(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Love hurts



Alyss mulai bangun dan memakai mantel tidur yang di berikan Hazel untuk menutupi tubuhnya saat ia makan nanti.


Makanan pun telah di antar ke kamar Hazel, para pelayan sudah mempersiapkan meja dan bangku untuk tempat Alyss makan nantinya.


Alyss sangat malas untuk berjalan ke arah makanan yang telah disiapkan untuknya walaupun hanya beberapa langkah, kaki nya sangat terasa lemas dan tak memiliki tenaga untuk berdiri ataupun berjalan.


"Mau ku bantu?" tanya Hazel sembari memegang bahu Alyss.


"Tak perlu." jawab Alyss sembari menepis tangan Hazel.


Alyss pun berusaha berdiri sendiri dan hendak berjalan, namun...


Bruk...


Ia terjatuh, tenaganya masih belum terkumpul dengan sempurna yang membuat kaki nya tak mampu menopang tubuhnya untuk berjalan.


"Kenapa kau keras kepala sekali?" tanya Hazel dan langsung menggendong tubuh Alyss dan membawanya ke tempat ia makan.


"Sekarang makan." ucap Hazel sembari memberi sendok ke tangan Alyss.


Alyss melihat ke arah sendok yang diberikan Hazel padanya dan melihat ke arah makanan yang tersaji di depannya.


Ia pun langsung menumpahkan seluruh makanan yang berada di depannya dan melemparnya ke samping.


"Tak mau! Aku tak suka makanannya!" ucap Alyss dengan nada kesal. Saat ini ia benar-benar merasa marah dan sangat merasa tak adil untuk dirinya.


Ia tak tau alasan nya disiksa sampai seperti itu, dan Hazel memberikan alasan yang benar-benar tak bisa ia terima.


Cause I love U


Dengan mudah pria yang ada dihadapannya berkata seperti itu setelah menyakiti fisik dan hatinya berulang kali.


"Kau tak mau makan?" tanya Hazel ketika melihat Alyss membuang seluruh makanan yang berada di hadapannya.


"Kenapa? Kau marah? Mau menyiksa ku lagi? Kenapa tidak kau bunuh saja sekalian?" Alyss yang menjawab dengan pertanyaan lain sembari melihat tajam ke arah Hazel.


"Apa yang kau sukai? Aku akan meminta pelayan untuk membuatkan yang baru." jawab Hazel, ia mengalihkan pembicaraan karna tak mau menjawab pertanyaan Alyss.


Hazel pun memerintahkan para pelayan untuk datang ke kamar nya dan membersihkan tumpahan makanan serta membuatkan yang baru untuk Alyss.


"Kenapa harus aku? Dari semua wanita kenapa aku?" tanya Alyss lirih dengan suara yang sangat pelan seperti sedang bertanya dengan dirinya sendiri sembari memalingkan wajahnya dari Hazel dan menatap keluar ke arah jendela.


Hazel mendengar sekilas apa yang dikatakan Alyss walaupun ia tak mendengar dengan jelas.


"Kau tanya kenapa harus dirimu? Aku juga tau apa alasan nya yang ku tau aku mencintaimu, dan aku memilih mu karna itu kau. Bukan orang lain." jawab Hazel dengan menatap lekat wajah Alyss.


Cinta? Bukankah cinta adalah hal yang indah di dunia ini? Kenapa bisa ada cinta yang berubah menjadi sangat menakutkan? Dan kenapa aku harus terlibat di cinta yang menyakitkan itu?


Pikiran Alyss melayang ketika mendengar jawaban Hazel ia pun menoleh ke arah Hazel.


"Cinta? Jika kau benar-benar mencintaiku kau tak akan melukai ku seperti ini. Aku... aku...


benar-benar tak sanggup menerima cinta mu.


Cinta yang kau miliki terlalu mengerikan." jawab Alyss dengan susah payah sembari menahan tangis.


Ia mengatakan hal tersebut dari hati nya yang terdalam. Jujur saja fisik dan perasaan benar-benar tak sanggup jika diperlakukan seperti itu terus-menerus.


Hazel mendesah kasar melihat Alyss yang berbicara dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis. Ia tau apa yang ia lakukan terhadap Alyss adalah hal yang salah. Ia tak seharusnya menyiksa wanita yang ia cintai.


Namun ia juga tak bisa menahan dirinya sendiri, Alyss memberinya perasaan asing yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Perasaan yang sangat ingin menguasai dan mendominasi hidup seseorang, perasaan yang membuat nya sangat merasa nyaman, dan perasaan yang membuatnya takut sekaligus gelisah, perasaan yang bisa membuatnya hilang kendali.


