(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Accident



2 Hari kemudian.


Dave pun mencari beberapa musuh Hazel yang sangat menginginkan ia jatuh, dan memang karna Hazel yang memiliki banyak musuh dikarnakan persaingan bisnis nya membuat Dave semakin mudah mencari sekutu.


"Kau bisa melihat dari neraka saat wanita mu menjadi milik ku!" ucap Dave menyeringai sembari meminum vodka nya.


Ia pun sudah menyusun rencana baru untuk menyingkirkan Hazel.


......................


Keesokkan hari nya.


Kediaman Hazel.


Alyss terus menatap Hazel yang sedang bersiap-siap menemui rekan bisnis nya, ia belum keluar sama sekali dan bahkan tak masuk bekerja di RS karna Hazel melarang nya.


Setiap kali ia tetap keras kepala ingin keluar Hazel akan membuat nya kehabisan tenaga tentu saja dengan melakukan nya, karna Hazel sudah berjanji tak akan menyakitinya lagi sehingga membuatnya melakukan hal itu sebagai ganti dari hukuman yang sering ia lakukan dulu.


"Hazel...." panggil Alyss lirih saat tengah merapikan jas yang ia kenakan.


"Hm? Ada yang kau inginkan? Aku akan membawanya saat kembali nanti." ucap Hazel sembari menatap cermin melihat penampilan nya.


"Mau ikut...." ucap Alyss dengan nada manja.


Hazel pun langsung melihat ke arah Alyss, yang sedari tadi menatap nya ketika mendengar nada suara Alyss yang terlihat manja membuatnya semakin gemas.


"Tidak! Kau di rumah saja...


Kalau aku membawa mu, nanti kau menghilang lagi." jawab Hazel, sekarang membawa Alyss seperti membawa anak kecil yang harus terus di perhatikan agar tak menghilang.


"Yang penting kan tau jalan pulang!" ucap Alyss kesal saat Hazel tak membiarkan nya ikut, sudah tak bisa pergi bekerja, tak bisa pergi belanja, dan tak bisa kemanapun, bahkan ikut saja tak boleh.


"Besok mau pergi ke pantai dengan ku? Hm?" tanya Hazel dan langsung menghampiri Alyss yang duduk di sofa.


"Aku kenapa tak boleh ikut? Kau selingkuh yah?" tanya Alyss dengan nada kesal dan tak menghiraukan ucapan Hazel.


"Apa? Aku? Dari mana datangnya pikiran seperti itu?" tanya Hazel terkejut, bisa-bisanya Alyss tiba-tiba menudingnya seperti itu.


Alyss pun kemudian tersenyum dan memeluk pinggang Hazel yang masih berdiri di hadapan nya.


"Makanya ikut...


Kan biar aku tidak curiga..." jawab Alyss, ia sengaja mengatakan hal seperti itu, agar Hazel membiarkan nya ikut dan ia bisa keluar.


"Kau di rumah saja hari ini, besok pergi dengan ku ke pantai..." bujuk Hazel lembut sembari mengusap kepala Alyss yang sedang memeluk nya.


"Isshhh..." ucap Alyss kesal dan langsung melepaskan pelukan nya. Ia menatap Hazel dengan raut yang sangat kesal dan Hazel malah semakin gemas melihat wajah nya.



"Kau marah? Hm?" tanya Hazel setengah tertawa karna melihat wajah Alyss yang terlihat kesal.


"Ckk, yasudah pergi sana!" ucap Alyss semakin kesal sembari menyingkirkan tangan Hazel yang mencubit hidung dan bibir nya karna gemas.


"Kau mau ikut?" tanya Hazel sembari menatap wajah kesal Alyss.


Alyss pun langsung kembali menatap Hazel dan menunjukkan senyum nya lagi.


"Mau!" jawab Alyss antusias.


"Yasudah, ganti baju mu sana." ucap Hazel pada Alyss.


Setelah Alyss mengganti pakaian nya ia pun segera ikut pergi dengan Hazel.


......................


Sementara itu.


Dave yang sedari tadi sibuk menyadap mobil yang dibawa Hazel ke pertemuan bisnis agar bisa mencelakai Hazel pun akhirnya selesai.


Ia mendapat bantuan dari presdir Erick yang merupakan rival bisnis Hazel untuk sama-sama menghancurkan musuhnya.


"Anggap saja hari ini, adalah hari ketidak beruntungan mu." ucap Dave menyeringai sembari menatap layar komputernya.


