
Alyss yang sejak tadi malam tak dapat tidur dengan tenang karna terlalu semangat untuk segera keluar dari penjara mewah yang terus mengurung nya.
Ia terbangun sangat pagi, Alyss masih melihat Hazel yang terlelap dalam tidurnya. Dengan pelan Alyss menggeser tubuh nya agar dapat segera bangkit.
"Untung saja semalam aku yang memeluk nya, jadi aku hari bisa segera bangun." ucap Alyss lirih yang merasa senang ketika berhasil bangun lebih dulu dan Hazel yang tak dapat menahan nya.
Alyss pun segera bangun dan membersihkan dirinya. Hazel yang merasa pelukannya kosong pun akhirnya mulai terbangun, tangan nya berusaha mencari dan menggapai tubuh Alyss diatas ranjang empuk yang rata itu.
"Mana dia?" Ucap Hazel dalam hati yang masih setengah tidur.
Hazel pun akhirnya membuka matanya karna tak dapat menemukan Alyss. Ia pun berusaha membuka matanya yang seperti diberi lem itu, dan memutar kepalanya melihat ke sekeliling kamar nya.
Akhirnya mata nya terkunci pada pintu di sudut kamar nya, ketika telinga nya mendengar suara air yang menyala.
"Ya ampun masih jam berapa ini? Semangat sekali dia." ucap Hazel yang kemudian memejamkan matanya lagi.
Semenjak Hazel memberitau Alyss bahwa ia harus tidur di kamar nya, Hazel sudah memindahkan seluruh barang dan perlengkapan Alyss ke kamar nya.
Alyss pun sudah selesai mandi, dan keluar dengan mantel mandinya. Ia segera menuju ruang ganti yang berada di kamar Hazel.
"Pakai yang mana yah? Duh rasanya seperti pertama kali masuk kerja lagi hihi." ucap Alyss riang sembari memilah-milah pakaian yang ingin di kenakannya.
Alyss akhirnya memilih pakaian berwarna biru muda dengan lengan tertutup dan beberapa senti diatas lutut.
Setelah Alyss selesai ia pun langsung keluar dan menarik tangan Hazel agar segera bangun.
"Hazel! Bangun....
Ayo siap-siap...
Ayo bangun... Bangun! Bangun!" ucap sembari menggoyang kan tubuh Hazel dan menarik tangannya.
Sebenarnya Hazel bisa mendengar suara Alyss, namun karna ia masih merasa kantuk ia berusaha mengabaikan Alyss yang terus mengusik tidurnya.
"Haduh...
Jam berapa ini? Kenapa berisik sekali." ucap Hazel dalam hati. Sebenarnya Alyss memang terlalu pagi membangun kan Hazel, matahari bahkan masih belum mengeluarkan sinar nya dengan sempurna.
Akhirnya karna kesal Hazel pun bangun dan langsung duduk.
"Sudah! Aku sudah bangun kan?! Kau buat saja sarapan dulu!" ucap Hazel kesal. Ia sudah bangun dan duduk namun matanya masih tetap terpejam.
Melihat Hazel yang sudah terbangun membuat senyum di wajah Alyss mengembang.
"Okey, aku buat sarapan dulu." jawab Alyss riang.
Alyss pun segera turun dan menyiapkan sarapan untuknya dan Hazel. Ketika Hazel mendengar suara pintu kamar nya yang tertutup menandakan Alyss sudah keluar, ia pun langsung merebahkan tubuh nya lagi ke atas ranjang empuk nya.
"Jika saja aku tak mencintainya, sudah ku potong lidahnya!" decak Hazel kesal karna Alyss mengusik tidurnya.
Namun Hazel juga tak dapat untuk tidur lagi, ia takut Alyss akan menunggunya terlalu lama dibawah.
Akhirnya Hazel pun bangun dan segera bersiap, setelah ia selesai ia turun dan melihat Alyss dari jauh yang tengah menyiapkan masakan, wajah Alyss sangat senang dan berseri-seri.
Hazel tertawa kecil melihat sikap senang Alyss yang seperti anak kecil.
