
Dave pun yang kesal langsung mencengkram rahang kecil Alyss.
"Ukh!" ringis Alyss sembari membalas tatapan tajam Dave.
"Dia bukan pembunuh! Kau mau tau siapa dia bagiku? Dia kakak ku! Sekarang kau sudah mengerti?" tanya Dave geram dan melepaskan cengkraman nya di rahang kecil Alyss.
Bukan nya merasa takut Alyss malah kembali menatap Dave dengan senyuman di wajahnya.
"Wah...
Luar biasa sekali dua bersaudara ini...
Dua-dua nya sama-sama gila!" ucap Alyss dengan tertawa sinis.
"Kau bilang suami yang pembunuh saat itu? Akan ku katakan dengan jelas saat itu dia bukan PEMBUNUH!" sambung Alyss yang penuh penekanan, karna memang Hazel yang saat berumur 12 tahun dulu sangat berbeda dengan Hazel yang sekarang.
"Ckk, Kenapa kau membela nya sekali? Hm? Bukankah kau juga hampir mati berulang kali di tangan nya? Apa pertemuan mu dengan bocah cacat di hotel saat itu tak membuatnya menyiksa mu?" tanya Dave tersenyum simpul, ia sudah menyelidiki Hazel sebanyak mungkin dan sudah sangat mengenal sifat Hazel.
Alyss menjatuhkan senyum nya, ia mulai sadar jika kejadian di hotel tersebut bukan lah kebetulan semata, dan ternyata sudah susun sedemikian rupa. Dan karna penyusunan rencana tersebut membuatnya kehilangan dari dua tahun hidupnya.
"Kau membuat rencana seperti itu?" tanya Alyss.
"Hm...
Awalnya aku ingin dia membunuh mu dengan tangan nya sendiri agar dia bisa ikut merasakan kehilangan namun kau sekarang masih hidup. Dan aku juga sepertinya menyukai mu..." ucap Dave santai sembari melihat wajah Alyss yang mulai berubah dan menatap nya semakin tajam.
"Kau mau tau apa yang dilakukan kakak mu dulu? Dia tidak hanya pria gila yang membunuh, tapi dia juga memilki kelainan aneh dengan tertarik pada anak perempuan berusia 6 tahun, melakukan pelecehan verbal dan non verbal pada anak itu, tanpa anak itu sadari...
Kakak mu itu sebrengsek itu dulu, dan kau masih membela nya? Tak mau lihat kebenaran nya?" ucap Alyss yang semakin memprovokasi Dave.
Plak!
Dave pun tanpa sadar melayangkan satu tamparan keras mendarat di pipi putih Alyss. Alyss terkejut sesaat dan kemudian kembali menatap Dave dan mulai tertawa.
"Pfttt....
Hahahahaha...
Semakin menarik sekarang..." ucap Alyss sembari menggembungkan pipi nya yang terasa sakit dan luka di ujung bibirnya.
Dave tak habis pikir dengan Alyss yang masih bisa tertawa tanpa menunjukkan rasa takut.
"Kau merokok?" tanya Alyss tiba-tiba.
"Kenapa tiba-tiba tanya begitu?" tanya Dave yang balik bertanya.
"Aku mau merokok....
Berikan aku pematik dan rokok nya." ucap Alyss enteng. Ia mengatakan hal yang berbanding terbalik dengan sifat aslinya. Ia bahkan tak bisa mencium asap rokok.
"Kau perokok?" tanya Dave yang semakin bingung.
"Hm..." jawab Alyss dengan berdehem.
Dave pun mengambil kan satu rokok nya dan menyalakan pemantik nya untuk membakar rokok tersebut.
"Ini..." ucap Dave sembari memberikan rokok tersebut dan menjatuhkan pemantik nya di dekat kursi tempat ia duduk.
"Bagaimana aku bisa merokok? Kalau kau mengikat tangan ku?" tanya Alyss ketus.
"Kau yang sandra tapi, kenapa banyak memerintah?" ucap Dave lirih dan mulai memberikan rokok tersebut ke bibir Alyss.