Sekarang ia sudah bisa mengatur kecepatan atau pun kemudi di mobil yang di kenakan Hazel, ia bahkan tak tau jika wanita yang ia inginkan juga ikut dengan pria yang ingin ia habisi hari ini.


......................


Hotel L.'avenue


Alyss melihat banyak nya rekan bisnis suaminya yang datang ke tempat itu, ia pun sedikit meremas tangan Hazel yang sedang menggandeng nya.


"Ada apa?" tanya Hazel saat ia merasa Alyss ingin mengatakan sesuatu.


"Aku minum di situ yah..." ucap Alyss sembari menunjuk meja yang ia inginkan.


"Minum? Kau tak kuat minum alkohol, kau dengan ku saja!" ucap Hazel sembari semakin mengeratkan gandengan tangan Alyss.


"Tapi aku tak mengerti apa yang kalian bicarakan...


Kepala ku pusing kalau dengar pembicaraan kalian..." jawab Alyss pada Hazel, saat ia menemani Hazel sejak tadi bahasan mereka tentang saham, tender, dan ekonomi yang benar-benar berbeda dari basic yang merupakan seorang dokter.


"Disini tak ada es krim?" tanya Alyss lagi.


"Es krim? Kau mau es krim?" tanya Hazel dan Alyss menganggukkan kepalanya.


Hazel tau jika di tempat seperti ini tak ada yang menyediakan es krim, ia pun memanggil salah satu pelayan dan meminta pelayan tersebut membeli es krim untuk Alyss.


"Aku duduk di sana yah, kan aku makan es krim tidak minum..." ucap Alyss lirih.


"Disini saja makan nya." ucap Hazel pada Alyss.


"Disana saja...


Kan biar tidak menganggu mu juga...


Boleh yah..." bujuk Alyss dengan mengeluarkan mata puppy eyes miliknya.


Cup....


Satu kecupan ringan mendarat di bibir Hazel.


"Boleh yah..." ucap Alyss lagi, ia tak begitu suka mendengar pembicaraan yang ia tak mengerti.


"Hm...


Jangan kemana-kemana lagi...


Tetap disana saja." ucap Hazel yang mulai membiarkan Alyss duduk di meja berbeda.


Alyss pun tersenyum dan langsung beranjak pergi, namun sebelum Alyss pergi Hazel langsung mencegah tangan Alyss dan m*l*mat bibir Alyss tiba-tiba hingga membuatnya terkejut dan refleks langsung mendorong dada bidang Hazel, namun Hazel sudah menahan tengkuk nya agar mempermudahnya memberikan ciuman dalam nya.


Hummphhh


"Kau?! Di tempat ramai seperti ini?!" tanya Alyss yang masih terengah-engah mengambil udara saat Hazel melepaskan ciuman nya.


"Makanya jangan memancing ku..." bisik Hazel tersenyum ia hanya membalas kecupan ringan Alyss dengan l*m*tan dalam yang ia berikan.


Alyss pun tak bisa berkata-kata lagi saat mendengar bisikan suaminya. Ia pun kemudian beranjak dari duduk nya dan ke meja yang ia inginkan.


Hazel sesekali melirik ke arah Alyss yang sedang dengan lahap menyantap es krim kesukaan walaupun beberapa rekan bisnis nya sedang berbicara.



Ia terus memperhatikan gerak istrinya agar Alyss tiba-tiba tak menghilang ataupun ada pria yang mendekati istrinya.


Setelah selesai melakukan pertemuan bisnis nya mereka pun segera kembali


......................


Di perjalanan pulang ke kediaman Hazel.


"Kau mau makan di luar malam ini?" tanya Hazel pada istrinya yang sejak siang terus memakan es krim walaupun sudah ia suruh berhenti agar tak sakit perut.


"Sudah kenyang..." jawab Alyss singkat.


"Kau cuma makan es krim kan? Makan yang lain juga, nanti kau sakit." ucap Hazel dengan nada memerintah pada Alyss.


"Kalau memakan mu saja boleh tidak?" tanya Alyss dengan nada menggoda pada Hazel.


"Jangan memancing ku..." jawab Hazel sembari menatap wajah Alyss.


"Pftt...


Iya... iya...


Hazel pun segera menyuruh supir nya untuk ke restoran jepang sesuai keinginan istrinya.


"Hazel...


Kenapa supir mu mengebut sekali?" tanya Alyss lirih saat merasa mobil yang sedang membawa nya semakin lama semakin menambah kecepatan nya.


Hazel yang sudah sedari tadi menyadari pun hanya mengernyitkan dahinya, ia melihat supir nya yang sedari tadi berusaha menurunkan kecepatan mobil nya namun tetap saja mobil yang mereka kendarai semakin cepat.


