(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
switching positions



"Hazel? Hazel?" panggil Alyss saat ia merasa Hazel yang semakin jatuh dan mulai kehilangan kesadaran perlahan.


"Ha-Hazel..." panggil Alyss lirih saat ia merasa tangan Hazel sudah tak mengelus punggung nya lagi.


Ia pun berusaha mendorong pelukan Hazel dan benar saja Hazel sudah kehilangan kesadaran. Alyss panik, walaupun ia seorang dokter namun di saat seperti ini rasa panik nya membuat nya tak dapat berpikir jernih.


"Patah tulang, pendarahan abdomen...


A-aku harus..." ucap Alyss panik dan semakin menjatuhkan bulir bening nya saat ia memeriksa sekilas keadaan Hazel.


Tak lama kemudian sorot lampu mobil pun mulai mendatanginya, ada beberapa mobil yang datang dan mendekat padanya.


"Cepat bantu mereka!" ucap seorang pria.


Pandangan Alyss masih tak begitu jelas melihat siapa yang datang karna pria tersebut membelakangi cahaya.


"Rian?" ucap Alyss lirih saat melihat Rian datang dan mendekat padanya.


"Dia mengalami banyak perdarahan, dan sepertinya..." ucap Alyss panik pada Rian saat Rian mendekat.


"Baik kami akan mengurusnya. Tenangkan diri anda..." ucap Rian pada Alyss.


Rian pun segera berusaha menangani kecelakaan tersebut, untung nya ia juga membawa beberapa tenaga medis untuk ikut dengan nya.


Pandangan Alyss semakin mengabur, kepalanya terasa sakit dan berdenging hingga...


"Dr. Alyss?" suara yang ia dengar sesaat sebelum pandangan nya semakin gelap.


Alyss kehilangan kesadaran nya juga beberapa saat setelah Rian datang.


......................


Seminggu kemudian.


Alyss mulai terbangun, ia baru sadar setelah ia pingsan selama satu minggu. ia hapal betul langit-langit ruangan tempat ia berada, yah itu adalah langit-langit ruang perawatan nya saat ia hampir mati berulang kali.


Mengetahui Alyss yang sudah tersadar atas kabar dokter, Rian pun segara mengunjungi Alyss.


"Anda sudah sadar?" tanya Rian saat ia sudah bergegas menemui Alyss.


"Hm...


Dimana Hazel?" tanya Alyss pada Rian.


"Dia masih belum sadar...


Tapi dia memiliki tubuh yang lebih kuat jadi dia pasti akan sadar." jawab Rian.


"Kaki ku sakit, sulit di gerakkan..." ucap Alyss lagi.


"Kaki anda mengalami fraktur, mungkin butuh beberapa hari atau bulan hingga anda bisa berjalan normal..." jawab salah satu dokter yang merawat Alyss.


"Satu minggu...


Aku ingin berjalan selama satu minggu kemudian, kalian bagian ortopedi kan? Aku tak peduli cara apa yang di gunakan, yang jelas aku harus berjalan satu minggu kedepan, dan jika kalian tak bisa akan ku patahkan kaki kalian juga!" ucap Alyss penuh penekanan hingga membuat seluruh dokter terkejut tak terkecuali Rian.


"Aku mau menemui Hazel...


Dan pindahkan dia keruangan yang sama dengan ku nanti." ucap Alyss pada Rian.


Rian pun segera membawa Alyss untuk menemui Hazel, Alyss pun melihat kondisi Hazel dengan beberapa alat monitor di tubuhnya dan banyak luka yang menyelimuti tubuhnya.


"Aku mau lihat datanya." ucap Alyss lagi.


Rian pun segera memberi data rekam medis Hazel dan kemajuan nya selama satu minggu terakhir.


"Dia sungguh manusia? Bukan robot?" tanya Alyss dengan membulatkan mata nya sepenuhnya.


Hazel menderita patah tulang hampir di seluruh tubuhnya dan menderita banyak perdarahan, namun ia bisa bertahan dan kondisi nya yang mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.


"Dia memiliki fisik yang lebih kuat di bandingkan pria yang lain nya, dan mau ku beritau sesuatu? Dia pernah menjadi tentara selama satu tahun saat dia tak lulus kedokteran." ucap Rian pada Alyss.


"Tentara?" tanya Alyss terkejut.


