(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
What happened 18 years ago part 2



Malam pun telah berganti menjadi pagi Alyss mulai membuka matanya sayu, saat ia mulai tersadar di sebuah kamar, kepala nya masih terasa sakit karna pukulan yang di berikan Aegyt padanya.


"Dimana nih?" ucap Alyss lirih sembari melihat sekeliling kamar yang berwarna putih biru tersebut, kamar yang tertata rapi.


Cklek...


"Sudah bangun? Mau bersenang-senang dengan paman tidak?" tanya Aegyt saat membuka pintu kamar tersebut.


"Ga mau...


Mau pulang...." ucap Alyss lirih sembari menggelengkan kepalanya.


Plak!


Satu tamparan keras mendarat di pipi anak kecil tersebut.


"Sekarang kau tak boleh pulang! Mengerti?!" ucap Aegyt merah pada Alyss kecil.


"Huhu...


Mau pulang! Mau ketemu mamah sama ayah!" teriak Alyss menangis karna tiba-tiba Aegyt menampar nya, dan seketika membuat nya takut.


"Nih minum susu...


Anak kecil suka minum susu kan?" tanya Aegyt sembari memberikan segelas susu vanila pada Alyss.


"Ga mau..." jawab Alyss lirih sembari menggelengkan kepala nya dan masih menangis memegang pipi nya yang terasa perih.


Aegyt hanya melihat datar ke arah Alyss yang terus menangis.


"Kenapa kau membunuh kelinci putih itu semalam?" tanya Aegyt menatap datar Alyss.


Alyss tak menjawab dan tetap menangis.


"Jawab! Tidak pernah diajarin sopan santun?!" Bentak Aegyt pada Alyss yang masih menangis tersedu.


"Ka-karna kelinci nya yang buat Ellie telsesat


telus Ellie jadi kecel...." jawab Alyss takut saat Aegyt membentaknya.


Aegyt mengangguk kecil mendengar jawaban Alyss sejauh ini Alyss masih memberi jawaban yang ia inginkan.


"Menurut mu yang kau lakukan itu salah tidak?" tanya Aegyt sekali lagi.


"Tidak tau...


Tidak ada yang pelnah bilang ke Ellie kalo itu salah..." jawab Alyss jujur karna ia memang tak mengetahui apa yang ia lakukan itu benar atau salah, ibu dan ayah Alyss tak terlalu memperhatikan putri mereka karna urusan pekerjaan masing-masing dan menyerahkan Alyss sepenuhnya pada pengasuh yang mereka sewa.


"Orang tua mu tidak tau kau begitu?" tanya Aegyt lagi yang terus mengintrograsi Alyss.


"Mamah sama Ayah sibuk kelja, ga pelnah sempat main sama Ellie..." jawab Alyss jujur.


"Paman....


Ellie mau sama mamah...." ucap Alyss lagi yang masih menangis.


"Denger yah...


Mamah mu itu ga mau lagi punya anak seperti dirimu, makanya dia ga jemput....


Sekarang kau tinggal sama paman saja..." jawab Aegyt.


"Kenapa? Kenapa ga mau? Ellie kan ga nakal!" jawab Alyss pada Aegyt.


"Kalau mamah mu masih mau dia bakal menjemput mu, tapi sampe sekarang dia ga mau jemput. Berarti mamah mu sudah ga mau lagi! Kau itu sudah dibuang!" ucap Aegyt yang mulai merusak psikis anak kecil yang dihadapan nya saat tau Alyss memilki orang tua yang sibuk dengan urusan materi.


"Enggak! Ellie gak di buang!" teriak Alyss semakin menangis.


"Tidak mau nerima kenyataan yah? Kalau kau sudah di buang!" bisik Aegyt di telinga Alyss yang semakin menangis.


"Sini ikut paman...


Biar paman ajarin caranya biar ga sedih lagi..." ucap Aegyt sembari menarik tangan Alyss.


"Ga mau...


Mamah bakal jemput Ellie...


Mamah sayang sama Ellie..." ucap Alyss lirih yang masih tersedu saat Aegyt semakin kasar menarik tangan nya.


Aegyt pun membawa Alyss ke ruang rahasia yang berada di balik lemari dan menunjukkan sebagian koleksi serta...


"Akh!" teriak Alyss terkejut dan semakin takut masuk ke ruangan itu, bau amis begitu menyeruak masuk kedalam hidung nya.