Alyss yang tak biasa merokok dan memang baru pertama kali merokok pun langsung terbatuk saat ia berusaha menghisap rokok yang di berikan Dave.
"Uhuk! Uhuk!" Alyss yang langsung terbatuk begitu menghisap rokok.
"Kau tak biasa merokok?!" ucap Dave terkejut ketika melihat Alyss terbatuk dan langsung mematikan rokoknya.
"Iya, ini baru pertama kali..." jawab Alyss enteng ketika ia usai batuk.
"Lalu kenapa tadi minta rokok? Ha?" tanya Dave kesal.
"Kalau kau akan membunuh ku, aku mau lakukan hal yang belum pernah aku lakukan." ucap Alyss enteng.
"Aku takkan membunuh mu, tapi juga bisa di katakan membunuh mu...
Seminggu kedepan akan ada kecelakaan yang akan menewaskan istri dari pemimpin JBS group." ucap Dave menyeringai.
"Maksud mu?" tanya Alyss bingung.
"Akan ada yang mati menggantikan dan menggunakan identitas mu, tanpa ada yang tau kau masih hidup dan bersama ku." jelas Dave semakin menyeringai.
Alyss mulai paham jika Dave ingin mengurungnya dan membuat kecelakaan dan mayat menggunakan identitas dirinya.
"Aku tak akan buat kesalahan seperti kecelakaan waktu itu lagi." ucap Dave sembari mengelus pipi Alyss.
"Kecelakaan ku yang sebelumnya juga karna kau?" tanya Alyss tak habis pikir.
"Tentu saja! Seharusnya pria sialan itu sudah mati tapi karna kau juga dengan nya aku tak jadi membuat supir itu menabrak lagi." jawab Dave enteng.
Sekarang Alyss tau kenapa supir truk yang awalnya ingin menabrak lagi langsung membanting stir dan tak jadi menabrak nya.
"Kau lebih brengsek dari yang kubayangkan ternyata..." ucap Alyss lirih.
"Kuanggap itu pujian." ucap Dave yang tersenyum simpul.
Alyss pun menatap wajah Dave dengan tatapan datar lalu mengalihkan pandangan nya padangan pada apart Dave.
"Bagus juga yah tempat tinggal mu..." ucap Alyss sembari memperhatikan apart luas tersebut.
"Aku lapar...
Mau makan hamburger yang doble beef, kentang goreng juga yang banyak yah...
Minuman yang soda." ucap Alyss pada Dave tiba-tiba.
"Kau ini...." ucap Dave yang semakin bingung dengan sikap Alyss.
"Kenapa? Aku kan lapar...." ucap Alyss dengan nada lirih dan menunjukkan mata yang penuh dengan rasa yang dapat membuat iba.
"Ckk, Sudahlah akan ku pesan kan." ucap Dave dan langsung beranjak dari duduk nya.
Alyss tersenyum simpul melihat hal itu, ia sudah berencana ingin melepaskan tali di tangan nya menggunakan pemantik maka itu ia mengatakan ingin merokok sejak awal agar Dave meletakan pemantik tersebut tak jauh darinya.
Saat Dave memesan makanan yang ia ingin kan Alyss pun mulai diam-diam mengambil pemantik tersebut yang berada di dekat kursi Dave.
"Auchh..." Alyss yang berusaha menahan ringisan nya saat tangan nya ikut terbakar beberapa kali karna ia berusaha membakar tali yang mengikat tangan nya.
Usahanya membuahkan hasil tali ditangan nya hampir terputus, namun Dave sudah berbalik dan berjalan ke arah nya, sontak Alyss langsung melempat pemantik tersebut ke tempat semula dan berusaha menutupi tali yang hampir terlepas tersebut.
"Oh ya, aku punya sesuatu untuk mu...
kau sepertinya sangat menyukai suamimu kan? Kau tau tidak? Kalau dia pernah bermain dibelakang mu?" tanya Dave pada Alyss.
"Dia suka main depan bukan belakang, tapi belakang dia juga suka sih...
Dia suka depan, belakang menurut ku...
