
Setelah bermain dengan semua hewan kecil menggemaskan yang baru saja di beli nya membuat gadis cantik itu merebahkan dirinya di atas sofa panjang.
White yang datang pun langsung menganggu gadis itu karna ingin mengajak nya bermain.
"White anak mommy...
Geli tau..." ucap Louise saat anjing serigala besar itu mengendus kaki nya.
30 menit yang lalu James mengatakan jika ia memiliki pekerjaan lagi dan membuat nya harus pergi, namun ia tetap tak membolehkan gadis nakal itu pergi dari mansion nya.
"Main di taman yuk sama mommy..." ajak Louise pada anjing serigala yang bagi nya sangat menggemaskan tersebut.
Sekali lagi ia menuju ke taman belakang yang terdapat hutan yang sangat di larang untuk ia masuki.
"White...
Di dalam sana ada apa? Kenapa gak boleh masuk sih?" tanya Louise pada anjing serigala putih besar yang menggemaskan tersebut.
Semakin dilarang semakin meninggi pula rasa penasaran nya. Seakan mengerti ucapan majikan baru nya, anjing serigala putih tersebut pun seolah-olah mengajak masuk gadis itu memasuki 'hutan terlarang' tersebut.
Louise melihat ke jejeran pohon rapi yang rimbun di tempat tersebut. Mata nya mengernyit melihat begitu banyak cctv di yang berada di antara pepohonan.
Walaupun kediaman utama milik nya yang kembali ia tinggali bersama sang kakak memiliki taman dan hutan juga, namun tak sebesar milik pria tersebut.
Hutan yang seakan-akan di bangun dan di buat untuk mengurung para tahanan agar tak dapat keluar.
Aauuu...
Lolongan dari anjing serigala lain mulai terdengar begitu ia semakin memasuki hutan yang terlihat sangat luas tersebut tak seperti gerbang nya yang terlihat kecil namun sangat luas di dalam.
James yang sebelum nya membangun mansion dan membeli beratus-ratus rantai hutan yang ikut di dalam nya sebelum ia membangun istana mewah nya yang berdiri di atas darah orang lain membuat nya ikut memiliki hutan tersebut yang juga sudah di pagar keliling dan memiliki cctv di setiap sudut pohon yang hinggap.
Takut...
Perasaan tersebut mulai muncul di benak gadis nakal itu saat ia semakin memasuki hutan. Di tambah lagi dengan suara lolongan anjing serigala pemburu milik James yang memang di latih untuk menyakiti para korban yang ingin pergi.
"White! Ayo balik!" ajak Louise pada anjing serigala putih tersebut sebelum ia mendengar suara pilu dari hutan yang lebih dalam.
Tolong...
Gadis itu menoleh kembali sesaat ketika kaki nya sudah melangkah menjauhi tempat yang terlarang ia masuki.
"Hanya ilusi ku kan? Sepertinya aku terlalu banyak melihat film horror!" gumam Louise agar dapat memberanikan dirinya lagi.
Tolong...
Namun suara tersebut semakin mendekat mendekat ke arah nya hingga membuat nya kembali berbalik melihat ke arah hutan.
Secara samar ia melihat anak lelaki berpakaian lusuh berlari sekuat tenaga. Anak tersebut berumur sekitar 10 tahun tahun dan berlari dengan kencang.
Anjing serigala lain yang mengejar nya membuat ia semakin melajukan kaki nya sekuat tenaga.
Anjing serigala ganas itu pun tetap mengejar dan tentunya ia juga akan mengejar gadis cantik itu.
Namun White dengan segera bersikap melindungi tuan nya.
AAAUUU...
Lolongan yang ia berikan lebih keras sehingga membuat nya seperti pemimpin kelompok serigala tersebut. James memang membuat White lebih dekat dengan nya karna anjing tersebut yang lebih kuat dari anjing lain.
Louise pun menarik anak lelaki yang terlihat ketakutan itu ke pelukan nya.
"Kak...
Tolong...
Adik ku masih disana, mereka bawa adik ku kak..." rengek bocah lelaki berpakaian lusuh tersebut pada Louise.
Iris mata gadis itu bergetar menatap bocah lelaki tersebut, sekelebat ingatan tentang masa penculikan nya terlihat membayang di kepala nya lagi.
"White! Usir anjing serigala yang lain!" ucap Louise pada anjing serigala nya. Walaupun White nya terlihat menggemaskan namun ia juga termasuk anjing ganas.
Gadis cantik terenyuh dan memanggil simpati nya karna ia juga pernah berada di sana. Anak lelaki yang datang pada nya pun membawa nya semakin masuk hingga membuat nya melihat satu bangunan di tempat tersebut.
"Pelan-pelan kak..." ucap anak lelaki tersebut sembari membawa Louise ke tempat ia berhasil lari.
Bahkan walaupun ia berhasil lari, ia juga akan tertangkap nanti nya karna cctv yang di letakkan di seluruh hutan.
"I-itu..." ucap gadis itu lirih melihat banyak anak-anak dari segala usia yang di kumpulkan dan berada di tempat yang pengab.
"Ayo kak...
Mereka bawa adik ku kesana!" ucap Anak lelaki tersebut menarik tangan Louise yang sedang sangat terkejut.
"Aku gak tau kak, cara buka nya...
Ayo kak cepat, sebentar lagi mereka datang..." ucap bocah lelaki tersebut yang tau kapan pria jahat yang akan mendatangi nya.
"Kunci! Ini memakai kunci, sebentar!" ucap Louise yang berusaha membuka ruang lain, namun...
Deg...
Kaki nya hampir terjatuh karna lemas, ia melihat banyak gadis seusia nya dan bahkan banyak juga gadis muda yang berada di ruangan tersebut namun dengan mata sayu seperti saat ia di berikan narkotika dahulu.