Ia melihat sekitar 20 kepala yang di letakkan di kotak kaca seperti diawetkan dan melihat seorang wanita yang berusia sekitar 20 tahunan yang di letakkan di balik kurungan seperti kandang kecil.


Wanita tersebut masih hidup namun merintih kesakitan, jari tangan nya sudah terpotong habis tanpa sisa.


"Ga mau! Ellie mau kelual...


Paman olang jahat!" ucap Alyss yang semakin memberontak berusaha melepaskan cengkraman tangan Aegyt padanya.


"HAHAHAHAH


Aku jahat? Kau itu sama dengan ku! Tak usah bersikap bodoh!" ucap Aegyt sembari memegang kuat kedua bahu Alyss dan membuat Alyss semakin menangis.


"Engga...


Ellie ga sama... huhu...


Ellie ga jahat... hiks..." jawab Alyss lirih sembari menggelengkan kepala nya.


"Tidak jahat? Lalu membunuh kelinci itu perbuatan baik?" tanya Aegyt menyeringai.


Deg...


Alyss mengernyitkan dahi nya sekilas mendengar ucapan Aegyt. Dia sama sekali tidak tau jika membunuh hewan merupakan hal yang salah.


"Kan itu kelinci...


Bukan olang...." jawab Alyss yang masih menangis.


"Kau anggap saja orang itu sebagai kelinci." jawab Aegyt enteng.


"Beda...." jawab Alyss lirih yang masih menangis.


"Cup... cup...


anak manis ga boleh nangis..." ucap Aegyt enteng dengan senyuman di wajahnya.


Ia pun mulai menyuruh Alyss duduk dan melihat apa yang akan ia lakukan pada wanita tersebut.


"Lepas! Kenapa aku disiksa?! Aku tak mengenal mu!" ucap wanita tersebut saat Aegyt menarik rambut dengan kasar keluar dari jeruji besi berukuran 1 kali 1 meter tersebut yang mirip seperti kandang untuk hewan.


BUAKK!!!


Aegyt pun langsung memukul wajah wanita tersebut dengan palu. Saat wanita tersebut memberontak padanya.


"Paman jangan...


Huhu....


Kasihan...." ucap Alyss dan langsung meraih tangan Aegyt yang sedang memukuli wanita tersebut dengan palu.


Bruak!!!


Aegyt pun langsung menghempas tubuh kecil Alyss karna Alyss menghalangi nya untuk bersenang-senang.


"Kau mau paman berhenti?" tanya nya dengan wajah sudah terciprat dengan darah wanita tersebut.


Alyss pun mengangguk perlahan dengan tangis segugukan nya.


"Kalau begitu tusuk dia dengan ini, terserah di bagian mana saja." ucap Aegyt sembari memberikan pisau ke tangan Alyss. Ia ingin melatih Alyss untuk menjadi sama dengan nya.


Alyss pun semakin menangis dan menggelengkan kepalanya. Walaupun ia biasa membunuh kucing karna merasa kesal tapi dia tau membunuh manusia itu hal yang salah karna ibu nya selalu menyuruh nya untuk bersikap baik pada orang lain, namun tak diajarkan untuk bersikap baik pada hewan ataupun di beri tau jika menyiksa hewan merupakan suatu kesalahan.


"Kenapa tidak mau? Yasudah kalau begitu aku tak akan berhenti!" ucap Aegyt dan langsung mengambil pisau besar serta langsung memotong telapak tangan wanita tersebut.


Wanita tersebut pun langsung menjerit kesakitan dan tentunya Alyss yang juga semakin menangis saat darah segar tersebut terciprat ke wajahnya.


"Kau belum sarapan kan? Ayo sarapan!" ucap Aegyt sembari memasukkan wanita tersebut ke kandang nya lagi.


Ia pun langsung menarik tangan Alyss yang masih menangis segugukan dengan tubuh gemetarnya.


......................


Sementara itu.


Keluarga Alyss yang sibuk mencari putrinya yang masih belum ditemukan sama sekali.


Mah main boneka yuk...


Jangan sekarang nak, mamah sibuk...


Nanti yah...


Sekarang mah....


Ayo....


Alyss! Jangan nakal, mamah ga suka anak nakal!


Mamah hari selasa dateng yah mah kesekolah Ellie sama ayah, disekolah lagi ada acala untuk olang tua juga mah, dateng yah mah....


Mamah ga bisa nak...


Sama kak Nina yah...


