
Melihat Alyss yang semakin menitikkan air mata nya membuat Dave semakin senang, ia sudah merasa yakin jika Alyss mempercayai video yang ia buat.
"Dia tak setia pada mu....
Jadi untuk apa kau menyukainya? Hm?" tanya Dave berusaha meyakinkan Alyss yang sedang menangis.
Alyss menunduk sambil menangis membuat Dave semakin merasa senang.
"Hiks...hiks..."
"Kau...
Berapa yang kau habiskan untuk buat video itu?" tanya Alyss yang mulai mengangkat wajah basah nya dan tersenyum ke arah Dave.
"Itu bukan dia...
Aku sangat tau itu..." sambung Alyss lagi ketika melihat Dave yang menatap nya bingung.
"Kau sangat percaya pada nya? Jelas-jelas tadi kau-" ucap Dave terpotong.
"Apa menangis? Pfftt..." Alyss yang tertawa kecil menjawab Dave.
"Bagaimana? Menurut mu apa aku bisa debut sebagai artis sekarang?" tanya Alyss dengan senyuman di wajah nya walau mata nya masih sembab.
"Apa yang membuat mu sangat yakin kalau video ini bohong? Hm? Jelas-jelas kau sudah lihat sendiri kan?" tanya Dave kesal.
"Sungguh mau dengar jawaban nya?" tanya Alyss tertawa kecil.
"Ukuran, aku bisa tau jika itu bukan dia, ukuran milik nya itu...
Aku tak perlu melanjutkan nya kan? Kau seharusnya juga mengedit ukuran menjadi lebih besar sedikit, jangan terlalu kecil seperti itu." sambung Alyss tertawa kecil dengan enteng.
Siapa yang tak mengenal Hazel lebih baik darinya? Alyss sangat mengenal Hazel luar dalam bahkan sedalam-dalamnya. Jika ia di tempat di tempat gelap sekalipun untuk mencari Hazel ia pasti akan segera tau karna ia benar-benar mengenal suaminya, bahkan aroma tubuh Hazel yang di beri parfum dan aroma khasnya saja ia juga hapal dengan betul.
"Kau sedang berusaha menipu dirimu sendiri? Padahal sebelum nya kau menangis?" tanya Dave mengira jika Alyss tak dapat menerima kenyataan yang ia susun.
"Aku memberi reaksi yang kau inginkan, dan sekarang kau memberi reaksi yang ku ingin kan." ucap Alyss tersenyum simpul.
"Kau ini apa sih sebenarnya?" tanya Dave yang bingung dengan sikap Alyss yang bisa berubah-ubah secepat membalikan telapak tangan.
Alyss hanya tersenyum dan menatap Dave membuat Dave semakin bingung.
"Ada sesuatu di kaki mu." ucap Alyss pada Dave.
"Maksud mu?" tanya Dave bingung.
Alyss hanya tersenyum simpul, dan...
Buk...
🐣
Satu tendangan keras mendarat di pertengahan paha nya membuat nya merasakan sesuatu yang akan patah.
"Ukh!" pekik Dave karna tiba-tiba mendapatkan tendangan yang langsung membuatnya jatuh terduduk.
"Ups!
Maaf..." ucap Alyss enteng sembari melepaskan ikatan tangan nya yang memang tinggal sedikit lagi karna ia bakar sebelumnya, ia hanya perlu menarik tangan nya lawan arah dengan kuat agar terlepas.
"Satu lagi yang kurang." ucap Alyss sebelum pergi setelah mengambil ponsel Dave.
Buak...
Alyss mengepalkan tangan nya sekuat mungkin dan memukul wajah Dave yang masih meringis karna ia menendang di bagian yang paling sensitif dari tubuh lelaki.
"Itu untuk video payah mu yang memakai wajah suami ku! Satu lagi wajah mu mana?" ucap Alyss kesal saat mengingat Dave menggunakan wajah Hazel untuk membuat video panas dan memposisikan ponsel Dave di depan wajah pria itu agar kunci ponsel nya terbuka karna pengenalan wajah.
