(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Season 2 : 30 years old



Apart Sky Blue


"Zayn!!!!" teriak Louise menggema di apart mewah tersebut.


"Ih! Berisik Louise!" jawab Zayn pada gadis cantik itu saat ia mendatangi sumber suara gadis yang sangat ia kenal.


Greb...


"Kangen...." jawab Louise sembari memeluk pria tampan itu.


Blush...


Zayn terdiam sesaat ketika gadis cantik itu memeluk nya dengan erat.


"A-aku gak kemana-kemana kok..." ucap Zayn gugup saat gadis itu memeluk nya erat.


Louise yang memeluk teman nya itu semakin mengencangkan pelukan nya, sudah berbulan-bulan ia tak bermain dengan sahabat tampan itu karna persiapan pameran lukis nya.


"Tapi kan sibuk...


Jadi gak bisa ku sibukin..." jawab Louise sembari mengandahkan wajah nya melihat teman nya.


Zayn yang melihat hal itu pun semakin gemas, mata nya tertuju pada bibir merah muda gadis cantik itu. Ciuman yang ia lakukan memutar kembali di kepala nya.


Melihat teman nya yang diam membuat Louise mencubit hidung mancung pria itu.


"Hayo...


Melamun apa tadi?" ucap Louise sembari menarik hidung mancung pria tampan itu.


"Apa sih? Aku gak melamun!" sanggah Zayn sembari melepaskan tangan gadis yang sedang mencubit hidung nya.


Louise pun hanya tertawa melihat teman nya yang terlihat kesal.


"Zayn...


Masakin sup abalone..." ucap Louise pada pria tampan itu.


"Harus nya tuh yang masak yah kau...


Nanti kan kalau nikah bisa masakin untuk suami..." jawab Zayn pada gadis itu namun tetap memasakkan makanan yang di minta gadis itu.


"Yaudah deh nanti aku nikah nya dengan mu saja, biar kau yang masak terus..." jawab Louise enteng sembari mendekati pria yang sedang membuat masakan untuk nya.


Zayn yang sedang membuat kaldu untuk sup nya terdiam sejenak mendengar ucapan ringan teman nya, mungkin bagi Louise ini hanya ucapan biasa namun tidak bagi pria tampan itu.


"Kau tau apa yang kau katakan?" tanya Zayn pada gadis itu dengan nada yang serius.


"Kenapa jadi begitu sih nada bicaranya?" jawab Louise yang menyadari gaya bicara teman nya berubah.


"Jangan bicara semudah itu tentang pernikahan..." ucap Zayn yang mulai tersadar saat ucapan teman nya hanya sekedar ucapan ringan saja.


"Kenapa? Oh iya kau punya gadis yang di sukai yah...


Siapa sih? Penasaran..." balas Louise yang mulai bersemangat sembari memegang tangan pria tampan itu yang sedang memasak untuk nya.


"Penasaran sekali sih? Cemburu?" goda Zayn pada gadis cantik itu.


"Iyalah!" jawab Louise dengan cepat


Sudut bibir pria itu terangkat saat mendengar jawaban teman nya. Ia pun mengalihkan pandangan nya pada gadis itu dan menangkup pipi Louise dengan gemas hingga membuat bibir nya membentuk seperti bibir ikan.


"Zaynff...


Msafann mu ituf lihaftt...


(Masakan mu itu lihat) " ucap Louise yang tak jelas karna pria tampan itu menangkup pipi nya.


"Mau dengar suatu kebohongan?" tanya Zayn pada gadis cantik saat ia melepaskan tangan nya.


"Siapa sih yang mau dengar orang bohong?" tanya Louise sembari mengelus pipi nya.


"The girl I love is not you..." ucap Zayn tiba-tiba saat melihat lekat iris gadis itu.


Louise menatap bingung pria di depan nya. Sedangkan Zayn hanya melihat nya dengan senyuman lembut nya.


Kebohongan jika ia mengatakan tidak mencintai gadis cantik di depan nya, namun Louise yang bingung dengan ucapan teman nya tak bisa menangkap maksud pria itu.


The girl I love is not you


Jika itu kebohongan bukankah berarti gadis yang di sukai teman nya adalah diri nya? Namun Louise hanya memandang bingung.


