
2 Hari kemudian.
Hazel telah mempersiapkan keberangkatan Alyss untuk ikut dengan nya mengurusi beberapa urusan bisnisnya.
Pagi itu setelah sarapan Hazel langsung membawa Alyss untuk keluar, namun saat ia menyadari jika Hazel hendak membawanya keluar membuat Alyss langsung menepis tangan Hazel.
"Ka-kau sudah mau bekerja?" tanya Alyss saat berada di ambang pintu keluar di kediaman megah itu.
Hazel tak menjawab dan hanya menarik tangan Alyss lagi untuk segera ke mobil nya.
"Tu-tunggu mau kemana? Aku tak mau keluar...
Oh kiss morning?" tanya Alyss lagi, karna itu sudah seperti kebiasaan yang di buat Hazel untuk nya, yaitu mencium pria itu sebelum berangkat ke RS.
Cup...
Alyss mendaratkan satu ciuman nya di pipi Hazel.
"Sudah kan?" tanya Alyss lagi dan berusaha melepaskan tangan Hazel yang sedang memegang pergelangan tangan nya.
Hazel hanya menatap nanar Alyss, ia pun menarik Alyss untuk keluar dari rumah itu lagi. Sekarang keadaan sudah berbanding terbalik, yang sebelumnya Alyss sangat ingin keluar dari kediaman megah itu sekarang malah tak ingin keluar sama sekali.
"Aku tak mau keluar!" ucap Alyss dan langsung memegang gagang pintu tersebut dengan kuat saat Hazel menarik tangan kiri nya.
"Haissshhh....
Anak ini benar-benar..." ucap Hazel kesal yang melihat Alyss sangat keras kepala, dan tak ingin keluar seperti anak kecil yang takut di bawa ke dokter gigi.
Sett....
Ia pun langsung mengangkat tubuh kecil Alyss ke pundak nya dan membawa nya kemobil.
"Tidak mau! Aku mau kembali!" ucap Alyss yang memberontak saat Hazel memasukkan nya kemobil.
"Jalan!" titah Hazel pada supir pribadinya.
Supir Hazel pun langsung melajukan mobil tersebut. Alyss yang melihat mobil tersebut telah jalan hanya menatap kesal Hazel, ia sudah tak berontak dan tak berusaha membuka pintu mobil itu lagi.
"Kau akan ikut perjalanan bisnis ku. Aku akan mengunakan pesawat pribadi agar kau tak perlu menemui banyak orang." tulis Hazel di telapak tangan kecil Alyss.
Alyss hanya melihat wajah Hazel dan kemudian mendengus kesal, ia pun membuang wajah nya ke arah jendela dan melihat keluar.
.....................
Skip time.
Setelah menempuh perjalanan selama belasan jam, akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju, yaitu Dubai. Kota yang dikenal sebagai tempat para pebisnis dan berkumpulnya orang yang kaya raya.
Hazel sudah mempersiapkan tempat menginap mereka di Burj Khalifa. Bangunan ini tak hanya menjadi bangunan tertinggi di dunia melainkan bangunan yang menyediakan semua tempat di dalam nya, termasuk hotel, apartermen, night club dan berbagai fasilitas yang sangat lengkap.
Alyss melihat banyak gedung pencakar langit dan infrastruktur yang sangat menakjubkan di tempat sepanjang jalan. Gemerlap lampu yang menghiasi dan memecah malam membuat mata nya terpesona.
Ia sudah pernah ke Korea, Kanada, dan Inggris namun ia belum pernah sekalipun ke kota diatas awan itu.
"Kau suka? Kita akan menginap disana?" tulis Hazel di tangan kecil Alyss sembari menunjuk bangunan yang paling menjulang tinggi diatara bangunan lainnya, yang sudah terlihat dari kejauhan.
"Itu? Bukan nya itu bangunan tertinggi di dunia? Kita akan menginap disana?" tanya Alyss sembari melihat ke arah bangunan tertinggi itu.
Hazel hanya tersenyum dan mengusap puncak kepala Alyss sekilas.
Setelah sampai Alyss mengandahkan wajah nya melihat betapa tingginya bangunan itu, Hazel pun langsung menggenggam jemari Alyss dan membawa nya ke kamar hotel yang telah ia pesan.
Alyss mengandahkan mata nya melihat kearah kamar hotel yang sangat luas itu. Ia pun melangkahkan kaki nya ke arah jendela kaca besar yang dapat membuat nya melihat ke arah luar.
Mata Alyss berbinar melihat kota tersebut yang dihiasi dengan berbagai lampu di malam hari itu dari atas, ia bisa melihat seluruh kota dari atas kamar hotelnya.
Hazel tersenyum ketika melihat Alyss yang sangat antusias melihat gemerlap cahaya kota tersebut dari jendela kaca yang luas itu.
