
Kediaman Leo.
Drttt...drttt...drttt....
Leo yang masih sibuk melihat rencana pembangunan resort yang akan di dikembangkan dari perusahaan nya, menerima panggilan tak dikenal dari ponselnya.
Tanpa melihat siapa yang memanggil ia pun segera mengangkat telpon nya yang terus berdering.
"Halo." jawab Leo.
"Kau menyukai istri dari presdir JBS grup, bukan?" jawab si penelpon tanpa basa-basi.
Leo pun terkejut dan langsung melihat ke arah ponsel nya siapa yang tengah memanggil nya.
"Siapa kau?! Jangan bermain-main!" jawab Leo marah setelah melihat nomer tak dikenal di ponselnya.
Ia pun dengan sigap segera ingin mematikan sambungan telpon tersebut.
"Kau mau aku membantu mu mendapatkannya?" ucap si penelpon sebelum Leo mematikan sambungan telponnya.
"Tak perlu! Kau siapa? Ha?! Tak usah bicara omong kosong!" jawab Leo geram.
Ia memang menyukai Alyss bahkan ia menyukainya sampai sekarang dan masih belum melupakannya sedikit pun, setiap kali ia berusaha melupakan sosok wanita yang selalu tersenyum ceria padanya, perasaannya menjadi semakin kuat, namun ia juga harus merelakan wanita itu untuk kebahagian yang ingin di raih wanita yang ia sukai.
Karna ia beranggapan bahwa Alyss juga menyukai suaminya, ia berusaha merelakan walau hatinya juga terasa sakit.
"Aku tak bicara omong kosong...
Kau tau siapa yang dinikahi wanita itu? Dia menikahi seorang pembunuh! Dia bisa mati di tangan suaminya." jawab si penelpon dengan santai berbeda dengan Leo yang sudah sangat geram.
"Sudah ku bilang jangan bicara omong kosong!" ucap Leo tak percaya karna ia tau image yang dibangun Hazel dan tak pernah ada kabar berita bahwa Hazel adalah pria yang kasar atau bisa melakukan hal tersebut.
"Sudah berapa kali ku bilng bahwa ini bukanlah omong kosong...
Kau mau melihat wanita itu mati perlahan? Kau tak ingin melindunginya?" tanya si penelpon berusaha membuat Leo percaya.
"Kau punya buktinya? Hm? Jangan mencoba menghasut ku!" jawab Leo semakin geram.
Si penelpon pun malah memberikan respon tertawa padanya.
"Bukti? Kau sudah melihat di depan mata mu sendiri kan? Bagaimana pria itu memperlakukan wanita yang kau sukai? Aku hanya berusaha memberitau mu agar bisa melindungi orang yang ingin kau lindungi." ucap si penelpon.
"Apa tujuan mu?" tanya Leo lagi.
"Tujuan? Aku hanya tak ingin pria itu membuat korban baru lagi, aku hanya berusaha menyelamatkan yang bisa ku selamatkan, Aku hanya orang yang tak memiliki kekuasaan apapun. Tak mungkin aku bisa melawan presdir dari JBS grup." jawab si penelpon agar Leo semakin mempercayainya.
"Lalu apa hubungan nya dengan ku? Bagaimana aku bisa mempercayaimu?" tanya Leo lagi.
"Karna kau menyukai wanita yang bersama dengan pria itu, kan? Jadi ku pikir setidaknya kau bisa mencegah agar tak ada korban lagi." jawab si penelpon.
"Bagaimana kau tau aku menyukai nya? Itu sedikit mengganjal." ucap Leo.
"Siapapun akan tau kau sangat menyukainya dari cara mu melihat nya." jawab si penelpon.
"Aku hanya memberi tau mu saja, semua itu terserah padamu." sambung si penelpon sebelum menutup sambungan telponnya.
Leo pun terdiam sejenak setelah si penelpon asing itu menutup telpon nya.
Bagaimana jika Alyss benar-benar dalam bahaya?
Pikir nya saat ia mengingat perlakukan Hazel pada Alyss, mulai dari pertemuan di hotel dulu dan bahkan saat Hazel membawa paksa Alyss dari villa nya dulu, ia juga melihat wajah Alyss yang seperti sedang tertekan dan takut saat berhadapan dengan Hazel.
"Apa yang harus ku lakukan? Aku harus menemuinya! Ya, itu benar! Aku harus menemuinya dan melihat nya sendiri!" ucap Leo dengan penuh keyakinan.
......................
Sementara itu.
Di tempat lain.
"Keinginan melindungi yang akan membawa petaka...