Ia pun berusaha lari keluar sembari memegang ponsel Dave yang ia bawa bersama nya untuk menghubungi Hazel.
Dave pun yang menyadari sakit nya mulai berangsur hilang langsung menuju komputernya dan dan menyadap seluruh lift di apart agar tak bisa digunakan.
Ia juga menelpon sekutunya yang lain yang juga membenci Hazel untuk meminta bantuan mengepung apartnya dan membunuh Hazel saat perjalan ke apartnya, karna ia tau Alyss pasti akan segera menghubungi Hazel makanya mencuri ponsel nya lebih dulu. Setelah itu ia pun langsung berlari keluar mengejar Alyss.
Tap...tap...tap...
Suara langkah kaki dan deru nafas terdengar menggema di lorong apart yang sunyi tersebut.
"Sial! Kenapa lift nya gak ada yang bisa dibuka sih? Ini lagi juga sepi sekali apartnya, seperti apart setan!" umpat Alys kesal dan mulai mencari tangga.
Tangan nya berusaha mengetik nomor telp Hazel sembari berusaha berlari, namun saat ia menelpon Hazel, Hazel tak bisa menjawab panggilan nya, karna Hazel sendiri juga sedang sibuk menelpon nya sehingga jaringan nya bertabrakan.
"Sial! Kenapa tidak diangkat?!" ucap Alyss dengan nafas terengah-engah karna berlari.
"Aduh...
Pegalnya..." ucap Alyss yang mengambil nafas dalam karna tak menemukan bagian tangga darurat dari apart tersebut, ia pun menoleh kebelakang melihat apakah Dave mengejarnya.
Alyss membulatkan mata nya dengan sempurna saat melihat Dave yang berlari dari kejauhan ke arah nya, ia pun kembali lari mencari tangga darurat lagi.
Tangan nya segera menggapai pintu di tangga tersebut, dan membukanya. Alyss terdiam sesaat ia sedang berpikir untuk turun atau naik, sedangkan apart Dave di lantai 37 dari 40 lantai apart tersebut.
Alyss pun mulai berpikir untuk naik dari pada turun, karna pasti Dave akan mengira jika ia turun. Maka dari itu Alyss memilih menaiki tangga ke lantai selanjutnya.
"Hazel...
Angkat...
Kau ini sedang apa sih?" ucap Alyss lirih yang semakin ngos-ngosan karna ia memang tak kuat dalam bidang olahraga, dan sekarang ia harus berlarian dan naik tangga untuk menyelamatkan dirinya.
"Halo?" ucap seorang pria dari telpon tersebut, Alyss pun langsung menyambar nya seketika saat ia mendengar suara yang tak asing baginya.
"Hazel? Kenapa lama sekali jawab nya?" tanya Alyss yang semakin kehabisan nafas karna lelah menaiki anak tangga setelah berlari.
Mendengar suara Alyss langsung membuat Hazel merasa lega sekaligus khawatir karna takut terjadi sesuatu yang buruk pada Alyss.
"Kau dimana? Ha?" tanya Hazel.
"Tempat yang ku kirimkan tadi dan ini lantai...
38...
Aku di tangga..." ucap Alyss sembari melihat ke arah nomor lantai ia berada.
"Hazel...
Kaki pegal sekali...
Ya ampun...
Kalau begini bisa mati karna kelelahan...
Bukan karna pria sialan itu..." ucap Alyss yang semakin membuat Hazel khawatir.
"Aku akan cepat sampai tunggu aku..." ucap Hazel semakin khawatir dari telpon.
"Hazel...
Kalau aku mati jangan nikah lagi yah..." ucap Alyss yang semakin membuat Hazel panik dan khawatir, walaupun ia benar-benar tak mengatakan sungguh-sungguh tapi hal itu membuat Hazel semakin panik.