Ia perlahan mendekati Alyss dan memeluk tubuh kecil itu dari belakang, melingkarkan tangan nya ke perut wanita yang ia cintai serta mencium gemas pipi Alyss.
"Kau suka disini?" tulis Hazel di tangan kecil Alyss.
"Iya, sangat cantik. Aku bisa melihat seluruh kota dari sini." jawab Alyss sembari mengangguk kan kecil kepalanya.
"Hmmm...
Kau lebih cantik." ucap Hazel lirih sembari melihat bayangan dirinya yang sedang memeluk Alyss yang masih sibuk melihat gemerlap kota tersebut di biasan kaca besar tersebut.
"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Alyss saat merasakan hembusan nafas hangat Hazel di telinga nya.
Hazel hanya tersenyum dan menggambar bentuk love di telapak tangan kecil Alyss dengan jarinya.
Alyss hanya diam, ia tersipu dan tak menanyakan apapun lagi pada pada pria yang sedang memeluk erat tubuhnya dari belakang.
Setelah puas melihat pemandangan kota tersebut Alyss pun ingin beranjak ke arah sofa dan mendudukkan dirinya. Ia perlahan berusaha melepaskan pelukan Hazel yang sedang mendekap tubuh nya dari belakang.
"Aku mau duduk..." ucap Alyss pada Hazel saat ia merasa Hazel semakin memeluk nya ketika ia berusaha melepaskan tangan kekar yang sedang mendekap nya.
Hazel masih tak bergeming sedikit pun, ia tetap memeluk Alyss dan tak melonggarkan pelukan nya.
Alyss pun kesal dan langsung membalik tubuh menghadap ke arah Hazel. Ia mengandahkan wajahnya ke arah pria yang sedang menunduk kearah nya juga sehingga tatapan mata mereka bertemu.
Hazel menatap lekat wajah Alyss dari mulai matanya, hidungnya, dan menatap bibir merah itu. Mata nya tak bisa memalingkan arah dari bibir tipis yang di beri polesan lipstick berwarna merah orange itu.
"Ke-kenapa? Ada yang salah dengan bibir ku?" tanya Alyss sembari menyentuh bibirnya sendiri ketika melihat pandangan mata Hazel yang terus saja menatap bibir nya.
"Tidak! Tak ada yang salah." jawab Hazel dan kemudian menyingkirkan tangan kanan Alyss yang sedang menyentuh bibirnya sendiri.
Ia pun langsung menautkan bibirnya ke bibir merah tipis itu. Hazel tak dapat menahan dirinya lagi untuk tak mencium bibir wanita yang sedang di hadapan nya.
"Hummmpphhh" Alyss yang berusaha mendorong Hazel agar berhenti menciumnya, nafas nya terasa akan habis saat pria itu mencium nya dengan sangat dalam dan mulai membelit lidah nya.
Setelah beberapa menit mencium bibir Alyss, ciuman Hazel pun turun ke leher putih Alyss. Ia semakin merapatkan tubuh kecil itu ke jendela kaca besar dan semakin menghimpit nya.
"Ha-Hazel sudah..." ucap Alyss lirih saat Hazel mencium, mengesap, dan mengigit kecil leher jenjangnya.
Hazel mendengar ucapan lirih Alyss, namun ia tak menghiraukan dan tetap menciumi leher Alyss, sesekali ia menggelitik leher putih itu dengan lidah nya dan membuat Alyss merasa geli di leher nya.
Hazel sendiri tak bisa menahan dirinya sendiri hari ini, padahal sebelumnya ia sudah berusaha keras menahan dirinya. Karna terakhir kali mereka melakukan nya yaitu saat di Villa dan setelah itu mereka tak melakukan nya lagi karna kejadian malang yang menimpa Alyss.
Tangan Hazel pun mulai menarik simpul pita di bahu Alyss, karna saat itu Alyss mengenakan pakaian bercorak yang memiliki tali diikat pita di bahunya. Tangan nya mulai menyingkap naik kedalam pakaian Alyss.
"Hazel berhenti...." ucap Alyss lirih saat ia merasa tangan Hazel mulai mengelus pahanya perlahan dan terus naik ke atas.
Hazel tetap tak menghiraukan ucapan Alyss dan semakin membungkuk mencium dada Alyss yang sudah terbuka karna ia sudah menyingkap dan menurunkan pakaian Alyss
Tangan nya mengelus dan bermain di bagian sangat privasi di tubuh Alyss. Ia masih menciumi dan mengigit lembut dada Alyss hingga meninggalkan beberapa bekas kemerahan di kulit putih tersebut.
Rasa aneh mulai menjalar di tubuhnya lagi, ia merasa panas dan tubuh nya seakan-akan ingin mendapatkan sentuhan yang lebih lagi dari Hazel.
"Mhhhmmmm...." Alyss yang tanpa sadar mulai mengeluarkan suara desahan tertahan nya. Karna ia tak bisa mendengar suara nya sendiri membuatnya tak sadar dan tak tau jika ia mulai menunjukkan reaksi dari perlakuan Hazel.