Aku sangat suka skenario ku..." ucap Pria tersebut tersenyum devil.
"Tinggal menunggu nya untuk menarik umpan agar semua nya lebih mudah lagi."
"Sekarang aku hanya tinggal mencari kambing hitam...." ucap Pria tersebut lirih.
Ia pun mencari seseorang yang cocok untuk di salahkan karna masalah teror dan peretasan yang ia lakukan 3 tahun yang lalu.
"Sepertinya dia cocok." ucap pria tersebut saat melihat data dari mantan presdir yang sudah diakusisi perusahaan nya oleh Hazel.
Pria tersebut pun dengan cepat mengubah data dan mencocokkan alamat IP nya dengan mantan presdir tersebut. Ia melakukan hal tersebut dengan sangat rapi dan teliti, sehingga siapapun yang mencari tau pasti akan dapat terkelabui.
......................
2 hari kemudian.
Karna Leo tak dapat menghubungi Alyss sama sekali ia pun meminta bantuan Larescha agar dapat menemui Alyss.
Cafetaria.
"Bisa kan? Sekali saja...
Aku hanya ingin memastikan sesuatu..." pinta Leo pada Larescha.
"Kakak tidak bisa menghubungi Lily?" tanya Larescha.
"Iya, aku tak bisa menghubungi nya." jawab Leo lesu. Sebelum nya ia mencoba menghubungi Alyss namun Alyss menolak semua panggilannya.
"Ya sudah nanti aku hubungi Lily..." jawab Larescha.
"La, nanti jangan katakan jika aku yang minta bertemu yah" pinta Leo pada Larescha.
"Iya, kak."
Larescha sedikit bingung dengan permintaan Leo, namun ia mengiyakan permintaan tersebut, ia berpikir mungkin Leo dan Alyss memilki hal yang belum terselesaikan.
Setelah kembali dari cafetaria Larescha segera menghubungi Alyss, dan mengajak untuk bertemu. Ia mengungkit beberapa kata tentang Leo pada Alyss, ia ingin tau perasaan sahabatnya sekarang pada pria tersebut.
......................
Kediaman Hazel.
Pukul 07.12 PM
"Hazel...
Aku sudah boleh keluar tidak? Aku menemui Lala besok....
Boleh yah...." pinta Alyss pada Hazel di tengah-tengah makan malam mereka.
Hazel menghela nafas nya dengan kasar saat mendengar permintaan Alyss, walaupun ia sudah menemukan pengancam dan peretas yang berusaha mengambil data nya 3 tahun yang lalu, namun ia masih merasa ganjal. firasat nya mengatakan ia menangkap orang yang salah, namun semua bukti mengarah pada orang itu.
"Hazel...
Boleh tidak?" tanya Alyss lagi saat melihat Hazel hanya diam saja dan tak menjawab nya.
"Kau sangat ingin keluar?" tanya Hazel dengan mengerutkan dahinya.
"Iya, sangat ingin." jawab Alyss dengan penuh semangat dan antusias.
"Boleh, tapi coba bujuk aku dengan memanggil "Suami ku" pada ku." ucap Hazel dengan senyuman menggoda pada Alyss.
"Eh? I-itu....
Malu..." jawab Alyss lirih pada Hazel.
"Malu? Kenapa malu? Sekarang kan aku memang sudah menjadi menjadi suami mu? Hm? Sebelum menikah kau pemalu sesudah menikah pun masih pemalu?" tanya Hazel dengan menatap lekat wajah Alyss.
Alyss masih diam dan memainkan makanan yang ada didepan nya, ia tau jika perkataan Hazel memang benar, namun tetap saja ia masih merasa malu karna ia sendiri masih belum terbiasa dengan status nya sekarang.
"Kalau tak mau yasudah, kau di rumah saja." ucap Hazel ketika melihat Alyss yang masih diam.
"Ja-jangan....
Su-suami ku...
Boleh yah..." ucap Alyss malu-malu.
"Yasudah, tapi setelah menemui nya segera kembali..." jawab Hazel dengan senyuman cerah di wajah nya ketika melihat Alyss yang begitu gugup dan telinganya yang langsung memerah setelah mengatakan hal tersebut.
Hazel sebenarnya masih ragu dengan pelaku yang ia dapatkan, namun ia berpikir mungkin kali ini firasat nya salah karna melihat semua bukti yang tertuju pada orang tersebut.
......................
Skip time.
Keesokan harinya.
Pukul 02.45 PM
Siang itu sesuai janji yang ia buat dengan Larescha, Alyss pun segera ingin menemui sahabatnya di cafe yang sudah mereka tentukan.