"Iya tau! Sana cari yang kau sukai! Tak usah buat masakan untuk ku lagi!" jawab Louise pada teman nya.


"Marah?" tanya Zayn setengah tertawa menggoda gadis nakal itu.


"Gak tau!" jawab Louise yang entah mengapa tak suka saat teman nya memiliki wanita yang di sukai.


Zayn hanya tersenyum dan kembali memasak untuk teman nya. Sedangkan gadis itu duduk di meja menunggu masakan teman nya dengan wajah ketus nya.


"Ini udah selesai..." ucap Zayn sembari memberikan mangkuk berisi sup untuk gadis itu.


"Gak mau! Masakin aja untuk yang kau suka!" jawab Louise ketus.


"Yaudah, ku buang nih..." ancam Zayn sembari menarik mangkuk tersebut.


Louise pun melirik sekilas, dari aroma tentu saja masakan tersebut sangat menggangu indra penciuman, karna tak bisa di pungkiri jika di antara dirinya, sang kakak, dan teman nya. Hanya Zayn yang bisa memasak diantara mereka.


Sedangkan dirinya dan sang kakak? Sama-sama hanya menghancurkan dapur untuk masakan aneh mereka.


"Yaudah deh sini! Kata Mamah tuh gak boleh buang makanan!" ucap Louise beralasan sembari menarik mangkuk tersebut.


Zayn hanya tersenyum melihat gadis itu.


"Louise..." panggil Zayn saat melihat teman nya makan.


"Apa? Kalau mau masak lagi, jangan minta!" ucap Louise pada teman nya tanpa merasa canggung atau malu.


"Astaga...


Engga lah!" jawab Zayn pada gadis itu.


"Tadi kau mengajak ku menikah, memang nya kau mau menikah dengan ku?" tanya Zayn saat gadis itu tengah menyantap makanan buatan nya.


"Mau, kalau kita nanti sudah berumur 30 tahun terus sama-sama belum punya pasangan, nikah aja yuk!" ajak Louise sesaat ketika ia selesai mengunyah dan menelan masakan nya.


Gadis itu menatap teman nya dengan tatapan mata yang berbinar milik nya. Sedangkan Zayn hanya terpaku melihat nya.


"Berarti aku harus 30 juga?" tanya Zayn lagi pada gadis itu.


"Eh? Berarti aku udah 31 yah?" jawab Louise pada pria di hadapan nya.


Itu juga kalau diantara kita belum ada yang menikah." sambung Louise dengan santai.


"Memang nya kau menyukai ku?" tanya Zayn lagi.


"Suka? Kalau di tanya suka yah suka sih...


Gak ada alasan buat gak suka juga, wajah mu tampan, perhatian, bentuk tubuh yah gak usah di bilang lagi...


Terus finansial juga mendukung, gak ada kurang nya..." jawab Louise terus terang.


"Yasudah, kalau saat kita berumur 30 tahun dan belum menemukan pasangan kita menikah..." jawab Zayn pada gadis itu dengan senyuman lembut nya.


Louise terdiam dan kemudian teringat lagi dengan ucapan teman nya yang sebelum nya.


"Tapi kan kau punya gadis yang disuka! Gak jadi deh!" jawab Louise kesal.


"Tapi aku lebih menyukai mu." jawab Zayn dengan senyuman di wajah nya.


Setelah melihat gadis itu terbesit pikiran nya tentang pria yang ia temui saat di konser gadis itu, Zayn tau jika Louise tak pernah tahan berpacaran dengan pria lebih dari 3 bulan lama nya.


"Louise...


Kau masih pacaran dengan pria yang datang ke konser mu?" tanya Zayn pada gadis itu saat sudah menyelesaikan makan nya.


"Pria yang datang ke konser ku?" jawab Louise sembari memutar bola mata nya ke atas mengingat waktu yang sudah lampau itu.


"James? Maksud mu?" sambung nya lagi saat ia sudah ingat.


"Hm...


Aku tak tau namanya, kau masih pacaran dengan nya?" tanya Zayn lagi.


"Masih." jawab Louise singkat.


Deg...


Pria tampan itu terkejut karna gadis di hadapan nya bisa berpacaran dengan pria yang sama dengan waktu yang cukup lama.


"Tumben? Biasanya cepat selesai?" tanya Zayn setelah mengatur ekspresi nya.