Hazel berhenti mencium dada Alyss dan mulai melihat wajah Alyss yang terlihat sayu dan seperti menunjukkan wajah yang sedang malu.
Ia pun tersenyum dan memangut bibir Alyss sekilas. Hazel pun mengendong tubuh Alyss dan memindahkan ke atas ranjang. Saat tubuh kecil itu sudah terbaring Hazel langsung meloloskan pakaian yang di kenakan Alyss dan juga melepaskan pakaian yang ia kenakan.
Alyss terlihat malu dan menutupi bagian privasinya serta menarik selimut di ranjang tersebut saat Hazel membuat tubuh nya polos tanpa adanya kain yang menutupi tubuhnya.
Ia pun menindih tubuh kecil Alyss dan menciuminya. Tangan nya mulai menjalar dan ke bagian yang sangat privasi dari tubuh Alyss.
"Mhhmmmm...
Hazel tangan nya...." ucap Alyss tertahan sambil menahan suara nya saat jemari Hazel bermain di bagian yang sangat privasi dari tubuhnya.
Hazel tetap tak menghiraukan ucapan Alyss, dan tetap mencium serta m*l*m*t dada Alyss. Terkadang ia menggunakan lidah nya untuk membuat Alyss semakin kegelian.
Perlakuan Hazel yang semakin membuat Alyss lepas kendali dan bahkan tak bisa menahan dirinya lagi, Hazel sengaja memberikan perlakuan yang sangat lembut dan merasang tubuh Alyss, agar Alyss tak menolak ataupun merasakan sakit.
Setelah bermain di tubuh Alyss dengan mengunakan tangan dan bibirnya dan melihat tubuh Alyss yang sudah siap untuk ia makan, Hazel pun mulai melakukan penyatuan nya di tubuh Alyss.
Bibir tipis Alyss meloloskan beberapa desahan kecil saat Hazel memasukinya. Hazel pun memangut bibir tipis itu saat ia merasa semakin gemas dengan wajah Alyss yang sayu dan daun telinga nya yang sangat memerah.
Ruangan kamar hotel yang luas itu pun terisi suara desahan yang memecah keheningan di dalam nya.
Setelah kesekian kalinya Hazel pun mulai merasa akan menyelesaikan puncaknya, ia pun semakin menghentakkan tubuhnya dan memangut dalam bibir Alyss.
"Su-sudah yah...
Aku lelah..." pinta Alyss lirih saat Hazel melepaskan ciuman nya dan menjatuhkan wajahnya ke leher Alyss.
Alyss meminta berhenti setiap kali Hazel selesai dengan menuntaskan hasratnya, karna ia tau pria itu tak pernah cukup jika hanya sekali.
Hazel berguling ke samping tubuh Alyss. Ia membalik tubuh Alyss menciumi punggung putih itu dan berusaha merangsang tubuh Alyss lagi. Ia sudah kembali ke kebiasaan lama nya yaitu tak cukup jika hanya sekali melakukan nya.
"Hazel sudahh...." pinta Alyss lagi dengan suara memelas sembari berusaha berbalik dan menyingkirkan tubuh Hazel yang masih sibuk berusaha membangkitkan minat nya lagi.
"Sudah...
Kumohonnn....." pinta Alyss lagi dengan suara hampir menangis, ia sudah merasa sangat lelah dan Hazel seperti robot yang tak mengenal kata lelah.
Hazel pun menghentikan ciuman nya saat mendengar suara Alyss yang sudah hampir menangis, ia pun membalik tubuh Alyss lagi, ia pun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka dan mendekap Alyss ke dalam pelukan nya.
"Iya aku berhenti, sekarang tidurlah." tulis Hazel di punggung polos Alyss yang sudah penuh dengan bekas kepemilikan yang ia tinggal.
Alyss pun langsung tertidur dengan cepat, perjalanan ke Dubai saja sudah menghabiskan beberapa tenaga nya dan sekarang Hazel malah sedang memakan nya habis-habisan. Ia pun langsung jatuh terlelap di dekapan Hazel.
Hazel hanya tersenyum dan mengelus wajah Alyss yang sudah terlelap dalam dekapan nya, ia pun mencium gemas pipi Alyss sebelum ia ikut tertidur juga.
Alysscalla Zalea
Hazel Rai
...****************...
Haii...
Maaf yah othor lama up nya, dosen othor nyuruh kami ngerevisi tugas wkwk🤣🤣
Othor kasih yang uwu-uwu yah hihi....
Biar kalian ga sport jantung terus...🥰🥰🥰
Jangan lupa like, vote, fav, rate 5 dan dukungan lain yah hihi
Jangan lupa komen juga🤗🤗🤗
Makasih buat kalian yang udah ngasih dukungan ke othor dan baca cerita othor yah hihi
Happy reading readers kesayangan othor❤️❤️❤️