Kak Nina kan bukan mamah Ellie! Masa Ellie sama pengasuh bukan nya mamah Ellie!


Shelly semakin menangis saat mengingat putri nya, ia sangat jarang menemani putri kecilnya bermain padahal Alyss yang selalu mengajak nya untuk bermain dan selalu berusaha untuk mencari perhatian darinya dan bahkan di acara orang tua murid pun ia dan suaminya datang di penghujung acara saat akan selesai.


"Alyss dimana nak???


hiks... hiks...


Nanti pulang main boneka sama mamah...


Mamah ga sibuk lagi...." ucap Shelly yang terus saja terisak karna tak kunjung mendapat kabar tentang putrinya.


"Sudah mah...


Alyss pasti ketemu kok...


Udah dia pasti baik-baik saja..." ucap Dion menenangkan istri yang terus saja menangis sejak kemarin sore.


"Makan dulu mah...


Mamah belum makan sama sekali...


Dari semalam..." ucap Dion pada sang istri.


"Alyss sudah makan belum ya yah? Dia pasti takut sendirian di hutan..." ucap Shelly pada suaminya yang masih memikirkan anaknya.


......................


Pukul 12.45 AM


Alyss sama sekali tak bisa tidur walaupun ia sudah mencoba sebisa mungkin. Aegyt membiarkannya tidur dikamarnya karna ia masih sangat tertarik pada Alyss kecil.


Ia pun mulai melangkahkan kakinya mengambil beberapa makanan dan membawa nya ke ruang rahasia Aegyt tempat wanita tersebut disiksa.


"Mau ini kak?" tanya Alyss menawarkan roti pada wanita tersebut yang tergeletak lemah dengan tubuh penuh luka dan tangan yang baru saja terpotong.


Wanita tersebut pun langsung meraih tangan Alyss.


"To-tolong...


Tolong aku...


Ku mohon...." ucap wanita tersebut sembari menunjuk ke arah kunci yang tergantung di dinding meminta Alyss untuk membantunya terlepas dari kandang besi tersebut.


"Tetep ga bisa keluar kak..." jawab Alyss lirih, karna sebelumnya ia sudah mencari jalan keluar untuk kabur dari rumah yang berbentuk villa di tengah hutan tersebut.


"Ku mohon....


Tolong aku...." ucap wanita tersebut yang menangis tersedu pada Alyss.


Karna merasa kasihan ia pun mengikuti permintaan wanita tersebut. Alyss pun mulai berusaha naik keatas bangku dan mengambil kunci gembok untuk melepaskan wanita tersebut dari kandang besi yang mengurungnya.


Setelah mendapatkan kunci tersebut Alyss pun langsung membukakan kandang besi wanita tersebut.


Namun...


"Apa yang kau lakukan?" tanya Aegyt yang sudah kembali sembari membawa sandra baru yang ia bawa di karung besar nya.


Alyss seketika membatu dan langsung gemetar mendengar suara pria tersebut.


"Ku tanya apa yang kau lakukan? Dasar tak tau di untung!" ucap Aegyt marah saat tau Alyss berusaha melepaskan sandra nya.


Plak!


Tamparan keras pun melayang ke pipi Alyss hingga membuat gadis kecil itu langsung terhuyung jatuh kelantai, Alyss pun langsung menangis sejadi nya karna ketakutan.


"Maaf paman...


Huhu...." ucap nya sembari menyatukan kedua tangan kecil nya pada Aegyt yang sudah sangat geram padanya.


"Dasar tak tau untung!!!" ucap Aegyt dan langsung menendang tubuh kecil Alyss.


Setelah memberi beberapa tendangan pada Alyss yang terus saja meringkuk dan menangis karna perlakuan nya, Aegyt pun langsung menghampiri wanita yang ia jadikan sandra.


Tak tanggung-tanggung Aegyt langsung mengikat tubuh wanita tersebut di kursi dan langsung menggergaji tubuh wanita tersebut dan langsung membunuh ny tepat di hadapan Alyss yang masih menangis meraung.


Ruangan tersebut pun penuh dengan aroma darah, rintihan kesakitan, suara tawa dan tangis Alyss yang menjadi satu serta lantai yang sudah seperti kolam darah.


Setelah memutilasi tubuh korbannya, Aegyt pun langsung berjalan kearah Alyss yang masih menangis, ia pun mulai menarik rambut panjang tersebut dan membawa nya kearah tumpukan tubuh korbannya yang tak lain adalah wanita yang sudah di mutilasi tersebut.