"ALYSS!" bentak Hazel dari telpon saat mendengar Alyss mengatakan hal tersebut.
"Aissh! Sial! Buat kaget saja!" ucap Alyss kesal karna merasa gendang telinganya hampir pecah.
Alyss benar-benar berbeda, ia bahkan masih bisa bercanda dan kesal untuk hal sepele walaupun sudah berada di situasi yang sangat genting, entah karna memang memiliki rasa berani yang berlebihan ataupun yang tak pandai menilai sesuatu.
Langkah Alyss tertatih karna kaki nya yang terasa pegal, ia bahkan tak pernah berlari sebanyak ini selama beberapa tahun, terakhir kali dia banyak lari saat mengikuti lomba maraton di SMA nya setelah itu ia tak pernah olahraga karna ia memang sangat tak suka olahraga.
Sementara itu...
Dave yang merasa janggal karna menuruni anak tangga sebanyak apapun namun tak juga menyusul Alyss, ia pun mulai berpikir jika ia tertipu, Dave pun segera putar arah dan menaiki anak tangga.
......................
Hazel yang semakin khawatir saat mendatangi cafe yang penuh dengan bercak darah dari Dave karna tusukan Alyss, namun ia tak tau darah siapa itu, pikiran dipenuhi dengan asumsi negatif jika itu darah dari istrinya, di tambah lagi dengan cincin nikah Alyss yang jatuh dan terlepas karna tadi Alyss dan Dave sempat berebut pisau.
Saat mendapat telpon dari Alyss membuat Hazel semakin mempercepat laju mobilnya, ia membawa beberapa pengawal bersama nya.
Hazel pun mulai merasa ada beberapa mobil yang mengikutinya dan berusaha menghalangi serta menabrak nya, namun dengan sigap beberapa pengawal lain ia bawa langsung menghalau mobil yang ingin mencelakai Hazel.
Tak lama kemudian Hazel pun segera sampai di apart Green Leaf, Hazel berusaha menggunakan lift namun tak ada satupun lift yang menyala karna sistem yang sudah di retas oleh Dave.
Ia pun langsung mencari tangga darurat dan menaiki tangga tersebut.
......................
Alyss yang awalnya berjalan lebih lambat menaiki anak tangga langsung berubah cepat saat melihat Dave yang akan segera menyusulnya.
"Ya ampun...
Apa dia kreta api? Kenapa cepat sekali?" gumam Alyss dan semakin menaiki anak tangga.
Sampai ia tiba di atap gedung apart tersebut, Alyss membuka pintu untuk keluar atap gedung dan langsung menutupnya rapat.
Ia tau jika pintu tersebut tak akan bertahan lama, Alyss pun memutar kepala nya dan berjalan ke arah pinggir atap, matanya mengandah ke bawah dari lantai 40 tersebut.
Alyss memutar isi kepalanya mengingat denah dari apart Dave sekilas saat ia sudah mulai membuat rencana, ia memiliki beberapa rencana, walaupun rencana cadangan nya sangat berisiko, tapi ia tak pernah mau mati sendiri bahkan jika Dave nanti bersikap impulsif dan membunuhnya ia akan membawa Dave ikut dengan nya.
Alyss melihat beberapa tumpukan kayu dari perabotan kursi atau meja yang sudah tak terpakai di sudut atap, ia pun mengambil salah satu kayu yang memiliki paku di ujung nya.
Buak! Buak!
Dave yang sangat kesal pun langsung berusaha mendobrak pintu menuju atap agar bisa menemui Alyss dan mengambilnya kembali. Alyss melihat ke arah pintu tersebut dengan tatapan datar.
"Hazel?" panggil Alyss saat menyadari telpon mereka yang masih tersambung.
"Hm? Aku sedang menyusul mu! Sebentar lagi!" jawab Hazel yang terengah-engah karna karna berlari menaiki tangga dari lantai 1 ke 40.
"Sekarang di lantai berapa?" tanya Alyss lagi.
