
Saat malam Hazel tak pulang dan menginap di ruangan rawat inap Alyss, ia tidur dengan memeluk Alyss sepanjang malam diatas ranjang pasien yang kecil tersebut.
" Ya ampun sempitnya, tak bisa bergerak sama sekali, aku ingin tidur di sofa saja rasanya. Bagaimana pria gila ini bisa tertidur seperti ini? " ucap Alyss dalam hati ketika merasa sangat sempit dan sesak karena Hazel memaksa tidur dengan nya di atas ranjang pasien tersebut.
Karena Alyss sangat merasa tak nyaman akhirnya butuh waktu lama untuk membuat nya benar-benar tertidur.
......................
Pagi telah menyinsing naik menyebarkan cahaya fajar. Hazel mulai terbangun dari tidurnya dan melihat Alyss yang masih memejamkan matanya.
"Pagi sayang..." ucap Hazel lirih ketika melihat wanita nya yang masih tertidur dengan pulas.
Hazel beranjak bangun perlahan agar tak membangunkan Alyss yang masih tertidur dengan pulas.
Ia pun mulai bersiap-siap pergi ke RS untuk bekerja, karena sebelumnya Hazel telah meminta salah satu pengawal untuk mengantar beberapa pakaian ganti untuk nya, jadi ia bisa tinggal bersama Alyss selama masa perawatan Alyss.
Setelah selesai bersiap-siap Hazel masih melihat Alyss yang tertidur pulas, ujung bibir nya naik melihat hal itu. Ia berjalan mendekati Alyss dan...
Cup..
Satu kecupan melayang di kening Alyss.
"Aku pergi dulu, jadilah anak baik selama aku tak ada." bisik Hazel di telinga Alyss.
Alyss yang masih tertidur tetapi masih dapat merasakan adanya hembusan napas Hazel di telinganya membuat nya menggeliat kecil.
Hazel melihat hal itu makin tersenyum dan merasa Alyss sangat menggemaskan, ia pun segera pergi meninggalkan Alyss karna jika lebih lama lagi melihat Alyss mungkin ia tak tahan akan mengganggu tidur Alyss.
......................
Hazel telah menyelidiki Leonard sepenuhnya. Ia tau bahwa Leo merupakan seorang pewaris dari grup haeyoung yang bekerja di bidang perhotelan dan resort.
Leo merupakan blasteran Korea dan Amerika, menjadi dokter adalah impian nya sejak dulu, maka dari itu ia bahkan rela jika harus melepas hak nya sebagai pewaris dan hidup dengan impian dan keinginan nya sendiri.
Mengetahui hal itu Hazel ingin menghancurkan impian tersebut.
" Membunuh impian seseorang yang sangt dalam sama seperti dengan membunuh jiwa nya. " ucap Hazel dengan senyuman yang memiliki rencana tersimpan di dalam nya.
"Rian, masuk lah aku ingin berbicara pada mu." perintah Hazel pada Rian melalui sambungan telepon yang berada di ruangannya, yang terhubung ke meja Rian.
Tok..tok..tok...
Suara ketukan terdengar di balik pintu ruangan Hazel.
"Ada apa?" tanya Rian langsung ke intinya. Saat telah berhadapan pada Hazel.
"Aku adalah atasan mu dan kau berbicara seperti itu?" ucap Hazel melotot ketika mendengar pertanyaan Rian dengan nada ketus.
"Ya kau atasan ku, tapi tidak harus memanggil ku di jam makan siang kan? Oh tidak bahkan jam makan siang saja sudah lewat karna kau menyuruhku mengerjakan tugas diluar dari pekerjaan ku, dan sekarang saat ingin makan siang kau memanggil ku lagi. Jika kau hanya atasan ku dan bukan teman ku, mungkin aku sudah lama berhenti." ucap Rian mengeluarkan semua keluh kesah nya.
Hazel hanya diam tak dapat membantah, karena semua yang di katakan Rian memanglah benar.
"Akan ku tambah 3 kali lipat gaji mu bulan ini." ucap Hazel ketika melihat wajah Rian.
"Wah... Benarkah...?
Kau memang bos yang sangat baik." ucap Rian yang langsung memuji Hazel dengan mata berbinar, dan langsung merubah ekspresinya 180°. Dari kesal menjadi berseri-seri.
" Akhirnya bukan potong gaji saja yang ku dengar " ucap Rian merdeka dalam hati.
"Aku punya tugas untuk mu. Sewa 10 orang terlatih dan serang Leonard, pastikan tangan nya cacat dan tak dapat meneruskan karir nya lagi." Perintah Hazel pada Rian.
Rian langsung tertegun mendengar perintah Hazel.
"Leonard? Namanya tak asing...
Ha! Aku ingat bukankah dia dokter bedah bagian jantung? Kenapa kau ingin menyerang nya?" tanya Rian yang bingung.
"Ya benar. Kau tak perlu tau alasannya. Oh iya pastikan dia jangan mati tak apa-apa jika dia sekarat, dia hanya tak boleh mati saja, dan jangan tinggalkan jejak apapun." Ucap Hazel pada Rian.
"Sekarang kau bisa keluar." Sambung Hazel pada Rian.
Rian pun tak lanjut bertanya dan membungkukkan tubuh nya dan berlalu keluar.
"Ah.. Lakukan segera perintah tadi. Lebih cepat lebih baik." Ucap Hazel ketika tangan Rian ingin memegang gagang pintu untuk segera keluar.