Setelah sampai di cafe tersebut Alyss pun duduk dan menunggu teman nya.
Tak lama ia menunggu, Leo pun datang menemuinya.
"Aku bisa duduk disini kan?" tanya Leo pada Alyss dan berusaha menarik kursi yang berada di hadapan Alyss.
"Hmm....
"Sebentar saja...
Jika Larescha sudah datang aku akan pergi...." ucap Leo membujuk.
Alyss terdiam sejenak, ia pun melihat jam di tangannya. Setelah melihat jam ia berpikir bahwa Lala akan datang sebentar lagi, karna ia tau temanya itu sangat jarang tidak tepat waktu dalam membuat janji.
mungkin saja saat ini Larescha sedang terjebak kemacetan lalu lintas hingga membuatnya lama datang, Alyss memikirkan hal tersebut di kepalanya.
"Yasudah kak...
Tapi nanti kalau Lala datang, kakak..." jawab Alyss lirih.
"Iya...
Setelah Larescha datang aku akan pergi..." jawab Leo.
Hening...
Tak ada satupun dari mereka yang membuka pembicaraan. Alyss sejujurnya masih merasa canggung bertemu dengan Leo. Lebih tepatnya ia merasa malu karna Leo dulu juga mengetahui bahwa ia sempat hamil, ia merasa jika Leo sudah mengetahui aib nya walau sekarang ia sudah menikah dengan pria yang membuatnya hamil dulu dan juga ia menolak perasaan Leo sebelumnya.
"Apa kita tak bisa tetap berteman? Kita harus secanggung ini yah jika bertemu?" tanya Leo membuka pembicaraan.
"Itu...
Bisa si kak...
Ta-tapi Hazel eh bukan suami ku tidak suka jika aku berteman dengan laki-laki...." jawab Alyss lirih.
Deg...
Hati Leo terasa semakin sakit saat mendengar Alyss mengatakan "suami ku" padanya.
"Begitu yah? Sekarang gimana kabar mu? Kqu baik-baik saja? Semua nya berjalan lancar kan? Dia tidak pernah menyakiti mu kan?" tanya Leo dengan senyum pahit, ia tetap berusaha tersenyum walaupun hatinya terasa sakit.
"Baik kak...
Dia juga memperlakukan ku dengan baik." jawab Alyss lirih.
"Syukurlah...
Aku lebih lega mendengar nya..." jawab Leo yang benar-benar merasa lega.
"Tangan mu kenapa?" tanya Leo saat melihat jari Alyss yang masih terlihat sisa biru nya karna sudah tak diberi gips lagi.
"Oh ini...
Patah kak..." jawab Alyss sembari melihat ke arah jarinya.
"Kenapa bisa patah? Kau ini sangat tak hati-hati!" ucap Leo khawatir.
"Kan dia yang matahin! Bukan aku yang tidak hati-hati." sanggah Alyss cepat saat mendengar ucapan Leo yang mengisyaratkan jika ia ceroboh.
"Dia? Dia siapa?" tanya Leo dengan nada menyelidik.
"Si-siapa? Aku ga ada bilang gitu kak..." jawab Alyss lirih saat sadar ia kelepasan mengatakan kata "Dia" pada Leo.
"Kak...
Hmmm...
Maaf kalau ini tidak sopan...
Tapi, kakak berhenti menghubungi ku yah...
Aku bukannya tak ingin berteman lagi, tapi nanti dia tak suka..." ucap Alyss lirih mengalihkan pembicaraan sekaligus ia memang ingin mengatakan hal tersebut pada Leo.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku...
Siapa yang membuat jari mu patah?" tanya Leo yang tetap berusaha mendapatkan jawaban dari Alyss.
"Kemarin jatuh kak...
Kakak, mungkin salah dengar apa yang kukatakan tadi..." jawab Alyss berbohong.
Alyss pun langsung memasukkan ponselnya kedalam tas, dan segera ingin pergi dari cafe tersebut.
"Se-sepertinya Lala tak datang...
Aku pergi duluan yah kak..." ucap Alyss seraya bangun dari duduk nya, ia segera ingin menghindari Leo.
Alyss pun langsung melangkahkan kakinya keluar dari cafe tersebut namun...
Grep...
"Alyss, tunggu!" ucap Leo dan langsung meraih tangan Alyss.
"Kenapa? Kau seperti menyembunyikan sesuatu." ucap Leo pada Alyss.
"Aku ga ada menyembunyikan apapun kak...
