(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Season 2 : Addiction



Pukul 07.56 Am


Gadis cantik itu mulai terbangun, pandangan nya masih samar dengan kepala yang terasa begitu sakit dan pusing menyatu menjadi satu.


Perut nya terasa sedikit mual karna alkohol yang ia minum sebelum tubuhnya kehilangan kesadaran dan melewatkan makan nya.


"Auch! Kenapa sakit semua?" gumam Louise lirih sembari meringkukkan tubuh nya.


Tak bisa di jelaskan rasa yang ia alami saat itu, rasa sakit dan tak nyaman menguasainya saat itu.


Baru saja ia ingin beranjak turun ia pun mulai menyadari jika dirinya hanya berbalut selimut tanpa adanya pakaian yang ia kenakan.


Rasa terkejut tentu saja dirasakan gadis itu ia pun mulai sadar saat ini jika sedang tak berada di kamar nya dan mulai mencoba mengingat sepenggal memori sebelum ia akhirnya benar-benar hilang kesadaran.


Gadis itu tak benar-benar bisa mengingat keseluruhan memori nya dan hanya mengingat sebagian.


Iris nya bergetar menatap tangan, rasa was-was dan takut pun mulai memenuhi nya. Jika ia benar-benar di berikan narkotika maka itu adalah hal yang berbeda.


Deg...


Jantung nya berdegup dengan kencang melihat bekas suntikan jarum di tangan nya, ia terkejut dan mulai berjalan menuju ke kamar mandi.


Tangan nya menutup dan mengunci rapat pintu tersebut lalu ia pun segera bercermin dan menjatuhkan selimut nya.


Seluruh tubuh nya penuh akan bekas kepemilikan yang ditinggalkan, hingga beberapa menimbulkan warna biru keunguan serta bekas gigitan yang tak terhitung jumlah nya.


Mata gadis itu memejam sesaat dan berharap jika ini hanya mimpi belaka. Ia berusaha mencubit dan meyakinkan dirinya jika ia masih baik-baik saja.


"Aku...


Apa aku benar-benar sudah tidur dengan nya?" gumam Louise dan seketika terjatuh, kaki nya benar-benar terasa lemas saat ia bingung dengan memori nya yang berantakan.


Gadis itu terdiam dan berusaha tetap tenang walaupun ia sudah sangat kalut. Setelah ia mulai tenang Louise pun membersihkan dirinya.


Ia bisa melihat pakaian nya yang berada di sekitar ranjang yang berhamburan tak menentu pakaian itu bahkan sudah tak bisa di gunakan lagi karna pria yang memberinya narkotika menggunting dan bukan nya melepaskan.


"Benar-benar pria sialan!" decak gadis itu yang sedang marah dan ingin menangis di saat bersamaan.


Ia pun mulai bangun dan mencari pakaian lain di kamar itu.


"Masa bodoh! Pakai saja lah!" ucap gadis itu saat hanya menemukan beberapa kaus laki-laki yang kebesaran baginya dan beberapa lingerie pendek dan tembus pandang, ia tak mungkin dan tak ingin memakai lingerie seksi tersebut.


Gadis itu pun akhirnya memilih memakai kaus berwarna abu-abu dan celana panjang berwarna cream. Walaupun seluruhnya terlihat kebesaran di ukuran tubuhnya namun baginya itu lebih baik dari pada pria itu melihat nya memakai pakaian seksi yang di siapkan.



Setelah mengganti pakaian dengan milik pria yang memberinya narkotika gadis itu pun mulai mengacak sprei dan selimut tempat tidur nya. Ia mata nya menyelidik dan mencari suatu noda.


"Apa aku belum melakukan nya? Atau dia mengganti sprei nya?" gumam gadis itu saat tak menemukan noda darah di atas sprei tersebut.


Louise mulai bingung atas dirinya yang merasa antara sudah melakukan nya dan tidak. Ia pun segera menuju pintu dan hasilnya tetap sama.


Pintu yang terkunci hingga membuat nya tak bisa pergi ataupun keluar dari kamar itu.


