putri nya dengan setengah tertawa sembari berjongkok agar pangeran kecil nya bisa mengelus buaya yang ia gendong.


"Ihh...


Mamah jangan suka gigit Papa dong...


Kan kasihan Papa..." ucap polos gadis kecil itu pada ibu nya.


"Hazel! Masa gitu sih bicara sama anak nya!" ucap Alyss kesal memarahi sang suami namun pria itu hanya tertawa geli saja mendengar nya.


Setelah melihat buaya pangeran kecil itu menginginkan hal lain yaitu naik ke atas pundak singa tentu saja sang ibu langsung melarang nya dengan keras. Ada-ada saja memang keinginan aneh anak-anak nya. Tak heran selama ia hamil ia juga selalu menginginkan hal aneh.


"Ihh...


Mamah gak selu!" gerutu pangeran kecil sembari berkancak pinggang dan memanyunkan bibir nya.



"Mau Papa mu di makan singa?" tanya Alyss pada putra nya, karna ia tau suaminya pasti akan selalu menuruti apa yang di minta si kembar nakal itu.


"Nanti singa nya Louis malahin Mah..." jawab bocah itu pada ibu nya.


"Mamah beliin coklat aja yah..." ucap Alyss membujuk pangeran kecil nya.


"Coklat?" tanya nya sembari memikirkan tawaran sang ibu.



"Mau deh Mah!" jawab nya setelah berpikir.


"Yaudah...


Mamah beli coklat buat kamu sama Louise dulu yah..." ucap Alyss pada putra nya.


"Aku beli coklat dulu yah...


Awasi mereka yah..." pesan Alyss pada suaminya.


"Cium dulu..." ucap pria itu sembari menunjuk bibir nya pada sang istri.


Alyss hanya tersenyum dan..


Cup...


Kecupan secepat kilat itu mendarat di antara kedua bibir itu. Setelah itu beranjak pergi membelikan coklat untuk anak-anak nya.



Pangeran kecil itu tak bisa mengalihkan pandangan nya ke arah angsa cantik yang berenang di danau dan mulai naik.


"Pah...


Kalau naik itu boleh enggak?" tanya Louis lirih pada sang ayah yang sibuk menjawab ocehan adik nya sedari tadi.


Karna sang ayah yang terlalu di sibukkan dengan ocehan sang adik membuat pangeran kecil itu bertindak sendiri dan mengganggu para angsa cantik itu, ia tak tau jika angsa adalah hewan yang suka mematok hingga...


"PAPAH!!!! HUAA!!!" teriak pangeran kecil itu yang berlari sembari memegang bokong nya yang di incar oleh patuk angsa angsa cantik yang mengejar nya.


KWAKK!!!


Para angsa itu terus saja mengejar pangeran kecil yang sangat nakal itu karna telah mengganggu ketenangan angsa cantik itu.


"HUA!!! PAPAH!!!" tangis bocah itu saat angsa angsa itu mencubit bokong nya dengan paruh panjang hewan anggun itu.


Hazel yang mendengar hal itu pun langsung berjalan ke arah putra nya dan mengangkat pangeran kecil itu ke gendongan nya.


"HUSSHH...


Gak usah ganggu anak ku! Ku panggang baru tau!" usir Hazel pada angsa itu sembari menendang gerombolan hewan anggun tersebut.


Angsa yang seperti itu pun dapat merasakan hawa predator tertinggi dari Hazel sehingga membuat gerombolan hewan cantik itu pergi.


"Cup...cup...


Nanti Papa panggang angsa nya..." ucap Hazel sembari mengusap air mata di pipi putranya.


Tak lama kemudian...


"PAPA!!! HUA!!!" teriak gadis kecil itu yang di kejar oleh induk ayam karna menangkap salah satu anak ayam nya.


Baru saja satu masalah teratasi sudah masalah lain datang menghampiri. Kedua bocah nakal itu memang benar-benar pembawa onar.


PETOK!!! PETOK!!!


Sang induk yang terus mengejar gadis kecil itu karna menangkap anak nya.


"HUSSHH...


Sana pergi!" ucap Hazel yang langsung mengangkat putri nya juga dan mengusir induk ayam tersebut agar pergi.


"Loh?! Ini kenapa?" tanya Alyss yang bingung melihat kedua bocah nakal itu menangis dan sang suami yang mengusir induk ayam itu dengan menendang nya beberapa kali.


"Di kejel ayam mah huhuhu...." adu gadis kecil itu sambil menangis.


Alyss pun melihat anak ayam yang sudah hampir mati di tangan putri nya, karna gadis kecil itu meremas nya dengan kuat saat berlari.


"Anak ayam nya di lepasin sayang...


Biar gak di kejar sama Mamah ayam nya..." ucap Alyss memberi pengertian dengan lembut pada putri nya.


"Gak mau! Kan anak ayam nya lucu!" jawab gadis kecil itu yang semakin meremas anak ayam imut di genggaman nya.


Cipp...


Anak ayam yang hampir mati karna genggaman gadis kecil itu membuat sang ibu mengambil perlahan dari tangan putri nya.


"Nanti kita beli anak ayam yang gak ada Mamah nya yah...


Biar gak di marahin sama Mamah ayam nya..." ucap Alyss dengan lembut dan bahasa yang mudah di mengerti gadis kecil itu.


"Benelan? Nih anak ayam nya!" ucap Louise dan langsung melempar anak ayam yang hampir mati itu ke induk nya.


"Mah nanti juga ke villa yah Mah! Mau naik kuda!" ucap gadis kecil itu.


Ia tau jika sang ayah memiliki peternakan kuda beserta villa nya.


"Iyah...


Nanti kesana yah..." ucap Alyss pada putri nya.


"Kita nanti main kuda juga yah..." bisik pria itu sembari tersenyum nakal pada istrinya.


"Ishh...


Kalau ini!" dengus wanita itu pada sang suami dan membuat pria itu tertawa melihat wajah kesal istri kesayangan nya.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...TAMAT...


...🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌷🌷🌷...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


Ini sebenernya sudah end yah harus nya...


Tapi karna ini karya pertama othor dan othor juga bilang punya spesial ending kan?


Maka nya bakal ada dua bab lagi yang bener-bener nyeritain akhir kisah dari


Hazel ♥️ Alyss


Yah....


Othor sebenernya mau makai backsound tapi karna gak bisa jadi othor saranin kalian kalau punya lagu punch Love me bisa denger itu waktu baca eps terakhir nya. Itu saran aja biar dapet feel nya kalo engga yah gak papa wkwk😂😂


Happy Reading♥️