"Kau? Kau memotong rambut mu?" ucap Hazel ketika sudah melihat Alyss lebih dekat.
"Rambut? Tidak aku tak memotong nya."
"Lalu ini?" ucap Hazel sembari memegang poni di kepala Alyss.
"Oh.. ini aku hanya menatanya, jadi sedikit di bengkokkan ke depan. Cantik kan?" ucap Alyss tersenyum tanpa sadar pada Hazel.
Deg...
"Kenapa dia sekali lagi mirip dengan gadis itu? Sial !!!" ucap Hazel ketika melihat sikap Alyss yang sedikit mirip dengan anak perempuan yang ia kenal dulu.
Melihat Hazel yang hanya diam menatap nya, Alyss pun menyuruh Hazel untuk duduk lebih dulu dan dia segera mengantar makanan tersebut ke atas meja.
"Sepertinya suasana hati mu senang sekali." ucap Hazel di tengah sarapannya.
"Tentu saja! Bahkan sekarang jantung ku berdebar seperti awal masuk bekerja dulu." ucap Alyss tersenyum pada Hazel.
"Aku lebih suka kau yang seperti dari pada sebelum nya." ucap Hazel.
"Memang sebelumnya bagaimana?" tanya Alyss yang mulai berpikir bagaimana sikap nya yang lalu.
"Sangat pendiam, dan terlalu bersikap hati-hati." jawab Hazel sembari mengangkat bahu nya ke atas.
"Karna kau membuat ku takut." ucap Alyss tiba-tiba.
"Sekarang kau tak takut lagi dengan ku?" tanya Hazel ketika mendengar ucapan Alyss
"Sekarang kau membuat ku senang." ucap Alyss tersenyum manis sembari memasukkan makanan ke mulutnya.
Hazel hanya tertawa kecil melihat sikap Alyss pada nya.
Skip time..
Di Mobil...
"Kau belum memberi ku ciuman pagi ini?" ucap Hazel tiba-tiba Alyss.
"Kan sudah ku duga! Kenapa aku harus semobil dengan nya." ucap Alyss dalam hati.
Sebelumnya Alyss meminta agar membiarkannya pergi sendiri, namun Hazel memaksanya untuk pergi bersama.
"Ehmm...
Ki-kita kan sedang di mobil, la-lagi pula kan ada pak supir." ucap Alyss lirih.
"Dia tak akan berani mengatakan apapun. Anggap saja dia tak ada." ucap Hazel yang makin mendekatkan duduknya pada Alyss dan membuat Alyss terpojok hingga ke sudut mobil.
"Apa kau ingin melakukan hal lain?" ucap Hazel dengan nada menggoda Alyss dan ibu jari tangan nya yang mengusap-usap bibir tipis Alyss.
"Ti-tidak!" jawab Alyss gugup.
Hazel pun makin tersenyum dan semakin mendekati Alyss. dan....
Cup..
Hazel hanya membalas tatapan Alyss dengan senyuman yang tersungging di ujung bibirnya.
Alyss semakin bingung dengan sikap Hazel padanya, Hazel terkadang sangat kasar dan juga sangat lembut, ia bisa tiba-tiba merubah mood nya hanya dalam beberapa detik saja.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di RS.
"Sepertinya kita datang terlalu pagi." ucap Alyss sembari melangkah keluar dari mobil.
"Tentu saja! Kau yang sangat ingin datang pagi." ucap Hazel pada Alyss.
Alyss pun segera masuk ke RS lebih dulu. Langkah nya sangat ringan saat berjalan. Hazel sebelumnya telah menjelaskan posisi dan bagian mana untuk Alyss yang telah diatur nya saat masuk lagi ke JBS. Bahkan alasannya yang menghilang tiba-tiba pun sudah di siapkan oleh Hazel, sehingga tak akan ada yang mempermasalahkan Alyss ketika ia masuk lagi.
Hazel hanya tersenyum melihat Alyss yang berlalu masuk ke RS.
.....
"Ya ampun jantung ku berdebar lagi." ucap Alyss di depan pintu ruangan departemen Bedah umum.