Brak! Brak! Brak!


Kaki nya menendang dan memukul pintu itu berulang kali agar ia dapat keluar.


"Dasar Setan Gila! Buka pintunya!" maki gadis itu dari dalam sembari terus memukul dan menendang pintu tersebut.


Louise tak tau jika dua pengawal sedang menjaga pintunya agar ia tak kabur hingga...


"Nona! Harap tenang! Anda tak bisa keluar jadi jangan buang-buang tenaga anda!" ucap salah satu pengawal saat telinga nya sudah tak tahan mendengar gebrakan pintu dan makian yang di lontarkan gadis cantik itu dari mulut nya.


Louise pun terdiam sesaat. Ia pun mulai memutar akal nya hingga.


Prangg!!!!


Suara gaduh dari pecahan barang-barang mulai terdengar di dalam kamar tersebut membuat dua pengawal yang menjaga kamar gadis itu memeriksa masuk.


"Sekarang sudah membuka pintu nya? Mana pria setan itu?!" tanya Louise pada dua pengawal yang melihat kamar yang sebelum nya rapi kini sudah luluh lantah berantakan dengan semua guci serta vas yang berhamburan pecah.


"Nona ingin bertemu tuan? Saya akan laporkan dulu." ucap salah satu pengawal dan kemudian menyambung nya headset di telinganya memberitau pengawal lain nya yang berada di dekat tuan mereka.


"Tuan bilang anda bisa mendatangi nya dan memakai pakaian yang di siapkan." jawab pengawal tersebut pada Louise.


Gadis itu tertawa terkejut mendengar pakaian yang disebutkan tentu saja yang dimaksud adalah pakaian terbuka selain pakaian pria tersebut.


"Aku sudah memakai nya...


Tuan kalian bilang aku sangat cantik saat memakai pakaian tertutup." jawab Louise dengan senyum malas nan palsu milik nya.


Pengawal tersebut menatap satu sama lain sesaat. Ia tau tuan mereka tak pernah mengizinkan siapapun memakai barang milik nya dan menyukai wanita yang memakai pakaian seksi. Namun karna gadis itu sudah lebih dulu menggunakan pakaian pria tampan itu makan mereka pun mempercayai nya dan membawa Louise menemui tuan mereka.


Louise pun mulai melihat pria yang membuatnya sangat kesal itu sedang memperhatikan laptop nya sembari memegang secangkir kopi ekspresso di tangan nya.



Gadis cantik itu pun memulai langkah nya dan tiba-tiba..


PLAK!!!


Tangan gadis itu melayang dengan sekuat tenaga ke bagian belakang kepala pria tampan itu, hingga membuat James terkejut.


Tak hanya James yang terkejut namun seluruh pelayan dan pengawal yang melihat hal itu terkejut bukan main melihat seorang gadis yang berani memukul pria tanpa darah dan air mata itu.


James pun langsung berbalik dan melihat ke arah yang memukul kepala nya.


Byurr...


Sesaat sebelum pria itu berbalik Louise langsung merebut kopi dan menyiramkan nya ke wajah James.


James mengeraskan rahang nya dan menatap tajam ke arah gadis itu, tak pernah ada yang berani selancang itu padanya.


"Kenapa kau marah? Aku memukul kepala mu dan menyiramkan kopi ke wajah mu, tapi apa yang kau lakukan pada ku?" tanya Louise sembari membalas tatapan tajam pria di hadapan nya.


James pun berusaha menetralkan emosinya dan mulai menyeringai.


"Kau tak tau sedang berhadapan dengan siapa? Seperti nya kau perlu belajar tentang sopan santun." ucap James dengan senyum jahat nya menahan geram untuk tak menembak kepala gadis di hadapan nya.


"Siapa malaikat maut? Sopan santun? Kau tau keahlian ku? Bersikap tak sopan dan membuat orang lain darah tinggi adalah hal yang paling kusukai." jawab Louise yang juga meniru senyuman pria di hadapan nya.