"Iya, tapi setelah setahun ayah nya memanggil nya lagi untuk meneruskan JBS farmasi, tetapi dia menolak dan memilih membeli JBS hospital yang hampir bangkrut dan membangun nya lagi, hingga berkembang seperti sekarang..." jawab Sean.


Alyss hanya tau jika Hazel pernah mencoba jurusan kedokteran karna Hazel menceritakan nya saat mereka di villa Hazel dulu, namun tak pernah tau bagaimana setelahnya dan cara Hazel membangun JBS Hospital hingga mendapat predikat rumah sakit terbaik.


"Dan masalah yang harus di urus sekarang adalah kursi presdir..." ucap Rian lirih pada Alyss.


"Maksud nya?" tanya Alyss bingung.


"Posisi presdir saat ini kosong karna Hazel sendiri eh maksud nya karna presdir Hazel sedang tak sadar, dan anda juga sedang tak sadar. Membuat beberapa pemegang saham menjadi ricuh dan yang ingin menjatuhkan Presdir semakin menonjolkan dirinya." terang Rian.


"Kau teman Hazel kan? Tak perlu terlalu formal, bicara seperti biasa saja padaku." ucap Alyss.


"Baik..." jawab Rian.


"Kau sudah menemukan dalang dari kecelakaan kami?" tanya Alyss pada Rian.


"Sudah, kami sudah menemukan supir truk yang menabrak kalian, serta yang menyabotase mobil yang kalian tumpangi ke hotel." jawab Rian.


"Dimana mereka?" tanya Alyss lagi.


"Di ruang visi." Rian pun segera mendorong kursi roda Alyss lagi menuju ruang visi dan menjelaskan tentang ruang tersebut serta orang-orang di dalam nya.


Alyss baru menyadari jika pekerjaan Hazel tak semudah yang ia bayangkan, padahal ia belum melihat semuanya.


"Kalian menyiksa mereka?" tanya Alyss mengernyitkan dahi nya melihat 6 orang pria yang di rantai dan dalam kondisi babak belur.


"Kami perlu mengetahui dalang sebenarnya, namun mereka tak mengatakan apapun." jawab Rian ragu dan takut jika Alyss marah.


"Hanya seperti itu penyiksaan nya? Dia hampir membunuhku dan suami ku sekaligus..." tanya Alyss sembari menatap Rian.


Rian tersentak beberapa saat, ia melihat Alyss saat ini mirip dengan Hazel, bukan mirip namun memiliki aura yang sama.


"Potong jari mereka satu-satu, dan jika masih tak mengaku potong kaki dan tangan nya, jika masih mau mengatakan apapun buat mereka mati dengan keadaan yang terjepit dan bakar mayat nya." perintah Alyss pada orang-orang di ruang Visi dan juga Rian.


"Wah...


Kalau begini kau mirip dengan nya..." ucap Rian lirih menatap Alyss.


"Apa?" tanya Alyss ketus.


"Sekarang masalah yang harus hadapi selanjutnya, kau harus menggantikan posisi Hazel untuk sementara hingga ia sadar." ucap Rian pada Alyss yang sudah tak menggunakan kata formal lagi.


"Maksud mu, mengambil alih posisi nya?" tanya Alyss memastikan.


"Benar sekali, dengan begitu para petinggi yang tak menginginkan kehadiran Hazel akan merasa rencana mereka gagal." ucap Rian.


"Kalau aku tak mau?" tanya Alyss lagi.


"Kemungkinan mereka akan memanfaatkan situasi dan menyingkirkan Hazel dari posisi presdir atau mendepak Hazel dari perusahaan nya sendiri, walaupun Hazel akan tetap memiliki saham nya namun dia hanya akan menjadi pemegang saham dan tak memiliki otoritas pada JBS lagi." terang Rian.


Alyss memejamkan matanya sesaat, ia tak mungkin membiarkan orang lain mengambil hasil kerja keras suaminya begitu saja.


"Dan jika aku menggantikan posisinya bukankah yang lain juga tak akan menerima? Aku tak memilki pengalaman apapun dan basic ku adalah seorang dokter." tanya Alyss.


Alyss pun memijat pelipis sesaat, baru saja ia bangun namun sudah memilki begitu banyak hal yang harus di urus. Ia bahkan akan belajar hal yang sebelum nya tak ingin dengar tentang saham, ataupun hal lain yang bukan basic nya sama sekali.