"Kau sudah lakukan pemeriksaan kan?" tanya Hazel pada supir nya.


"Sudah tuan." jawab supir Hazel karna memang Hazel selalu melakukan pengecekan pada kendaraan nya sebelum di gunakan.


"Hentikan mobil nya!" perintah Hazel pada supir nya.


"Sudah saya coba tuan...


Tapi mobil ini seperti sedang di kendalikan..." jawab supir Hazel yang mulai terdengar panik.


"Hazel..." panggil Alyss lirih saat ia mulai menyadari ada yang aneh dengan mobil yang ia gunakan.


"Sudah tak apa..." jawab Hazel sembari menggenggam tangan kecil Alyss untuk menenangkan nya.


Yang Hazel takutkan saat ini adalah keselamatan Alyss, karna Alyss yang sebelum nya menderita luka parah dan dalam kondisi yang sangat kritis membuat tubuh nya yang sekarang tak sekuat dulu lagi, satu saja kecelakaan atau luka bisa membuat nyawanya kembali dalam bahaya.


"Hindari jalur lampu merah! Dan sebisa mungkin membuka pintu atau jendela mobil!" ucap Hazel pada supir nya dan Alyss secara bersamaan.


Ia pun segera menghubungi Rian dan memberi tau lokasinya agar dapat segera membantunya.


"Hazel...


Itu..." ucap Alyss lirih saat melihat mobil truk besar yang melaju ke lawan arah ke mobil mereka.


Sontak supir Hazel pun langsung membanting stir nya ke kiri agar tak terjadi kecelakaan, namun mobil truk tersebut tetap mengejar dan...


BRUAK!!!


Truk tersebut menabrak hingga membuat mobil yang digunakan Hazel terguling beberapa kali di jalanan tersebut.


Hazel pun langsung memeluk tubuh Alyss saat kecelakaan tersebut terjadi agar menghindari luka yang fatal di tubuh istrinya.


Mobil yang ia bawa benar-benar sudah seperti mobil yang di sabotase, bahkan tak ada satupun fitur penyelamat kecelakaan yang menyala termasuk Airbag yang tak berfungsi saat kecelakaan terjadi.


Tes..tes...tes...


Bau anyir darah mulai menyeruak di dalam mobil yang sudah hancur dan rusak total tersebut.


Mobil tersebut sekarang sedang dalam kondisi terbalik, Alyss merasakan seluruh tubuhnya merasakan sakit, kaki nya tak bisa di gerakkan sama sekali, namun ia belum kehilangan kesadaran nya karna luka nya tak separah Hazel yang berusaha melindunginya tadi.


"Hazel..." panggil Alyss lirih dengan mulai menjatuhkan bulir bening nya.


Ia merasakan seluruh tubuh nya yang teramat sakit dan melihat suaminya yang tak sadar dengan berlumuran darah dan bahkan darah tersebut terus menetas satu- persatu dari tubuh suaminya.


"Hazel...


Bangun...." ucap Alyss yang sudah menjatuhkan bulir bening nya sembari memeriksa denyut nadi Hazel dengan tangan bergetarnya karna merasa tulang-tulang nya hampir patah.


Ia pun memejamkan mata nya sesaat merasa lega saat ia merasa suaminya masih memiliki denyut dan masih menandakan adanya kehidupan.


"Tolong..." ucap Alysa lirih dengan suara yang sangat lemah, ia pun mulai mengalihkan pandangan nya pada sorot lampu mobil truk yang menabrak mereka tadi.


"Jangan..." ucap Alyss lirih dengan penuh pengharapan saat mobil tersebut mulai melaju lagi ke arah mobil yang ia gunakan.


Namun saat truk tersebut semakin mendekat truk tersebut tiba-tiba membanting stir dan tak jadi menabrak mobil yang dikenakan Alyss dan Hazel.


Alyss semakin menjatuhkan bulir bening nya, ia berusaha keluar dari mobil tersebut, namun tubuhnya terjebak, luka nya semakin bertambah saat ia berusaha keluar.


Greb...


Alyss tiba-tiba merasa ada yang memegang tangan nya. Ia pun menoleh dan melihat Hazel yang mulai sadar.


Hazel pun berusaha menghentikan Alyss yang berusaha keluar dari mobil tersebut, ia tak ingin luka Alyss semakin bertambah.


Ia berusaha menggerakkan tubuhnya sebisa mungkin. Tulang-tulang nya terasa remuk nya. Tubuh nya terus saja mengeluarkan cairan merah kental yang tak ada hentinya karna luka di seluruh tubuhnya.