"Kau seperti nya benar-benar tak takut pada ku? Hm?" tanya James lagi sembari mulai memegang rahang dan semakin turun ke leher jenjang gadis itu.


Louise dapat merasakan tangan yang sedang berusaha keras agar tak mencekik nya saat itu.


"Takut? Kau mau aku takut pada mu? Atau kau ingin sebuah kepatuhan?" tanya Louise lagi setelah ia melirik tangan pria yang sudah melingkar di leher jenjang nya.


James tak menjawab dan hanya menunjukkan seringai di wajah nya.


"Dasar setan gila! Sampai mati pun aku tak mau memberikan apa yang kau inginkan!" sambung Louise lagi sembari memberi semua penekanan di setiap kata nya.


"Kau tak punya hak atas hidup ku!" jawab Louise lagi.


"Kau milik ku. Jadi aku punya hak atas hidup mu." ucap James yang sudah menandai gadis cantik itu sebagai milik nya.


"Pfftt...


Hahahaha." bukan nya merasa takut gadis itu malah tertawa membuat semua yang berada di tempat itu menjadi bingung, namun bagi James ia semakin tertarik.


"Milik mu? Sejak kapan? Hm? Sebelum kau mengakui hal bodoh seperti itu kau harus tau jika...


Pertama hidup ku adalah milik ku sendiri!


Kedua jika kau mau aku jadi milik mu maka kau harus lebih dulu menjadi milik ku!" sambung Louise dan langsung mengubah ekspresinya 180° dari tawanya.


James pun semakin tertarik pada gadis di hadapan nya, gadis itu bukan seperti kucing liar namun seperti serigala liar.


"Lalu kau juga harus tau beberapa hal dari ku.


Pertama aku tak suka ancaman!


Dan yang kedua kau harus patuh atau aku yang akan membuat mu patuh dengan cara ku." jawab James tersenyum.


"Kalau kau ingin kepatuhan, silahkan cari mangsa yang lain. Aku tak hidup di bawah perintah siapapun!" jawab Louise pada pria di hadapan nya.


"Kalau begitu kau harus membiasakan diri mulai sekarang." ucap James sembari mulai mengelus rambut di belakang kepala gadis itu dan tiba-tiba menarik nya dengan kuat.


"Ukh!" pekik Louise sembari semakin menatap tajam pada pria yang menarik rambut nya.


"Dan yang pertama kau harus ingat nama ku! James! Ingat dan ukir di kepala mu dan jangan memanggil ku dengan sebutan Setan gila lagi!" bisik James sembari semakin menarik rambut gadis cantik itu.


"Tidak mau! Kau adalah Setan gila sialan!" ucap Louise sembari menggigit kuat telinga pria yang sedang berbisik padanya. Karna yang bisa ia raih dengan gigitan nya hanya telinga pria itu.


"Haisshh!" ucap James sembari memegang telinganya.


"Kau tak tau apa arti dari mengigit telinga pria? Hm? Apa kau sedang mengajak ku sekarang?" tanya James sembari memegang telinganya yang baru saja di gigit.


Melihat pria itu tersenyum dengan senyuman serigala lapar membuat gadis itu semakin gugup, namun ia sebisa mungkin tak menunjukkan nya, ia tak mau memberi apa yang pria itu inginkan.


"Kau tak mau lihat ini? Jika ini di ketahui publik saham kalian bisa turun. Dan aku juga bisa membayangkan artikel apa yang keluar nanti nya.


*Putri bungsu JBS grup adalah pemakai narkoba.


Obat terbaik yang selama ini di edarkan adalah hasil dari penyiksaan manusia dengan keji*." ucap James dan mulai mengeluarkan kartu nya sembari menunjukkan data pada gadis cantik itu.


Louise terdiam karna terkejut beberapa saat. Alasan ia di berikan narkotika ternyata adalah untuk mengancam nya, dan jika di pikirkan lagi ia memang pasti akan sulit untuk mendapat obat terlarang itu saat nanti ia sudah menjadi pecandu.