"Lihat! Dia mati karna kau berusaha melepaskannya!" ucap Aegyt pada Alyss sembari memaksa gadis kecil itu untuk melihat hal yang sangat mengerikan.


"Paman maaf...." ucap Alyss yang terus memohon pada Aegyt dengan tubuh gemetarnya yang terus menjatuhkan bulir beningnya.


Plak! Plak! Plak!


"Huhu....


Paman maaf...." ucap Alyss yang semakin menangis sejadinya saat Aegyt menampar nya dengan keras berulang kali.


Bruak!!!


Aegyt pun melempar tubuh gadis kecil itu dan menendangnya berulang kali, Alyss terus saja meringkuk saat Aegyt menendang tubuh nya dengan menggunakan sepatu boot.


Buak! Buuk! Buak!


"Huhu...


Mamah..." ucap Alyss di sela tangis nya yang masih memanggil mamah nya saat Aegyt terus menendang nya.


"Mamah? Kau tidak mengerti yah? KAU SUDAH DIBUANG!! Mamah mu ga akan jemput..." ucap Aegyt sembari menarik rambut panjang Alyss.


"Mamah sayang Ellie...


Ellie ga di buang..." jawab Alyss yang di sela tangis nya.


Aegyt pun semakin geram dan memasukkan Alyss yang sudah penuh memar kedalam kandang tempat wanita sebelumnya di sandra, tak hanya itu dia juga ikut memasukkan penggalan kepala dari mayat wanita sebelumnya kedalam kandang yang sama dengan Alyss agar Alyss semakin takut.


Setelah itu ia pun meninggalkan Alyss sendiri dan merantai korban baru nya tak jauh dari tempat dia meletakkan kandang Alyss.


Gelap...


Hanya ada beberapa cahaya di ruangan tersebut, tubuh Alyss sangat gemetar karna takut. Bagaimana tidak takut, anak enam tahun di kurung dengan para mayat serta penggalan kepala di ruangan sendiri.


"Mamah...


Ayah....


Kenapa ga jemput Ellie...


Ellie kedinginan...


Takut... huhu...


Tubuh Ellie ga bisa gerak....


Sakit semua....


Ellie janji ga nakal lagi...


Ga akan ngajak mamah main boneka lagi...


Ga akan minta mamah ayah ke acara sekolah Ellie lagi huhu..." ucap Alyss lirih yang terus menangis tersedu.


Setelah kejadian malam itu Alyss menjadi sangat takut pada Aegyt, setiap kali dia menolak perintah untuk menyakiti para sandra yang dibawa Aegyt, Aegyt akan menyiksa nya dan mengurung nya lagi dengan para potongan tubuh korban dari kekejaman pria psycho itu.


......................


8 Hari Kemudian.


Orang tua Alyss semakin khawatir saat putri nya masih tak di temukan walaupun sudah satu minggu lebih. Aegyt sendiri merupakan aparat polisi di wilayah tersebut dan juga berpura-pura mencari orang yang hilang. Maka dari itu ia sangat pandai menyembunyikan para korban agar tak ketahuan karna tau semua prosedur yang di gunakan pihak berwajib.


Sore itu JBS grup mengadakan penyuluhan kesehatan dan pemberian obat-obatan gratis pada masyarakat kurang mampu di wilayah tempat tinggal kakek Alyss.


"Ckk, Dasar rubah tua sialan! Dia yang mau cari muka...


Aku juga yang kena." ucap Hazel yang baru saja di jemput dari sekolah dan langsung di suruh ikut melakukan penyuluhan pada masyarakat oleh Will.


Hazel sendiri masih berusia 12 tahun saat itu. Ia pun melihat ke sekeliling di tempat yang masih terlihat sangat asri tersebut.


"Tuan muda!


Tuan mau kemana?" tanya salah satu pengawal Hazel saat melihat Hazel berjalan memasuki hutan.


"Cuma mau jalan-jalan sebentar, ga lama juga kok!" ucap Hazel kesal karna merasa sangat di batasi.


"Baik tuan.


Tapi jangan masuk ke area hutan." ucap si pengawal tersebut.


"Iya!" jawab Hazel kesal.


Namun semakin dilarang semakin penasaran hal itulah yang membuat Hazel tetap memasuki hutan tersebut.


Mah, Ayah kok mukulin mamah terus? Ayah kok jahat sih sama mamah?