Lagi pula apapun posisinya aku juga yang kewalahan." jawab Alyss absurd yang membuat Dave semakin kebingungan.
Pria single yang tak tau urusan wanita berbicara dengan wanita yang sudah menikah?
"Ckk, sudah lah!" ucap Dave kesal dan mulai menghidupkan laptopnya.
Ia pun mulai memutar video panas yang sudah ia edit sedemikian rupa dan seperti benar-benar asli pada Alyss.
Dave mengedit wajah pemeran pria pada video tersebut, karna ia yang sangat pandai dalam bidang IT tak sulit untuk membuat editan yang sangat rapi seperti orang aslinya, dan siapapun akan tertipu jika melihat hal itu.
Begitu videonya terputar Alyss langsung membulatkan matanya dengan sempurna, iris bergetar melihat video tersebut.
"Di-dia tak mungkin...." ucap Alyss gemetar sembari menjatuhkan bulir bening nya.
Dave tersenyum ia merasa rencana untuk membuat Alyss menjadi milikknya semakin dekat.
"Sekarang kau tau kan? Bagaimana suami mu di luar sana?" bisik Dave pada Alyss.
Ia semakin berusaha mempengaruhi Alyss agar semakin percaya dengan video yang benar-benar rapi tesebut.
......................
Sementara itu.
Hazel yang sudah menyelesaikan semua rapatnya dan semua pertemuan nya pun mulai membuka ponselnya.
Ia mulai membaca pesan random yang dikirim Alyss berupa lokasi-lokasi.
Hazel pun langsung memeriksa GPS ponsel Alyss dan hasilnya nihil.
"Kosong?" ucap Hazel bingung, ia pun langsung menelpon ke ponsel Alyss.
Setelah beberapa panggilan tak ada jawaban, tentu saja karna Dave yang sudah membuat ponsel Alyss di perjalan ke apart nya, dan menghancurkan i watch yang di kenakan Alyss saat hendak membawa Alyss masuk ke apart nya, ia sebelumnya tak menyadari jika Alyss menggunakan i watch maka saat ia menyadari ia langsung ikut menghancurkan i watch Alyss.
Hazel pun langsung memanggil Rian dan menanyakan kenapa bisa ponsel Alyss tak tersadap lagi oleh nya.
"Dr. Alyss sudah tau dan menggantinya saat kau tak sadar." jawab Rian.
"Pengawal? Kenapa tak ada pengawal yang ikut dengan nya?" tanya Hazel lagi saat memeriksa tak ada pengawal yang ikut bersama Alyss.
"Dr. Alyss juga tau dan memberhentikan semua pengawal nya saat kau tak sadar." jawab Rian dan semakin membuat Hazel kesal.
Pekerjaan yang menumpuk membuat nya kecolongan lagi dan lagi dalam menjaga istrinya.
"Cari tau semua lokasi yang dia kirim pada ku sekarang!" perintah Hazel sembari menatap tajam ke arah Rian.
"Ba-baik..." jawab Rian gugup karna tak pernah melihat Hazel semarah ini.
Hazel hanya sangat takut dan khawatir jika terjadi sesuatu pada Alyss pada wanita kesayangan nya.
...****************...
Hayo....
kira-kira eps selanjutnya bakal gimana? xixixi
**Oh iya akhir" ini othor minta maaf yah up nya sedikit", itu biar bisa up tiap hari🤧🤧 Kalo othor bikin tetep banyak yang kayak kemaren" takut ga bisa up🤧🤧
Makanya kalo ada waktu lagi othor usahain buat bab lagi biar bisa dobble up🤧🤧
Karna sekarang tugas kami sedang ramai" nya🤧🤧 maklum ngejar UAS jadi dosen nya selalu nyuruh buat tugas laporan🤧 Laporan nya banyak terus tulis tangan lagi sebagian, kan serasa uwuawww tangan nya wkwk😅😅
Belum lagi tugas yang ketikkan juga🤧🤧**
Jangan lupa like komen fav vote rate 5 dan dukung othor🥰🥰❤️❤️
Happy Reading❤️❤️❤️