Bruk! Bruk!


Hazel yang berusaha memecahkan kaca jendela mobilnya dengan sikutnya agar ia bisa keluar. Ia pun berusaha keluar lebih dulu agar dapat mengeluarkan Alyss.


"Ukh...." rintih Hazel saat merasakan sayatan kaca yang menggores tubuhnya saat ia berusaha keluar.


Ia pun berhasil keluar dengan luka yang lebih banyak, ia pun semakin terkejut saat melihat tangki minyak nya yang sudah bocor dan mobilnya berisiko tinggi meledak. Ia pun langsung bergegas ke arah sisi Alyss dan berusaha membawa Alyss keluar.


Ia memecahkan kaca jendela di sisi Alyss dan segera membawa istrinya keluar dari mobil yang akan meledak tersebut.


"Hazel...


Supir nya..." ucap Alyss lirih saat Hazel menarik tubuhnya.


"Dia sudah mati." jawab Hazel singkat, karna memang tubuh supir nya sudah hancur karna terjepit saat mendapat hantaman truk yang lawan arah.


Alyss pun segera melihat ke arah supir yang membawa mereka dan...


"Akh!" pekik nya lirih saat melihat tubuh yang sudah tak berbentuk sama sekali dan lebih mirip daging giling.


Hazel pun segera membawa tubuh Alyss keluar sepenuhnya dari mobil tersebut.


"Ka-kaki ku tak bisa di gerakkan..." ucap Alyss lirih sembari meremas jas Hazel yang penuh darah.


Hazel pun berusaha menggendong Alyss walaupun tubuhnya sudah terasa sakit yang luar biasa karna benturan saat kecelakaan barusan.


Alyss dapat mencium bau anyir darah dari tubuh Hazel yang tak henti-henti nya mengeluarkan darah segar sembari berusaha menggendong nya agar menjauhi mobilnya.


Tak lama mereka berjalan tiba-tiba....


DUAMM!!!!


Suara ledakan keras yang terdengar begitu nyaring memecahkan keheningan jalan raya yang sunyi malam itu.


Hazel pun langsung terjatuh saat ia merasa punggung nya terkena serpihan dari mobil nya yang meledak dengan hebat di belakang nya.


"Ukh." rintih Hazel sembari menahan sakit teramat sangat pada tubuhnya.


"Kau tak apa?" tanya Hazel dengan sangat khawatir pada Alyss saat mereka terjatuh karna ledakan mobilnya.


"Seharusnya aku yang tanya..." ucap Alyss menangis saat ia merasakan rembesan darah Hazel yang terus menetes mengenai tubuh nya.


Hazel pun tersenyum lega mendengar jawaban Alyss, ia perlahan memeluk tubuh Alyss dan berbisik.


"Sudah tidak apa-apa....


Jangan menangis...." ucap Hazel yang mengucapkan kalimat yang sama saat mereka di culik dulu.


"Aku akan menjaga mu...


Jangan takut..." bisik Hazel berusaha menenangkan Alyss yang semakin menangis. Entah kenapa Alyss semakin takut dan kalut saat Hazel menenangkan nya dengan kata-kata yang sama saat ia ketakutan karna Aegyt.


Hazel mengelus punggung Alyss dengan lembut, dan ada di pikiran nya hanya segera mendapat bantuan dan Alyss segera mendapat pengobatan, ia sama sekali tak memikirkan kondisi nya sedikitpun. Ia hanya memikirkan kondisi wanita yang sedang menangis dengan penuh luka di dalam pelukan nya.


Elusan tangan nya di punggung Alyss semakin melemah, pandangan nya semakin kabur, mungkin saja kara luka dan darah yang terus mengalir bak air sungai yang tak terhenti.


"Hazel? Hazel?" Suara wanita yang ia cintai terdengar sayup di telinganya sebelum pandangan nya semakin gelap.


Aku akan baik-baik saja, aku tak akan meninggalkan mu. Tak akan!


Karna aku sangat mencintai mu...


...**************...


Aduh babang Hazel jangan sampe mbak Alyss nya jadi janda yah, nanti mbak Alyss nya nyari berondong lagi🤧🤧


Bisa bangkit dari kubur kamu nanti🤧🤧


Hai....


Maaf yah semalam ga up hihi🤭🤭


Semalam othor siang nya ada urusan jadi ga bisa up cerita🤧🤧


Jangan lupa like komen vote fav rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰❤️❤️


Happy Reading❤️❤️❤️