"Baik, aku akan mempelajari nya selama satu minggu dan setelah itu aku akan menggantikan posisi Hazel sementara." jawab Alyss, ia juga menghitung hari saat ia sudah bisa berjalan normal agar tak menambah masalah jika para pemegang saham yang ingin menghancurkan suaminya melihat nya dalam kondisi cacat.


Selama satu minggu Alyss berusaha sebaik mungkin melatih kaki nya dan juga belajar tentang dasar perusahaan agar ia bisa menjalankan manajemen dari JBS grup.


Rian juga memberikan beberapa dokumen dan data rahasia tentang para direktur dan petinggi lainnya yang di kumpulkan Hazel bersama dengan orang-orang di ruang visi dulu.


......................


8 Hari kemudian.


Alyss sudah mulai menunjukkan diri nya sebagian pengganti dari Hazel yaitu presdir JBS sementara.


Alyss pun menarik nafas nya sesaat sebelum memasuki ruang rapat.


"Kalian setuju jika presdir kita seorang dokter?!" ucap salah satu direktur yang ingin menjatuhkan Hazel.


"Benar juga, apa yang di ketahui oleh seorang dokter tentang perusahaan?" sambung direktur lain, dan semakin mendapat respon dari direktur yang lain.


Alyss yang berdiri di depan pintu pun dapat mendengar semua perkataan para direktur dan petinggi JBS yang menentang kedudukan mengganti kan Hazel.


Rian yang melihat hal itu menarik nafas dan khawatir jika Alyss tak bisa menghadapi para petinggi tersebut. Ia pun mulai membukakan pintu untuk Alyss.


Alyss pun masuk dan seketika membuat para petinggi tersebut terdiam. Alyss tak menunjukkan ekspresi apapun ia menunjukkan wajah dingin dan datar nya menatap para direktur dan petinggi JBS satu persatu. Sedetik kemudian Alyss langsung menyunggingkan senyuman nya.


"Kudengar kalian tak suka jika aku menggantikan posisi presdir kan?" tanya Alyss tersenyum dan semakin membuat para petinggi heran.


"Bukan nya kami tak setuju, hanya saja anda tak memilki pengalaman sama sekali dan sebelumnya bekerja sebagai dokter..." jawab salah satu direktur yang menolak Alyss sebelumnya.


"Ckk, dasar bermuka dua!" batin Alyss melihat direktur tersebut namun tetap menunjukkan senyum nya, senyuman yang sama sekali tak menunjukkan keramahan.


"Yang tak setuju tentang pergantian ku angkat tangan kalian." ucap Alyss dan mulai menduduki kursi presdir, ia mengambil pensil yang terletak diatas meja dan memainkan nya.


Beberapa presdir yang menolak otoritas Alyss pun ketika mendengar hal tersebut langsung mengangkat tangan nya.


Alyss melirik sekilas dan kemudian tertawa sinis.


"Kalau begitu kalian di pecat! Kalian bisa keluar sekarang juga." ucap Alyss santai dengan senyuman nya di wajah nya dan tetap memainkan pensilnya.


Sontak para direktur yang mendengar ucapan Alyss pun seketika menjadi ricuh. Rian pun mulai gusar melihat hal itu, ia semakin tak tau apa yang di pikirkan Alyss karna tak bisa membaca ekspresi Alyss yang terus tersenyum.


"Kau tak bisa semena-mena seperti itu! Presdir Hazel bahkan tak pernah seperti itu!" ucap direktur yang tak terima dengan ucapan Alyss.


"Apa aku adalah presdir Hazel? Aku bukan dia jadi jangan samakan aku dengan orang lain! Lagi pula jika kalian di lengserkan aku dapat mengganti dengan orang lain yang memiliki kesetiaan pada JBS dan pada ku atau suami ku. Saham kalian juga tak langsung hilang kan? Kalian tetap bisa memberi makan keluarga kalian, lalu kenapa takut?" ucap Alyss tersenyum.


"Tetap saja! Kau tetap tak bisa semena-mena disini!" ucap direktur yang tetap kukuh tak ingin Alyss menggantikan posisi Hazel.


Alyss yang semula tetap tersenyum langsung mengganti wajah nya dengan wajah serius.


"Tunjukkan rasa hormat mu, kau orang berpendidikan, bukan? Dan lagi kenapa aku tak bisa? Aku memiliki saham dan istri sah dari Presdir Hazel Rai, selain itu aku juga memiliki hak yang kuat untuk menggantikan nya.