Ayah ga jahat sama mamah, Ayah sayang kok sama mamah.


Sayang tapi kok mukulin sih mah?


Iyah, Ayah sayang sama mamah...


Udah tidur gih kamu, udah malem jangan bicara terus....


Mah, nanti kalo Hazel sudah besar kita keluar dari sini yah mah...


Hazel bakal bawa mamah keluar dari sini...


Iyah, nanti kita keluar yah, mamah bakal sama Hazel terus...


Janji yah mah...


Iyah, Janji mamah ga akan ninggalin Hazel.


Hazel selalu mengingat ucapan ibunya, ibunya sudah meninggal satu tahun yang lalu karna kondisi nya yang terus memburuk setiap harinya.


"Cih, Mamah kok bisa sih nikah sama rubah sialan itu! Mamah juga bohong! Katanya ga bakal ninggalin aku! Tapi mamah..." ucap Hazel kesal, selama satu tahun kepergian ibunya ia seperti kehilangan dunia nya juga.


Tempat yang biasa dijadikan sandaran baginya tiba-tiba hilang begitu saja yang membuatnya begitu terpukul.


Buak! Buak!


Saat Hazel semakin memasuki hutan, ia pun mendengar suara gaduh, dan membuatnya mengikuti arah suara tersebut.


"Itu..." ucap Hazel lirih saat melihat ke arah pria yang sedang memasukan sesuatu ke karung besar.


Pria tersebut saat merasa ada yang melihat langsung berbalik melihat ke arah Hazel.


"Kau tersesat? Seperti nya kau bukan orang sini?" tanya pria tersebut ketika melihat seragam sekolah Hazel.


Hazel hanya diam dan tak menjawab pertanyaan pria tersebut, ia hanya melihat ke arah karung besar yang sedikit memiliki noda darah.


"Ohh ini?


Ini rusa besar, tadi aku baru saja berburu..." ucap pria tersebut dengan senyuman simpul di wajahnya.


"Rusa? Sepertinya di sini masih sangat asri...


Silahkan lanjutkan perburuan mu..." ucap Hazel dan langsung segera bergegas dari tempat itu karna ia mengetahui sesuatu yang janggal.


"Bukan itu bukan rusa! Itu manusia! Aku harus lapor-" Batin Hazel yang berniat melaporkan yang di lihat nya ke pihak berwajib namun...


BUAK!!!


Sebuah benda keras menghantam belakang kepalanya saat ini ingin pergi. Hazel pun memegang bagian kepalanya yang berdarah dan melihat ke belakang sekilas sebelum pandangan nya menjadi gelap.


"Sayang sekali...


Tapi yasudahlah aku bawa saja, dari pada dia malah menjadi bomerang." ucap pria tersebut yang tak lain adalah Aegyt ketika melihat Hazel yang sudah pingsan karna ia memukul bagaian belakang kepala Hazel dengan batu.


...****************...


Okey mereka udah mulai ketemu ini yah Hazel sama Alyss kecil nya.


Dan itu uda othor kasih sedikit gambaran kecil kenapa si Hazel walaupun cinta tetep suka mukulin atau ngehukum Alyss, selain dari dia memang uda ada sifat "Psycho" dia juga uda tersugesti dari kecil tanpa sadar karna sering liat orang tua nya yang kayak gitu.


Setiap dia tanya sama mamah nya mamah nya malah bilang "Sayang" karna ga mau si anak khawatir dan ngebuat pola pikir anak berubah tanpa dia sadari dan tanpa si anak ini sadari yah...


Jadi lingkungan Hazel sama Alyss yang ngebentuk pribadi mereka yah....


Si Hazel yang selalu ngelihat hubungan toxic orang tuanya dan si Alyss yang selalu berusaha untuk dapet perhatian orang tuanya yang selalu sibuk kerja dan menganggap kalo mereka itu bisa buat putrinya bahagia dengan uang dan barang atau mainan yang mereka berikan ke Alyss.


Nanti juga othor gambarin keadaan mereka pasca trauma gimana...


Jadi mungkin tentang masa lalu mereka bakal makan beberapa bab yah (Ga sampe banyak kali kok), biar bisa tau penggambaran yang mendetil tentang psikis anak yang perlahan mulai rusak atau hancur dan gimana bisa si Alyss tetep bisa normal dan si Hazel engga wkwk😅


Jangan lupa like, komen, rate 5, fav, vote dan dukung othor yah❤️❤️


Happy reading❤️❤️❤️