Le-lepas..." ucap Alyss lirih dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Leo dari tangan nya.
"Jawab dulu pertanyaan ku!" ucap Leo mulai menaikkan nada suaranya.
"Kau baik-baik saja?" tanya Leo lagi dengan suara lembut dan mulai memegang dagu Alyss dengan tangan nya yang satu lagi agar Alyss mengandah padanya.
Alyss pun melihat ke arah Leo dan menatap sejenak lalu langsung memalingkan wajahnya. Ia tak mau memandang lama wajah Leo karna takut perasaan yang ia pendam selama hampir 4 tahun kembali muncul.
"Iya kak, aku baik-baik saja!
Dan lagi ku mohon jangan campuri urusan ku! Aku sudah menikah sekarang!" jawab Alyss dengan nada tinggi, walaupun ia sebenarnya tak berniat membentak Leo yang sedang khawatir padanya.
Leo terdiam sejenak mendengar ucapan Alyss.
"Tapi aku hanya-" ucapan Leo terpotong saat ia mendengar panggilan telpon dari ponsel Alyss.
"Le-lepas kak..." pinta Alyss lagi pada Leo yang masih memegang erat tangan nya karna ia tak dapat melepaskan tangan Leo.
Leo pun perlahan melepaskan tangan Alyss dan membiarkan Alyss mengangkat telpon.
"Hazel?" gumam Alyss melihat nama panggilan dari telpon nya.
"Halo..." jawab Alyss.
"Kau dimana?" tanya Hazel geram.
"Di cafe.." jawab Alyss lirih saat mendengar nada bicara Hazel yang berbeda.
"Dengan siapa?" tanya Hazel lagi.
"Te-teman..." jawab Alyss gugup dan tak mengatakan dengan jelas dengan siapa ia sekarang.
Tut....
Hazel pun langsung mematikan ponselnya, ia tersenyum namun penuh dengan amarah, ia sudah mulai marah saat melihat story chat antara Alyss dengan Larescha sebelumnya saat ia berada di RS.
Lily, kau masih menyukai kak Leo?
Ihhh...
Apa sih La? kenapa tanya begitu?
Kau kan menyukai nya lebih dari tiga tahun, sekarang kau sudah benar-benar melupakannya?
Udah La, aku ga mau bahas lagi...
Ih, di tanyain begitu jawabannya. Iya deh, kau jangan suka padanya terus, kau kan sudah menikah sekarang.
Makanya bahas yang lain!
Hazel masih mengingat jelas isi pesan yang ia lihat tadi, ia dapat melihat apapun pesan yang masuk ke ponsel Alyss, karna ia sudah menyadap setiap ponsel yang ia berikan pada istrinya.
Hazel sudah geram karna masalah chat dan sekarang ia melihat Alyss yang berada di cafe dari mulai mereka bicara di dalam sampai Leo yang meraih tangan Alyss dan memegang dagunya. Dan Hazel melihat itu semua karna Alyss yang duduk di dekat dinding kaca transparan dari cafe tersebut.
Hazel semakin geram melihat Alyss bersama pria yang disukai nya selama hampir 4 tahun tersebut.
"Bohong! Kau bilang kau tak menyukai nya dulu! Tapi dia ternyata orang kau sukai sejak lama!" ucap Hazel geram dan mengepal tangan nya.
"Romantis sekali mereka, berpegangan di depan umum....
Pantas saja dia selalu perhatian pada bocah itu! Ternyata bocah itu..." ucap Hazel yang semakin geram, karna amarah ia tak dapat melihat Alyss yang berusaha melepas tangan Leo sedari tadi.
Semuanya bagaikan setingan yang telah disusun sekarang, sebelumnya salah satu klien Hazel meminta nya untuk bertemu di restoran XX yang mengharuskan nya untuk melewati cafe yang akan digunakan Alyss untuk temu janji nya dengan Larescha, dan membuat Hazel melihat semua hal itu.
...****************...
Maaf yah semalam othor ga up karena kurang enak badan, tenggorokan othor meradang😭
Jadi nya othor istirahat dulu karna senin mau UAS lagi😭
Oh iya uda mulai semakin dekat ke bab yang penyesalan yah..😭😭
Kenapa othor bilang musuh kali ini susah beresnya? Yah karna dia itu main belakang gini, dan banyak situasi yang semakin menguntungkan dia, dia ga nyerang secara langsung tapi make orang lain buat jadi pelurunya.
Jangan lupa like, komen, fav, Rate 5, vote dan dukung othor yah🥰
Happy Reading❤️❤️❤️