Kau merasa diri mu pantas? Pulang dan bercerminlah sesuka mu untuk menilai diri mu sendiri! Lagi pula bukan kah ini namanya kudeta dalam perusahaan suami ku? Kau ingin posisi ini? Jika kau menginginkan nya itu sama saja seperti pengkhianatan dan aku tak pernah mentoleransi pengkhianat!" ucap Alyss tegas pada direktur tersebut hingga direktur tersebut langsung terdiam.


"Ku harap kita bisa bekerja sama, dan kau seperti nya tak ingin kerja sama kan? Kau bisa keluar dari sini sekarang juga! Aku bisa memastikan jika aku tak akan menyesali keputusan ku." ucap Alyss lagi dan mulai menyunggingkan senyuman nya lagi.


Para petinggi yang awalnya meremehkan Alyss pun mulai berpikir dua kali saat Alyss langsung memecat beberapa direktur.


"Kami akan mengikuti perintah presdir!" ucap serempak para direktur lain yang awalnya ragu.


"Bagus, ku harap kita bisa bekerja sama." ucap Alyss tersenyum dan semakin membuat para direktur lain menjadi takut.


Akhirnya rapat yang melelahkan pun telah usai walau penuh dengan pro dan kontra.


......................


Ruangan Presdir.


Kini Alyss yang memiliki ruangan tersebut hingga suami nya pulih.


"Kirimkan file rahasia tentang para direktur yang menentang ku tadi pada mereka, mereka harus tau balasan karna mencoba mengkhianati Hazel." perintah Alyss pada Rian.


Rian merasa kagum sekaligus takut, sekarang ia tau kenapa mereka bisa berjodoh. Alyss memiliki aura yang tak jauh berbeda dari Hazel. Tentu saja karna Alyss menggunakan cara yang sama dengan Hazel, ia belajar dari Hazel jika lebih baik mengancam dari pada membujuk.


Rian pun segera melaksanakan perintah Alyss, dan meninggalkan ruangan tersebut.


Alyss memandang keluar ke arah jendela besar di ruangan presdir yang ia tempati sekarang, ia baru sadar jika dunia para petinggi tak semua nya bersih. Pekerjaan yang di lakukan Hazel ternyata membawa beban dan tanggung jawab yang besar, sekarang ia semakin tau kenapa Hazel tak mempercayai siapapun diantara rekan bisnisnya.


Ia juga semakin curiga pada Dave karna Dave langsung tau tentang kecelakaan nya dan berusaha menemuinya berulang kali. Alyss sudah menemukan jika presdir Erick yang merupakan presdir dari perusahaan rival Hazel terlibat dari dalang kecelakaan nya, namun ia masih merasa janggal.


Alyss masih tak menemukan apapun jika Dave ikut terlibat namun firasat nya mengatakan hal lain.


"Apa aku harus mendekatinya lagi? Atau langsung menghabisinya?" ucap Alyss lirih.


Pikiran Alyss masih kacau, memikirkan dalang dari kecalakaa nya, mengurus perusahaan yang ia tak memiliki bidang dan bakat disana dan memikirkan kondisi Hazel, walaupun kondisi Hazel semakin membaik dari waktu ke waktu karna Hazel memang memiliki fisik yang kuat, namun jika Hazel tetap tak bisa bangun Hazel bisa terjebak dalam kondisi koma.


"Argghh!


Sial! Kepala ku makin sakit!" umpat Alyss kesal.



Alysscalla Zalea




Hazel Rai (Ini waktu Hazel nya ikut tentara dulu yah🤭)


......................


Haii maaf yah telat up nya tadi othor buat nya sore trus karna uda mau buka othor buat bukaan dulu hihi, baru setelah buka othor lanjut lagi😅🤭🤭


Jangan lupa like komen fav vote rate 5 dan dukung othor yah❤️❤️🥰🥰


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haiii...


Othor promo boleh kan? 🤭🤭😅😅


hihihi..


Kalau kalian ada waktu mampir juga yah ke novel kakak othor hihi🤭🤭 Cerita nya ringan bukan genre thiller cocok buat kalian yang suka cerita ringan 🥰🥰


judul : Pelangi


nama pena : kuningjagung ( tidak pakai sepasi )


Kalau mau mampir ketik nama pena nya ajj yah biar lebih mudah nyari nya🥰🥰❤️❤️