Alyss tersenyum simpul mendengar jawaban Hazel, dalam waktu singkat Hazel sudah berada di lantai 27 padahal tak menggunakan lift sama sekali dan hanya mengandalkan menaiki tangga. Tak bisa ia bayang kan secepat apa Hazel berlari untuknya.
"Jika sudah sampai lantai 28 tak perlu naik lagi, pergi ke sisi balkon di sebelah kanan, dan tunggu aku. Ingat kau harus tetap di balkon tersebut dan tangkap aku jika rencana ku gagal." ucap Alyss memberikan arahan.
"Apa maksud mu?!" tanya Hazel sembari mengentikan langkahnya sejenak.
"Ingat jangan sampai terlambat, atau aku benar-benar akan mati." jawab Alyss sekali lagi.
"Hazel...
Kalau aku membunuh seseorang tak apa kan?" sambung Alyss lagi semakin membuat Hazel bingung.
"Alyss?" panggil Hazel lirih.
"Ingat...
Jangan sampai terlambat lakukan apa yang kukatakan." ucap Alyss dan langsung melempar ponsel yang ia pegang agar ia dapat memegang kayu yang memiliki paku berkarat di ujung nya dengan kuat saat pintu sudah semakin hampir terbuka.
Matanya memejam beberapa saat mengingat semua pelajaran bela diri yang di berikan Hazel padanya.
BRAK!!!
Pintu tersebut pun segera terbuka, Alyss mengingat sebaik mungkin dan mengaplikasi kan sebaik mungkin ajaran yang di berikan Hazel.
Namun karna Hazel mengajari nya taekwondo sedangkan kaki nya yang sedang sakit karna ia sempat berlari menggunakan heels sebelum melepasnya saat akan menaiki tangga.
"Siapa yang akan menolong mu sekarang?" tanya Dave saat ia berhasil mendobrak pintu dan hanya ada mereka berdua dia atap apart tersebut.
"Diriku sendiri." jawab Alyss singkat dengan senyuman di wajah nya.
"Kita bertemu lagi? Itu mu baik-baik saja kan?" sambung Alyss dengan senyuman yang sulit diartikan.
"Kau benar-benar ingin mati?! Ha?!" ucap Dave yang semakin mendekat ke arah Alyss.
"Siapa yang ingin mati? Aku hanya tak takut mati. Jangan samakan antara ingin mati dengan tak takut mati." jawab Alyss enteng.
Dave pun semakin mendekat dan berusaha memukul Alyss, namun ia langsung refleks menghindar dan memukul punggung Dave menggunakan kayu yang ia pegang dan memukul di bagian luka Dave yang ia buat saat di cafe.
"Wah...
Kau pandai berkelahi?" tanya Dave saat ia merasa Alyss bisa begitu kuat melawan nya, hal yang tak pernah ia sangka karna selalu menganggap Alyss sebagai wanita lemah.
Dave merasa luka-luka di tubuhnya terus mengalirkan darah segar.
"Tentu saja! Aku belajar untuk mempersiapkan jika hari seperti ini datang." ucap Alyss tersenyum pada Dave.
"Kau seperti bunga beracun ternyata..." ucap Dave pada Alyss saat ia merasakan hampir seluruh tubuhnya sakit karna wanita yang ia anggap lemah tersebut.
"Ku anggap itu pujian." ucap Alyss tersenyum sembari membalik kata-kata Dave sebelumnya padanya.
Dave pun berusaha mendekati Alyss lagi dan menyerang, tangan nya langsung menangkap kayu yang di ayunkan Alyss padanya, Alyss pun beberapa kali berusaha menendang kaki Dave agar Dave melepaskan kayu nya, namun tenaga Dave benar-benar lebih besar darinya.
Plak!
Satu tamparan yang sangat keras mendarat di pipi Alyss sekali lagi, hingga membuat Alyss kehilangan keseimbangan dan langsung terjatuh.