Alyss pun mengarahkan tangannya ke gagang pintu dan segera masuk.
......................
Bandara Internasional XX.
"Akhirnya aku sampai." ucap seorang wanita.
Beberapa pria berjas hitam yang langsung menyambut wanita itu ketika keluar dari bandara.
"Silahkan nona." ucap salah satu pria tersebut sembari membuka kan pintu mobil.
"Ke JBS Hospital." ucap wanita tersebut singkat.
Setelah sampai wanita itu langsung masuk dan menuju ke Ruangan Presdir.
"Eh? Bukankah itu Vionly?" ucap Rian ketika melihat seorang wanita yang tak lain adalah Vionly Renner.
"Tunggu nona! Anda tak dapat masuk ke ruangan Presdir sesuka anda." cegat Rian ketika melihat Vion yang ingin seenaknya masuk ke ruangan Hazel.
"Berani sekali orang hina sepertimu memerintahkan ku? Aku tunangan nya, jadi jangan membuat ku kesal." ucap Vion merendahkan Rian.
Tak lama Hazel pun keluar dari ruangan nya. Melihat Hazel yang keluar membuat Vion segera ingin menghamburkan pelukannya ke Hazel.
Sontak Hazel langsung refleks menghindar melihat Vion yang mendekati nya secara agresif. Vion bahkan hampir terjatuh karna itu.
"Kak....
Kok gitu sih?" ucap Vion dengan nada manja dan bibir cemberut.
Hazel hanya menatap jijik Vion yang bersikap seperti itu dengan nya.
"Aku terkejut." jawab Hazel singkat.
"Kenapa tak menjemputku?" tanya Vion dengan suara manja.
"Sibuk." jawab Hazel malas.
"Sesibuk itu?" tanya nya lagi dengan nada yang di buat lemah.
"Ya." jawab Hazel malas.
"Sekarang aku harus mempersingkat waktu, dan memanfaatkan nya secepat mungkin, dia benar-benar membuatku ingin muntah." ucap Hazel dalam hati.
Hazel kemudian tersenyum palsu dan mengajak Vion ke ruangannya.
"Aku punya hadiah untuk mu. Aku harap kau selalu memakai ini ke mana pun dan jangan melepasnya. Okey?" ucap Hazel yang memberikan sebuah kotak kado kecil pada Vion.
"Wahh...
Cantik sekali jam nya." ucap nya berbinar ketika menerima hadiah jam tangan yang begitu cantik dari Hazel.
Hati nya pun makin berbunga-bunga menerima hadiah tersebut. Hazel hanya tersenyum sinis melihat Vion.
"Tentu saja." ucap Hazel dengan senyum palsu nya.
"Sekarang, pulang dan beristirahat lah." ucap Hazel pada Vion.
"Tapi aku masih ingin bersama mu." ucap Vion dengan manja.
"Jangan membuatku berkata dua kali." ucap Hazel dengan penuh penekanan.
"Yasudah lah." jawab Vion lesu pada Hazel.
Vion pun segera melangkahkan kaki nya keluar dan kembali ke kediaman Renner.
"Sekarang akan ku lihat, kau berguna atau tidak." ucap Hazel ketika melihat Vion yang sudah keluar dari ruangannya.
Jam tangan yang di berikan Hazel, bukanlah jam tangan biasa, jam tersebut telah di pasang penyadap yang dapat mendengar isi pembicaraan dan memiliki kamera yang dapat merekam.
Jadi Hazel dapat mengetahui segala pergerakan dari Logan Renner.
"Permainan dimulai." ucap Hazel tersenyum psycho.
...****************...
**Haii Jangan lupa, Like, Komen, vote, Rate 5 nya, dan favorit yah hihi.🤗🤗
Happy Reading semua🥰🥰🥰**
Alysscalla Zalea.
**Hazel Rai.
Buat visual Vionly Renner ga Author masukin yah, soalnya dia cuma mampir bentar hihi😅🙃**
Oh iya maaf yah kalo Author kadang ga bisa balas komen kalian satu" lagi🤗🤗🤗, Tapi kalo senggang bakal Author balas semua kok hihiðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤—🤗