"Iyah juga...


Kenapa yah?" jawab Louise yang juga bingung karna masih merasa nyaman pada pria yang hampir membuat nyawa nya melayang berkali-kali.


"Karna wajah nya tampan mungkin?" jawab Louise asal.


"Semua mantan mu wajah nya tampan, Louise!" jawab Zayn pada gadis itu.


"Iya juga yah?" jawab Louise terkekeh tanpa sadar saat mendengar ucapan teman nya.


......................


Lokasi pembangunan Resort.


Louis melihat beberapa kali pada gadis yang berada di sebelah nya.


Sepasang mata yang terus tertuju ke arah nya tentunya membuat Clara merasa tak nyaman, ia berulang kali menurunkan rok nya dan menarik blouse yang ia gunakan.


"Rok mu tak bisa di turunkan lagi..." ucap Louis yang menyadari jika gadis itu tak nyaman dengan tatapan nya.


"Bisakah presdir tak melihat saya terus?" tanya Clara dengan risih.


"Tidak! Aku mau melihat mu!" jawab Louis tak menghiraukan jika gadis itu nyaman atau tidak.


Clara tersentak ketika mendengar nada tinggi pria di hadapan nya. Sedangkan Louis yang terus melihat ke arah gadis itu.


Ia merindukan segala nya dari gadis manis itu, aroma, bibir dan tubuh gadis itu. Antara cinta yang beradu dan berbalut dengan nafsu membuat nya sangat sulit mengontrol dirinya.


Semakin ia menyukai gadis itu semakin pula ia ingin menyentuhnya lebih dalam. Louis pun melepaskan jas nya dan membuat gadis itu memundur dengan sendiri nya.


Rasa takut yang membekas di dirinya selalu memberinya aba-aba untuk pergi menjauh dari pria itu.


Set....


"Cuaca nya semakin dingin..." ucap pria itu sembari memberikan jas nya ke sekretaris manis nya


Sedangkan Clara yang sudah melihat nya dengan pasi karna takut akan apa yang di lakukan pria itu.


"Kenapa melihat ku begitu? Kau mau sesuatu yang lebih?" tanya Louis dengan tersenyum simpul dan menarik pinggang gadis itu ke dalam pelukan nya.


"Lepas! Kita di luar! Anda sudah gila?!" ucap Clara sembari berusaha melepaskan tangan yang memeluk pinggang ramping nya hingga membuat pria itu memeluk tubuh nya dengan erat.


"Karna kita di luar kau tak perlu takut kan?" tanya Louis pada gadis yang terus memberontak ingin lepas dari pelukan nya.


"Dan...


Bisakah jangan bicara ataupun bergerak?" sambung pria itu sembari menatap dan memperhatikan wajah gadis yang dapat ia lihat dari dekat tersebut.


"Lep-"


Hummphh...


Mata gadis itu terbelalak seketika saat atasan nya mencuri ciuman nya lagi, tangan nya berusaha mendorong keras dada bidang pria yang sedang mencium dan mel*mat bibir nya dengan agresif.


Setiap kali ia semakin memberontak maka pria itu akan semakin menekan tengkuk nya dan semakin memeluk pinggang nya membuat ciuman pria itu semakin dalam.


Nafas nya terasa ingin habis dan membuat pukulan nya melemah, Louis pun mulai merubah ciuman menjadi lebih lembut pada gadis itu.


Hah...hah...hah...


Clara membuang nafas nya dengan terengah-engah saat pria tampan itu melepaskan ciuman dalam nya.


"Sudah ku bilang jangan bicara dan bergerak kan?" bisik Louis pada gadis itu dan melepaskan pelukan yang menahan di pinggang gadis itu dengan perlahan.


"Clara?" panggil seorang pria yang sangat di kenal gadis manis itu.


Mata Clara membulat sempurna begitu mendengar suara pria yang memanggil nya.


Reno? Dia disini?


Sedangkan Louis yang melihat ke arah pria yang masih menjadi kekasih gadis itu hanya tersenyum simpul.


...****************...


Besok othor usahain dobble up yah sekalian up yang novel sebelah...


Tadi lagi sibuk banget ewkwkwk👌👌👌


Happy Reading♥️♥️♥️♥️