Salah satu gadis mendekatinya dengan tertatih dan meraih tangan nya.
"Tolong...
Aku tak mau di jual...
A.. aku tak mau seperti mereka..." mohon gadis itu meraih tangan Louise.
Louise pun yang terkejut langsung menepis, tubuh nya gemetar dan melihat ke arah gadis yang langsung terjatuh tersebut.
"Mereka memperk*sa gadis yang tidak perawan sebelum di jual, dan gadis yang masih perawan di berikan harga yang tinggi" jelas gadis itu pada Louise dengan rembesan air mata di wajah nya.
Ia termasuk gadis yang masih 'Suci' membuat nya tak 'pakai' lebih dulu sebelum di jual sedangkan gadis lain yang sudah pernah di melakukan nya dilatih dan di jadikan pelampiasan nafsu bagi para bawahan pria tampan itu sebelum di jual sebagai wanita penghibur.
James pun tau hal itu namun ia membiarkan nya, asalkan bawahan nya tak menyentuh wanita yang bersama nya.
Iris Louise bergetar begitu pula sekujur tubuh nya, namun tangan nya langsung di tarik lagi oleh bocah lelaki yang sebelum nya.
"Kak, ayo...
Aku sudah dapat ruang kunci nya, mereka nanti datang kak..." ajak anak lelaki berpakaian lusuh tersebut.
"Sebentar! Kita akan keluar!" ucap Louise pada gadis yang menahan nya sembari menghapus kasar air mata nya.
Ia dan bocah tersebut pun mencoba membuka pintu tersebut dengan cepat, karna takut ketahuan.
"Terbuka!" senyum merekah di wajah anak lelaki tersebut.
Louise dan anak lelaki tersebut pun masuk. Mata Louise bergetar lagi, ia kembali mendapatkan kejutan.
Perut nya terasa mual melihat organ seperti mata, jantung, ginjal, dan hati yang diawetkan di tabung kaca.
Anak lelaki tersebut pun melihat gelang yang pernah ia buat pada adik nya saat melihat tangan mungil yang menyembul keluar dari balik kain putih.
Dengan semangat ia pun membuka namun...
Deg...
Gadis dengan kedua mata yang sudah tak ada dan dari dada hingga ke perut yang sudah kosong karna diambil organ nya yang sudah siap untuk di jual.
"Livia!!! Huhuhu..." teriak anak lelaki itu histeris sembari memeluk jasad adik nya yang sudah kosong karna di ambil seluruh organ penting nya.
Krak...
Suara yang lain mengejutkan Louise, ia pun langsung menutup mulut anak lelaki tersebut.
"Sssttt...
Mereka sudah datang..." bisik Louise dengan suara gemetar.
Ia pun menarik anak tersebut ke sisi lain, saat langkah nya ingin keluar namun ia sudah mendengar langkah kaki yang banyak di dekat pintu keluar.
Ia pun menyeret anak lelaki tersebut dan bersembunyi di rak yang penuh akan mayat lain nya yang sudah kosong dan akan di jadikan makanan serigala.
Deg...deg...deg...
Degupan jantung nya yang terdengar jelas. Gadis cantik itu sudah ketakutan setengah mati hingga suara nafas nya pun ia takut terdengar.
Cairan bening meleleh di mata nya. Tangan gemetar nya menutup mulut bocah lelaki itu dan tangan nya yang satu nya lagi menutup mulut nya sendiri.
Tuhan...
Tolong aku...
Mohon gadis itu saat melihat bayangan yang semakin mendekat ke arah persembunyian nya.
Seakan-akan di buat untuk menakuti nya.
Para bayangan orang-orang yang datang ia tak langsung menangkap nya namun menunggu di depan persembunyian gadis itu dan bocah lelaki tersebut.
"Panggil tuan! Wanita nya yang masuk kesini!" ucap salah satu pria saat ia mengecek cctv.
Semua bawahan James di mansion tersebut sangat tau jika tuan mereka sangat menyayangi gadis yang terakhir kali di jadikan sebagai wanita nya.
...
Mendapat panggilan dan penjelasan dari bawahan nya membuat James langsung bergegas ke tempat sandra nya.
...
"Oy! Kau di dalam kan? Tenang saja...
Kami tak akan lakukan apapun pada mu sampai tuan datang!" suara pria yang mengejutkan Louise saat sisi tempat persembunyian nya tiba-tiba di ketuk.
Deg...
Tubuh nya semakin gemetar dan tak ingin keluar, ia pun mendekap anak lelaki yang sudah menangis ketakutan dalam pelukan nya.
Setelah 30 menit kemudian.
James pun datang dan sampai di tempat tersebut dan para bawahan nya memberi isyarat dimana gadis tersebut.
Ia pun mendekat dan melihat gadis yang sudah sedang bersembunyi di balik sisi.
"Bunuh semua yang di sentuh nya tadi, walaupun mereka sudah di pesan!" ucap James pada bawahan nya.
Ia memerintahkan hal tersebut untuk menghukum Louise dan agar gadis itu sadar jika semua yang meminta bantuan nya hari ini akan mati secara tragis lebih cepat.
Deg...deg...deg...
Jantung nya semakin berdegup kencang mendengar perintah pria tersebut. Ia semakin gemetar dan menangis karna sangat takut.
James pun dengan wajah dingin nya sengaja mengatakan hal tersebut agar Louise bisa mendengar nya.
"Keluar sekarang! Sebelum aku mencincang anak yang sedang bersama mu!" titah James pada Louise.
Deg...deg...deg...
Apa yang harus kulakukan?
Tubuh nya terasa berat dan membatu. Bahkan bernafas saja ia takut saat ini.