"Shit!" umpat Alyss sembari merasakan anyir darah di lidah nya karna tamparan keras Dave.
"Kau tau sifat dasar wanita itu? Lemah...
Sekuat apapun tak akan bisa melawan pria." ucap Dave pada Alyss.
Alyss hanya tersenyum getir dan berlari ke arah pinggir atap yang sudah ia tentukan. Namun Dave tetap mengajar dan menarik rambut nya seketika.
"Auch!" pekik Alyss saat ia merasa rambut nya yang tertarik ke belakang tiba-tiba.
Alyss pun berusaha membuat Dave ke sisi yang sudah ia rencanakan, sampai di ujung atap apart yang memiliki pembatas setinggi bahu Alyss agar tak terjatuh dari ketinggian.
Dave mencengkram kuat lengan Alyss dan mencekik nya serta semakin memojokkan tubuh kecil itu ke pembatas atap.
"Ukh!" Alyss yang memukul tangan Dave yang sedang mencekiknya dan berusaha agar tak terjatuh dari atap apart berlantai lantai 40 tersebut.
"Aku akan ubah rencananya menjadi rencana awal, aku akan membunuh mu disini, dan melihat penderitaan suami mu!" ucap Dave dengan menyeringai.
"Kalau aku tak bisa mendapatkan mu, maka semuanya juga tak boleh, jadi lebih baik kau mati saja." sambung Dave saat ia merasa posisi Alyss semakin terjepit.
"Pffttt....
Hahaha....
Ka-kau pikir aku akan mati sendiri?! Kau tau kakak mu dalang dari semuanya...
Aku, suami ku, dan bahkan juga kau...
Kita semua korban..." ucap Alyss yang semakin kesulitan karna Dave mencekik lehernya.
"Sial! Sudah ku bilang kakak ku bukan orang seperti itu!" ucap Dave marah dan semakin mencekik Alyss dan juga semakin ingin membuat tubuh kecil itu terjatuh.
Alyss hanya tersenyum simpul melihat Dave, walaupun ia sempat di culik, karna kepala nya tadi tiba-tiba sakit, namun kini semuanya berjalan sesuai keinginan nya, ia sengaja memprovokasi Dave agar Dave menjadi gegabah dan mudah baginya memanfaatkan situasi.
"Benarkah? Kalau begitu coba tanya kakak mu lagi di neraka!" ucap Alyss tersenyum simpul
Dan mulai menekan luka di lengan Dave karna besetannya di cafe tadi. Ia juga langsung menendang kaki Dave secara tiba-tiba saat Dave masih meringis karna ia menekan luka nya, dan saat Dave semakin lengah Alyss langsung membalik tubuh Dave 360° agar Dave yang terjatuh dari ketinggian.
Semuanya seharusnya berjalan sesuai keinginannya, ia sebelum nya merencanakan akan menarik Dave saat terjatuh dan ingin Hazel menangkapnya dari balkon 27, tapi karna kini Dave yang terjatuh membuatnya sedikit lega karna tak perlu mengambil keputusan beresiko.
Namun Dave pun yang sebelum terjatuh langsung meraih tubuh Alyss dan membuat Alyss ikut terjatuh dengan nya.
"Akh!" pekik Alyss saat Dave ikut menarik nya.
Alyss dan Dave pun sama-sama terjatuh dari atap apart berlantai 40 tersebut. Alyss merasakan gravitasi yang menarik kebawah begitu cepat saat ia jatuh dari ketinggian.
"Hazel...
Ku mohon...
Tangkap aku..." batin Alyss saat terjatuh, jika malam ini Hazel tak menangkapnya tepat waktu mungkin ia akan ikut menjadi jasad tak terbentuk seperti Dave yang sedang ikut terjatuh bersamanya.
Dan apa yang ia pikirkan sekarang? Ia berpikir jika ia mati sekarang ia masih belum sempat mengatakan dengan sungguh-sungguh "Aku mencintai mu" pada Hazel, karna ia memang tak pernah terlalu menunjukkan perasaan nya.