Dan yang lebih mengejutkan lagi saat ia tau jika JBS farmasi melakukan eksperimen manusia.


"Soal narkotika aku di jebak! Dan JBS tak pernah menggunakan eksperimen seperti itu!" bantah Louise.


"Tapi kau tau? Orang-orang di luar sana tak pernah ingin tau kebenaran nya...


Yang mereka inginkan hanya hal menarik untuk mereka benci dan mereka hujat. Tak peduli itu hal yang salah atau benar atau bahkan jika itu jebakan." jawab James menyeringai.


"Dan kau juga akan membutuhkan narkotika lagi tepat di hari konser mu...


Kau tak tau? Sekarang kau adalah seorang pencandu?" sambung James sembari memainkan rambut gadis itu.


"Kau memakai cara seperti itu untuk membuat ku tunduk?" tanya Louise sembari menatap tajam pria di hadapan nya.


"Baik! Ayo kita mulai permainan kalau begitu!" ucap Louise tersenyum sembari memegang pria tangan pria yang sedang memainkan rambut nya.


Bagi gadis itu tak peduli jika ia bahkan yang akan mati lebih dulu karna permainan berbahaya bersama pria yang bom di depan nya. Sedari kecil yang memliki fisik yang lebih lemah dari orang lain dan memiliki emosi serta penggalan yang berbeda dari anak lain membuat nya menjalani sedikit hari yang berbeda.


Papa...


Seperti ini sudah benar kan? Aku memilih berdampingan dengan rasa takut ku...


"Kau tak terlihat takut mati sama sekali?" tanya James pada pria itu.


"Waktu ku hanya sedikit, dan kematian selalu di depan mata ku. Tak ada yang perlu ku takutkan." jawab Louise tersenyum.


Masalah penyakit jantung dan sistem imun nya akan langsung berulah saat ia sedang depresi ataupun jika ia menghentikan obat-obatan nya.


Gadis yang selalu mendapatkan suntikan obat, dan pemeriksaan bulanan yang teratur untuk membuat nya tetap baik-baik saja.


Flashback on.


14 tahun yang lalu.


"Papah Louise takut...


Kenapa di bawa kesini? Huhuhu..." tangis gadis yang berumur 10 tahun itu pada ayah nya saat ia dibawa tempat latihan tembak.


"Karna Louise takut makanya Papa bawa kesini...


Louise harus lawan rasa takut Louise...


Cara yang paling ampuh supaya kita bisa menang dari rasa takut kita adalah berdiri bersama rasa takut itu..." jelas sang ayah pada putri kecil nya.


Gadis itu langsung memeluk sang ayah dan histeris setiap kali mendengar suara tembakan yang sangat ia takuti.


Selama tiga tahun gadis itu selalu dibawa dan bahkan diajarkan menembak. Pria itu tak pernah mau anak-anak nya menjadi pengecut dan mudah di injak orang lain.


Flashback off.


...****************...


Disini yang merasa kisah Louise bakal sama kayak Alyss itu beda yah...


Tapi serah kalian deh mau bayangin gimana? wkwk karna disini masih ngambil judul nya yaitu "When the devil falls in love."


Karna disini James itu bukan Psycho dia gak punya nurani tapi tidak membunuh untuk bersenang-senang. Beda dengan Hazel.


Dan soal Louise nanti mirip kayak Alyss nya itu tergantung obat yang dia minum, karna kalau dia teratur pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan dia bakal baik-baik aja, dari awal bayi nya kan juga gitu.


Dan untuk Louis dia gak akan sekejam Hazel tapi tetap memiliki sikap kejam dan nasib Clara gak akan sama seperti Alyss yang sering di siksa badan nya sampe mau hancur.


Dan untuk Zayn...


Dia yang paling baik dan tidak jahat...


Kesayangan othor♥️♥️♥️


Othor sudah menyiapkan ending juga dari awal untuk mereka seperti season pertama...


Awkwkwo othor paling suka membuat sesuatu yang tak bisa kalian tebak dan mematahkan tebakan dengan cara othor😈😈😈😈 (tertawa jahat)