Dan ia menyadari bahwa perasaan itu adalah perasaan yang disebut dengan cinta. Ia tak tau cara yang dianggap benar untuk menunjukkan perasaan tersebut. Baginya semua yang ia lakukan pada Alyss adalah perwujudan dari perasaan yang ia miliki, entah itu bersikap lembut atau pun menyiksa nya.


"Kau harus terbiasa, karna aku tak akan pernah melepaskan mu. Bahkan jika kau mati sekalipun." jawab Hazel tegas pada Alyss.


Dada Alyss terasa sesak ketika mendengar ucapan Hazel, tak ada satupun kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana perasaan nya saat itu. Ia tau bahwa sekarang ia tak memiliki jalan untuk pergi dari pria yang sudah mengikat kehidupan nya dengan rantai terkuat.


"Sebelumnya aku mau membawa melihat beberapa gaun pengantin untuk pernikahan kita, namun ku pikir kau perlu beristirahat beberapa hari." sambung Hazel lagi saat melihat Alyss yang mengusap beberapa air mata yang jatuh ke pipi nya.


"Karna aku ingin menikahi mu dan dengan pernikahan akan menunjukkan pada semua orang jika kau adalah milikku." jawab Hazel dengan senyuman yang sulit di artikan di wajahnya.


Senyuman yang memperlihatkan rasa kemenangan, senyuman yang tak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun.


Seperti itu lah yang yang dapat terbaca Alyss di wajah Hazel.


Tak lama kemudian makanan yang baru pun telah datang, Alyss mulai memakan makanan nya, ia tak mau membuang sisa tenaga yang ia miliki untuk menghancurkan makanan yang baru.


Setelah Alyss selesai makan Hazel segera mengambil obat untuk mengobati luka yang terdapat di tubuh Alyss.


"Mau ku panggilkan dr. Siska?" tanya Hazel ketika mengobati luka yang berada di bahu dan punggung Alyss dan melihat beberapa luka yang terlihat cukup parah karna ulahnya.


"Tak perlu, ini tidak separah itu." jawab Alyss, ia mengatakan hal tersebut bukan karna luka nya yang tak parah melainkan karna ia malu jika orang lain melihat bekas ciuman yang ditinggalkan Hazel tersebar di seluruh tubuhnya.


......................


Setelah 2 hari.


Luka Alyss sudah mulai membaik, walaupun masih terasa sakit namun tak sesakit sebelumnya.


Selama dua hari juga Hazel memperlakukannya dengan lembut. Ia benar-benar tak dapat menebak sikap Hazel.


Hazel dapat merubah sikap nya secepat kilat dan langsung berbanding terbalik dengan yang sebelumnya. Ia bisa dari lembut dan langsung bersikap dengan kasar.


Alyss seperti berjalan diatas es yang terlihat aman, namun dapat pecah tiba-tiba dan membuatnya terjatuh.


Pukul 05.36 PM.


"Bagaimana luka mu?" tanya Hazel tiba-tiba saat Alyss sedang melihat tv diruang tengah.


Ia baru saja pulang kerja dari JBS. Hazel membeli beberapa cake kesukaan Alyss dan membeli banyak ice cream untuk dijadikan cemilan Alyss, karna ia mulai tau bahwa Alyss menyukai makanan yang manis.


"Sudah lebih baik." jawab Alyss dan masih terfokus melihat tv yang sedang menyala di hadapannya.


"Aku membeli beberapa ice cream, mana yang ingin kau makan lebih dulu?" tanya Hazel sembari mengotak-atik belanjaan yang ia bawa.


"Coklat." jawab Alyss singkat.


Hazel pun mengambil ice cream rasa coklat dan membuka tutup cup nya.


"Tapi aku mau yang rasa strawberry." ucap Alyss ketika Hazel menyodorkan ice cream rasa coklat padanya.


Hazel pun menutup cup rasa coklat tersebut dan menggantinya dengan rasa yang diminta Alyss, ia tak marah sedikitpun pada Alyss walaupun Alyss terlihat sedang memainkannya.


"Ini, setelah ice cream mu habis kita makan malam yah, aku mau mandi dulu." ucap Hazel lalu mencium pipi Alyss dengan lembut dan naik ke atas kamarnya.


Mata Alyss mengikuti langkah Hazel yang beranjak pergi ke kamarnya. Ia tau walaupun saat ini Hazel bersikap baik namun ia bisa berubah menjadi kasar lagi dengan tiba-tiba.


Dan kembali menyakiti dirinya. Karna memang seperti itulah sifat Hazel. Ia benar-benar tak bisa menebaknya.



Alysscalla Zalea



Hazel Rai


...****************...


Hai hai...


Jangan lupa like, komen, rate 5, vote dan fav nya yah😉😉


othor ucapkan terimakasih atas dukungan yang kalian berikan ke othor🤗🤗🤗🥰🥰🥰


Happy Reading🤗🤗🤗