Rian yang mendengar suara Hazel berbalik dan melihat Hazel.
"Baik." jawab Rian sebelum keluar ruangan.
......................
Di ruangan rawat inap Alyss.
Sejak pagi Alyss terbangun ia sudah melihat Hazel tak ada di samping nya lagi, dan melihat para pengawal wanita yang berada di dalam kamar nya terus mengawasinya.
Sebenarnya Alyss sendiri sangat tak nyaman di awasi seharian penuh oleh orang lain, tetapi ia juga tak dapat mengusir para pengawal itu.
Tak lama kemudian dr. Anne datang untuk pemeriksaan rutin pada Alyss. Alyss menyelipkan catatan kecil yang sebelumnya di berikan oleh dr. Anne pada nya.
"Besok aku akan membantu mu keluar, kau harus pura-pura sakit besok." Bisik dr. Anne pada Alyss.
Alyss mengangguk perlahan tanda ia mengerti maksud dr. Anne.
Alyss memandang keluar jendela, ia melihat langit sudah mulai berubah. Melihat senja dibalik jendela dengan segala kegundahan hati nya.
Apakah rencana besok akan berhasil?
Bagaimana jika Hazel tau?
Apa yang akan terjadi pada nya jika rencana itu gagal?
Kecemasan akan hal yang dapat terjadi menyelimuti pikiran Alyss. Bahkan saat Hazel telah masuk kedalam ruangannya Alyss masih tenggelam dalam lamunannya.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Hazel di dekat telinga Alyss.
Sontak Alyss langsung terkejut dan menoleh ke arah sumber suara.
Deg...
" Dekat sekali wajahnya. " Ucap Alyss dalam hati ketika melihat wajah Hazel yang sangat dekat sampai hidung mereka bertabrakan.
Alyss langsung mengalihkan pandangan nya ke arah luar jendela.
"Tak ada." Jawab Alyss singkat. Telinga nya mulai memerah dan jantung nya berdebar sangat cepat.
" Ada apa denganku? kenapa jantung berdebar seperti ini? Apa ini yang namanya pesona pria tampan? Akhh Aku sudah gila karna mengganggap nya tampan. " ucap Alyss dalam hati yang bingung dengan dirinya sendiri.
Hazel memperhatikan telinga Alyss mulai memerah pun semakin menggoda Alyss.
"Sedang memikirkan ku?" tanya Hazel lagi dengan senyuman menggoda milik nya.
"Ti-tidak, kenapa aku harus?" Jawab Alyss yang langsung membantah Hazel dengan telinga yang makin memerah.
"Hahaha Yasudahlah, ayo makan malam bersama." Ucap Hazel sembari mengangkat bungkusan penuh makanan di tangan nya.
Alyss mengangguk kecil, dan mereka pun menyantap makanan yang di bawa oleh Hazel.
......................
Skip time.
Leo pulang dari RS menuju rumahnya, karna hari sudah malam jalanan menjadi lebih sunyi.
Ckitt.....
Suara decitan ban mobil yang tiba-tiba mencegat Leo yang sedang mengemudi. Sontak Leo langsung mengerem mobil nya agar tak terjadi kecelakaan.
Keluarlah 4 orang pria yang berada di dalam mobil tersebut dengan memakai masker hitam dan membawa balok kayu.
"Apa-apaan ini?" Leo yang merasa tak beres pun langsung memundurkan mobil dan ingin segera pergi namun...
Bruk...
Ekor mobil Leo di tabrak oleh mobil lain, Leo telah dikepung sekarang. Ada 3 mobil yang mengepung nya.
Brak...
Salah satu pria tersebut memukul kaca mobil Leo hingga pecah, dan berusaha memaksa Leo untuk keluar dari mobil.
Leo pun keluar, dan mereka langsung melayangkan pukulan pada Leo, Leo langsung bergerak refleks menghindar, dan terjadi perkelahian 10 banding 1.
Leo sudah cukup kelelahan mengahadapi para pria misterius yang menyerangnya tiba-tiba malam itu.
"Kau bertahan cukup lama anak muda." Ucap salah satu pria tersebut, dan melayangkan pisau tepat pada kaki Leo yang langsung membuat nya terjatuh ke aspal.
Leo sebenarnya cukup pandai berkelahi karna aturan di keluarga nya yang mengharuskan belajar ilmu bela diri karna ia merupakan seorang penerus.
Ketika Leo terjatuh para pria misterius langsung memukul kepala Leo dengan kuat. Mereka juga terus memukulinya, namun tak memukul di bagian vital agar Leo tak segera mati, dan tentu saja mereka memukuli tangan Leo dengan balok kayu yang mereka bawa.
Pandangan Leo mulai gelap ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya dan mulai tak dapat merasakan tangannya lagi. Rasa sakit yang mendera di seluruh tubuhnya tak dapat ia tahan lagi sehingga membuatnya kehilangan kesadaran.
Melihat Leo yang telah kehilangan kesadaran membuat para pria misterius itu menghentikan aksinya, dan meninggalkan Leo begitu saja.
...****************...
**Hai...
Jangan lupa Like, komen, dan Rate 5 yah hihihi
Juga vote yah buat Author hihi biar tambah semangat hihi🤗🤗
Tapi di baca aja juga Author dah seneng kok hihi.
Sehat selalu buat para pembaca🤗
Happy Reading🥰🥰**