Sementara itu.
Hazel yang awalnya bingung karna Alyss menyuruhnya menunggu di balkon lantai 27 pun, terkejut saat melihat tubuh Dave yang terjatuh lebih dulu di depan nya, ia pun langsung mengandah dan melihat Alyss yang juga ikut terjatuh namun belum sampai ke lantai 27.
Greb!
Dengan cepat Hazel langsung meraih tangan Alyss dan Alyss pun juga langsung meraih tangan Hazel, walaupun Hazel hampir ikut terjatuh dari lantai 27 karna berusaha menangkap Alyss namun yang terpenting ia berhasil sekarang, jika saja ia terlambat 0,00001 detik saja mungkin Alyss akan ikut terjatuh juga.
BUAK!!!
Suara yang terdengar saat tubuh Dave jatuh dan hancur lembur di bawah dengan tak berbentuk lagi.
Alyss pun sempat melihat kebawah dan melihat tubuh hancur tersebut.
"Jangan lihat...
Aku akan menarik mu sekarang...." ucap Hazel tersenyum sembari berusaha menarik Alyss. Namun....
DOR!!!!
Suara tembakan keras yang datang tepat di belakang Hazel, siapa lagi kalau bukan sekutu yang di beritau Richard sebelumnya untuk membunuh Hazel.
"Ukh!" pekik Hazel saat tiba-tiba mendapatkan tembakan di tubuhnya dari belakang dan hampir melepaskan tangan Alyss.
"Ha-Hazel?" panggil Alyss lirih saat ia merasakan darah Hazel yang ikut mengalir mengenai tubuh dan wajah nya dari tangan Hazel yang terus berusaha sekuat tenaga menahan tubuhnya.
"Tidak apa-apa aku akan menarik mu..." ucap Hazel lirih dan tetap berniat menarik Alyss walau ada peluru yang bersarang di tubuh nya.
Alyss melihat nanar ke arah Hazel, jika tak ada yang datang menolong mereka, dan Hazel yang bersikukuh ingin tetap menarik nya maka Hazel akan ikut terjatuh dengan nya, karna luka tembakan di tubuh Hazel.
"Hazel...
Aku....
Mencintai mu...." ucap Alyss lirih, ia mengatakan kalimat tersebut dengan sungguh-sunghuh dan berusaha melepaskan tangan Hazel agar Hazel tak ikut terjatuh dengan nya.
Hazel yang merasa Alyss berusaha melepaskan tangan nya langsung semakin kuat berusaha memegang tangan Alyss, ia tak bisa kehilangan wanitanya, karna baginya wanita nya adalah kehidupan nya.
Sedangkan pria yang tadi menembak Hazel secara tiba-tiba semakin mendekat dan berusaha menembak lagi di kepala Hazel.
...****************...
Aduh menurut kalian ini gimana?🤧
Alyss yang milih jatuh sendiri?
Atau Hazel milih ikut jatuh?
Atau Alyss jatuh terus Hazel ketembak?
Atau dua" nya selamat?
Ini semua gara" Aegyt si😡 gak dulu gak sekarang, tetep ajj jadi biang kerok😡😡
Oh iya siapa yang semalem nyangka si Alyss percaya sama video nya???🤭🤭🤔🤔
Lupa yah kalau Alyss itu pandai memanipulasi sikap nya, makanya Dave bisa sampe ikut terjebak permainan Alyss.😅
Panjang lagi kan eps nya? xixixi
Iyalah rang othor kagak bisa tidur semalam abis nugas, jadi buat bab baru terus di sambung pagi lagi wkwk eh lupa kalo novel sebelah belum di up rupanya semalam wkwk😅😅
Maafkan othor yah mbak Ainsley, padahal mau benerin psikis kamu di bab selanjutnya wkwk😅
Jangan lupa like komen fav vote rate 5 dan dukung othor🥰🥰❤️❤️
Happy Reading❤️❤️❤️